
Kiara yang berdiri di depan pintu tampak cemas dengan mondar mandir di depan pintu sembari menekan-nekan jarinya yang terlihat penuh dengan rasa khawatir.
"Ya Allah semoga saja kak Rangga tidak melakukan apapun kepada Kevin. Kau mohon ya Allah semoga semuanya benar-benar baik-baik saja. Kevin kamu sudah berjanji kepada akan pulang. Maka aku akan menunggumu Kevin. Kamu harus pulang Kevin. Kamu sudah berjanji," batin Kiara yang penuh dengan kecemasan yang menunggu Kevin.
Padahalkan Kevin menyuruhnya untuk tidur. Karena sudah malam. Tetapi mana mungkin Kiara bisa tertidur begitu saja sementara Kevin yang sedang menemui Rangga dan pasti Kiara penuh dengan ketakutan yang bila terjadi sesuatu pada Pria yang di cintainya itu.
Ceklek.
Tiba-tiba pintu Apartemen tersebut terbuka yang membuat Kiara kaget dan Kiara langsungnya melihat kearah pintu.
"Kevin!" lirih Kiara yang langsung memeluk Kevin. Dia bisa lega karena melihat Pria yang di cintainya itu ternyata sudah pulang dan bersamanya sekarang yang juga memeluknya dengan erat.
"Akhirnya kamu pulang juga. Aku benar-benar sangat khawatir padamu. Aku sangat lega dengan kamu yang akhirnya kembali," ucap Kiara yang sudah menangis di pelukan Kevin.
"Kau sudah menyuruhmu untuk istirahat Kiara. Lalu kenapa masih di sini?" ucap Kevin dengan suara seraknya.
"Bagaimana mungkin aku bisa istirahat sementara kamu sedang di luar sana yang menghadapi bahaya. Jadi aku tidak mungkin istirahat," ucap Kiara.
"Aku sudah mengatakan kepada kamu akan kembali Kiara. Kamu seharusnya percaya kepadaku," ucap Kevin.
"Aku percaya kepadamu. Tetapi aku tetap tidak bisa tenang dan makanya aku menunggumu," jawab Kiara.
Kevin melepas pelukan itu dan saling melihat dengan Kiara. Kiara melihat luka di ujung bibir Kevin membuat Kiara kaget.
"Kami kenapa? Apa ini perbuatan kak Rangga?" tanya Kiara panik yang memegang ujung bibir itu yang ternyata masih terasa sakit bagi Kevin.
"Aku tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil," jawab Kevin.
"Bagaimana mungkin ini luka kecil. Kak Rangga pasti melukaimu," ucap Kiara dengan panik.
"Tidak Kiara ini bukan hal besar. Jangan khawatir yang penting aku sudah di sini bersamamu," ucap Kevin yang tidak ingin membuat kekasihnya itu khawatir.
"Kalau begitu ceritakan kepadaku apa yang terjadi dan apa yang di katakan kak Rangga," ucap Kiara.
"Kita istirahat dulu. Besok pagi aku akan menceritakan nya," ucap Kevin. Kiara langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku mau sekarang. Aku tidak akan tenang sebelum kamu menceritakannya," ucap Kiara yang memaksa.
"Kiara!" lirih Kevin dan Kiara tetap pada permintaannya.
"Baiklah!" sahut Kevin yang menghela napas yang tidak punya pilihan selain menceritakan semuanya pada Kiara.
**********
Akhirnya Kevin menceritakan semuanya kepada Kiara. Sembari Kiara mengobati luka di ujung bibir Kevin.
"Jadi selama ini juga tau jika Monica wanita yang di jodohkan kepada kamu punya hubungan dengan kak Rangga?" tanya Kiara.
"Iya aku. Dan aku tidak menyalahkannya jika dia mencintai Pria lain saat menerima perjodohan dan mengikuti apa yang papa inginkan. Karena aku juga tidak mencintainya dan dia berhak memberikan perasaannya pada siapapun," ucap Kevin.
"Tetapi kak Rangga malah memanfaatkanya. Itu sama saja mempermaikan perasaannya," ucap Kiara.
"Kamu benar Kiara dan aku juga tidak bisa membiarkan Rangga terus menggunakannya. Makanya aku menemui Monica dan mengatakan semuanya mengajaknya ikut untuk membongkar semua yang di lakukan Rangga," ucap Kevin.
