
"Argggghhh!" Teriak Kiara yang memukul-mukul kepalanya mengingat semuanya dengan jelas.
"Kamu lebih baik tidak tau. Karena jika kamu itu jauh lebih menyakitkan," perkataan Kevin yang beberapa kali di ingat Kiara juga teringat kembali yang membuat Kiara merasa begitu sakit kemabli.
Kiara histeris sendiri di kamar itu mengingat luka yang memang sangat menyakitkan itu. Bahkan Kiara membenturkan kepalanya beberapa kali ke meja. Dia berharap untuk kembali lupa dengan masa lalu itu. Karena mengingatnya sangat menyakitkan.
Akhirnya apa yang ingin di ketahui Kiara terjawab semuanya. Dia mengingat semuanya dengan jelas. Sebab dan akibat yang teringat semua.
Sementara Kevin yang masih berada di dalam pesawat hanya termenung dengan melihat awan gelap dari wajahnya terlihat ada kegelisahan dan bahkan berapa kali memegang ponselnya yang berharap Kiara membalas pesannya dan bahkan menghubunginya. Namun itu hanya keinginannya saja.
*********
Malam sudah terlewatkan sangat cepat. Kiara masih berada di Apartemen Shela. Di dalam kamar yang sebelumnya di masukinya. Kamar itu terlihat sangat berantakan penuh dengan barang-barang yang di bongkarnya tadi malam.
Dan Kiara sendiri tergelatak di atas ranjang dengan tatapan matanya yang kosong dan air mata yang tidak hentinya keluar. Menangis tanpa suara yang mungkin sudah sangat lelah menangis. Sampai suaranya tidak ada.
Mata sembab itu sudah menjelaskan. Jika Kiara tidak tidur semalaman dan pasti menangis yang mengingat dan terus mengingat. Dahinya juga sampai berdarah yang pasti akibat ulahnya sendiri.
Dia seperti orang gila yang tidak punya tujuan hidup dan hanya diam yang tergeletak dengan tatapan yang kosong dan seperti orang lelah.
Sementara di Paris di Perusahaan besar milik Lexus. Kevin yang menjalankan pekerjaan dengan profesional. Ya tujuannya ke Paris untuk bisnis dan walau hatinya tidak tenang. Tetapi dia harus profesional walau di pikirannya hanya Kiara saja.
Kiara memang tidak membuka ponselnya sejak berangkat dari Jakarta. Mungkin pemikiran mengenai ponsel juga sudah tidak kepikiran sama sekali. Karena dia juga seperti manusi yang bernapas tetapi tidak bisa hidup.
**********
Hari berjalan yang terlewatkan. Dari malam hari sampai pagi dan kembali malam lagi dan kembali lagi dan tidak terasa sudah 2 hari Kiara berada di Paris dan Kiara masih sama seperti orang yang tidak punya tujuan yang hidup penuh dengan kesedihan.
__ADS_1
Namun hari ini dia keluar dari Apartemen itu dengan memakai dress putih yang panjangnya sejengkal dari mata kakinya. Dress tanggung yang di gunakannya itu sebenarnya tidak cocok untuk cuaca dingin meski berbahan tebal dan berlengan panjang. Tetapi mungkin Kiara tidak peduli dengan semua itu.
Rambutnya hanya di gerainya dan dahinya yang di beri perban. Karena luka tadi malam akibat ulahnya sendiri.
Kiara keluar dari Apartemen itu menuju kampus Lexus. Kampus saat dia pertama kali kuliah di sana. Dan pasti banya yang menjadi sejarah dalam pertemuannya dengan Kevin.
Saat Kiara keluar dari lift. Dia juga mengingat saat bertabrakan dengan Kevin dan anak buah Kevin saat itu sempat menegurnya namun di cegah Kevin. Langkahnya terhenti saat mengingat hal itu dan air matanya kembali jatuh dan Kiara mencoba tenang dengan mengehela napasnya dan melanjutkan langkahnya.
Mungkin agenda Kiara hari ini hanya ingin datang pada tempat-tempat yang di ingatnya. Dari kampus sampai yang di telusuri nya dan banyak kenangan di sana. Perpustakaan juga di mana ada beberapa buku yang pernah di coret Kiara yang menunjukkan kebenciannya pada Lexus.
