
Namun Kiara yang kelihatan sangat bahagia dengan Kiara yang menaiki anak tangga dengan wajahnya yang tersenyum lepas dan memancarkan kebahagiaan.
"Dari mana kamu?" suara itu membuat langkah Kiara terhenti ketika memasuki kamarnya.
"Kak Rangga!" lirih Kiara membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Rangga yang duduk dengan wajah tampak tegang yang seperti menumpuk amarah dan Rachel yang berdiri dengan kedua tangannya di dadanya dengan Rachel yang tampak gelisah.
"Kiara kamu masih punya mulut? Dari mana kamu" tanya Rangga dengan menekan suaranya.
"Aku sudah bilang sama kak Rachel. Aku menginap di rumah Amanda. Rekan kerjaku," jawab Kiara yang memang melaporkan hal itu pada Rachel.
"Lalu dengan siapa kamu pulang?" tanya Rangga.
"Dengan....." Kiara sepertinya tidak ingin mengatakan jika dia pulang bersama dengan Kevin dan bahkan dia memang bersama Kevin belakangan ini.
"Dengan Amanda?" tanya Rangga yang masih santai.
"Iya!" Kiara mengangguk ragu.
Rangga mendengarnya mendengus dengan senyuman dan membuang napasnya dengan kasar. Lalu menghampiri Kiara yang berdiri di depan Kiara.
"Tulis surat pengunduran diri kamu dari rumah sakit Lexus dan jangan berhubungan dengan Lexus dan orang-orangnya," tegas Rangga yang membuat Kiara kaget dan begitu juga dengan Rachel.
"Apa maksud kak Rangga?" tanya Kiara.
"Jangan banyak tanya lakukan saja apa yang kakak perintahkan. Jangan mendekati orang-orang yang ada di Lexus," tegas Rangga.
"Kenapa?"
"Apa alasannya?" tanya Kiara.
"Jangan tanya alasannya dan kamu hanya harus menuruti apa yang kakak katakan," tegas Rangga.
"Aku tidak mau," sahut Kiara yang membantah.
__ADS_1
"Kiara kamu!" sahut Rangga.
"Jika itu hanya masalah wanita yang sekarang bersama dengan kakak. Aku sudah mengatakan tidak mengatakan apa-apa. Aku tidak bicara apa-apa dan tidak memberitahu apa-apa. Jadi aku minta sama kakak jangan mencampuri urusanku. Karena aku juga tidak pernah mencampuri urusan kakak," tegas Kiara.
"Berani sekali kamu melawan Kiara. Semua yang kakak lakukan demi kebaikan kamu dan pria yang namanya kamu sebut itu. Bukan Pria baik-baik," tegas Rangga.
"Jadi maksud kakak. Kakak yang lebih baik begitu. Jika kakak merasa lebih baik. Kakak tidak akan menjalin hubungan dengan wanita yang mempunyai pasangan," tegas Kiara yang membalikkan kembali.
"Kamu jangan sok menggurui kakak Kiara. Lalu kamu bagaimana hah! Kenapa kamu berbohong jika kamu pergi bersama teman kamu. Kamu sendiri bersama pria itu dan pulang bersamanya. Apa maksud kedekatan kamu dengannya hah!" sentak Rangga.
Kiara diam sejenak yang tidak menyangka jika kakaknya tau jika dia telah berbohong.
"Kenapa kamu diam? Jawab! Kamu punya hubungan dengannya!" teriak Rangga.
"Aku Dokter pribadi Kevin dan jelas aku punya hubungan dengannya," jawab Kiara.
"Baiklah kalau begitu kamu hentikan hubungan kamu, baik itu pekerjaan dan juga hal lainnya," tegas Rangga.
"Jangan keras kepala Kiara. Semua ini untuk kamu. Mereka bukan orang-orang baik Kiara. Kamu hanya akan menderita. Jadi hentikan semuanya. Jangan pernah menemui Kevin karena dia hanya akan membuat luka untukmu," tegas Rangga.
"Luka apa? tanya Kiara.
"Apa yang terjadi sebenarnya?"
"Kenapa kakak mengatakan hal seperti itu seperti mengetahui sesuatu. Seperti ada yang aku tidak ketahui. Jadi jawablah luka apa yang kakak maksud?" tanya Kiara dengan suaranya yang sedikit keras.
