
Orang-orang itu menutup mulut Kiara dengan sapu tangan.
"Mpt, mpt, mpt," Kiara hanya memberontak dengan geleng-geleng kepala. Namun apa yang terjadi Kiara tidak bisa memberontak dan tetap saja mulut Kiara sudah tertutup dan tidak mengeluarkan suara lagi.
"Begini jauh lebih bagus," sahut pria itu yang tertawa-tawa.
"Ayo! Kamu jalan lagi jangan banyak protes," sahut pria yang satunya yang kembali mendorong Kiara yang mana Kiara sekarang tidak bisa melakukan apa-apa.
"Ya Allah siapa sebenarnya mereka dan apa tidak ada yang akan menolongku. Ya Allah tolong aku ya Allah," batin Kiara yang ketakutan.
"Hentikan!" tiba-tiba terdengar suara lantang yang membuat orang-orang tersebut membalikkan tubuh mereka.
"Tuan Kevin!" batin Kiara yang melihat kedatangan Kevin.
"Apa lagi ini!" umpat seorang pria dengan kekesalannya yang mana rencana mereka yang terganggu.
"Lepaskan dia!" titah Kevin dengan suara lantangnya yang tatapan matanya fokus pada Kiara.
"Tidak mudah melepaskannya," sahut salah seorang pria yang berdiri di belakang Kiara dan meletakkan senjata di leher Kiara yang membuat Kevin semakin panik.
"Jangan menyakitinya!" Bentak Kevin yang melangkah maju.
"Jangan bergerak!" Pria itu semakin merapatkan pisau itu keleher Kiara dan mungkin sedikit saja Kiara bergerak maka pisau itu akan menyayat lehernya.
"Kiara!" Lirih Kevin yang semakin panik dan Kiara dengan matanya yang berkaca-kaca yang sangat takut apa lagi pisau itu sudah terasa di lehernya.
Namun Kevin mencoba untuk tenang agar bisa menyelamatkan Kiara dengan Kevin melangkah pelan-pelan dan pria yang menyandara Kiara mundur dan pisau itu semakin menekan lehernya.
Pandang Kevin fokus pada leher itu yang membuatnya jujur sangat takut dengan apa yang akan terjadi pada Kiara. Karena bisa aja pria itu akan nekat.
"Kamu tenang Kiara, aku tidak akan membiarkan kamu terluka, kamu harus tenang," batin Kevin yang seolah bicara dari hati ke hati pada Kiara.
__ADS_1
"Aku yakin aku akan aman dengan dia yang datang menyelamatkan ku. Aku harus tenang dan aku yakin aku bisa selamat," batin Kiara yang seolah-olah mendengar suara hati Kevin yang mencoba untuk menyelamatkannya.
Dorrr
Hingga akhirnya suara tembakan terdengar kuat yang membuat mata Kiara terpejam dan pisau itu bergeser pada lehernya sedikit dan Pria yang menyandra Kiara tiba-tiba terjatuh dengan kakinya yang terkena tembakan.
"Kiara!" Kevin langsung berlari menghampiri Kiara dan tubuh Kiara yang sempat terdorong langsung jatuh kepelukan Kevin dan Kevin langsung memeluknya erat dengan deru napas Kevin yang naik turun dengan Kiara juga yang merasa lega dengan air matanya yang akhirnya jatuh
Ternyata salah seorang warga yang datang dan langsung menembak Pria itu. Namun semuanya sia-sia karena ke-2 teman pria itu langsung menarik temannya yang terluka dan berhasil meloloskan diri.
"Sial! Mereka kabur!" Sahut salah seorang warga yang ingin mengejar. Namun di cegah warga yang satunya.
"Percuma kita mengejar mereka tidak ada gunanya," sahut salah satu warga.
Sementara Kevin dan Kiara masih saling berpelukan dengan erat sampai akhirnya mereka saling melepas pelukan itu dengan Kevin yang membuka kain penutup mulut Kiara.
Air mata Kiara yang masih mengalir di pipinya langsung di seka Kevin dan kebingunnya memegang ke-2 bahu Kiara.
"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Kevin dengan lembut yang sedikit menunduk mensejajarkankan wajahnya pada Kiara.
"Tuan dan Dokter Kiara tidak apa-apa?" tanya salah seorang warga.
"Tidak. Saya tidak apa-apa," jawab Kevin.
