Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 39 Insiden.


__ADS_3

Masih berada di puncak gunung yang tinggi yang terletak di kaki gunung dan tempat mereka semua yang berada di sana yang sekarang sedang istirahat malam di tempat yang sudah di siapkan. Sama dengan Kevin yang sekarang juga sedang beristirahat di tempatnya.


Namun mata Kevin bergerak-gerak saat telinganya mendengar suara ribut. Sampai pada akhirnya Kevin membuka matanya.


"Suara apa itu?" tanya dengan penuh kebingungan yang mendengar suara ribut-ribut yang membuatnya kebingungan yang tidak tau suara apa itu dan Kevin yang penasaran langsung keluar dari dalam tendanya.


Saat keluar dari dalam tenda Kevin melihat warga-warga lari ke sana dan kemari yang heboh dengan menjerit-jerit yang membuat Kevin bingung dengan apa yang terjadi. Ada juga api yang berkobaran seperti ada kebakaran.


"Ada apa ini!" gumam Kevin dengan kepanikan yang langsung melihat ke sekelilingnya yang penuh dengan kehebohan dengan orang-orang yang berlari kesana kemari


"Arya ada apa ini?" tanya Kevin ketika melihat Arya yang juga berlari.


"Tuan! Tiba-tiba ada penyusup yang menyerang tempat ini dan membakar beberapa rumah," jawab Arya dengan wajah paniknya yang mengatakan semuanya yang membuat Kevin terkejut.


"Lalu bagaimana dengan ke adaan warga di sini?" tanya Kevin.


Warga melakukan perlawanan dan pasti menyebabkan ada yang terluka dan ada juga beberapa warga yang di bawa pergi dan sebagian masih mencari penyusupnya untuk membebaskan para Sandra," jawan Arya dengan penjelasan.


"Sial! Kenapa semua ini terjadi," umpat Kevin dengan memegang kepalanya dan melihat kericuhan di sekitarnya.


Kevin mengusap wajahnya dengan kasar dan mencoba menenangkan diri dengan menarik napasnya perlahan kedepan dan kembali melihat di sekitarnya.


"Kamu bantu untuk menenagkan warga yang ada di sini," ucap Kevin.


"Kalau begitu bagaimana dengan warga yang Sandra tuan?" tanya Arya.


"Ada beberapa yang di Sandra? Dan mereka di bawa kemana?" tanya Kevin.


"Ada beberapa orang tuan para wanita dan ada juga beberapa warga pria yang mengejar mereka," jawab Arya.


"Ya sudah kita padamkan api dulu yang ada di sekitar kita dan nanti kita bantu menyusul untuk warga lainnya," ucap Kevin.


"Baik tuan," sahut Arga dan mereka semua langsung buru-buru untuk memadamkan api tersebut ada beberapa pondok warga yang terbakar.


"Kiara! Kiara!" Kiara!" terdengar suara Shela yang berteriak yang mencari-cari dengan penuh kebingungan.


"Shela ada apa?" tanya Kevin yang melihat Shela yang berteriak dengan heboh.

__ADS_1


"Tuan Kevin Kiara tidak ada di pondoknya dan saat kejadian tadi dia masih bersamaku membantu warga. Namun aku tiba-tiba tidak melihatnya," jelas Shela dengan wajah paniknya.


"Apa kamu bilang apa itu artinya Kiara menghilang?" tanya Kevin.


"Sepertinya Nona Kiara ikut di bawa pergi," sahut Arya yang menduga-duga yang membuat Kevin kaget dengan salivanya yang kesulitan di telan.


"Apah!" pekik Kevin dengan wajah shocknya.


"Arah mana mereka pergi?" tanya Kevin.


"Ke ujung jalan sana tuan," jawab Arya.


Tanpa banyak bicara Kevin langsung menyusul warga-warga yang membebaskan Sandra.


"Tuan Kevin!" Arya dan Shela bermaksud untuk menyusul. Namun Arya menghentikan Shela.


"Ini terlalu bahaya untuk kamu. Kamu jangan ikut, biar kami yang pergi," ucap Arya.


"Baiklah pak Arya mohon untuk teman saya di selamatkan," ucap Shela.


"Itu pasti," sahut Arya yang langsung pergi menyusul Kevin.