"Kak Rangga dan kak Rachel menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Kiara yang menduga-duga.
"Kakak sudah mengatakan jangan banyak tanya dan kamu harus memutuskan hubungan dengan rumah sakit dan orang-orang di sana!" tegas Rangga sekali lagi.
"Aku tidak mau! Aku bilang tidak maka tidak dan kak Rangga tidak bisa memaksaku," bentak Kiara dengan penuh penegasan.
"Jangan membantah Kiara, Lexus dan orang-orangnya termasuk Mitra Winata dan juga Kevin bukan manusia Kiara dan jangan main-main Kiara!" bentak Rangga.
__ADS_1
"Kalau begitu beri aku alasannya. Karena aku mencium ada sesuatu yang kakak sembunyikan. Jika aku tidak mendapatkan alasan yang jelas. Maka aku tidak akan mengikuti apa yang kakak mau," ucap Kiara yang merendahkan suaranya.
Rangga terdiam dengan mengatur napasnya yang amarahnya semakin meledak-ledak gara-gara adiknya itu yang keras kepala.
"Kenapa diam? kakak tidak punya alasannya, atau tidak ingin memberitahuku?" tanya Kiara.
"Kak Rachel katakan ada apa sebenarnya. Ada apa denganku dan juga Lexus. Dengan Kevin. Apa kalian tau apa yang aku rasakan. Kepalaku hampir pecah di saat aku berusaha ingin tau. Jadi jika kalian mengatakan aku hanya akan menderita. Justru aku sudah menderita dengan semua kebohongan, rahasia yang aku tidak ketahui," tegas Kiara dengan wajahnya yang tampak sangat lelah.
"Baiklah jika kalian memang tidak ingin memberitahu apa-apa. Aku akan mencari tau sendiri dan kalian tidak bisa menyuruhku untuk berhenti bekerja," tegas Kiara yang ingin pergi.
"Kamu jangan membantah Kiara!" Sentak Rangga.
"Jika kakak berusaha menghalangiku tanpa memberiku alasan dan apa yang terjadi sebenarnya. Maka aku akan tanya sendiri pada mama dan juga papa," tegas Kiara dengan suara rendahnya yang langsung pergi membuat Rangga kaget mendengarnya dengan matanya yang terbelalak kaget.
"Kurang ajar!" umpat Rangga yang mendobrak meja dengan bunyi yang sangat kuat membuat Rachel sampai kaget.
"Jadi Kiara belum mengingat apa-apa. Lalu bagaimana dengan hubungannya dengan Kevin. Apa yang di katakan Kevin kepadanya. Apa Kevin juga tidak memberitahu Kiara dengan apa yang terjadi," batin Rachel yang mengamati sejak tadi bicara Kiara.
Namun Rangga hanya penuh dengan emosi jiwa yang tidak bisa mengendalikan dirinya karena Kiara yang membantah dan apalagi Rangga sudah bisa menduga hubungan Kiara dan Kevin seperti apa.
"Aku semakin tidak bisa mengatasi mu Kiara. Jangan sampai hubunganmu dengan Kevin kembali yang akan membatalkan semua rencana ku. Aku melakukan semua ini untuk mu Kiara. Untuk membalaskan semua perbuatan mereka pada keluarga kita dan mau seharusnya paham itu," batin Rangga dengan tangan yang terkepal.
***********
Kevin berada di dalam mobil yang menyetir sembari menikmati roti yang di berikan Kiara tadi dengan Kevin yang sejak tadi senyum-senyum sendiri.
"Aku sangat bahagia Kiara. Kamu semakin hari semakin menunjukkan diri kamu yang aku temui pertama kali dulu. Aku tidak meminta kamu untuk mengingat semuanya. Karena aku tau itu sangat menyakitkan untuk kamu. Jadi biarlah kamu seperti ini dan kita menjalaninya seperti ini," batin Kevin dengan tersenyum.
Namun wajahnya tiba-tiba menjadi datar. Ketika mengingat sesuatu.
"Papa! Aku harus menemui papa!" Gumamnya yang teringat dengan Mitra Winata yang sudah menyerang dirinya.
Bersambung.
__ADS_1