
Perusahaan Lexus.
Kiara hari ini ada jadwal pemeriksaan pada Kevin. Kiara yang mencoba untuk profesional. Kiara berdiri di dalam lift yang menunggu pintu lift terbuka dan saat pintu lift terbuka Kiara di kagetkan dengan adanya Monica di dalam lift tersebut yang membuat Kiara masih berdiri di depan pintu lift yang ragu untuk masuk.
Tetapi Kiara tetap masuk dan berdiri di samping Monica. Monica terlihat gelisah yang berada di samping Kiara. Bagaimana tidak Kiara melihat semuanya dan dia juga adik dari kekasihnya itu. Monica juga takut Kiara akan memberitahu semuanya pada Kevin.
"Apa yang kamu lihat itu," ucap Monica yang membuka pembicaraan.
"Aku baru tau kalau kamu adalah adik dari Rangga," ucap Monica yang sejak tadi memegang kuat dres yang di kenakan nya yang dia begitu dek-dekan.
"Ini adalah masalah pribadi ku dan aku harap Kevin tidak perlu tau hal ini. Aku harap Rangga sudah mengatakan hal yang sama dengan apa yang aku katakan kepadamu dan jangan mencampuri masalah ku dan juga Kevin. Aku tau kamu adik Rangga dan kamu hanya harus mendengarkan apa kata Rangga," ucap Monica yang berbicara dengan tubuhnya yang bergetar.
Kiara hanya diam yang tidak mengatakan apa-apa kepada Monica. Bahkan tidak menanggapi apa yang di katakan Monica.
"Jadi memang benar kak Rangga mengetahui semuanya dan kak Rangga malah hanya diam dan bisa-bisanya berpacaran dengan wanita yang memiliki kekasih. Apa kak Rangga sadar selama ini dengan tindakannya itu," batin Kiara yang tidak habis pikir dengan Rangga.
Ting.
Pintu lif terbuka. Kiara yang ingin melangkah keluar. Tiba-tiba tidak jadi.
"Aku hanya Dokter pribadi dan jangan khawatir aku tidak akan mengatakan apa-apa. Karena itu bukan urusanku. Tetapi tetap saja apa yang kamu lakukan adalah penghiyanatan dan pasangan mu bisa sangat kecewa kepadamu. Semoga saja dengan aku yang tidak membuka mulut. Kamu bisa menjauhi kak Rangga dan kembali pada orang yang sangat setia kepadamu," ucap Kiara dengan suara datarnya dan langsung keluar dari lift tersebut.
Monica hanya diam saja yang tidak menyetop Kayra atau mengatakan apa lagi. Kiara malah menyuruhnya untuk berhenti berhubungan dengan Rangga. Tetapi dengan Kiara yang mengatakan akan tutup mulut membuat Monica lega dan entah mengapa dia percaya pada Kiara akan hal itu.
********
Kiara yang berada di ruangan Kevin yang memeriksa Kevin dengan Kevin yang duduk di sofa dengan kancing kemejanya di bagian atasnya yang terbuka dan Kiara yang memeriksanya dengan profesional dan walau Kiara banyak pikiran sebenarnya.
"Kevin!" sapa Monica yang tiba-tiba datang dan Kevin hanya melihat sebentar ke arah Monica.
"Kamu sedang periksa ternyata," sahut Monica dengan senyum di wajahnya yang menyembunyikan ketakutannya dan kecanggungan saat bertemu dengan Kiara.
"Oh iya aku bawakan kamu makanan," ucap Monica yang duduk di Sofa di depan Kiara dan Kevin. Kiara hanya fokus mengobati Kevin.
__ADS_1
"Hmmm, keadaan kamu bagaimana?" tanya Monica basa-basi kembali.
"Kamu bisa tanya langsung Dokter nya. Dia ada di depan kamu," jawan Kevin dengan dingin.
"Oh iya kamu benar. Dokter kiara bagaimana keadaan Kevin?" tanya Monica.
"Tidak ada masalah. Tuan Kevin baik-baik saja dan hanya perlu istirahat yang cukup dan makan yang benar," jawab Kiara apa adanya.
