
Kevin dan Kiara pun makan siang bersama di salah satu Restaurant yang menurut Kiara tidak asing hingga sejak tadi Kiara melihat ke sekitarnya terus menerus yang merasa ada sesuatu.
"Ada apa Kiara?" tanya Kevin yang melihat kegelisahan Kiara yang sejak tadi tidak menentu.
"Tidak apa-apa. Seperti aku merasa sering makan di sini," jawab Kiara yang merasakan ke anehan tersebut.
"Sudahlah kita pesan makanan. Kamu mau pesan apa?" tanya Kevin yang menunjukkan menu pada Kiara.
Kiara langsung melihat menu itu dan melihat-lihat jenis makanan yang ingin di makannya.
"Yang ini saja," jawab Kiara yang memilih menu.
"Minumnya?" tanya Kevin.
"Sama saja dengan tuan," jawab Kiara. Kevin mengangguk dan memesankan pada pelayan makanan yang mereka pesan.
Kiara dan Kevin memang tampak dekat. Mungkin karena kejadian di kaki gunung. Makanya begitu dekat. Apa lagi Kevin seolah memberikan ruang untuk Kiara. Untuk Kiara boleh mencintainya.
Sama dengan Kevin yang semakin di larang Kevin semakin menjadi-jadi yang sekarang tidak peduli dengan papanya itu.
Kiara dan Kevin makan siang bersama tanpa ada obrolan apa-apa. Karena Kiara juga bingung harus mengobrol bagaimana.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
Tiba-tiba ponsel Kevin bergetar.
"Aku angkat telpon sebentar," ucap Kevin yang meninggalkan meja meraka. Kiara tidak mengatakan apa-apa dan melanjutkan makan saja.
Namun tiba-tiba Kiara melihat keluar Restauran ada anak balita yang sedang berada di tengah-tengah jalan raya.
"Ya ampun anak itu," gumam Kiara yang panik dan langsung meninggalkan mejanya untuk membawa anak itu. Karena sangat bahaya berada di jalan Raya.
Kiara pun sudah sampai ke jalan Raya yang berjongkok untuk menggendong anak tersebut yang tidak tau anak siapa yang berada di pinggir jalan itu yang di biarkan orang tuanya itu.
Saat Kiara ingin menggendong anak tersebut tiba-tiba anak itu berlari ke jalanan yang ternyata di panggil orang tuanya. Kiara menghela napas yang melihat anak tersebut sudah bersama orang tuanya.
__ADS_1
Tin-tin tin tin tin tin tin tin
Tiba-tiba terdengar suara klakson yang keras dan ternyata mobil yang sangat dekat dengan Kiara yang membuat Kiara kaget dan melotot yang hampir tertabrak yang mana Kiara berhasil menghindar dan pengemudi mobil itu juga kaget dan tiba-tiba membanting stir dan mengenai pengendara ojek yang sedang membonceng seorang wanita.
Brak.
Tabrakan terjadi dan di saksikan Kiara dengan mata Kiara yang melotot melihat wanita yang berada boncengan itu terpelanting dan kepalanya yang terbentur batu.
"Tidak!" Lirih Kiara saat melihat wanita itu yang terhempas kuat dengan darah yang mengalir di kepalanya. Napas Kiara menjadi sesak dengan tiba-tiba yang memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya dan terus melihat kecelakaan itu dan beberapa kali mengingat kejadian bagaimana wanitanya itu terpelanting.
"Tidak! Tidak! Tidak!" Kiara yang seperti ketakutan yang tidak bisa mengendalikan dirinya yang tiba-tiba saja melintas di dalam banyangannya yang mana sama persis yang terjadi barusan dan bahkan Kiara masih melihat wanitanya yang sudah terkapar itu adalah dirinya sendiri yang membuatnya semakin ketakutan.
"Kevin! Kevin! Kevin!
"Mari berpisah!
"Aku mencintaimu!"
"Aku mencintaimu Kiara! Aku mencintaimu!"
Suara langkah kaki yang terdengar sangat ramai dan kuat yang menyerbu tempat kecelakaan. Kiara yang histeris sendiri.
