Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 76


__ADS_3

Tidak jauh-jauh ternyata Kevin membawa Kiara duduk di salah satu tempat yang masih di sekitaran menara Eiffel yang mana mereka duduk berdua di atas rumput dengan Kiara yang berada di pelukan Kevin dengan wajahnya menempel pada dada bidang itu.


"Kamu tidak membalas pesanku dan membuatku khawatir," ucap Kevin dengan suara beratnya. Kiara mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kevin.


Kiara membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Menghidupkan ponsel itu dan ketika sudah hidup. Kiara langsung membukanya dan melihat pesan Kevin yang pamit mau ke Paris.


"Jadi kemarin kami nitip pesan ingin pamit ke Paris," ucap Kiara yang baru tau.


"Iya benar dan kamu tidak membacanya," jawab Kevin.


"Maaf ponselku mati," ucap Kiara.


"Sudahlah kita lupakan saja yang penting aku bertemu dengan kamu di sini," ucap Kevin. Kiara mengangguk.


"Katakan kepadaku kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Kevin.


"Aku ada urusan penting dan makanya berangkat ke Paris dan tidak sempat mengatakannya pada kamu. Karena ini juga mendadak," jawab Kiara.


"Hanya itu saja?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya dan Kiara kembali menundukkan kepalanya memeluk Kevin dengan erat.


"Aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Kiara pada Kevin.


"Katakan apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Kevin sembari mengelus-elus rambut Kiara.


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Kiara mengangkat kembali kepalanya dan melihat ke arah Kevin.


Kevin menganggukkan kepalanya, "aku sangat mencintaimu," jawan Kevin jujur.


"Sejak kapan?" tanya Kiara.


"Sejak pertama kali kamu masuk ke dalam hidupku. Kamu membuat hidupku jauh lebih punya arah dan aku merasakan seperti manusia normal yang bisa merasakan cinta," jawab Kevin membuat air mata Kiara jatuh.


"Apa cinta itu pernah hilang?" tanya Kiara.


"Tidak pernah hilang. Cinta itu tetap ada dan walau tidak adanya kamu. Karena hati kamu sudah menjadi milikku. Begitupun sebaliknya hati ku ada pada kamu dan aku tidak bisa pergi kemanapun atau jatuh hati pada wanita manapun," ucap Kevin dengan matanya berkaca-kaca dan Kiara sangat percaya itu. Karena terlihat dari ketulusan di mata Kevin.


"Lalu bagaimana dengan kamu? Apa kamu mencintaiku?" tanya Kevin.


Kiara menganggukkan kepalanya, "aku sangat mencintai kamu," jawab Kiara.


"Sejak kapan?" tanya Kiara.


"Aku tidak tau sejak kapan. Tetapi hatiku selalu bergetar saat bersamamu dan aku merasa kehilangan saat tidak bersamamu," jawab Kiara.


Kevin kembali mencium dengan lembut keningnya Kiara dan kembali memeluknya.


"Aku ingin menjadi Kiara versi sekarang yang akan melupakan masa lalu kita yang pahit dan aku juga tidak akan menyerah dengan cinta ini," batin Kiara dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


************


Setelah Kevin dan Kiara bertemu mereka langsung menuju Apartemen Shela yang mana Kevin mengantarkan Kiara pulang. Dan begitu sampai Kiara langsung membuka pintu Apartemen tersebut.


"Kamu tinggal di sini?" tanya Kevin yang kepalanya berkeliling melihat Apartemen tersebut.


"Iya aku menginap di sini. Dan ini punya Shela," jawan Kiara.


"Shela," sahut Kevin.


"Iya Shela sekretaris kamu," jawab Kiara yang membenarkan pemikiran Kevin.


"Begitu rupanya," sahut Kevin yang matanya fokus pada kamar yang pintunya terbuka dan dari luar terlihat berantakan.


"Kamar siapa itu?" tunjuk Kevin dan Kiara melihat kamar itu.


"Kamar ku," jawab Kiara.


"Berantakan sekali," sahut Kevin yang melangkah ingin masuk. Namun Kiara langsung menghentikannya dengan memegang tangan Kevin.


"Itu sebenarnya gudang," ucap Kiara yang mencegah Kevin yang tidak ingin Kevin memasuki kamar itu.


"Kamarku ada di atas kok. Tadi memang mau di situ. Tetapi aku salah ternyata," ucap Kiara dengan gugup yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


"Jadi begitu," sahut Kevin yang mengangguk-angguk saja yang percaya saja pada Kiara.


"Mengusirku," sahut Kevin dengan alisnya yang terangkat.


