Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 106 Insiden yang buruk.


__ADS_3

Akhirnya Kiara dan Kevin sampai juga di rumah sakit. Rumah sakit masih penuh dengan kericuhan, pemadam kebakaran, tim sar penyelamat, polisi yang jumlah sangat banyak dan mobil ambulance yang bolak balik keluar masuk untuk memindahkan pasien yang sekarat kerumah sakit yang lain.


Melihat semua itu Kevin dengan kepalanya yang berkeliling benar-benar shock yang tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sama dengan Kiara yang juga melihat di sekitarnya yang benar-benar terkejut dengan apa yang di lihatnya. Dengan menutup mulutnya dengan tangannya. Kiara melihat di sekelilingnya yang benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi di depan matanya.


"Ya Allah kenapa bisa seperti ini. Apa yang terjadi ya Allah. Mengapa bisa seperti ini," ucap Kiara dengan suaranya yang serak dan melihat kericuhan di sekelilingnya itu.


"Kevin kak Saras mana?" tanya Kiara yang tiba-tiba mengingat Saras.


"Aku juga tidak tau Kiara aku sejak tadi tidak melihat kak Saras," jawab Kevin yang tidak melihat Saras sama sekali yang membuat Kevin juga panik.


"Kiara!" panggil Amanda yang menghampiri Kiara.


"Ananda kamu baik-baik aja?" tanya Kiara panik dengan melihat Amanda dengan teliti.


"Aku baik-baik aja," jawab Amanda.


"Apa yang terjadi Amanda? kenapa semuanya seperti ini?" tanya Kiara.


"Kamu juga tidak tau apa yang terjadi. Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dan tiba-tiba alarm kebakaran berbunyi dan setelah itu ini yang terjadi. Semuanya terjadi seperti ini. Aku juga tidak tau ada apa. Aku sama Reja keluar dari rumah sakit dan ternyata kebakaran besar ini sudah terjadi," jelas Amanda dengan kegugupan dan bibirnya yang bergetar.


"Astagfirullah! Ada apa ini sebenarnya?" tanya Kiara yang semakin panik.


"Kamu lihat Dokter Saras?" tanya Kiara.


"Tadi kita sama-sama di atas. Namun sampai sekarang aku tidak melihatnya," jawab Amanda.


"Aku akan mencoba mencari kak Saras," sahut Kevin yang langsung bergerak.


"Kamu mau kemana?" Kiara mencegah suaminya itu.


"Aku harus mencari kak Saras Kiara," ucap Kevin.


"Tapi...."


"Kamu jangan masuk biar aku saja yang mencari kak Saras kamu tetap di sini bersama Amanda," ucap Kevin dengan memegang ke-2 bahu Kiara. Kiara menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu!" Kevin langsung pergi mencari Saras, kakak iparnya itu.


"Ayo Kiara kita bantu pasien lain," ajak Amanda.


Kiara menganggukkan kepalanya dan mereka mencoba membantu pasien yang terluka dan orang-orang yang terlupa.


Akibat kebakaran tersebut tidak tau berapa banyak yang menjadi korban. Yang pasti jumlahnya sangat banyak. Masih banyak yang terjebak di rumah sakit tersebut dan semua itu adalah keinginan Mitra Winata yang benar-benar melakukan tindakan yang luar biasa untuk menghukum orang-orang di sekitarnya.


*************


Masih berada di lokasi rumah sakit tersebut. Walau sudah malam hari Kiara masih berada di sana. Membantu pada korban yang berserakan di luar rumah sakit. Ada sebagian para korban sudah di pindahkan kerumah sakit lain dan ada juga mayat-mayat yang sudah di evakuasi.


Kiara berpisah dengan Kevin. Karena Kevin juga masih mencari Saras dan Kiara juga sibuk dengan pasien-pasien sampai belum bertemu dengan Kevin dan mungkin Kiara juga lupa.


"Amanda kamu masih punya alkohol?" tanya Kiara.


"Ada Kiara ini," jawab Amanda yang memberikan pada Kiara.


"Makasih," sahut Kiara dan kembali melanjutkan pengobatannya kepada pasien yang barusan di tanganinya.


"Kiara!" tiba-tiba ada yang memanggil Kiara yang membuat Kiara menoleh dengan mendongakkan kepalanya yang ternyata Rangga. Kedatangan Rangga di rumah sakit itu membuat Kiara terkejut dan itu pertama kalinya Kiara bertemu dengan kakaknya itu setelah pengurungan itu.


