Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 108 Tindakan Kevin


__ADS_3

Tingnong tin nong


Bel rumah berbunyi membuat percakapan itu berhenti sebentar.


"Siapa yang datang?" tanya Mariana panik. Situasi yang di hadapinya sekarang ini memang membuatnya sangat takut.


"Jangan khawatir. Di depan pintu ada beberapa anak buah," sahut Kevin. Mendengar bel saja sudah membuat Kiara dan Maharani merinding.


"Tuan Mereka sampai," sahut salah satu anak buah yang melapor pada Kevin.


"Masuklah!" titah Kevin. Anak buah itu mengangguk dan langsung pergi.


Tidak berapa lama akhirnya tamu itu datang. Sahila, Danu, Zavier, Ziva dan Alana.


"Kiara!" panggil Sahila yang membuat Kiara terkejut.


"Mama, papa," sahut Kiara dengan wajah kagetnya dan langsung berdiri memeluk orang tuanya itu.


"Mama!" sahut Alana yang juga menghampiri Mariana.


"Ya ampun Alana!" Mariana langsung memeluk Alana. Sebenarnya dia sangat khawatir pada Alana yang ada di Surabaya. Karena sangat tidak mungkin Mitra Winata tidak tau. Dan sekarang dia lega dengan anaknya ada di depannya.


"Mama kenapa bisa ada di sini, papa, kak Rachel, Ziva dan Zavier?" tanya Kiara yang sudah melepas pelukan itu dan dia juga lega melihat keluarganya.


"Kevin yang menyuruh kami datang dan di awasi orang-orang nya," jawab Sahila.


Kiara langsung melihat ke arah Kevin dan memang Kiara terkejut dengan tindakan Kevin.


"Sebelum aku mengumumkan pernikahan kita pada publik. Aku sudah tau jika akan terjadi hal besar yang di lakukan papa. Aku hanya ingin jaga-jaga dan membawa keluargamu ke tempat yang aman dan dugaanku benar. Jika aku baru mendapat informasi. Orang-orang papa sudah sampai Surabaya," jelas Kevin yang memang maju lebih cepat dari Mitra Winata.


"Papa benar-benar sangat jahat mah. Aku tidak menyangkal papa bisa melakukan hal seperti ini," sahut Alana.


"Aduh Alana. Seharusnya kamu tidak heran dengan papa kamu. Masih banyak yang di lakukannya dan jantung kamu bisa berhenti mendengarnya," sahut Mariana tidak bisa mendeskripsikan tabiat suaminya itu. Dengan dia berada di tempat yang aman dan Kevin ada juga Alana ada. Itu sudah yang terbaik baginya.


"Yang kalian semua sudah ada di sini dan Kiara kamu jangan takut lagi. Orang tua kamu, kakak dan adik kamu ada di sini dan kamu tidak perlu takut apa-apa lagi," ucap Kevin.

__ADS_1


"Aku akan mencari Rangga," ucap Kevin.


"Apa terjadi sesuatu pada kak Rangga?" tanya Rachel.


"Mungkin dalam bahaya. Karena papa sedang mengincarnya," jawab Kevin yang membuat semua orang panik.


"Perusahaan kak Rangga juga terbakar. Entahlah! sangat banyak yang terjadi dan Kiara tidak bisa menjelaskan dengan detail. Beritanya juga pasti akan muncul sebentar lagi," ucap Kiara yang terlihat letih.


"Jika perusahaan dan apa yang di usahakan yang sudah hangus. Itu mungkin sudah seharusnya. Karena di dapatkan dengan cara yang tidak baik. Kita sekarang berdoa saja. Semoga kakak kalian masih hidup dan menyesali perbuatannya," sahut Danu yang sekarang jauh lebih pasrah. Karena apa yang di tanam itu yang di tuai.


"Kevin terima kasih kamu sudah berjuang untuk membawa kami dengan selamat ke tempat yang aman ini," ucap Danu.


"Tidak perlu berterima kasih. Keluarga Kiara adalah tanggung jawab saya mulai sekarang dan apa yang saya lakukan hal yang wajar," ucap Kevin.


"Baiklah saya harus segera pergi. Kiara kamu ajak mama dan papa istirahat. Mama juga istirahat. Aku akan mengurus sisanya," ucap Kevin memberikan arahan.


"Iya Kevin," jawab Mariana.


