
"Maaf tuan saya sudah merepotkan tuan," ucap Kiara yang merasa tidak enak.
"Tidak ada yang merepotkan aku hanya melakukan apa yang di butuhkan," sahut Kevin.
"Tidak seharunya tuan menunggu saya yang pada akhirnya kita terjebak hujan," ucap Kiara yang melihat ke arah Kevin.
"Jika terjebak hujan bisa membuat cerita baru atau mengulik cerita lama kenapa tidak?" sahut Kevin yang juga melihat ke arah Kiara yang membuat ke-2nya saling melihat dalam tatapan mata Kiara penuh kebingungan dalam kata-kata Kevin.
Dalam bayangan Kevin dia terbayang bagaimana pernah dulu dia juga pernah terjebak dengan Kiara saat hujan deras dan Kiara begitu suka hujan yang bermain hujan dan mungkin saat itu Kevin pertama kali jatuh cinta pada Kiara yang hidupnya sangat simpel yang bisa tertawa bahagia dengan air hujan yang juga membuat Kevin mampu mengukir senyum waktu itu.
Tarrr
Suara petir yang menyambar begitu kuat membuat Kiara tersentak dan refleks langsung memeluk Kevin dengan wajahnya yang mendarat di dada Kevin yang menutup matanya yang sangat takut dengan suara petir yang terdengar kuat.
Hening dalam hal spontan yang di lakukan Kiara. Jantung yang semakin berdetak kencang dengan tidak menentu. Baik Kiara sendiri atau juga Kevin dan yang berdetak karena petir. Atau karena dirinya yang memeluk Kevin dan sama dengan Kevin yang merasakan hangat dan pasti Kiara dapat mendengar suara detakan jantungnya.
Sampai beberapa saat Kiara tersadar dan membuka matanya perlahan yang menyadari dia berada di pelukan siapa dan dengan cepat langsung menjauh.
"Maafkan saya tuan. Saya tidak sengaja," ucap Kiara yang salah tingkah dan mendadak sangat canggung.
"Tidak apa-apa," itu jawaban yang keluar dari mulut Kevin.
Kiara menatap lurus kedepan dengan mengatur napasnya yang mendadak tidak normal. Tidak tau bagaimana perasaannya sekarang ini yang merasakan hal aneh dengan Kevin.
"Kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Kevin. Kiara menjawab hanya dengan anggukan kepalanya.
"Oh iya tuan saya ingin bertanya boleh?" tanya Kiara yang kelihatan sangat hati-hati ingin bertanya.
"Katakan ada apa?" tanya Kevin.
"Hmmmm, apa tuan seperti ini kepada semua orang?" tanya Kiara yang memberanikan diri untuk bertanya.
"Maksudnya seperti ini bagaimana?" tanya Kevin heran.
"Jujur pertama kali saya melihat tuan. Tuan itu orang yang cuek, dingin dan mungkin tidak peka dengan yang ada di sekitar. Tetapi hari semakin lama dan kita semakin sering bertemu. Saya merasa tuan itu orang yang hangat dan sangat perhatian pada orang di sekitar dari hal kecil sampai yang bersar
__ADS_1
Dan termasuk kepada saya," jelas Kiara
"Apa yang ingin kamu tanyakan sebenarnya?" tanya Kevin yang merasa Kiara berbicara sangat berbelit-belit.
"Saya merasa tuan sangat berlebihan kepada bawahan tuan. Jika tuan seperti ini kepada semua orang apa itu tidak membuat mereka berpikiran hal lain dan berharap hal lain?" tanya Kiara.
"Kamu tidak suka dengan perlakukan saya kepada kamu?" tanya Kevin yang tau apa maksud Kiara.
"Bukan begitu. Tetapi jika tuan begitu kepada semua orang yang ada di sekeliling tuan dan apa lagi kepada wanita. Bagaimana jika mereka salah paham dan salah mengartikan perhatian itu?" tanya Kiara.
"Kenapa harus memakai kata mereka Kiara. Kenapa kamu tidak mengatakan. Jika kamu yang takut salah mengartikan semuanya?" tanya Kevin yang sudah bisa menebak arah pembicaraan Kiara.
Kiara menelan salavinanya mendengar apa yang di katakan Kevin yang tau apa yang di maksud Kiara sampai Kiara bungkam dan tidak bicara lagi. Memang dia penasaran dengan Kevin yang begitu baik kepada-nya dan Kiara juga takut terbawa suasana dengan semua perhatian Kevin.