"Dia pasti sangat hancur menerima semua itu," ucap Kiara.
"Kak Rangga benar-benar keterlaluan demi ambisinya. Dia memanfaatkan hati wanita yang tulus kepadanya," ucap Kiara yang merasa sedih.
"Dia melakukan semua itu demi kamu Kiara. Dia hanya ingin membalaskan penderitaan adiknya selama ini," sahut Kevin menatap Kiara sangat dalam.
"Tapi aku tidak menginginkan semua ini," sahut Kiara.
"Lalu bagaimana dengan kamu Kiara. Bukannya kamu juga tau jika Monica punya hubungan dengan Rangga?" tanya Kevin.
"Aku memang tau. Tetapi saat itu aku mungkin merasa jika Monica bersalah. Dia mempunyai hubungan dengan kamu. Tetapi malah berselingkuh dengan kak Rangga dan aku sempat menjudge dia. Namun ternyata aku menyadari. Jika aku sama saja dengannya. Karena aku juga menjalin hubungan dengan Pria yang sudah punya kekasih," ucap Kiara.
"Apa yang kamu katakan. Aku sudah jelas mengatakan. Jika aku hanya mencintai kamu. Bahkan aku dan Monica sama-sama tidak menginginkan hubungan itu. Jadi kamu jangan berbicara seperti itu," ucap Kevin dengan memegang pipi Kiara.
"Tetapi dari masalah ini. Monica ikut menjadi korbannya," ucap Kiara yang senduh.. Kakaknya mempermainkan hati wanita dan pasti sebagai wanita dia tau bagaimana sakitinya itu.
"Aku mengerti perasaan kamu. Kiara Monica pasti bisa menata hatinya dengan baik dan sekarang tinggal kita berdua yang harus melakukan apa yang harus kita lakukan," ucap Kevin.
__ADS_1
"Lalu sekarang kita bagaimana. Kak Rangga sudah tau. Jika aku bersamamu dan aku tidak tau apa yang harus kita lakukan?" tanya Kiara.
Kevin menghala napasnya dan memegang tangan Kiara dengan begitu erat.
"Kamu mencintaiku?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu ikut aku," ucap Kevin.
"Kemana?" tanya Kiara.
"Besok kita akan ke Surabaya," ucap Kevin.
"Untuk?" tanya Kiara bingung.
"Aku ingin menemui orang tuamu. Selain untuk meminta maaf aku juga ingin melamarmu. Aku ingin meminta restu untuk kamu menjadi istriku," ucap Kevin yang membuat Kiara terkejut.
Dengan masalah yang ada pernikahan masih jauh di pikirannya. Tetapi tiba-tiba Kevin punya pikiran mengambil tindakan untuk menikahinya dan jelas itu membuat Kiara kaget. Namun pasti terharu sampai matanya berkaca-kaca. Karena telah di lamar Pria yang di cintainya.
"Kamu mau kan Kiara menikah dengan ku?" tanya Kevin yang begitu tulus menyampaikan niat baiknya itu pada Kiara.
"Apa kamu serius untuk melamarku?" tanya Kiara.
"Aku serius. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan aku sudah sangat yakin untuk melamar kamu," ucap Kevin dengan penuh keyakinan.
"Lalu bagaimana jika mama dan papa tidak setuju?" tanya Kiara dengan khawatir.
"Kita belum ke sana dan kita tidak tau apa yang terjadi. Jadi Kita harus ke sana dulu menemui mama dan papa," ucap Kevin.
"Yang penting kita berdua sama-sama yakin untuk menikah," ucap Kevin lagi. Kiara menganggukkan kepalanya yang akhirnya air matanya jatuh dan Kevin langsung menyekanya.
"Jangan menangis bukannya ini adalah impian kita dan kita sekarang akan mewujudkannya," ucap Kevin. Kiara mengangguk-anggukkan kepalanya dan memeluk Kevin begitu erat.
"Aku mencintaimu Kiara dan aku akan membahagiakan mu. Aku akan melawan siapapun yang berusaha untuk memisahkan kita. Karena semuanya sudah cukup," ucap Kevin yang pasti akan berjuang terus.
Bersambung
__ADS_1