Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 32 Apa yang terjadi.


__ADS_3

Kiara langsung berlari keluar dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan hal itu sampai berkali-kali di lakukannya.


"Kiara!" tegur Shela yang menghampiri Kiara dan itu saja sudah membuat Kiara kaget sampai mengelus dadanya.


"Ngagetin aja," sahut Kiara yang masih kaget aja.


"Nih alat-alat kamu," ucap Shela yang ternyata membawakan alat-alat medis Kiara dari tempat Kevin. Mungkin Kevin memanggil Shela dan menyuruh Shela mengembalikannya pada Kiara.


"Huhhh, makasih ya, aku sampai lupa membawanya," ucap Kiara yang merasa lega.


"Tuan Kevin tidak mengatakan apa-apa kan?" tanya Kiara yang takut-takut.


"Nggak ada. Lagian kamu ngapain sih pakai pergi gitu aja, aneh deh. Tinggalin barang-barang segala," sahut Shela.


"Ya namanya juga asal-asalan," jawab Kiara.


"Hmmm, kamu naksir ya sama tuan Kevin!" tebak Shela dengan menatap Kiara dengan penuh selidik. Kiara yang mendengarnya sampai kaget dengan membelalakan matanya dengan ucapan spontan Shela.


"Apa-apaan sih, ya nggak lah," sahut Kiara yang mengelak.


"Nggak-nggak tapi kenapa panik gitu, wajahnya juga merah gitu," cecar Shela yang mencurigai temannya itu.


"Masa sih," sahut Kiara memegang pipinya dan memang terlihat sangat panik.


"Kiara kamu itu tadi aku perhatikan curi-curi pandang dengan tuan Kevin. Eh kamu awas lo kalau sampai cinlok dengan tuan Kevi," ucap Shela mengingatkan temannya itu.


"Kiara walau kamu itu seorang Dokter. Harus ingat tuan Kevin sama orang-orang seperti kita itu tidak sepadan. Dia itu di atas langit dan kita di dadasar laut, kasta, tahta dan derajat kita itu bertolak belakangnya dengan tuan Kevin. Jadi kamu hati-hati jangan pakai cinlok-cinlok segala. Nanti sakit hati baru tau rasa. Kalau main-main dengan hati, " ucap Shela tidak berhenti bicara dengan mengingatkan sahabatnya itu.


Awalnya Kiara hanya biasa saja dan bahkan sampai mengelak. Namun tiba-tiba dia terdiam terpaku seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Kata-kata Shela di mulai dari tahta, derajat yang berhasil mengubah ekspresinya.


"Karena kita tidak sama. Kita berbeda," tiba-tiba suara tangisan dari seorang wanita dalam penuh penekanan itu terdengar sendiri di telinga Kiara. Sangat jauh dan begitu jauh. Yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba lintasan suara itu terdengar.

__ADS_1


"Arghh sudahlah aku tau juga kali kamu tidak mungkin menyukai tuan Kevin. Aku hanya bercanda, lagian kalau hanya sebatas kagum itu biasa aja. Ya sudah aku kembali bekerja ya," ucap Shela yang langsung pergi dengan menepuk bahu Kiara dan Kiara masih tetap dalam bingungnya dengan tatapan kosong.


Di tengah Kiara yang berdiri pada tempatnya yang diam dengan pemikirannya yang tidak tau kemana. Tiba-tiba Dokter-dokter berlarian bersamaan dengan Suster dan perawat, ada juga warga-warga yang berlari seperti ada sesuatu hal yang heboh namun Kiara masih dalam tingkat lamunannya sampai tidak menyadari situasi itu. Bahkan dia beberapa kali di lewati dan juga di senggol sana-sani dan Kiara tetap tidak tersadar sendiri.


Amanda juga ikut berlari menyusul yang lainnya. Namun saat dia melewati Kiara. Baru tersadar temannya itu bengong membuatnya mundur kebelakang.


"Kiara!" tegur Amanda menggoyangkan tubuh Kiara yang berhasil membuat Kiara tersentak kaget dan baru sadar yang seperti orang tidak melihat linglung.


"Amanda," sahut Kiara dengan napasnya yang naik turun.


"Kenapa masih berdiri di sini, ayo buruan," ucap Amanda.


"Ke_ kemana?" tanya Kiara bingung.


"Kok malah nanya sih. Warga membutuhkan kita banyak anak-anak yang keracunan minuman. Jadi ayo jangan malah bengong di sini," jelas Amanda panik.


"Apa!" sahut Kiara terpekik kaget.