Kevin menyusul para warga yang mencari orang-orang yang sempat di bawa sampai akhirnya perjalanan sangat jauh menuju hutan dan Kevin menemukan beberapa warga.


"Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Kevin yang melihat para warga yang terlihat kelelahan dan ada juga yang terluka.


"Tuan Kevin! Kenapa anda ada di sini. Tempat ini berbahaya," sahut salah seorang pria yang mungkin mereka adalah orang-orang hebat dalam bertarung sampai nekat menyusul para penyusup.


"Saya tidak bisa tinggal diam dan bagaimana apa kalian baik-baik saja?" tanya Kevin yang melihat satu-satu orang-orang tersebut.


"Kami baik-baik saja tuan. Hanya ada luka-luka kecil dan kami juga berhasil menyelamatkan warga yang sempat di bawa pergi," jawab pria itu.


"Lalu di mana Dokter Kiara?" tanya Kevin yang sama sekali tidak melihat Kiara di antara 5 wanita yang menjadi Sandraan.


"Dokter Kiara tidak ada bersama kami," sahut salah seorang warga.


"Bagaimana mungkin tidak ada bersama kalian. Jelas-jelas Kiara tidak ada di pondok," jawab Kevin.

__ADS_1


"Tapi memang hanya kami ber-4 yang di tarik kehutan dan tidak lama bapak-bapak ini datang dan orang-orang tersebut langsung lari dan hanya mendorong kami saja," ucap salah seorang warga yang menjadi Sandraan.


"Itu tidak mungkin. Karena Kiara tidak ada di pondok," jawan Kevin yang semakin panik.


Mendengar hal itu membuat warga juga semakin bingung dan tidak tau harus mengatakan apa.


Tolong! Tolong! Tolong! tolong!" tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras suara seorang wanita yang meminta tolong.


"Kiara!" Kevin langsung menyimpulkan itu adalah Kiara dan tanpa basa-basi Kevin langsung pergi mencari suara tersebut.


"Tuan!" Panggil para pria itu dan mereka bingung harus melakukan apa. Karena mereka juga harus membawa-bawa para wanita itu kembali.


"Bagaimana ini. Bisa bahaya ini jika tuan Kevin di biarkan pergi?" tanya seorang warga yang kebingungan.


"Kita bagi tugas saja sebagain bawa mereka ke pondok dan sebagian kita suusk tuan Kevin," ucap salah satu warga yang memberikan masukan.


"Ya sudah baik kalau begitu. Kalau begitu jangan buang-buang waktu kita langsung bergerak," sahut seorang warga dan mereka setuju yang langsung cepat membagi tuga yang sebagian membawa warga-warga yang berhasil di selamatkan dan sebagian menyusul Kevin yang menyelamatkan Kiara. Karena Kevin yakin itu adalah suara Kiara.


********


Kiara benar-benar menjadi tahanan penyusup- penyusup yang memakai topeng itu yang membawa Kiara dengan ke-2 tangan Kiara yang di ikat di belakang.


"Lepaskan! Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!" berontak Kiara saat tubuhnya di dorong-dorongan oleh 3 orang pria yang tidak tau siapa yang memaksanya masuk ke hutan lebih jauh.


"Diam kamu!" bentak pria itu membuat Kiara yang adanya ketakutan mendapatkan bentakan itu dan dia juga sudah tidak bisa lagi meminta tolong karena setiap dia mengatakan sesuatu maka pria-pria itu akan melakukan hal kasar kepadanya karena Kiara juga di ancam dengan menggunakan pisau.


"Apa mau kalian sebenarny? dan siapa kalian?" tanya Kiara yang masih berani aja


"Kamu itu bisa diam tidak jangan banyak tanya. Kami membutuhkan kamu untuk di jadikan tumbal," jawab salah seorang pria itu.


"Jahat, kenapa kalian begitu jahat, sangat keterlaluan," umpat Kiara dengan kesal.


"Wanita ini benar-benar ya dari tadi mulutnya bicara terus," ucap salah seorang yang semakin kesal.


"Kita tutup saja mulutnya," sahut temannya yang punya ide.


"Itu ide bagus," sahut yang satunya dan mereka langsung menutup mulut Kiara dengan main agar Kiara tidak bisa bersuara lagi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2