"Kebetulan aku juga bawa makanan kesukaan kamu. Kita makan sama-sama ya," ucap Monica yang sejak tadi sangat aktif mengajak Kevin berbicara.
Monica sangat jelas punya kesalahan besar dan menutupi kesalahan itu dengan semua tingkahnya yang mendadak sangat perhatian pada Kevin.
"Ya sudah tuan Kevin. Kalau begitu saya permisi dulu. Tuan Kevin jangan lupa minum obatnya dan jaga kondisinya, istirahat yang cukup dan makan dengan teratur," ucap Kiara memberi saran sembari memasukkan alat-alat medisnya ke dalam tas.
"Saya permisi tuan!" ucap Kiara yang langsung pamit saja tanpa mengatakan apa-apa lagi dan Kevin hanya mengangguk saja.
"Sepertinya Kiara memang tidak mengatakan apa-apa kepada Kevin. Aku sangat berharap Kiara tidak akan melakukan hal itu dan Kevin tidak tau apa yang terjadi di antara aku dan Rangga," batin Monica yang lega dengan hal itu.
"Bagaimana aku tidak menghiyanatimu Kevin. Kau tidak pernah peduli kepadaku dan mungkin saja. Jika kau mengetahui aku bermain di belakangmu kau juga tidak akan peduli," batin Monica yang melihat cueknya Kevin kepadanya.
Alasan Monica pasti banyak. Rangga lebih ada untuknya di bandingkan Kevin. Rangga yang mencintainya dan membuatnya sangat nyaman dan dia mencintai pria itu.
Sementara dengan Kevin dia sama sekali tidak mempunyai perasaan apa-apa. Hubungan mereka yang hanya berdasarkan bisnis saja dan seharusnya hubungan itu tidak pernah terjadi di antara mereka.
"Monica kau datang hanya untuk membawa makan ini atau ada hal lain?" tanya Kevin.
"Oh iya. Aku hanya memberi makan ini saja kok," jawan Monica.
"Kalau begitu nanti aku memakannya. Kau pulanglah aku mau lanjut bekerja," ucap Kevin.
"Ya sudah kalau begitu lanjutkan saja pekerjaan mu," sahut Monica yang berdiri dari tempat duduknya.
"Aku pulang dulu!" ucap Monica. Kevin hanya menganggukkan kepalanya dan Monica bisa sedikit lega tidak terjadi apa-apa hari ini. Karena memang tujuannya kekantor Kevin hanya memastikan jika Kevin tidak tau masalah yang terjadi antara dia dan Rangga.
__ADS_1
**********
Sementara Kiara yang menjadi saksi malam itu. Masih saja kepikiran dan yang lebih membuatnya tidak percaya. Kakaknya bisa-bisanya pacaran dengan wanita yang sudah memiliki kekasih dan bagaimana Kiara tidak berpikiran terus dengan masalah itu.
"Kiara!" tiba-tiba ada yang memanggil Kiara membuat Kiara melihat ke belakangnya yang ternyata Sheila
"Sheila," sahut Kiara.
"Kamu ada jadwal di sini?" tanya Shela.
"Iya," jawab Kiara.
"Kamu sibuk tidak?" tanya Shela.
"Memang kenapa?" tanya Kiara.
"Kalau tidak sibuk. Bagaimana kalau kita makan," ucap Shela.
"Kamu sendiri bagaimana apa tidak sibuk?" tanya Kiara yang sepengetahuannya Shela pasti banyak pekerjaan.
"Tidak terlalu," jawan Shela.
"Ya sudah kalau begitu," sahut Kiara yang ternyata tidak masalah makan bersama Shela.
"Serius!" tanya Shela.
"Iya Shela kam kamu yang mengajak. Jadi tidak ada salahnya," ucap Kiara.
"Baiklah kalau begitu kita makan bersama dan jangan Khawatir aku yang akan meneraktir," ucap Shela dengan bahagianya.
"Iya-iya deh, terserah," sahut Kiara yang tersenyum dan Shela merangkul Kiara yang langsung mereka berdua pergi untuk makan bersama. Karena memang mereka jarang untuk bersama. Walau Kiara sering ke kantor Kevin.
Bersambung
__ADS_1