
Rachel yang berada di kamar Kiara yang membersihkan kamar Kiara. Ya dia hari ini sangat rajin dan ingin bersih-bersih saja termasuk ke dalam kamar Kiara. Kiara anak yang rapi dan juga kamarnya tidak terlalu berantakan. Makanya tidak banyak yang di bereskan Rachel.
Rachel hanya merapi-rapikan kamar tersebut yang merapi-rapikan bantal namun saat Rachel mengangkat bantal. Tiba-tiba saja Monica melihat ada buku di bawah bantal Kiara dan sepertinya buku diary.
Rachel langsung mengambilnya yang tidak tau kenapa dia sangat kepo.
"Dari dulu dia memang tidak pernah melupakan untuk menulis," gumam Rachel yang membuka diary tersebut. Membolak-balikkannya dan tiba-tiba matanya menangkap satu kata dengan tulisan Kevin yang membuat Rachel kaget dengan mengkerutkan dahinya.
Rachel langsung duduk di pinggir ranjang dan sangat penasaran dengan tulisan Kiara di dalam buku diary tersebut.
...Semenjak aku datang ke Jakarta banyak hal yang aku alami. Terkadang aku merasa pernah melakukannya, pernah ada dan terkadang aku bingung kapan itu terjadi dan banyak pertanyaan yang tidak aku temukan jawabannya. 1 persatu orang yang aku temui di Jakarta menatap ku dengan aneh, seolah mereka mengenalku dan bahkan yang aku kenal seolah merasa aku aneh....
...Aku seperti tidak mengenali diriku. Siapa aku? Ada apa denganku? Kak Rangga dan kak Rachel yang seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Aku mendengar mereka menyinggung soal ingatan. Aku tidak mengerti apa maksudnya itu....
...Aku menggabungkannya dengan tuan Kevin yang tiba-tiba marah dan mengatakan aku bersandiwara. Banyak hal yang aku lewati termasuk dengan tuan Kevin. Aku seperti merasa kami sering bertemu, aku tidak apa yang terjadi. Setiap yang di katakannya mempunyai makna yang membuatku bingung. Hal yang aku tidak tau apa itu....
...Tatapan matanya seolah ada hal panjang yang ingin di sampaikannya, setiap kata yang di keluarkannya seolah sengaja membuatku berpikir dan pelukan yang di berikannya seolah pelukan yang aku rindukan selama ini....
...Tetapi tetap semua menjadi tanya bagi ku. Aku bingung, kepala ku sakit, air mataku sering jatuh tanpa sebab dan mimpi buruk yang tidak aku ketahui apa itu. Aku tidak tau bagaimana memecahkan isi kepalaku yang semakin aku pikirkan semakin membuatku sakit. Aku tidak tau harus berbicara pada siapa terkadang ingin bicara dan bertanya pada kak Rachel dan kak Rangga. Tetapi aku juga merasa mereka lebih seperti orang yang menyembunyikan hal besar....
...Aku tidak bisa memecahkan isi kepalaku sampai aku mendatangi Dokter Saras untuk memeriksa kondisi kejiwaanku. Aku merasa seperti orang gila. Bahkan respon Dokter Saras juga aneh. Dia memelukku dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Aku merasa semua orang mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui. Aku merasa banyak keanehan yang tidak bisa aku pecahkan....
...Ya Allah aku mohon tolong perlihatkan kepadaku ada apa sebenarnya dan kenapa perasaanku aneh saat aku bersamanya, rumah, perpustakaan, perusahaan Lexus, rumah sakit. Kenapa seolah menjadi bagian dari hidupku....
Isi tulisan curahan hati Kiara membuat air mata Rachel menetas. Dia seolah merasakan penderitaan Kiara.
"Jadi sebenarnya kamu sudah mulai curiga Kiara. Hanya saja kamu berusaha untuk tetap diam dan mencari tau sendiri. Kamu juga sering bertemu dengan Kevin. Kamu pasti mengalami hal yang sulit Kiara. Maafkan kakak Kiara yang tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya melihat bagaimana kamu yang jauh lebih menderita di bandingkan dulu. Kakak tidak percaya jika kamu sampai ingin periksa kejiwaan kamu.
