Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 97 Haru.


__ADS_3

Setelah ijab kabul di ucapkan sangat lancar. Akhirnya Kiara dan Arga sekarang sungkem pada Sahila dan Danu. Kiara yang sangat lama memeluk Danu dengan begitu erat.


"Papa sangat berharap kamu sama Kevin terus saling menjaga dan kamu harus mendampingi Kevin terus apapun yang terjadi," ucap Danu yang berpesan pada Kiara.


"Iya pah. Terima kasih papa sudah memberikan Kiara dan Kevin restu," ucap Kiara. Danu mengangguk dan mencium pipi Kiara yang bergantian dengan pipi dan kanan Kiara lalu mencium lembut kening Kiara dengan rasa haru sebagai seorang ayah yang berhasil mengantarkan putrinya menikah.


Setalah kiara, Kevin lanjut sungkem pada Danu.


"Tolong jaga anak saya Kevin. Saya menitipkannya kepada kamu. Kamu berikan dia kebahagiaan, cinta dan kasih sayang. Tetap jaga dia dengan cara kamu," ucap Danu berpesan pada Kevin.


"Saya akan terus menjaga Kiara. Saya akan memberikan kebahagiaan dan tidak akan menyakitinya. Itu janji saya pada Pak Danu," ucap Kevin.


"Saya percaya itu Kevin," ucap Danu memeluk Kevin.


Kiara juga yang masih sungkem pada mamanya. Dengan memeluk Sahila begitu erat.


"Kamu sekarang sudah menjadi seorang istri. Jadilah seorang istri yang patuh yang menerima bagaimana keadaan dan kondisi suami kamu. Pernikahan ini tidak mudah untuk kamu dan Kevin. Jadi tetap bersama-sama untuk saling belajar," ucap Sahila berpesan pada Kiara.


"Iya mah terima kasih mama sudah mengingatkan Kiara dan Kiara akan belajar terus dari mama," ucap Kiara yang memeluk erat Sahila. Setelah itu Kiara melanjutkan sungkem lagi dan sekarang giliran Kevin pada ibu mertuanya.


"Jaga Kiara Kevin. Kamu yang tau bagaimana cara membahagiakannya. Kami sebagai orang tua melepasnya kepada kamu dan tolong jaga anak kami," ucap Sahila.


"Saya pasti akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Kiara," sahut Kevin dengan janji yang di ucapkannya.


Sungkeman hari itu berlanjut pada orang-orang yang lebih tua. Termasuk pada Rachel, pada Mariana dan juga Dokter Saras sebagai perwakilan dari keluarga Kevin.


Kiara mungkin sangat bahagia dengan pernikahannya. Menikah dengan orang yang di cintainya. Namun tetap dia sangat sedih. Karena kakak tertuanya tidak ada di sana. Tidak ada Rangga di sana.


Wajah Kiara tidak bisa bohong jika dia sangat menginginkan sosok Rangga. Rangga yang sangat dekat dengan Kiara dan sekarang menjadi asing bahkan Rangga tidak tau jika Kiara hari ini menikah dengan Kevin.


Sama dengan Kevin yang pasti juga sangat sedih. Menikah tanpa restu dari sang ayah. Banyak pengorbanan yang di lakukannya. Namun restu pun tidak di dapatkannya. Tetapi ke hadiran Saras dan ibu tirinya membuatnya sangat bersyukur.

__ADS_1


Mungkin takdir pernikahan ke-2nya seperti itu dan mau bagaimana lagi yang seharusnya memang harus di syukuri saja. Yang penting perjuangan keduanya sudah semakin terlihat hasilnya.


***********


Acara pernikahan itu akhirnya selesai juga dan lancar semuanya dengan penuh keharuan. Namun Marian yang sekarang sangat gelisah dengan Saras yang berdiri di sampingnya.


"Saras kapan kita pulang? Kalau papa kamu tau semua ini mama bisa menjadi tumbalnya," ucap Mariana yang sejak berangkat dari Jakarta sampai detik ini tidak pernah tenang sama sekali.


"Saras sudah mengatakan mama tidak perlu takut dan percayalah semuanya akan baik-baik aja," jawab Saras dengan tenang.


"Kamu itu enak banget ya Saras kalau bicara. Kamu itu udah sering melawan dengan papa kamu. Jadi takut kamu tidak ada. Sementara mama baru kali ini melangkah sejauh ini dan semua karena kamu. Jadi asal kau tau aja jantung mama sudah mau copot," keluh Mariana dengan wajahnya yang penuh kegelisahan.