"Tidak mengusir," sahut Kiara.


"Baiklah aku mengerti. Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu. Kamu pasti lelah dan juga harus beristirahat. Kamu istirahatlah," ucap Kevin dengan memegang ke-2 bahu Kiara. Kiara menganggukkan kepalanya.


"Besok pagi aku menjemputmu. Aku ingin jalan-jalan bersamamu," ucap Kevin.


"Iya," sahut Kiara yang mengangguk saja dan pasti sangat bahagia jika Kevin mengajaknya jalan-jalan.


"Ya sudah aku pulang dulu ya," ucap Kevin pamit.


"Hmmmm, hati-hati," sahut Kiara dan Kevin pun akhirnya pergi dari apartemen Kiara. Kiara menghela napasnya dan Kiara langsung buru-buru ke kamar itu.


"Untung saja tadi Kevin tidak masuk," gumma Kiara.


Kelihatannya Kiara tidak ingin Kevin tau. Jika dia sudah mengingat semuanya. Makanya Kiara mencegah Kevin untuk masuk kedalam kamar tersebut. Karena barang-barang yang di bongkar Kiara masih berserakan di kamar tersebut.


Kiara menghela napasnya dan langsung menyusun barang-barang tersebut dengan wajahnya yang tersenyum. Kiara melihat foto-fotonya, kebersamaannya dengan Kevin membuatnya tersenyum.


Dia ingin mengubur semua kesedihannya menjadi kebahagiaan. Karena dia ingin tetap menjalankan hubungannya dengan Kevin karena dia sangat mencintai Kevin.

__ADS_1


************


Pagi yang indah dan sangat cerah menjadi saksi kebersamaan Kiara dan Kevin yang berjalan-jalan di kota Paris layaknya pasangan kekasih.


Dari tempat wisata, menara Eiffel, tempat makan, tempat bersejarah dan lain sebagainya di kunjungi mereka dengan tangan yang selalu bergenggaman yang tidak ingin lepas.


Jangan tanya wajah mereka yang tidak bisa bohong jika mereka sangat bahagia. Jangan tanya hati mereka. Hati mereka pasti jauh lebih bahagia lagi.


"Kamu mau eskrim?" tanya Kevin.


"Mau," jawab Kiara.


"Aku beli sebentar ya," ucap Kevin.


Kiara menganggukkan kepalanya dan Kevin langsung pergi untuk membeli eskrim tersebut sementara Kiara menunggu di salah satu bangku.


Tidak lama Kevin datang dan membawakan eskrim untuk Kiara dan langsung memberikan pada Kiara.


"Makasih," ucap Kiara yang langsung membukanya dan langsung menikmatinya menjilat eskrim tersebut. Kevin tersenyum dengan mengusap pucuk kepala Kiara dan Kiara juga tersenyum melihat Kevin dan memberikan eskrim tersebut pada Kevin.


Kevin pun menjilatnya dan pasti mulut Kevin sedikit berantakan yang membuat Kiara tersenyum dan langsung mengusap bibir Kevin.


"Kayak anak kecil," ucap Kiara dengan gemes yang membuat Kevin tersenyum.


"Aku suka Kiara dengan kamu seperti ini. Kamu lebih lepas sekarang," ucap Kevin yang membuat Kiara tersenyum.


"Memang selama ini aku tidak lepas?" tanya Kiara.


"Tidak. Kamu banyak tidak enaknya dan banyak gengsinya," jawab Kevin.


"Bagaimana aku bisa merasa enak harus jalan bersama atasanku," ucap Kiara dengan candaan.


"Jadi menganggapku atasan," sahut Kevin.


"Aku Dokter pribadi tuan Kevin. Lalu aku jatuh cinta pada tuan Kevin. Jadi bagaimana aku tidak enak," ucap Kiara.


"Mana ada hal seperti itu," sahut Kevin yang membuat Kiara tersenyum.


"Pokoknya aku mau kamu seperti ini terus. Tidak ada kata malu," tegas Kevin dengan wajah seriusnya.


"Tidak seperti itu juga dong. Aku akan seperti ini sesuai dengan keberadaan dan di mana kita," ucap Kiara.


"Iya-iya terserah kamu aja deh," sahut Kevin yang membuat Kiara tersenyum dan kembali memberikan pada Kevin eskrim nya.


"Kita jalan lagi?" tanya Kevin.


"Boleh," sahut Kiara yang pasti begitu semangat. Mereka berdua pun meninggalkan tempat itu menuju tempat yang lain untuk mereka jalan-jalan yang menghabiskan waktu bersama dengan kesempatan yang ada.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2