Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 49


__ADS_3

Kiara menghela napasnya dan melangkah memasuki gedung Apartemen tersebut yang dia pasti tau di mana tempat kakaknya berada. Karena sebelumya Kiara juga pernah ke sana.


Rangga yang sekarang masih sibuk pada laptopnya dan Monica yang sibuk dengan aktivitas masak memasaknya yang tak kunjung selesai.


"Auhhh," lirih Monica tiba-tiba membuat Rangga kaget.


"Kamu kenapa?" tanya Rangga melihat ke arah Monica yang sedang memencet jarinya dan Rangga melihat ada darah yang jatuh.


"Monica!" ucap Rangga panik dan langsung menghampiri Monica.


"Tangan kamu kenapa sampai seperti ini?" tanya Rangga panik.


"Terkena pisau," jawab Monica.


"Kamu ini ya ceroboh sekali," ucap Rangga panik dan langsung mengisap darah di jari Monica. Wajah panik Rangga membuat Monica tersenyum yang merasa bahagia dengan perhatian Rangga kepadanya.


Tidak hanya itu Rangga juga langsung mengambil kotak obat dan memberi obat pada jari itu yang membuat Monica kesakitan. Mungkin karena perih.


"Maaf," ucap Rangga begitu lembut dan manis membuat sakit di jari itu hilang seketika.


"Aku tidak pernah melihat kamu sepanik ini," ucap Monica yang menatap Rangga begitu dalam membuat Rangga melihat ke arah Monica.


"Bagaimana aku tidak panik dengan kamu yang terluka. Kamu itu kebiasaan sangat ceroboh. Untung aja hari kamu tidak putus," ucap Rangga dengan napas beratnya dan mengoceh pada Monica.


"Jangan selalu ceroboh Monica," ucap Rangga.


"Jadi selama ini kamu tau hal kecil yang aku lakukan dan kamu bahkan tau betapa cerobohnya aku. Aku lebih tidak menyangka mendengar hal itu dari kamu," ucap Monica.


"Ceroboh bukan hal kecil. Itu hal besar dan aku tidak mau kamu seperti ini lagi. Lain kali hati-hati," ucap Rangga.


Lagi-lagi Monica tersenyum mendengar Rangga yang terkesan posesif padanya.


"Kamu ternyata diam-diam sangat memperhatikan ku. Aku pikir kamu sibuk dengan pekerjaan kamu. Kamu tidak mengingatku dan cuek padaku dan tidak tau apa-apa tentangku. Ternyata aku salah kamu banyak tau tentangku," ucap Monica memegang pipi Rangga.


"Monica aku tidak mungkin tidak memperhatikan mu dan aku memang sibuk. Tetapi bukan berarti aku tidak pernah peduli padamu," ucap Rangga.

__ADS_1


"Iya. Aku mengerti itu dan sekarang aku paham itu. Makasih Rangga kamu sudah mencintaiku dan memberikan perhatian kepadaku, peduli kepadaku dan cemas kepadaku," ucap Monica dengan mata berkaca-kaca. Padahal Rangga tidak pernah mengatakan cinta kepadanya.


Tetapi karena melihat perhatian Rangga dan kepanikan Rangga. Monika sudah yakin Rangga mencintainya dan tidak perlu ucapan cinta lagi.


Rangga hanya tersenyum tipis dan mencium lembut kening Monica.


"Lain kali jangan begitu," ucap Rangga.


"Baiklah sayang. Aku sangat mencintaimu," ucap Monica tersenyum. Rangga tidak merespon.


"Rangga aku ingin mendengar kamu mengatakan cinta kepadaku," ucap Monica yang ternyata masih ingin mendengarkan kata itu. Ya walau dia sudah tau Rangga pasti sangat mencintainya.


"Sayang!" tegur Monica yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Rangga.


"Cinta tidak perlu di ucapkan dan tanpa aku mengatakannya kamu tau bagaimana perasaan ku kepadamu," jawab Rangga dengan singkat.


"Tapi aku ingin...mpt," belum sempat Monica melanjutkan kalimatnya mulutnya sudah di bungkam oleh Rangga dengan ciuman dan Monica pasti menerima ciuman itu dengan ke-2nya yang berciuman dengan dalam dan semakin dalam.


