Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 86 Membebaskan.


__ADS_3

Ternyata Rachel memilih Lewat dari jalan lain agar bisa bertemu dengan Kevin untuk memberitahu masalah Kiara. Namun ternyata Rachel terlambat yang ternyata mobil Kevin sudah melaju.


"Sial!" umpat Rachel yang tidak bisa mendapat Kevin yang mana sudah pergi terlebih dahulu.


"Bagaimana ini? Bagaimana lagi aku harus mencari Kevin? Apa lagi yang harus aku lakukan! Bagaimana ini!" batin Rachel yang jadi kebingungan dengan mengusap wajahnya kasar.


Ada kesempatan untuk bertemu dengan Kevin. Tetapi kesempatan itu malah hilang.


"Aku juga tidak mempunyai No Kevin. Jadi bagaimana aku bisa mengatur pertemuan padanya," batin Rachel yang benar-benar frustasi. Karena kesempatan yang sudah hilang.


"Apa kamu sedang mencariku?" tiba-tiba terdengar suara yang membuat Rachel terkejut dan Rachel langsung membalikkan tubuhnya yang ternyata Kevin yang berdiri di belakangnya yang membuat Rachel benar-benar kaget.


"Kevin!" lirih Rachel yang benar-benar terkejut.


"Jadi benar kamu mencariku?" tanya Kevin sekali lagi.


"Iya aku mencarimu. Ada yang ingin aku bicarakan," jawab Rachel dengan napasnya yang naik turun yang masih ngos-ngosan.


"Masalah apa?" tanya Kevin.


"Ikutlah denganku!" ajak Rachel yang langsung menarik tangan Kevin dan Kevin pun tidak punya pilihan lain yang langsung mengikuti Rachel. Kevin ternyata tadi sempat melihat Rachel saat dia bicara dengan Mitra Winata adanya gerak-gerik yang mencurigakan membuat Kevin tidak jadi pergi dan ternyata benar Rachel memang sedang mencarinya.


*********


Rachel dan Kevin sekarang sedang berbicara di ruangan Kevin. Jika memang Rachel ingin mencari tempat aman. Maka bagi Kevin tempat yang aman adalah ruangannya.


"Katakan ada apa ingin menemuiku?" tanya Kevin.


"Aku menemuimu. Karena masalah Kiara!" jawab Rachel.


Kevin mengkerutkan dahinya saat mendengar kan hal itu.


"Kiara! Memang kenapa dengan Kiara?" tanya Kevin.


"Kiara mengalami masalah. Aku tidak bisa menceritakannya. Karena ceritanya panjang kamu bisa mendengar ceritanya dari Kiara langsung yang pada intinya. Kiara membutuhkan bantuan kamu," jelas Rachel dengan panik.

__ADS_1


"Tolong pelan-pelan bicara. Ada apa sebenarnya?" tanya Kevin yang jadi ikut panik. Karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Rachel.


"Kevin. Kiara sedang di kurung oleh kak Rangga," ucap Rachel yang membuat Kevin terkejut mendengarnya.


"Apa katamu?" tanya Kevin dengan wajah kagetnya.


"Iya. Kiara di kurung di dalam kamar sejak tadi pagi dan Kiara tidak bisa keluar. Aku juga tidak bisa membebaskannya dan ponsel Kiara di sita oleh kak Rangga!" jelas Rachel. Kevin benar-benar terkejut mendengarnya pernyataan dari Rangga.


"Jika memang ponsel Kiara di ambil oleh Rangga. Lalu siapa yang membalas pesanku," ucap Kevin yang membuat Rachel terkejut mendengarnya.


"Apa maksud kamu?" tanya Rachel.


Kevin langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan menunjukkan pesan tersebut kepada Rachel. Mata Rachel melotot dengan menutup mulutnya dengan tangannya yang terkejut melihat balasan tersebut.


"Kak Rangga!" lirih Rachel.


"Maksud kamu Rangga yang membalas semua ini?" tanya Kevin. Rachel menganggukkan kepalanya.