"Jika kesimpulan dari pertanyaan kamu apa saya seperti ini kepada semua orang. Atau hanya satu orang atau hanya kepada kamu saja. Maka jawabannya saya seperti ini hanya kepada kamu. Dan tidak kepada orang lain," ucap Kevin dengan menatap Kiara begitu dalam.
Deg- deg-dek.
Suara jantung Kiara semakin tidak terkontrol saat mendengar kata-kata Kevin. Debaran jantung semakin tidak normal yang di rasakannya.
"Apa alasannya?" tanya Kiara dengan suara seraknya yang mulutnya sangat berani bertanya padahal sejak tadi dia berusaha untuk menahan diri.
"Lalu bagaimana jika saya salah paham dan sampai bermain hati?" tanya Kiara yang tidak tau kenapa dia nekat berbicara seperti itu pada atasannya.
Mungkin apa yang di lakukan Kevin kepadanya hal kecil sampai besar yang membuat Kiara jatuh hati kepada Kevin.
"Tidak ada yang salah dengan hati. Semua orang berhak bermain hati dan jika harus 2 kali, itu juga tidak ada yang salah. Meski pernah. Kamu akan menjadi versi kedua yang bermain hati," jawab Kevin.
Kata-kata Kevin yang tidak di mengerti Kiara. Namun dari kata-kata itu seakan Kevin membiarkan Kiara untuk jatuh cinta padanya. Dan Kevin seolah tau perasaan Kiara.
"Tuan punya tunangan," sahut Kiara yang semakin ingin memperjelas perasaannya.
Kevin meraih tangan Kiara yang bergetar dan mendekatkan diri lebih dekat pada Kiara dengan mereka yang saling berhadapan. Kevin meletakkan telapak tangan Kiara di dada Kevin.
"Aku bukan hanya punya tunangan. Tetapi di hatiku juga ada wanita yang tidak akan bisa tergantikan oleh siapapun. Aku mencintainya dan aku mengijinkanmu untuk jatuh hati dalam versi dirimu yang sekarang," ucap Kevin yang menatap Kiara dalam-dalam.
__ADS_1
Kiara sampai tidak bisa mengatakan apa-apa. Tidak tau pembicaraan macam apa ini dan tidak mengerti maksud dari perkataan Kevin.
"Kiara kau dan aku berhak untuk kembali sama-sama saling jatuh cinta meski kita bukan orang yang dulu," lanjut Kevin yang semakin membuat Kiara bingung yang sekarang sedang berperang dengan perasaannya.
Keduanya hanya diam dengan saling menatap satu sama lain. Dengan perasaan mereka yang sama-sama saling berperang.
**********
Malam sudah terlewatkan dan sekarang pagi sudah kembali tiba lagi. Sisa air hujan kemarin hanya tinggal tetesan terakhir yang jatuh di atas genteng.
Kembali di desa kaki gunung 5 di mana Kiara yang sedang berdiri di depan cermin yang menyisir rambutnya. Wajah Kiara yang cantik yang penuh dan bertambah cantik yang sejak tadi dia tersenyum terus. Sangat jelas bisa di lihat Kiara ini sedang lagi jatuh cinta wajahnya berseri-seri yang mungkin sesuai dengan hatinya.
"Kiara!" tegur Amanda membuat kita sedikit kaget.
"Eh Amanda," sahut Kiara yang mengelus dadanya yang sebelumnya begitu kaget dengan Amanda yang menegurnya tiba-tiba.
"Amanda kamu ini ngagetin aja," gumam Kiara yang mengelus-elus dadanya dengan mengatur napasnya.
"Lagian kamu pake acara melamun segala. Lagi ngelamun apa coba?" tanya Amanda.
"Siapa yang melamun. Orang aku tidak melamun kok," sahut Kiara yang mengelak.
"Ya sudah buruan kamu siap-siap. Kita akan pulang hari ini," ucap Amanda.
"Pulang!" pekik Kiara yang terkejut mendengarnya yang kelihatannya Kiara tidak tau kalau ini sudah waktunya pulang.
"Iya pulang. Kenapa masih betah di sini?" tanya Amanda.
"Kok tiba-tiba pulang?"tanya Kiara.
"Tiba-tiba bagaimana Kiara. Ini sudah jadwalnya pulang dan anak-anak yang main sudah beres-beres dan kamu nya aja yang masih asyik sendiri senyum-senyum di depan cermin," ucap Amanda.
"Iya-iya deh aku akan beres-beres. Namanya juga aku lupa," sahut Kiara.
"Ya sudah aku bantuin ya. Biar kamu cepat selesai," ucap Amanda.
__ADS_1
"Iya," sahut Kiara.
Bersambung