Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 82 Kaget.


__ADS_3

Setelah Kevin membawa Kiara ke tempat orang-orang yang di sayangi Kevin yang kehidupannya hancur di tangan Mitra Winata hanya karena mencintai Pria lain.


Akhirnya Kevin dan Kiara sekarang berada di taman yang duduk di atas rumput hijau dengan menatap danau yang indah dan sangat tenang tangan ke-2nya tetap bergenggaman dengan kepala Kiara bersandar di bahu Kevin.


"Bagaimana Kiara?" tanya Kevin melihat sendu ke arah Kiara.


"Bagaimana apanya?" tanya Kiara heran.


"Dengan apa yang kamu lihat. Dengan 2 orang yang tak lain keluargaku yang mengalami gangguan jiwa karena perbuatan papa dan karena alasan yang sama dengan kita," jawab Kevin.


Kiara terdiam mendengarnya dan tidak langsung menjawab apa-apa.


"Walau dengan apa yang kamu lihat dan kamu ketahui dengan semua yang aku ceritakan asal usul dan kronologi kejadian yang sangat menakutkan itu. Semua Itu tidak membuatku takut Kiara untuk menyerah dengan hubungan ini. Meski aku sudah melihat 2 korbannya dan seperti apa akibatnya aku tidak akan takut Kiara dan Aku akan menunjukkan semua ini kepadamu juga bukan untuk membuat mu menyerah dan pergi begitu saja. Karena takut dalam mengambil resiko. Tetapi justru Karena aku ingin kamu tetap berjuang bersamaku," ucap Kevin dengan keyakinannya.


Kiara mendekatkan wajahnya kepada Kevin dengan Kiara memegang kedua pipi Kevin dan menatap Kevin begitu dalam.


"Jujur Kevin saat melihat hal itu sangat membuatku ketakutan. Aku takut dengan banyak hal aku takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya kepada kamu dan juga aku. Tetapi aku tidak akan menyerah dan tidak akan pergi dari kamu," ucap Kiara.


"Jika kamu ingin berjuang. Maka aku akan ikut berjuang bersama kamu. Walau kadang aku takut. Jika kamu bisa menjadi orang selanjutkan yang ada di rumah itu. Yang kehilangan kesadarannya. Tetapi aku yakin dengan cinta dan kekuatan Kita untuk melanjutkan hubungan kita. Maka kita berdua akan bisa bertahan sampai kapanpun dan akan melawan siapapun itu," lanjut Kiara dengan yakin.


"Jadi kamu tidak akan takut?" tanya Kevin.


Kiara langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Aku mencintai kamu Kevin dan aku tidak takut dengan apapun," jawab Kiara dengan yakin.


"Dan aku juga minta sama kamu untuk terus berada di sisiku dan kita berdua sama-sama menghadapinya," ucap Kiara. Kevin menganggukkan kepalanya dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Kita pasti bisa melewati semua ini. Kita orang yang sama-sama saling mencintai. Jadi kita berdua akan melewati semua ini," ucap Kevin.


"Itu pasti," jawab Kiara dengan tersenyum dan Kevin langsung memeluk Kiara.


"Maaf Kiara aku membawamu ke tempat ini dan pasti membuatmu sangat takut," ucap Kevin.


"Tidak perlu minta maaf Kevin. Karena aku tidak takut sama sekali. Aku justru senang kamu membawaku dan menceritakan semuanya," jawab Kiara.


Kawin tidak bicara apa-apa lagi dan memeluk erat Kiara yang ke-2 nya sama-sama menguatkan satu sama lain.


*********.


Setelah Kiara dan Kevin yang pergi menemui Clarissa dan Tante Kevin. Kevin mengantarkan Kiara kerumahnya dan Kevin tidak mampir lagi yang langsung pergi.

__ADS_1


Kiara memasuki kafe sang kakak dan melihat Rachel yang ada di kasir.


"Kamu baru pulang Kiara?" tanya Rachel.


"Iya kak," jawab Kiara.


"Dengan siapa?" tanya Rachel.


"Dengan teman," jawab Kiara bohong. Karena Kevin bukan lagi temannya tetapi sudah menjadi kekasihnya.