"Jika bukan kak Rangga lalu siapa. Ponsel Kiara ada di tangan kak Rangga dan sudah bisa di tebak. Jika kak Rangga yang melakukan semua ini. Dia membalas pesan kamu dan pasti kak Rangga merencanakan sesuatu sampai mengajak kamu untuk bertemu," ucap Rachel yang benar-benar shock.


"Kevin yang terpenting sekarang yang harus kamu lakukan adalah untuk membebaskan Kiara dan membawanya pergi. Aku tidak tau masalah besar apa yang akan terjadi. Kamu intinya harus menyelamatkan Kiara dulu. Jika tidak kamu akan menyesal," ucap Rachel yang memberi saran Kevin.


"Iya kamu benar. Terima kasih sudah mau mencariku dan memberitahu hal ini. Aku pasti akan membebaskan Kiara," sahut Kevin yang juga langsung bertindak. Karena tidak mau terjadi sesuatu hal yang buruk pada Kiara.


Kevin langsung pergi dari ruangan itu dengan buru-buru.


"Hati-hati Kevin!" ucap Rachel yang bernapas lega bisa bertemu dengan Kevin dan menyampaikan apa yang di sampaikan Kiara.


"Aku berharap semuanya baik-baik aja dan Kiara dan Kevin tidak kenapa-napa dan sekarang sebaiknya aku pergi dari sini dan juga harus ke Surabaya," ucap Rachel yang tidak tau apa yang ingat di rencanakannya yang penting dia harus pergi.


Rachel sudah merasa jauh lebih baik dari sebelumnya dan apalagi sudah bertemu dengan Kevin. Sekarang masalah Kiara di serahkan pada Kevin dan Rachel hanya melakukan apa yang harus di lakukannya.


***********


Kiara masih berada di dalam kamar yang duduk di pinggir ranjang dengan wajahnya yang penuh kecemasan dengan semua yang di pikirkannya. Ke-2 tangannya saling memegang kuat.

__ADS_1


"Semoga kak Rachel cepat menemui Kevin dan membawa Kevin kemari. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada Kevin. Semoga saja kak Rangga tidak melakukan apa-apa," batin Kiara dengan wajahnya yang penuh kecemasan.


Tiba-tiba pandangan mata Kiara mengarah pada jendela kamar yang terlihat ada pukulan yang membuat Kiara heran.


"Ada apa?" gumamnya yang langsung berdiri dan melangkah menuju jendela dan saat itu juga jendela terbuka dan Kevin yang melompat masuk.


"Kevin!" lirih Kiara dengan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.


"Kiara!" sahut Kevin dengan suaranya yang serak dan napasnya yang naik turun yang langsung berlari dan mereka berdua langsung saling memeluk erat seperti sudah lama tidak pernah bertemu.


"Kevin syukurlah kamu datang," ucap Kiara yang memeluk sangat erat.


"Aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu pada kamu Kiara. Aku akan selalu melindungi kamu," ucap Kevin.


Mereka saling melepas pelukan dengan Kevin yang memegang ke-2 pipi Kiara dan mencium kening Kiara.


"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Kevin.


"Aku tidak apa-apa dan sekarang aku sangat bersyukur dengan aku yang langsung bertemu dengan kamu. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu pada kamu," ucap Kiara dengan air matanya yang keluar. Kevin mengusap air mata itu dan kembali mencium kening Kiara.


"Tidak akan ada yang terjadi padaku. Karena tugasku untuk melindungimu dan maka dari itu tidak akan ada yang terjadi padaku," ucap Kevin.


"Bawa aku pergi dari sini. Aku tidak ingin di sini!" pinta Kiara.


"Iya. Kita akan pergi," sahut Kevin mengangguk-angguk yang kembali memeluk Kiara dengan erat.


"Aku mencintaimu Kiara dan Kiara akan pergi," ucap Kevin.


"Aku juga mencintaimu dan akan ikut dengan mu kemanapun yang kamu membawaku. Aku pasti akan pergi bersamamu," sahut Kiara.


Pasangan itu yang terus berpelukan dengan erat yang akan sama-sama berjuang untuk cinta mereka berdua dan tidak akan menyerah dan akan melawan siapapun.



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2