Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 91


__ADS_3

Surabaya.


Perjalanan Kiara dan Kevin ternyata lancar-lancar saja tanpa ada hambatan sama sekali. Kevin memang pasti tau jika papanya tidak akan tinggal diam dan akan bertindak semaunya. Makanya Kevin juga langsung siasat dan akhirnya bisa sampai kerumah Kiara


Di malam hari keduanya sampai. Dengan mobil yang berhenti di rumah yang berlantai 2 itu.


"Jadi selama ini kamu tinggal bersama keluarga kamu di sini?" tanya Kevin yang melihat ke arah rumah.


"Iya dan semenjak di Jakarta ini baru pertama kali aku Pulang ke Surabaya," jawab Kiara.


"Dan kamu pulang bersamaku," sahut Kevin tersenyum yang memegang tangan Kiara.


"Kevin papa dan mama pasti terkejut melihat kedatangan kamu. Apalagi mereka tidak mungkin lupa dengan permasalahan yang dulu pernah terjadi. Jadi aku minta sama kamu untuk kamu tidak tersinggung atau apapun. Jika nanti papa mengatakan sesuatu," ucap Kiara.


"Jangan khawatir Kiara aku pasti baik-baik aja dan menerima semuanya dengan baik. Aku mengerti dengan apa yang ada di pikiran orang tua kamu dan tujuanku untuk datang kemari untuk meminta restu untuk menikahi kamu dan apapun yang terjadi aku akan menghadapinya. Jadi tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," ucap Kevin yang meyakinkan Kiara.


"Syukurlah jika begitu. Jadi aku bisa lega," ucap Kiara dengan tersenyum.


"Ya sudah sekarang bagaimana. Kamu tidak ada rencana untuk mengajakku masuk kerumahmu?" tanya Kevin.


"Iya. Kita masuk sekarang," sahut Kiara yang membuat Kevin mengangguk dan mereka sama-sama keluar dari mobil.


Kiara sebenarnya sangat dek-dekan yang datang bersama Kevin yang pasti mengejutkan orang tuanya. Tetapi mau bagaimana lagi Kiara harus berani dan ini lanjutan dari perjuangan dia dan juga Kevin.


**********


Tinnong!


Kiara memencet bel dengan jantungnya yang semakin berdetak kencang. Beberapa kali dia membuang napas beratnya.


"Seharusnya aku yang gemetar bukan kamu. Jadi tenanglah," ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.


Pintu itu terbuka dan yang membuka pintu adik laki-lakinya Zavier.


"Kak Kiara!" ucap Zavier yang kaget melihat kesanga Kiara yang terkesan mendadak dan lebih kaget lagi melihat Pria di samping kakaknya itu.


"Bukannya dia!" Zavier berusaha untuk mengingat siapa Pria itu.


"Dia kak Kevin kakak dari Alana buka !" tebak Zavier yang mengingat jelas siapa Kevin.

__ADS_1


"Iya benar. Saya Kevin," jawab Kevin.


"Kamu apa kabar Zavier?" tanya Kevin.


"Oh, aku_ aku_ iya baik-baik saja," jawab Zavier dengan gugup. Dia pasti kaget dengan kedatangan Kevin jadi wajar Zavier juga dek-dekan.


"Papa dan mama ada Zavier?" tanya Kiara yang berusaha untuk tenang.


"Ada kok kak. Ya sudah ayo masuk!" sahut Zavier yang masih gugup dan langsung mempersilakan Kiara dan Kevin masuk. Kevin dan Kiara pun langsung memasuki rumah tersebut.


Sampo di ruang tamu ada Ziva yang duduk sembari memakan kripik kentang. Ziva melihat tamu yang datang membuat Ziva


terkejut.


"Kak Kiara!" lirih Ziva yang langsung berdiri dari tempat duduknya dan Ziva bukan kaget dengan kedatangan Kiara. Tetapi justru Kevin yang jelas masih di ingatnya dan bahkan Ziva diam-diam sering mengikuti berita Kevin di televisi.


"Kak Kiara kok bisa sama kak Kevin? Apa ingatan kak Kiara sudah pulih," batin Ziva dengan penasaran.


"Kamu jangan seperti orang melihat setan Ziva. Kamu itu biasa aja," sahut Kiara.