"Dokter Kiara terluka sebaiknya kita langsung ke pondok saja," sahut salah seorang warga.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi!" sahut salah seorang warga Kevin mengangguk dan menggenggam 5 jemari Kiara dan mengajaknya untuk pergi.
Perasaan Kiara benar-benar campur aduk dengan Kevin yang begitu perhatian dan sangat tulus. Tadi dia sangat takut. Namun dengan kedatangan Kevin dan perlakuan Kevin yang sekarang membuatnya tidak takut sama sekali.
*********
__ADS_1
Akhirnya suasana gunung lima sudah mulai membaik. Api sudah padam dan warga yang terluka di obati dengan baik dan sama dengan Kiara yang sekarang berada di tenda Kevin yang mana Kiara duduk dan Kevin yang terlihat mengambil sesuatu dari rak dan menghampiri Kiara yang duduk di depan Kiara.
"Aku bisa melakukannya sendiri," ucap Kiara yang mencegah Kevin yang hendak mengobatinya.
"Aku juga bisa melakukannya," jawab Kevin.
"Tetapi aku Dokter dan aku bisa melakukannya," ucap Kiara.
"Dokter juga membutuhkan orang lain. Jadi jangan protes. Kamu terluka dan tidak semuanya kamu bisa mengobati diri kamu," ucap Kevin yang membuka tutup botol alkohol dan memberikan alkohol pada kapas.
"Mendekat lah!" titah Kevin menyuruh Kiara untuk lebih dekat lagi. Kiara menganggukkan kepalanya dan mendekatkan Wajahnya dengan penuh keraguan kepada Kevin. Pasti dia sangat gugup dan pastinya juga sangat gugup.
Namun Kiara berusaha untuk tenang dengan sedikit kepalanya yang mendongak ke atas untuk mempermudah Kevin mengobati lehernya yang terluka.
"Auhhhhh!" lirih Kiara saat merasa pedih pada cairan yang sudah mengenai lukanya. Namun tidak ada respon dari Kevin dan terus mengobati dan Kiara merasa semakin sakit sampai refleks memegang celana Kevin dengan meremasnya kuat dengan mata Kiara yang terpejam.
Kevin melihat tangan Kiara yang begitu kuat memegangnya dan Kevin juga melihat wajah wanita itu yang terus menahan rasa sakit dengan matanya yang terpejam membuat Kevin tidak tega dengan Kiara.
"Tahanlah sebentar aku pasti lebih pelan-pelan lagi," ucap Kevin dengan lembut. Kiara mengangguk-anggukkan kepalanya yang berusaha menahan sakit.
Bukannya Kevin melanjutkan untuk mengobati Kiara. Malah Kevin terdiam dengan menatap begitu dalam wajah wanita di depannya itu dengan perasaannya yang menghangat.
Kiara merasa sentuhan itu membuatnya bingung dan Kiara membuka satu matanya mengintip Kevin dan Kevin langsung mengalihkan pandangannya dan melanjutkan pekerjaannya dengan berusaha tenang yang padahal dirinya sangat canggung dan juga gugup.
Kiara pun juga melepaskan tangannya dari pegangan erat celana Kevin dan mencoba untuk tenang dan menahan rasa sakitnya. Kevin juga mengobati Kiara begitu lembut penuh dengan perasaan.
"Ya Allah kenapa jantungku berdetak seperti ini. Kenapa aku seakan-akan begitu grogi dengan apa yang di lakukan tuan Kevin kepadaku. Apa dia memang seperti ini kepada semua orang hal yang sangat kecil harus di perhatikan," batin Kiara yang tidak mengerti dengan perasaannya yang tidak dapat di mengertinya.
Entah apa arti dari perasaannya yang seperti itu begitu gugup dan bahkan dia juga terus melihat wajah Kevin yang sangat dekat dengannya. Memberanikan diri untuk menatap Kevin lebih dalam lagi.
Sampai tanpa Kiara sadari Kevin sudah selesai mengobati lehernya dan membuat Kevin juga akhirnya melihat ke arah Kiara dan pada akhirnya mata mereka saling bertemu dengan perasaan yang hanya mereka yang tau. Kiara mungkin mengagumi Kevin. Dari mata indahnya itu terlihat ada rasa suka pada Kevin.
__ADS_1
Namun Kevin pasti rasa suka itu bukan hanya suka biasa. Tetapi cinta yang masih ada dan tidak pernah hilang. Jika saja kiara tidak hilang ingatan mungkin saja dia juga akan merasakan bahagia dengan cinta yang juga masih ada di hatinya.
Bersambung