"Ayo ikut kakak. Kakak ingin bicara dengan kamu," ucap Rangga yang langsung memegang tangan Kiara.


"Apa sih kak. Kiara masih mengobati pasien," berontak Kiara melepaskan tangannya dari Rangga.


"Nanti saja kamu lakukan itu. Sekarang ikut dengan kakak!" tegas Rangga yang kembali menarik tangan Kiara.


"Aku nggak mau!" berontak Kiara.


"Jangan keras kepala ikut kakak sekarang juga!" tegas Rangga yang menarik paksa tangan Kiara dan membawa Kiara pergi. Walau Kiara sudah memberontak. Tetapi tetap Rangga bersih keras dan membawa adiknya itu.


"Kak Rangga lepas! Apa-apaan sih!" Kiara melepaskan tangannya dari Rangga ketikan sudah jauh dari keramaian.


"Sakit tau!" keluh Kiara yang memegang pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Kak Rangga ngapain di sini?" tanya Kiara.


"Jangan bilang semua yang terjadi di rumah sakit ini adalah ulah kakak," tuduh Kiara dengan sembarangan.


"Jangan sembarangan kamu asal bicara. Walau aku ingin melakukannya. Tetapi aku tidak bisa melakukannya," bantah Rangga.


"Ya terus kakak ngapain di sini?" tanya Kiara.


"Kakak ingin menemui kamu dan mempertanyakan berita yang beredar. Apa maksud pernikahan kamu dengan Kevin hah! Kamu tidak menikahkan dengan laki-laki biadap itu?" tanya Rangga yang memastikan.


"Berita itu benar. Aku dan Kevin memang sudah menikah!" tegas Kiara.


"Kamu menikah diam-diam dengan Kevin. Berani sekali kamu Kiara melakukan hal itu!" sentak Rangga.


"Siapa yang menikah diam-diam aku menikah di Surabaya. Di rumah kita dan papa yang menjadi wali nikahku. Jadi aku tidak menikah diam-diam," tegas Kiara yang mengatakan apa adanya.


"Apa kamu bilang! Kamu menikah di Surabaya. Itu tidak mungkin!" Rangga tidak percaya dengan apa yang di kataka adiknya itu.


"Itu benar kak Rangga dan Kiara tidak perlu membuktikannya pada kakak. Jika kenyataannya Kiara benar-benar menikah dengan Kevin ada mama dan papa yang tau semuanya dan pasti mereka tau semua yang kakak lakukan. Jadi saran Kiara. Dari pada kka Rangga mengurusi kehidupan Kiara. Lebih baik kak Rangga pulang dan minta maaf pada orang tua kita," tegas Kiara penuh dengan penegasan dan penekanan kepada Rangga.


"Berani sekali kamu mengajariku Kiara!" sentra Rangga.


"Ini bukan mengajari kak Rangga. Tetapi ini kebenarannya dan jangan pernah mengganggu Kiara lagi. Kak Rangga hanya akan rugi sendiri dengan semua yang kakak lakukan!" tegas Kiara.


"Kiara kamu lihat sendiri berita yang ada. Jika Kevin telah menghamili Monica!" tegas Rangga.


"Masalah berita itu adalah urusanku dan Kevin. Masalah kepercayaan kami berdua dan aku tidak perlu harus percaya atau tidak. Harus butuh pembuktian atau tidak. Itu tidak penting bagiku dan itu juga seharusnya menjadi masalah kak Rangga. Bukannya Monica itu pacar kakak. Lalu kakak yang harus bertanya padanya. Karena Kiara tidak punya urusan dan hubungan apa-apa dengan hal itu. Bagi Kiara Kevin adalah suami Kiara dan kepercayaan Kiara kepadanya sudah menjadi kunci kebenarannya dan sisanya itu bukan urusan Kiara!" tegas Kiara yang berbicara panjang lebar pada Rangga.


Kiara tidak banyak bicara lagi kepada Rangga dan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Kiara tunggu!" panggil Rangga.


"argghhh sial!" umpat Rangga.


"Kenapa semuanya rencana ku berantakan. Monica mengatakan dia hamil anak Kevin dan Kevin menikah Kiara. Argghhh," teriak Rangga yang frustasi sendiri.

__ADS_1


Rangga seakan terjebak dengan rencananya sendiri. Karena Kiara tidak peduli dengan Rangga dan sekarang orang tua Rangga sudah tau apa yang di lakukan Rangga. Jadi Rangga benar-benar sendirian yang penuh dengan dendamnya yang tidak tau mau sampai kapan dia seperti itu.


Bersambung


__ADS_2