__ADS_1
"Semana sakit yang rasakan Kiara sampai kamu melakukan itu," batin Rachel yang begitu kasihan pada Kiara atas semua yang di hadapi Kiara yang di luar dugaan Rachel.
"Maafkan kakak Kiara. Kakak tidak bisa melakukan banyak hal untuk kamu. Kamu harus menderita atas semua yang terjadi dan belum lagi kak Rangga yang begitu terobsesi untuk menghancurkan Kevin," batin Rachel yang menyeka air matanya dengan menghela napasnya.
Dia juga tidak tega melihat Kiara yang hidupnya seperti orang bingung. Pasti banyak yang di rasakan Kiara. Namun Kiara memilih untuk diam dan mencari tau sendiri apa yang terjadi.
**********
Rachel yang berada di dapur yang sedang memasak. Memang tumben sih Rachel agak aktif di dapur.
"Aku pulang," sapa Kiara yang menghampiri meja makan dan meletakkan tasnya di atas kursi lalu Kiara menuang air untuk minum.
"Tumben kamu pulang cepat," sahut Rachel menoleh sebentar ke arah Kiara.
"Lagi tidak banyak kerjaan," jawab Kiara tampak lesu dan duduk menghabiskan segelas air itu.
"Oh hanya bikin spagheti aja. Lagi pengen makan. Karena simpel. Jadi di buat aja," jawab Rachel yang tetap melanjutkan pekerjaannya.
Tiba-tiba Kiara melihat box yang besar yang ada di atas meja.
"Apa ini?" tanya Kiara yang membuka box tersebut yang sepertinya isinya barang rongsokan.
"Oh itu, barang-barang dari gudang. Kakak tadi lagi kerajinan beres-beres. Jadi tinggal buang sampahnya dan belum sempat buang," jawab Rachel.
"Ohh," sahut Kiara
"Hmmmm, ternyata banyak juga barang-barang kecil dari rumah kita yang lama," ucap Rachel.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Kiara tiba-tiba saja mengacak-acak perlahan isi box tersebut.
"Oh iya apa aja. Nanti ada punya Kiara lagi," ucap Kiara.
"Ya nggak tau juga sih. Pokoknya hanya tinggal sampah yang ingin di buang," jawab Rachel.
Kiara pun yang penasaran dan sepertinya ingin menemukan sesuatu. Karena mengungkit rumah lama. Dan tiba-tiba tangannya menemukan 1 set kunci berupa kartu gold yang setau Kiara itu kartu pengenal tanda kepemilikan rumah dan dengan kartu itu bisa masuk ke kawasan perumahan Lexus.
Kiara yang melihat beda itu berpikir panjang yang tidak tau apa di pikirannya dan tiba-tiba mengambil kartu dan kunci itu dengan buru-buru dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Kiara berusaha agar tidak di lihat Rachel. Namun siapa sangka Rachel melihatnya dari bayang lemari yang didepannya dan melihat pergerakan Kiara. Namun tidak ada yang di katakan Rachel.
"Ternyata tidak ada apa-apa," ucap Kiara yang menghela napasnya.
"Oh iya, memang tidak ada apa-apa. Karena pasti yang masih bisa di gunakan sudah kakak sisihkan," sahut Rachel.
"Hmmm, ya sudah kalau begitu. Kita naik dulu, mau mandi, soalnya gerah," ucap Kiara yang mengambil tasnya.
"Kamu tidak mau spagetinya?" tanya Rachel.
"Mau tapi nanti aja," sahut Kiara yang buru-buru pergi. Rachel membalikkan tubuhnya dan melihat kepergian adiknya itu.
"Aku tidak tau Kiara apa ini akan membantu kamu. Tetapi semoga saja ini bisa membantu kamu," batin Rachel dengan wajah senduhnya.
Ternyata Rachel sengaja memancing Kiara dengan adanya kotak tersebut dan menaruh kunci rumah mereka di sana. Rachel ingin melihat apa Kiara penasaran atau tidak. Ternyata Kiara memang penasaran dan mengambil benda itu diam-diam.
Mungkin Rachel ingin Kiara mengingat semuanya. Tetapi tidak tau caranya dan dia hanya bisa melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Bersambung