Sampai tiba di lokasi kejadian yang banyak anak-anak bahkan ada beberapa orang dewasa yang muntah-muntah dan sudah ada beberapa yang tidak sadarkan diri yang langsung di angkat para perawat dengan cepat di tangani.


Suasana yang terlihat ricuh dengan memanggil-manggil Dokter yang tidak sabaran untuk anak mereka yang pertama di tangani. Kiara keget melihat situasi itu. Namun Amanda langsung bergerak menolong yang lainnya yang juga pasti kewalahan dan panik karena semua ingin terlebih dahulu.


Saat Kiara ingin membantu tiba-tiba kakinya menginjak cup wadah minuman dan langsung tumpah dengan airnya yang berwarna pink berserakan. Kiara pun melihat ke tanah dan keseluruhannya melihat banyaknya cup yang sama dan bisa di pastikan orang-orang keracunan berasal dari minuman itu.


Melihat semua itu tiba-tiba membuat Kiara pusing dan pandangannya yang mendadak rabun yang seperti banyak bayangan yang melintas di pikirannya. Kiara berusaha untuk fokus dengan berjalan. Namun semakin dia memaksakan dirinya dia semakin lemah dan tiba-tiba memegang lehernya dan memuntahkan sesuatu berubah cairan yang sama dengan minuman itu. Padahal dia tidak meminumnya sama sekali.


Kiara terus muntah-muntah dengan memegang lehernya dan satu tangannya memegang pohon sebagai penanggah agar tidak jatuh sama sekali. Tidak tau apa yang terjadi padanya. Kepalang tiba-tiba sakit, pandangannya tidak normal dan ikut-ikutan muntah seperti orang yang keracunan yang padahal dia tidak keracunan sama sekali.


Kevin juga berada di lokasi dengan panik yang membatu warga-warga. Namun tiba-tiba Kevin melihat Kiara yang kesakitan.


"Kiara?" Kevin langsung berlari menghampiri Kiara, "Kiara, apa yang terjadi padamu?" tanya Kevin panik dengan melihat memegang kedua bahu Kiara dan melihat Kiara muntah-muntah dan bahkan mengenai lengan baju Kevin.

__ADS_1


Kiara melihat ke arah Kevin dengan tidak jelas melihat pria itu.


"Kau ikut meminumnya?" tanya Kevin dengan panik.


" Kenapa kau bodoh sekali, apa kau tidak bisa belajar dari kesalahan. Kenapa kau tidak pernah berubah, sangat suka minum sembarangan!" bentak Kevin marah-marah pada Kiara tanpa sebab.


Semakin mendengar perkataan Kevin semakin membuat Kiara teringat sesuatu dan karena sakit yang di rasakannya yang tidak tertahan membuatnya langsung pingsan tidak sadarkan diri.


"Kiara! Kiara! Kevin berusaha membangunkan Kiara dengan menepuk pipi Kiara.


Kevin yang begitu panik dan takut langsung menggendong Kiara ala bridal style dan berlari. Sembari berlari Kevin mengingat kejadian 4 tahun lalu yang mana situasi ini pernah terjadi. Dia menemukan Kiara yang tergeletak dalam keadaan tidak sadarkan diri karena keracunan minuman.


Waktu itu Kevin sangat takut yang hampir kehilangan nyawa Kiara. Dan dia sama seperti warga sekarang ini yang ingin anaknya yang di pegang terlebih dahulu dan pantesan Kevin langsung marah pada Kiara dan kejadian itu terulang kembali dan mungkin saja situasi itu juga yang teringat di dalam benak Kiara.


***********


Kevin yang berada di depan pintu dan tiba-tiba pintu terbuka yang ternyata Amanda.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Kevin dengan wajahnya yang penuh dengan memprihatinkan dengan wajahnya yang terlihat panik.


"Kiara tidak apa-apa. Mungkin tadi dia hanya shock dengan kondisi yang ada. Selebihnya dia tidak apa-apa. Kiara juga tidak keracunan dan pasti hanya shock saja," jawab Amanda membuat Kevin menghela napasnya yang terlihat lega.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Kevin.


"Ya sudah tuan saya permisi dulu," ucap Amanda menundukkan kepalanya. Kevin hanya mengangguk dan Amanda pun meninggalkan tempat itu.


Kevin membuka pintu kamar dan melihat Kiara yang belum bangun dengan Kevin menatap dengan nanar.


"Aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi aku begitu takut jika kamu sampai kenapa-kenapa. Ketakutan ku sama seperti dulu, aku takut melihat wajahmu yang pucat, matamu yang terpejam, aku taku Kiara kau tidak bangun lagi," ucap Kevin dengan suara beratnya yang terus melihat ke arah Kiara dengan tatapan senduh yang begitu dalam.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2