Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 115 Detik-detik terakhir


__ADS_3

Kiara dan Kevin sama-sama keluar dari kamar dengan Kiara yang memegang lengan suaminya. Kevin masih dalam perawatan. Sebenarnya Kevin tidak apa-apa dan merasa sudah baik-baik saja. Hanya saja Kiara yang terlalu khawatir pada suaminya itu.


Mereka menuruni anak tangga. Menghampiri keluarga yang terbuat sedang melihat televisi. Ada berita gebrakan baru di pagi hari .


Danu, Sahila, Mariana, Alana, Zavier, Ziva, Rachel. Bahkan ada Saras yang sudah baikan bersama suaminya. Mereka menyaksikan sama-sama berita yang di tampilkan di televisi.


"Pemirsa. Pemilihan pemimpin Perusahaan akan di laksanakan Minggu depan. Namun salah satu calonnya Daniel Sutono terlibat scandal besar. Danu Sutono yang di jemput paksa polisi di kediamannya di rumah mewahnya,"


"Daniel Sutono terlibat pencucian uang dengan jumlah yang fantastis. Bukan hanya itu Daniel Sutono juga terbukti mencuri beberapa data Perusahan-perusahaan lain yang merugikan usaha-usaha di negara kita ini,"


"Terkait pemilihan pimpinan. Daniel juga melakukan beberapa tindak penyerangan dengan lawannya Kevin Alex Vino Winata. Terlibat keracunan di kaki gunung. Pembakaran di gunung lima dan juga penyerangan secara personal yang di lakukan beberapa kali. Hal itu dapat di buktikan dalam waktu dekat ini,"


"Polisi sudah menyelidiki semua kejahatan yang di lakukan Daniel Sutono dan akan di proses hukum lebih lanjut. Terkait kasus besar ini. Daniel Sutono juga di berhentikan dari kandidat pemilihan dan kembali ke pada masyarakatnya bagaimana selanjutnya,"


Berita yang terdengar di televisi itu membuat semua orang yang ada di ruang itu lega dan sama-sama saling melihat dengan senyum di wajah mereka.


"Alhamdulillah akhirnya masalahnya selesai," ucap Danu yang merasa lega.


"Ini suatu anugrah yang di berikan Allah untuk kita semua. Alhamdulillah untuk semua ini," sahut Sahila.


"Masalah selesai. Dan dia mendapatkan balasan yang harus di pertanggung jawabkan nya. Hukuman yang setimpal di penjara," sahut Mariana.


"Seharusnya dia memang mendapatkan pelajaran itu," sahut Sahila.


"Tidak sia-sia aku pergi mengambil file itu seperti seorang penyusup. Hasilnya ternyata begitu bagus," sahut Zavier menyombongkan dirinya.


"Iya deh yang ikut terlibat," sahut Ziva.


"Kamu keren Zavier. Kamu pemberani," sahut Alana dengan mengacungkan 2 jempolnya.


"Siapa dulu dong Zavier," sahut Zavier yang langsung Sombong.


"Ya ampun bisa sampai besar kepala itu," sahut Ziva dengan kesal.

__ADS_1


"Udah nggak apa-apa besar kepala yang penting Zavier ikut membantu dan dia punya keberanian. Anak laki-laki memang harus seperti itu," sahut Rachel.


"Iya-iya deh," sahut Ziva.


Kiara dan Kevin juga saling melihat dan mereka tersenyum. Kevin mengusap-usap pucuk kepala Kiara.


"Kamu hebat," ucap Kiara memuji suaminya itu.


"Kamu juga hebat," sahut Kevin.


Mereka lebih terharu dengan usaha mereka yang tidak sia-sia. Sama dengan Saras dan juga Alan. Mereka ikut bahagia atas keberhasilan ini.


Namun Saras menoleh ke arah sudut. Ada Mitra Winata yang juga menyaksikan berita dari kejauhan itu. Namun setelah itu Mitra Winata langsung pergi dengan eksperesi tidak terbaca.


"Aku tau semua yang terjadi adalah perbuatan papa. Aku hanya berharap setelah ini papa benar-benar sadar dengan apa yang papa lakukan. Bahkan Kevin masih menolong papa. Meski papa melakukan hal yang tidak benar," batin Saras dengan harapan di hatinya untuk mertuanya itu.


************


Mitra Winata sedang duduk berdiri di teras dengan murung dan tidak tau apa yang ada di pikirkannya. Dia sudah berada 24 jam di rumah itu. Tetapi tidak sekalipun mengeluarkan suara dan tidak ada juga orang yang berbicara kepadanya.


