
Akhirnya, Kiara, Kevin, Danu, Sahila, Rachel, Ziva dan Zavier makan malam bersama. Kevin dan Kiara masih bingung dengan sikap ke-2 orangtunya tidak kaget sama sekali yang seharusnya kaget melihat Kiara dan Kevin datang kerumah itu.
"Mari makan Kevin. Kamu jangan canggung!" ucap Sahila dengan ramah.
"Benar. Kalian berdua pasti lelah dan pasti lapar. Jadi makanlah. Kita tidak pernah makan sama-sama. Jadi ini hal yang sangat besar. Di mana kami kedatangan tamu dan bisa makan bersama kami," sahut Danu.
"Terima kasih Om dan Tante yang sudah sangat baik memberikan saya kesempatan untuk makan di sini. Dan maaf jika saya merepotkan," ucap Kevin.
"Tidak perlu minta maaf dan tidak ada yang repot juga. Justru kami senang dengan kedatangan kamu di rumah kami. Jadi nikmati ya makan malam ini," sahut Sahila.
"Iya Tante," sahut Kevin. Walau di sambut sangat ramah oleh keluarga Kiara. Tetapi tetap saja Kevin merasa sangat gugup dan ini memang hal yang sangat aneh.
"Aku tidak tau apa yang terjadi. Aku hanya berharap jika semuanya baik-baik," batin Kiara yang perasaannya sangat tidak tenang. Tetapi dia harus berpikir positif.
"Kiara kamu kenapa melamun? Ayo makan!" sahut Sahila yang melihat Kiara yang malah bengong.
"Iya mah," sahut Kiara yang tersenyum tipis.
Ziva dan Zavier lagi-lagi hanya saling melihat yang merasa ada sesuatu. Namun kembali lagi. Mereka berdua tidak di perbolehkan untuk ikut campur urusan orang dewasa. Walau mereka itu memang sudah dewasa.
***********
Setelah makan malam akhirnya Kiara dan Kevin kembali menemui Danu dan Sahila. Ada juga Rachel di sana yang kembali berada di ruang keluarga. Kiara dan Arga duduk bersebelahan dengan berhadapan dengan ke-2 orang tua Risya.
"Pah kedatangan Kiara kemari membawa Kevin karena ada yang ingin Kiara sampaikan," ucap Kiara yang akhirnya membuka suara.
"Katakan Kiara!" sahut Danu
__ADS_1
"Ini masalah kak Rangga pah," sahut Kiara.
"Jika masalah Rangga. Mungkin penjelasan Rachel sudah cukup Kiara," sahut Danu.
"Kak Rachel," lirih Kiara melihat ke arah Rachel.
"Iya Kiara. Kakak sudah menceritakan semuanya kepada papa dan mama. Atas apa yang terjadi. Semua yang terjadi, apa yang di lakukan kak Rangga dan masalah kak Rangga pada Kevin dan juga masalah kamu dan Kevin dan juga ingatan kamu yang kembal," jelas Rachel.
Kevin dan Kiara saling melihat. Ternyata kedatangan Rachel yang tiba-tiba ke Surabaya untuk memberitahu kepada orang tuanya atas apa yang di alami Kiara.
"Papa juga tidak percaya. Jika kakak kamu melakukan semua itu. Bahkan sampai mengurung kamu di kamar san ternyata selama ini kakak kamu menyimpan dendam pada keluarga Mitra Winata dengan ambisi yang sudah sangat kelewatan," ucap Danu dengan wajah senduhnya yang merasa sedih dengan apa yang di lakukan anaknya itu
"Rangga memang sangat keterlaluan. Mama pikir selama ini Rangga bekerja dengan baik dan ternyata tidak ada niat yang jahat dendam yang tertanam di hatinya yang membuatnya buta dengan kekuasaan. Ambisi yang kelewat batas sampai tidak peduli dengan orang-orang sekitarnya yang justru bisa di katakan menjadi korban," batin sahut Sahila menghela napasnya.
Kevin dan Kiara hanya saling melihat. Penjelasan yang ingin di sampaikannya pada orang tuanya sudah tersampaikan melalui Rachel.
"Rachel menceritakan semuanya dan kami masih tidak percaya. Jika Rangga berubah menjadi seperti itu," ucap Sahila yang menghela napasnya kembali.