Langkah yang di lanjutkan dengan berjalan di pinggiran kota yang tidak tau mau kemana. Kiara memang tidak punya tujuan dan hanya langkahnya yang membawanya kembali untuk mengingat hal indah yang menjadi sakit.
Tidak terasa malam sudah kembali tiba dan Kiara sekarang berada di menara Eiffel. Jika sudah malam cuaca akan semakin dingin dan mungkin rasa dingin itu tidak terasa bagi tubuh Kiara yang sudah bebal karena rasa sakit.
Kiara terduduk dengan bersujud dan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang mana Kiara kembali menangis dengan sengugukan yang merasa sangat sakit.
Kiara juga memegang dadanya, meremas karena begitu sakit terasa sesak yang di rasakannya. Dia justru ingin kembali lupa. Dan sangat menyesal sudah mengingat semuanya. Dia tidak ingin mengingat semuanya.
"Kiara!" suara berat yang tidak asing itu terdengar membuat Kiara berhenti menangis dan perlahan melihat kebelakangnya.
Tidak tau mimpi atau tidak suara pria yang memanggilnya itu adalah Kevin yang berdiri tidak jauh darinya. Kevin yang memakai pakaian formal kerja dengan stelan jas yang pasti tidak menyangkal menemukan Kiara di sana.
"Kevin!" Lirih Kiara yang perlahan berdiri walau kesulitan dan Kevin melangkah dengan cepat seperti berlari menghampiri Kiara dan langsung memeluk Kiara dengan erat.
Kiara juga memeluk dengan erat sampai matanya yang terpejam yang seperti merasakan kerinduan yang berat.
Bukan karena tidak bertemu selama beberapa hari. Tetapi karena merasa sudah tidak bertemu selama beberapa tahun. Di dalam pelukan itu Kiara juga mengeluarkan air mata yang sangat deras. Tidak di sangkanya Kevin datang di saat Kiara merasa membutuhkan.
__ADS_1
"Ternyata ini alasan kamu Kevin. Kenapa kamu tidak mau menceritakan semuanya kepadaku. Kamu tidak ada ingin aku mengingat semua luka itu dan ini alasannya dengan semua kata-kata kamu. Kamu ingin aku merasakan cinta tanpa masa lalu yang menyakitkan itu. Mungkin memang lebih baik aku tidak mengingat semuanya. Dan memang cinta yang sekarang jauh lebih indah di bandingkan dulu," batin Kiara.
"Aku tidak ingin menjadi Kiara yang dulu dan aku ingin menjadi Kiara yang sekarang. Kiara seorang Dokter yang mengenalmu dan jatuh cinta kepadamu," lanjutnya di dalam hatinya.
Kiara tidak ingin kembali ke masa lalu dan ingin menjadi dirinya yang sekarang. Yang mungkin ingin melanjutkan hubungannya dengan Kevin tanpa merasakan sakit seperti dulu.
Kevin melepas pelukannya dan memegang kedua pipi Kiara dengan wajah Kevin yang melihat dengan meneliti wajah Kiara.
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Kevin dengan penuh kecemasan.
Kiara menggelengkan kepalanya karena tidak punya jawaban apa-apa.
"Kenapa dahi kamu sampai terluka?" tanya Kevin.
"Aku hanya jatuh," jawab Kiara bohong.
Kevin menyeka air mata Kiara dengan wajah mereka yang berdekatan dan Kevin mencium lembut kening Kiara.
"Jangan pernah membohongiku lagi," ucap Kevin dengan menatap mata yang penuh kesedihan itu. Kiara menganggukkan kepalanya dengan tersenyum getir dan kembali memeluk Kevin dengan erat yang kembali menuntaskan kerinduannya.
Kevin dan Kiara kembali saling melepas pelukan dan Kevin lagi-lagi mencium kening Kiara membuat Kiara memejamkan matanya sebentar dan Kevin membuka jasnya dan langsung memakai pada Kiara yang dia tau Kiara pasti sangat kedingding. Setalah itu Kevin memegang tangan Kiara dan membawa Kiara pergi.
Bersambung
...Jangan Lupa mampir Ya. Beri vote yang banyak. Hadia. tinggalkan like koment. Semoga berkah ya....
__ADS_1