Sampai akhirnya Kevin kembali ke mejanya dan tidak menemukan Kiara. Kevin melihat di sekitarnya dan melihat di luar Restauran yang banyak kerumunan. Namun pandangan Kevin menenagkap Kiara yang histeris sendirian.
"Kiara!" lirih Kevin yang langsung berlari untuk menghampiri Kiara.
"Kiara apa yang terjadi?" tanya Kevin panik.
Kiara hanya ketakutan dengan mengatakan bukan itu bukan dia yang membuat Kevin kebingungan.
"Kiara tenanglah!" Kevin langsung memeluk Kiara dan menenangkan Kiara dengan tubuh Kiara yang bergetar hebat.
"Kenapa aku ada di sana, kenapa?" tanya Kiara yang ketakutan yang membuat Kevin juga tidak mengerti dan hanya memeluk Kiara dengan erat, menenagkan Kiara yang histeris. Hanya karena melihat kecelakaan yang terjadi barusan dan melihat dirinya yang menjadi korban kecelakaan itu.
Setelah menjauh dari kejadian itu yang suara ambulan dan kericuhan tidak terdengar lagi. Karena korban kecelakaan itu sedang di evakuasi.
__ADS_1
Kevin membawa Kiara ketempat yang lumayan teduh dan jauh dari keramaian. Ya itu di atas gedung dengan Kiara yang duduk dengan beberapa kali menghela napas kasar dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Suara deru napas Kiara yang terdengar naik turun yang mencoba menenangkan dirinya.
"Kamu sudah tidak apa-apa?" suara itu membuat Kiara menyinggirkan tangannya dari wajahnya yang ternyata Kevin yang sudah berjongkok di depan Kiara dengan satu lutut Kevin menyentuh lantai.
Kiara yang melihat Kevin di dekatnya hanya menggelengkan kepala.
"Aku tidak tau kenapa aku bisa punya pikiran jika aku yang menjadi wanita itu. Tiba-tiba saja di bayanganku, mobil itu pernah terlihat dan seolah itu terjadi pada ku," ucap Kayra yang semakin memikirkannya semakin membuat kepalanya sakit.
Mendengar di katakan Kiara membuat Kevin terlihat berpikir.
"Apa kamu pernah kecelakaan?" tanya Kevin tiba-tiba.
Kiara diam sejenak dengan berusaha untuk mengingat, "aku tidak tau," jawab Kiara dengan memejamkan matanya dan memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit.
"Jangan di paksa," Kevin langsung menurunkan tangan Kiara dari kepala Kiara.
"Lupakan kejadian tadi. Kamu jangan pikir kemana-mana," ucap Kevin yang berusaha untuk membuat Kiara tenang.
Kiara menganggukkan kepalanya.
"Apa Kiara pernah kecelakaan dan ini ada hubungannya dengan ingatannya. Jangan-jangan Kiara tidak mengingat apapun karena kecelakaan," batin Kevin yang menduga-duga.
"Kiara juga mengatakan mobil yang sama. Apa maksudnya," Kevin bertanya-tanya di dalam hatinya dengan apa yang di katakan Kiara.
***********
Kiara yang berada di kamarnya yang terlihat murung dengan pikiran yang banyak. Kecelakaan tadi sangat mengganggu pikirannya. Bahkan banyak yang terjadi lagi belum lagian Kevin dan Mitra Winata yang saling berdebat tadi.
Kiara duduk di pinggir ranjang yang menghela napasnya dengan menyisir belahan rambutnya kebelakang yang terlihat bingung dan bahkan matanya berkaca-kaca.
"Apa yang terjadi kepada ku. Apa ada sesuatu yang terjadi yang tidak aku ketahui. Kenapa aku begitu sensitif saat seseorang mengatakan soal hubungan, aku begitu histeris saat kecelakaan yang terjadi dan tuan Kevin apa ada apa sebenarnya?" batin Kiara dengan bertanya-tanya yang penuh dengan perasaan yang bergejolak.
Tanpa ingin memikirkan apa-apa Kiara membaringkan tubuhnya di atas ranjang mencoba untuk tidur agar pikirannya kembali tenang dan lupa dengan beberapa kejadian yang tidak bisa di cernanya.
__ADS_1
Bersambung