"Tidak pak Danu. Saya sangat paham dengan apa yang di lakukan Rangga kepada Saya dan keluarga saya dan semua itu karena dia yang sangat tidak terima dengan semua yang terjadi pada Kiara dan itu sangat wajar," ucap Kevin yang merasa wajar dengan apa yang di lakukan Rangga.
"Dan apa yang di lakukan keluarga saya kepada keluarga Pak Danu juga bukan hal bisa di maafkan. Papa banyak melakukan hal yang di luar batas. Menyakiti Kiara, melukai Kiara dan bahkan mencelakakai Kiara. Dan jika Rangga ingin membalas dendam itu sangat wajar karena saya yang memang seharusnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Saya yang harus bertanggung jawab atas perbuatan ayah saya kepada keluarga pak Danu," sahut Kevin.
"Lalu Kiara apa tujuan kamu dan Kevin datang kemari hanya ingin menyampaikan masalah Rangga atau ada hal yang lebih penting lagi?" tanya Sahila.
"Iya mah. Sebelumnya Kiara minta maaf atas semua yang terjadi dan lagi-lagi karena hubungan Kiara dan Kevin membuat mama dan papa harus kembali kepikiran. Kiara seakan membangkitkan luka lama.. Tetapi Kiara tidak bisa mundur kali ini," sahut Kiara
"Aku dan Kiara saling mencintai Pak dan kedatangan kami kemari untuk meminta restu dari pak Danu. Untuk mengijinkan saya untuk menikahi Kiara," sahut Kevin yang langsung menyampaikan point dari kedatangannya ke rumah keluarga Kiara.
__ADS_1
Permintaan itu jelas sangat mengejutkan. Begitu juga dengan Rachel yang tidak percaya jika Kevin dan Kiara benar-benar serius dan sekarang ingin menikah.
"Maaf jika ini mengejutkan. Tetapi ini sudah keputusan kami berdua," sahut Kevin.
"Kevin apa kamu akan bertanggung jawab sepenuhnya pada Kiara?" tanya Danu.
"Saya sangat mencintainya dan tanggung jawab saya bukan hanya dengan apa yang terjadi dulu. Tapi sekarang dan bahkan selamanya, saya akan terus bertanggung jawab," sahut Kevin dengan sangat yakin.
"Lalu keluarga kamu bagaimana?" tanya Sahila.
"Dulu demi Kiara dan Kiara demi keluarganya. Kami berpisah untuk kebaikan masing-masing. Tetapi pada kenyataannya tidak. Papa tidak menepati janjinya dan membuat luka yang lebih parah dan kali ini saya tidak akan menyerah atau mengalah," ucap Kevin.
"Saya mencintai Kiara dan akan mencintainya sampai kapanpun," tegas Kevin.
"Lalu kamu Kiara? Apa kamu siapa dengan resiko yang pasti tidak mudah?" tanya Danu.
"Aku juga mencintai Kevin pah dan jika Kevin ingin berjuang maka aku akan berjuang bersamanya dan mungkin berbicara tentang resiko itu sudah tidak di pikirkan lagi. Karena aku dan Kevin siapa menghadapi hal sebesar apapun itu," jawab Kiara.
Danu membuang napas beratnya perlahan kedepan dan melihat kearah Sahila sang istri. Sahila menganggukkan kepalanya.
"Kalian berdua sama-sama menderita selama bertahun-tahun dan papa tidak bisa memberikan kamu kebahagiaan Kiara. Jika memang dengan menikah dengan Kevin membuat kamu bahagia maka tidak ada alasan untuk papa untuk menghalanginya," ucap Danu memberi keputusan dengan bijak.
Kiara dan Kevin sama-sama kaget dan juga terkejut mendengar keputusan Danu.
"Papa merestui kalian berdua dan berjuanglah bersama-sama. Jangan pikirkan papa. Papa adalah kepala keluarga yang wajib mindungi keluarga ini dan kalian berdua berjuanglah untuk diri kalian," ucap Danu yang membuat Kiara meneteskan air mata.
Kiara langsung menghampiri Danu dan memeluk Danu. Pasti tidak pernah di duganya. Jika Danu memberikan jalan kepadanya dan juga Kevin. Dan juga tidak pernah menduga dengan respon keluarga Kiara yang sangat baik.
__ADS_1
"Alhamdulillah papa merestui Kiara dan Kevin. Aku tidak percaya. Jika perjuangan Kiara dan Kevin tidak akan sia-sia dan mendapatkan jalan yang tepat," batin Rachel yang juga ikut bahagia dan terharu mendengar keputusan bijak dari keluarganya.
Bersambung