"Ya sudah kalau begitu Kiara masuk dulu!" ucap Kiara pamit.


"Kak Rangga ada di dalam bersama tamunya," ucap Rachel.


"Tamu!" ucap Kiara dengan heran.


"Iya. Sejak tadi belum pulang," jawab Rachel.


"Tumben sekali tamunya di bawa pulang kerumah?" tanya Kiara.


"Kakak juga tidak tau," jawab Rachel.


"Ya sudah kalau begitu aku masuk saja," ucap Kiara. Rachel menganggukkan kepalanya dan Kiara langsung masuk.


Hal itu membuat dahi Danie mengkerut yang seperti mengenali Kiara dengan mata Daniel yang mengamati Kiara.


"Bukannya Wanita itu," batin Daniel.


Melihat Daniel berekspresi seperti itu membuat Rangga heran dan melihat kebelakang yang ternyata adiknya yang datang.


"Kiara!" tegur Rangga. Kiara hanya mengangguk tersenyum dan langsung pergi yang tidak ingin mengganggu Rangga dan tamunya.


Sementara Daniel masih terus melihat Kiara yang melangkah semakin jauh dengan raut wajah Rangga yang terus mengamati Kiara.


"Tuan!" tegur Rangga.


"Siapa dia?" tanya Daniel.


"Dia kebetulan adik saya," jawab Rangga.


"Adik!" ucap Daniel yang pasti kaget.

__ADS_1


"Benar tuan," jawab Rangga.


"Wanita itu jelas sangat mirip dengan wanita yang bersama Kevin selama ini. Apa memang itu dia. Lalu jika itu dia. Apa Rangga tidak tau adiknya dekat dengan siapa?" batin Daniel dengan penuh tanya.


"Tuan kenapa?" tanya Rangga.


"Oh tidak apa-apa Rangga. Aku hanya kaget saja dan tidak percaya. Jika ternyata kamu mempunyai seorang adik yang sangat cantik," ucap Daniel.


"Tuan bisa saja," sahut Rangga.


"Adikmu seorang Dokter?" tanya Daniel.


"Dari mana tuan tau?" tanya Rangga heran.


"Aku bisa melihat dari penampilannya," jawab Daniel.


"Iya benar. Kiara adalah seorang Dokter. Dia baru kembali dari Surabaya," jawab Rangga.


"Di rumah sakit mana dia bekerja?" tanya Rangga.


"Di...."


"Aku tidak mungkin mengatakan Kiara bekerja di rumah sakit Lexus. Yang adanya tuan Daniel akan curiga dan pasti banyak tanya," batin Rangga.


"Di rumah sakit sejahtera," jawab Rangga tersenyum.


"Kenapa dia berbohong. Atau adiknya yang berbohong kepada-nya," batin Daniel yang memang tau jika Rangga berbohong. Karena sebelumnya dia mendapatkan banyak informasi mengenai Kiara sebagai Dokter pribadi tuan.


"Tuan silahkan di minum lagi," ucap Rangga yang menjamu Daniel sedemikian rupa. Agar Daniel tidak banyak bertanya lagi.


"Baik," sahut Daniel yang tersenyum penuh dengan arti yang pasti dia justru semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


************


Kiara yang berada di dalam kamarnya terlihat sedang rapi-rapi. Di mana barang-barang yang di bawa Kiara dari Paris di keluarkan dan di lapnya dengan tisu untuk menghilangkan abunya.


Kenangannya bersama Kevin yang kembali di susunya dengan rapi di dalam kamarnya. Wajahnya tidak hentinya tersenyum melihat apa yang di lihatnya itu.


"Aku tidak akan membuang semua ini. Karena kamu bagian dari hidupku sekarang," batin Kiara dengan menghela napasnya yang mencium bingkai foto yang ada dirinya dan Kevin di dalamnya.


"Tempat kamu hanya ada di sini dan bukan di dalam kotak ini," batin Kiara yang tersenyum dan terus melanjutkan pekerjaannya dengan mengeluarkan semua barang-barang itu dan menyusunya dengan sesuai tempatnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2