
"Jangan-jangan apa?" tanya Kevin dengan melihat Kiara serius yang Kevin pasti takut jika Kiara menebak bahwa papanya ada di balik semuanya.
"Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan bisnis kamu. Kamu itu bukannya dalam pemilihan kepala bisnis. Itu persaingan besar bukan. Dan jangan-jangan ini ada hubungannya lagi. Di mana orang-orang tersebut adalah orang-orang yang sengaja ingin mencelakai kamu," ucap Kiara yang menduga-duga. Namun jawaban Kiara membuat Kevin lega sampai menghela napas.
Kiara tidak sampai punya pikiran jika masalah yang terjadi ada hubungannya dengan papanya dan lebih baik Kiara memang menduga-duga dengan orang lain ketimbang dengan papanya. Yang padahal Kevin tau siapa pelakunya.
"Aku benar tidak?" tanya Kiara.
"Iya mungkin itu benar," sahut Kevin.
"Sampai separah itu mereka melakukannya sangat mengerikan sekali," sahut Kiara merasa ngeri dengan persaingan dalam bisnis sampai menyangkut dengan nyawa.
"Persaingan dalam bisnis memang terkadang sangat tidak masuk akal dan sama dengan apa yang terjadi padaku. Jadi hal ini bukan hal yang tabu," sahut Kevin.
"Tapi bukannya ini akan bahaya untuk kamu?" tanya Kiara.
"Hal semacam sudah sangat biasa. Seperti yang aku katakan sebelumnya. Ini bukan hal yang tabu," Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan," jawab Kevin dengan santai.
Kiara yang malah takut, dengan situasi yang di hadapi Kevin yang pasti sangat sulit.
"Kamu mengkhawatirkan ku?" tanya Kevin dengan menaikkan alisnya membuat Kiara melihat ke arah Kevin.
"Dari wajahmu sangat terlihat jelas. Jika kamu sangat mengkhawatirkanku. Apa benar kamu sangat mengkhawatirkan ku?" tanya Kevin yang harus tau jawaban Kiara.
"Mana mungkin aku tidak mengkhawatirkan. Jadi aku sangat khawatir padamu," jawab Kiara yang jujur membuat Kevin tersenyum.
"Aku sangat suka jika di khawatirkan dan apa lagi yang mengkhawatirkan ku itu adalah kamu," ucap Kevin.
Kiara diam dan mengalihkan pandangannya ke depan yang malah melanjutkan makannya karena salah tingkah dengan kata-kata Kevin.
Kevin tersenyum melihat wajah Kiara yang memerah dan sangat jelas terlihat salah tingkah. Dan Kiara hanya berusaha untuk tenang dan agar terlihat biasa di depan Kevin.
"Jangan gugup seperti itu Kiara," ucap Kevin.
__ADS_1
"Apa sih," sahut Kiara yang malu sendiri. Namun Kiara juga ikut senyum-senyum. Keduanya seperti orang yang saling jatuh cinta dan malu-malu sendiri bahkan beberapa kali saling melihat tidak sengaja dan malah bertambah salah tingkah.
**********
Ruangan Mitra Winata.
Mitra Winata yang berhadapan dengan salah satu orang kepercayaannya yang pasti ketua dari orang-orangnya.
"Apa katamu? Ada yang menyerang Kevin di pantai lestari!" pekik Mitra Winata yang tampak kaget mendengar laporan dari bodyguardnya tersebut.
"Benar tuan. Salah satu anak buah saya mengawasi tuan Kevin dan Nona Kiara. Mereka berada di pantai setelah dari apartemen tuan Kevin. Anak buah saya baru melaporkan hal itu kepada saya dan saya ingin mengirim orang untuk mencari kesempatan untuk membawa nona Kiara. Namun dari panggilan telpon tiba-tiba terdengar suara tembakan dan ternyata ada beberapa orang yang menyerang tuan Kevin," jelas bodyguard tersebut.
Mitra Winata sungguh shock mendengar hal tersebut yang awalnya.
"Kurang ajar!" umpat Mitra Winata.
"Siapa orang itu?" tanya Mitra Winata.
"Kami masih menyelidikinya," jawab bodyguard tersebut.