Danu yang menegurnya dan menghampirinya. Danu berdiri di sampingnya dengan ke-2 tangan Danu memegang pagar teras.


"Aku tidak tau apa kesalahan keluarga ku. Aku tidak tau jika putriku yang mencintai putramu adalah suatu kesalahan. Putriku masih sangat mudah dan jatuh cinta. Di usianya yang mudah harus menanggung semuanya dan memilih berpisah dan dia melakukan semua itu demi keluarganya,"


"Kami tidak pernah melarangnya atau menyuruhnya untuk menghentikan hubungannya dengan Kevin baik itu 4 tahun lalu. Tetapi dia sendiri yang menginginkan hal itu. Karena dia tidak ingin keluarganya kenapa-kenapa,"


"Setelah dia berkorban. Ternyata dia tidak mendapatkan keadilan di depan matanya. Keluarganya hancur dan dia juga di celakai dan ingatannya hilang. Dan dia kembali lagi dan kali ini yakin dengan hubungannya dan tidak menyerah,"


"Saya dan istri saya hanya ingin Kiara bahagia dan menyerahkan semua kepada Kevin,"


"Tuan tidak bisa menutup hati tuan. Lihat apa yang terjadi. Kiara dan Kevin sama-sama berjuang. Tuan bisa melihat cinta mereka begitu kuat dan bisa melihat mereka bisa menyelesaikan masalah ini sama-sama," Danu mengeluarkan semua yang ingin di katakannya.


Ini pertama kali bagi Danu bicara dengan mantan atasannya itu dan sepanjang Danu berbicara. Mitra Winata hanya diam saja.

__ADS_1


"Tuan Mitra Winata. Apa yang membuat anda tetep ingin mereka tidak bersama. Apa tuan tidak bisa melihat anak tuan sendiri bahagia. Papa tidak bisa mengolah untuk mereka? Apa tuan akan rugi jika melihat mereka bahagia?" tanya Danu.


Meski bertanya begitu banyak. Namun tidak ada jawaban yang di dapatkan Danu.


"Dengan semua yang terjadi. Saya hanya berharap tuan bisa sadar dan menerima mereka. Menerima hubungan mereka dan keluarga tuan ada di sini dan mereka juga bahagia. Kebahagiaan bukan hanya tahta semata. Tetapi juga kebersamaan ikatan dan pasti cinta. Saya harap tuan memahami hal itu," ucap Danu yang mengakhiri masukannya dan meninggalkan Mitra Winata.


karena sejak tadi Mitra Winata tidak bicara sama sekali. Setelah kepergian Danu. Mitranya Winata hanya menghela napasnya saja yang tidak tau artinya apa.


********


Monica masih saja terus menjaga Rangga. Rangga masih belum sadar dengan alat-alat medis yang ada di dalam kamar itu yang membantu Rangga.


"Rangga kamu bangunlah. Kamu harus tau. Jika semua masalah sudah selesai dan keluarga kamu sangat menunggu kamu untuk bangun. Termasuk aku. Aku juga ingin kamu bangun," ucap Monica dengan wajah senduhnya menatap Rangga. Dia sangat menunggu-nunggu waktu yang tepat untuk Rangga bangun.


Krekkk.


Pintu kamar itu terbuka dan terlihat yang masuk adalah Kiara.


"Aku ingin mengecek keadaan kak Rangga," ucap Kiara.


"Silahkan!" sahut Monica yang berdiri dari tempat duduknya. Membiarkan Kiara yang mengecek keadaan Rangga.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Monica.


"Tidak ada perubahan. Masalah sudah selesai dan situasi juga sudah membaik. Aku dan keluarga sudah sepakat akan membawa kak Rangga kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik," ucap Kiara.


"Itu hal yang bagus. Aku berharap Rangga cepat membaik. Dia cepat bangun," sahut Monica.


"Kita doakan saja dan aku juga berterima kasih pada kamu Monica yang sudah menolong kak Rangga," ucap Kiara.


"Kamu tidak perlu berterima kasih. Yang penting sekarang Rangga sudah ada di sini dan akhirnya Daniel mendapatkan hukumannya. Aku hanya berharap kamu dan Kevin juga baik-baik saja dan Om Mitra Winata tidak melarang hubungan kalian lagi," ucap Monica yang dengan tulus pada doanya.


"Terima kasih untuk doa kamu," sahut Kiara dengan tersenyum. Monica juga tersenyum pada Kiara dan sama-sama berharap ya terbaik untuk Rangga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2