"Orang-orang yang ada ada di depan pintu sudah mendapat arahan dari ku dan mereka tau apa yang harus mereka lakukan. Jadi kalian jangan khawatir," ucap Kevin.


"Syukurlah kalau begitu. Kalau saya permisi dulu!" ucap Kevin pamit.


"Kak Kevin aku ikut," sahut Zavier tiba-tiba.


"Zavier!" lirih Rachel.


"Aku 21 tahun. Prestasi bela diri, adu jotos hal biasa dan aku bisa di andalkan. Ini waktunya aku praktek ke ahlian, menjadi pengawal pribadi kak Kevin," ucap Zavier dengan percayalah dirinya.


"Ini bukan main-main Zavier. Kamu hanya akan menyusahkan saja," sahut Kiara.


"Kak Kiara. Siapa bilang ini main-main aku serius dan memang ingin ikut. Jika bukan aku siapa lagi yang mau di andalkan. Aku seorang Pria dan tidak boleh ngumpet di sini. Pantang untuk seorang pria gagah dan pemberani jika ngumpet. Itu hanya untuk seorang pengejut, ucap Zavier dengan yakin.


"Huhhhhh," mendengarnya Ziva menghela napas. Terserah saudara kembarnya itu aja yang bicara dengan suka-sukanya.


"Aku membutuhkanmu Zavier," sahut Kevin menepuk bahu Zavier membuat Zavier tersenyum.

__ADS_1


"Kevin!" lirih Kiara yang tidak setuju hal itu.


"Tidak apa-apa Kiara. Biarkan Zavier ikut," sahut Danu yang juga setuju. Zavier semakin senang banyak yang mendukungnya.


"Kak Kiara jangan cemas aku akan baik-baik saja dan untuk semua yang ada di sini harus percaya kepadaku," ucap Zavier dengan lantang.


"Sudah ayo pergi. Jangan banyak dialog," sahut Kevin. Zavier mengangguk dan mengikut Kevin yang sudah melangkah terlebih dahulu.


"Kevin!" panggil Kiara. Kevin kembali menghentikan langkahnya dan Kiara menghampiri Kevin. Lalu memeluk Kevin dengan erat.


"Kamu tidak perlu khawatir Kiara. Aku pasti baik-baik saja. Kamu di sini saja bersama yang lainnya," Kevin lagi-lagi hanya berusaha untuk meyakinkan istrinya itu.


Kiara melonggarkan pelukannya dan melihat Kevin. Kevin mencium kening istrinya itu dengan lembut.


"Kita sudah sama-sama berjanji akan menyelesaikan masalah ini bersama. Aku jelas sangat khawatir. Jika kamu pergi sendirian dan aku tidak ada di sampingmu," ucap Kiara dengan wajah senduhnya.


"Tetapi kali ini sangat bahaya. Jika kita pergi berdua. Aku tau Kiara kamu sangat mengkhawatirkanku. Tetapi jangan takut. Semuanya pasti baik-baik saja," ucap Kevin.


"Kalau begitu harus berjanji kamu akan kembali," ucap Kiara.


Kevin menganggukkan kepalanya, "itu sudah pasti. Aku akan secepatnya menyelesaikan masalah ini dan Rangga akan baik-baik saja. Kamu cukup di sini dan mendoakanku," ucap Kevin.


"Iya!" sahut Kiara dengan menganggukkan kepalanya yang sangat berat hati melihat kepergian suaminya itu.


Kevin kembali memeluknya dengan erat dan kembali melepas pelukan itu. Mencium lembut kening Kiara. Pipi kanan dan kiri Kiara secarakan bergantian.


"Aku pergi!" ucap Kevin kembali pamit. Kiara mengangguk saja dan Kevin pun langsung pergi bersama dengan Zavier dan pasti ada juga anak buah Kevin yang ikut bersamanya.


"Ini ujian dalam pernikahan kita. Aku berharap kita secepatnya lulus dalam ujian ini," batin Kiara yang melihat suaminya yang semakin jauh dan bahkan sudah tidak terlihat lagi.


"Kiara kamu harus percaya pada Kevin dan lihatlah semuanya di lakukannya untuk kita semua," sahut Sahila memberikan saran.


"Iya mah," sahut Kiara yang harus yakin dan dia cukup berdoa saja untuk suaminya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2