"Nggak kok. Namanya hanya kaget saja. Kak Kiara tiba-tiba pulang dan tidak mengabari sebelumnya. Jadi bagaimana aku tidak kaget," ucap Ziva yang begitu canggung.


"Mama dan papa ada di atas mengobrol dengan kak Rachel," jawab Ziva.


"Kak Rachel!" pekik Kiara dengan terkejut.


"Iya kak Rachel," jawab Ziva.


"Kak Rachel ada di sini?" tanya Kiara yang terlihat kaget.


"Iya kak Rachel tadi sore sampai. Makanya aku juga kaget dengan kakak yang juga tiba-tiba datang. Padahal kan bisa datang bersama kak Rachel," jawab Ziva.


Kiara dan Kevin saling melihat. Mereka pasti tidak menduga jika Rachel juga ada di Surabaya.


"Ya sudah kalau begitu kakak sebaiknya menemui mama dan papa dulu," ucap Kiara.


"Iya kak," sahut Ziva.


"Ayo Kevin!" ajak Kiara. Kevin mengangguk dan mereka langsung pergi dengan menaiki anak tangga.

__ADS_1


Ziva dan Zavier sama-sama mendekat dengan berdiri bersebelahan dan melihat ke arah tangga.


"Apa aku tidak salah lihat. Kalau itu kak Kevin," ucap Ziva.


"Memang itu kak Kevin. Aku juga terkejut melihatnya," sahut Zavier.


"Apa yang terjadi? Sepertinya ada masalah besar. Kak Rachel datang tiba-tiba dan kak Kiara menyusul bersama kak Kevin. Bukannya mereka itu sudah putus dan kak Kiara kan sedang amnesia," ucap Ziva yang sangat penasaran.


"Aku juga tidak tau. Kamu lihat sendiri aja. Kita berdua tidak di bolehkan mama untuk ke atas. Hanya ada kak Rachel, mama dan papa yang sepertinya ada pembahasan yang serius," ucap Zavier.


"Aku jadi merasa ngeri. Jangan sampai kejadian 4 tahun lalu terjadi," ucap Ziva yang menggedikkan bahunya.


"Ini kelanjutan dari kejadian 4 tahun lalu dan kalau ibarat sinetron ini season 2 nya dan kita tunggu saja endingnya," ucap Zavier.


"Lalu apa akan sad ending?" tanya Ziva melihat ke arah Zavier.


"Semoga Happy ending," sahut Zavier yang melihat ke arah Ziva.


Saudara kembar yang tidak pernah akur itu hanya saling menebak apa yang akan terjadi. Mereka berdua tidak kebagian pembahasan cerita. Mungkin masalah orang dewasa. Tetapi ke-2nya juga sudah dewasa. Sudah kuliah. Mungkin bagi pemilik rumah mereka tetap anak-anak yang tidak boleh ikut campur urusan orang dewasa.


********


Kevin dan Kiara langsung menuju ruangan keluarga. Semakin dekat langkah itu semakin membuat Kiara dek-dekan sampai akhirnya mereka sampai di ruang keluarga. Benar apa adanya ada Rachel di sana dan kedua orang tuanya yang berbicara serius.


Kiara dan Kevin saling melihat dan Kiara menghela napasnya yang seolah yakin dan siap untuk berbicara pada orang tuanya.


"Mah pah!" tegur Kiara dengan suara beratnya.


Sahila, Danu dan Rachel langsung melihat ke arah suara itu dan juga melihat Kevin yang berdiri di samping Kiara. Tidak seperti Zavier dan Ziva tadi yang terkejut saat melihat Kevin. Justru Sahila dan Danu melihat dengan ekspresi terbaca.


Namun Kiara sudah sangat gugup dengan tangannya yang saling mengatup.


"Kalian sudah sampai," ucap Sahila tiba-tiba. Mendengar kata-kata itu membuat Kevin dan Kiara heran. Seharusnya orang tuanya kaget dan banyak bertanya.


"Kalian datang di saat jam makan malam. Kebetulan belum ada yang makan malam. Sebaiknya kita makan dulu," sahut Danu dengan suara datarnya.


Hal itu membuat Kiara bingung dan melihat ke arah kakaknya. Rachel menganggukkan kepalanya seolah memberi isyarat. Seakan sudah ada yang di katakan Rachel. Sehingga orang tua Kiara tidak kaget lagi.


"Mari kita makan malam!" ajak Danu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2