Tangan Monica juga mengalung di leher Rangga yang mendapatkan sensasi ciuman panas dari kekasihnya yang dingin itu.


Di Apartemen Rangga dan Monica berciuman semakin panas yang sekarang Monica juga sudah bermain di dada Rangga dengan lincahnya tangannya yang membuka satu persatu kancing kemeja Rangga.


Monica yang tadi memakai bleajer sudah jatuh kelantai dan sekarang Rangga menggendong Monica ala bridal style ke sofa tanpa melepas ciuman itu dan bahkan Rangga sudah tidak memakai baju lagi yang sudah jatuh kelantai akibat tangan lincah Rachel yang melepas pakaian kekasihnya itu.


Kiara yang akhirnya sudah berdiri di depan Apartemen Rangga dan Kiara melihat kesekitarnya.


"Ini dia Apartemen kak Rangga," batin Kiara dan Kiara langsung memencet kata sandi Apartemen tersebut yang dia memang tau apa kata sandinya.


"Semoga saja kak Rangga ada di dalam," gumamnya yang masih memencet sandi Apartemen dan Rangga dan Monica juga semakin panas di atas sofa.


Ting, Terbuka


Akhirnya pintu itu terbuka dan Kiara langsung masuk dengan menghela napasnya yang melangkah masuk.


Di sofa Rangga dan Monica semakin panas dengan ciuman yang semakin gila. Dengan Rangga di atas tubuh Monica yang dres baju Monica sudah turun dan pasti berantakan dengan keduanya yang sama-sama bergairah yang ingin menuntaskan hasrat mereka.

__ADS_1


"Kak Rangga!" sapa Kiara dengan suara yang tidak terlalu kuat.


Brakkk


Terdengar suara benda jatuh membuat Rangga dan Monica kaget dan sama-sama melihat ke arah dari suara itu.


Kiara yang menyaksikan hal itu yang berdiri mematung dengan matanya yang terbelalak kaget. Pasti sangat kaget dan lebih kaget lagi Monica yang ada di sana yang berciuman panas setengah telanjang bersama kakaknya.


Sampai beberapa detik Kiara membalikkan tubuhnya dengan menghela napasnya berat yang tidak ingin melihat kelanjutan adegan panas itu.


"Kiara!" lirih Rangga yang langsung bangkit dari tubuh Monica dan Monica juga buru-buru duduk dengan napasnya yang naik turun dan merapi-rapikan dirinya yang juga sangat terkejut dengan kehadiran tamu yang tiba-tiba


"Bukannya dia? Kenapa dia ada di sini?" Monica mengingat siapa Kiara dan pasti Monica panik dengan kedatangan Kiara.


"Maaf Kiara mengganggu," ucap Kiara yang masih membalikkan tubuhnya dengan debaran jantung Kiara yang juga tidak aman.


Rangga dengan mengatur napasnya berdiri mengambil kaosnya dan menghampiri Kiara yang mana Rangga mencoba untuk tenang dengan memakai kaosnya buru-buru.


"Kiara kenapa kamu datang tiba-tiba?" tanya Rangga yang sangat canggung karena ketangkep adiknya yang melakukan hal panas.


"Maaf kak seharusnya Kiara menelpon dulu ketika mau datang," ucap Kiara mendadak canggung.


"Hmm, memang ada apa kamu datang kemari?" tanya Rangga.


"Kiara hanya mengantarkan pakaian kak Rangga," ucap Kiara.


Rangga menghela napasnya dan menghadap adiknya itu.


"Ayo bicara di kamar kakak," ucap Rangga yang berusaha untuk tenang.


"Tidak usah kak. Kiara pulang saja. Ini juga sudah malam, Kiara hanya mengantarkanku apa yang di titip kak Rachel saja," ucap Kiara yang juga bingung harus mengatakan apa. Dia sangat kaget melihat pemandangan yang seharusnya tidak di lihatnya itu.


"Baiklah kalau begitu, kakak antar kamu sampai ke depan," ucap Rangga yang langsung memegang tangan adiknya itu dan mengajaknya keluar. Meninggalkan sementara Monica yang mana Monica terlihat sangat panik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2