"Papa tidak akan melakukan apa-apa kepada mama. Saras yang akan bertanggung jawab pada mama dan juga Alana. Mama tenang aja," ucap Saras dengan percaya diri.


"Tenang-tenang kamu bilang. Jantung mama sudah mau copot," ucap Mariana yang menghela napas beratnya. Saras memang santai saja dengan pelanggaran yang besar yang di lakukannya.


Dia juga sudah cukup menurut selama ini sebagai menantu dan sangat banyak yang di korbankannya. Jadi bisa di katakan Saras tidak takut dengan Mitra Winata dan juga sangat kenal ancaman Mitra Winata.


"Hah iya," sahut Mariana dengan tersenyum yang berusaha menutupi rasa gelisahnya.


"Ayo kita makan sebentar. Kebetulan saya memasak khas makanan Jawa Timur. Jadi mari di coba dulu," ucap Sahila dengan ramah.


"Aduh mbak. Kayaknya kami harus kembali ke Jakarta. Soalnya kami takut ada masalah besar," tolak Mariana dengan sopan.


"Tidak ada yang di buru-buru untuk kembali ke Jakarta. Jadi mari kita nikmati masakan Tante Sahila. Dia pasti sudah lelah menyiapkannya," sahut Dokter Saras.


"Saras kita harus pulang. Kamu jangan cari masalah deh," ucap Mariana mengingatkan dengan bisik-bisik pada Saras.


"Apa sih mah. Mama masa iya menolak jamuan besan mama. Ada-ada aja mama," ucap Saras yang juga berbisik. Sementara Sahila hanya tersenyum saja melihat dia orang itu yang saling bisik-bisik.


"Tapi masalah kita sangat berat Saras," tegas Mariana.

__ADS_1


"Saras yang akan bertanggung jawab," tegas Saras yang berkali-kali mengatakan hal itu.


"Hmmm, kalau misalnya kalian buru-buru ingin kembali ke Jakarta. Tidak apa-apa kok nanti saya akan bungkusan," sahut Sahila yang coba paham dengan situasi Saras dan Mariana.


"Tidak perlu Tante. Kita akan makan bersama,". Tegas Saras yang masa bodo dengan apapun.


"Ayo mah!" ajak Saras memaksa Mariana dan Mariana harus pasrah dengan apa yang di lakukan Saras yang mempunyai keberanian yang lebih besar.


**********


Sementara Ziva, Zavier dan Alana yang juga mengobrol bersama. Mereka juga kangen-kangenan. Karena sudah lama tidak bertemu.


"Jadi kamu belum sampai Jakarta Alana?" tanya Ziva.


"Sudah sampai Jakarta. Hanya saja belum sampai rumah dan kebetulan bertemu mama dan kak Saras di Bandara. Mereka sedikit menjelaskan tujuan mereka. Lalu aku mau ikut," jawab Alana.


"Ya ampun kamu pasti capek banget," sahut Zavier.


"Issss sok perhatian deh," cicit Ziva.


Alana tersenyum melihat saudara kembar itu sejak tadi ribut terus, "rasa lelahku hilang ketika aku melihat kak Kiara dan kak Kevin menikah. Kalian tau sendiri. Sejak dulu aku mengidolakan kak Kiara dan tidak percaya bisa melihatnya lagi dan dia sudah menjadi Dokter. Dia sangat keren," puji Alana yang sangat mengagumi Kiara.


"Berarti kamu yang keren mempunyai kakak ipar keren," sahut Ziva.


"Iya Ziva kamu benar dan Iya aku juga senang bisa bertemu kalian berdua. Kalian berdua teman aku di sekolah. Hanya kalian yang mau berteman denganku waktu itu dan sejak kalian pindah ke Surabaya tidak ada yang mau berteman denganku takut berteman denganku dan aku sangat kesepian," ucap Alana mengeluhkan keadaannya di masa SMA nya.


"Ya sudah sekarang kita bertemu kembali dan akan menjadi teman kembali," ucap Ziva.


"Benar kata Ziva kita teman sekarang," sahut Zavier.


"Terima kasih untuk kalian berdua," sahut Alana yang sangat bahagia bertemu dengan Ziva dan Zavier.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2