"Tuan Kevin melarikan diri. Karena saat itu Arya yang datang dengan speed boat dan beberapa orang-orang Arya yang membawa tuan Kevin dan mereka berhasil lolos. Tetapi orang-orang tersebut mengejar. Namun saya sudah pastikan kalau tuan Kevin aman untuk saat ini. Karena saya juga mengirim bodyguard untuk mengawasi perairan," jelas bodyguard tersebut.
"Kurang ajar. Beraninya mereka membawa senjata dan langsung menyerang Kevin. Siapa mereka sebenarnya," umpat Mitra Winata.
"Kami akan menyelidikinya secepatnya tuan," sahut bodyguard tersebut.
"Masa pemilihan semakin dekat dan ini pasti akan terus terjadi. Nyawa Kevin terancam. Kau perbanyak orang untuk mengawasinya. Hal ini tidak akan jauh-jauh dari saingan Kevin. Aku yang mengurus wanita yang bersamanya dan kau tetap awasi Kevin. Jangan sampai dia kenapa-napa. Karena pemilih akan sebentar lagi," ucap Mitra Winata dengan penuh penekanan.
"Baik tuan saya akan melaksanakannya," sahut bodyguard tersebut.
"Bermain senjata. Apa ingin menantang Group Mitra Lexus. Tidak akan bisa. Kalian pikir bisa main-main dengan kami," batin Mitra Winata mengepal tangannya.
Mitra Winata bisa menebak jika semua yang terjadi ada hubungannya dengan pesaing Kevin. Karena hal seperti itu memang sering terjadi. Berarti prediksi Kevin salah dan Kiara yang benar. Jika yang di incar itu Kevin bukan Kiara. Karena orang-orang Mitra Winata belum bergerak sama sekali. Namun Kevin sudah mendapat penyerangan.
__ADS_1
**********
Rumah mewah.
Seorang pria tampan yang berbadan tegap yang berdiri dengan banyak anak buah di depannya yang berbadan kekar.
Pria itu tak lain adalah Daniel. Pesaing Kevin yang menjadi calon kepala bisnis. Daniel yang melihat ke arah bawah tepat pada meja dan melihat beberapa foto-foto Kevin dan Kiara.
"Apa wanita ini kekasihnya?" tanya Daniel.
"Saya kurang tau hubungan kedekatan mereka. Wanita itu profesinya sebagai seorang Dokter dan Dokter pribadi Kevin dan mereka memang sering bersama," jawab salah satu anak buah Daniel yang mungkin ketuanya.
"Tapi di lihat dari foto-foto. Sepertinya lebih dari seorang Dokter pribadi dan bukannya setauku Kevin menjalin hubungan dengan anak pemilik perusahaan penerbangan," ucap Daniel yang sedikit banyak tau mengenai Kevin.
"Itu benar tuan. Namun untuk Dokter tersebut. Memang saya tidak tau jelas hubungan mereka. Tetapi wanita ini juga yang menjadi Sandra kami saat berada di gunung dan Kevin yang menyelamatkannya," jelas pria itu.
"Dan saat di pantai wanita juga ada dan Kevin terlihat sangat melindunginya," lanjut pria itu lagi
Daniel mendengus kasar mendengarnya dengan tersenyum miring.
"Wau sudah jelas ini bukan sekedar Dokter. Hmmmm aku mencium keanehan di antara mereka. Biasanya kalau sudah seperti ini wanita ini pasti menjadi kelemahan," gumamnya dengan tersenyum miring.
"Baiklah aku ingin kalian mencari tau tentang wanita cantik ini," ucap Daniel.
"Baik tuan," sahut Pria tersebut.
"Dan sudahi pengawas di perairan. Karena anak buahnya semakin banyak di sana," tegas Daniel.
"Baik tuan," jawab Daniel.
"Wanita memang sangat menarik dan akan menjadi kelemahan. Aku bisa melihat sesuatu dari kalian berdua dan ini sangat menguntungkan ku," batin Daniel melihat foto Kevin dan Kiara yang kebetulan saling melihat.
Ternyata benar. Daniel yang melakukan penyerangan kepada Kevin dan memang targetnya Kevin. Dan Mitra Winata yang tertuduh. Karena sebelumnya Arya mendapat informasi bahwa Mitra Winata mengawasi Kevin di perairan. Yang terjadi sangat kebetulan. Dan yang menjadi kambing hitam Mitra Winata.
__ADS_1
Bersambung