Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode Minta maaf


__ADS_3

"Kenapa saya harus ikut?" tanya Kiara dengan heran.


"1. kamu Dokter pribadi saya yang masih dalam tahapan ujian untuk mengambil spesialis dan biasanya Dokter pribadi harus ikut tugas kemanapun atasannya pergi," jawab Kevin.


"2 kamu juga harus mengikuti beberapa praktek dalam kegiatan kamu dan tugas untuk ke gunung 5. Dan iya bukan hanya kepentingan Perusahaan Lexus atau karena kamu menjadi Dokter pribadi saya, tetapi juga kebijakan rumah sakit yang menurunkan beberapa Dokter dan perawat yang masih dalam tahap ujian. Jadi bukan hanya kamu saja yang pergi,"


"Yang ke-3 karena kamu Dokter pribadi saya. Jadi kamu yang menjadi wakil ketua dari beberapa Dokter dan perawat yang ikut nanti dan itu ketentuan dari Dokter Saras," jelas Kevin menjelaskan semuanya dengan detail yang bicara tanpa melihat Kiara.


"Tapi Dokter Saras tidak mengatakan apa-apa sebelumnya?" sahut Kiara yang pasti memang belum mendapatkan informasi apa-apa dari direktur rumah sakit.


"Meeting pemberitahuan nya di sampaikan tadi siang saat kamu masih berada dalam perawatan," jawab Kevin.


Hening


Baik Kiara dan Kevin tiba-tiba diam dan tidak ada yang berbicara lagi. Apa yang di sampaikan Kevin sama saja mengingatkan Kiara dengan kejadian tadi siang.


"Dokter Saras dan saya itu sama saja. Jadi mau saya yang memberitahu atau Dokter Saras itu sama saja tidak ada perbedaannya karena tujuannya sama," tegas Kevin yang mengalihkan pembahasan.


"Begitu rupanya! baiklah saya akan tanya dengan rinci lagi pada rekan saya nantinya dengan informasi yang tidak saya ketahui,' sahut Kiara.


"Persiapan diri kamu besok Arya akan menjemput kamu dari rumah sakit menuju Bandara!' titah Kevin.


"Besok!" pekik Kiara yang terkejut mendengarnya. Itu sangat tidak masuk akal. Masa iya langsung besok. Namun Kiara tidak mudah langsung protes.


"Iya ada masalah? Kamu keberatan?" sahut Kevin yang baru melihat Kiara.


"Kenapa harus besok tuan. Saya belum mempersiapkan apa-apa. Lalu kenapa besok?" tanya Kiara yang cukup terkejut dan dia juga memberanikan diri untuk protes.


"Teman-teman kamu yang lainnya sudah berangkat tadi sore dan hanya tinggal kamu. Jadi sebagai orang yang di pentingkan. Kamu seharusnya lebih awal dari mereka, bukan malah protes," ucap Kevin dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi kan saya baru tau hari ini," ucap Kiara.


"Dan itu bukan urusan saya. Jadi persiapkan diri kamu," ucap Kevin.


Kiara membuang napasnya perlahan kedepan dan mau tidak mau dia memang harus mempersiapkan dirinya. Karena semuanya merupakan perintah dan Kiara tidak bisa menolak.


"Baiklah tuan kalau begitu," ucap Kiara dengan berat hati, "apa ada lagi tuan?" tanya Kiara.


"Tidak ada," sahut Kevin kembali fokus pada bacaannya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu," ucap Kiara berpamitan dan berdiri dari tempat duduknya.


"kejadian tadi saya benar-benar minta maaf. Jangan di pikirkan tentang hal itu," ucap Kevin membuat langkah Kiara terhenti. Barulah Kevin meminta maaf pada Kiara dan Kiara cukup kaget dengan Kevin menyinggung hal itu.


Namun sebenarnya Kiara juga berpikiran Kevin mengajaknya bertemu karena ingin membahas hal itu. Karena jika tidak di bahas mereka bisa sama-sama canggung dan Kiara juga akan semakin bingung. Jujur dirinya masih sangat gugup dekat dengan Kevin.


"Kamu bisa melupakan kejadian itu. Kejadian itu hanya kesalah pahaman dan saya berharap kamu tidak menggap hal lain dan saya minta maaf karena saya kondisi kamu seperti itu. Hal itu tidak akan terjadi lagi," ucap Kevin yang mengakui salah yang seharusnya tidak melakukan hal itu kepada Kiara.


"Oh iya dari mana tuan Kevin tau rumah saya?" tanya Kiara.


"Kamu Dokter pribadiku dan semuanya aku tau tentang kamu dan bahkan dari sebelum ini," jawab Kevin yang melihat kearah Kiara dengan mata mereka yang saling bertemu.


Kiara pasti bingung lagi dengan kata-kata Kevin. Makanya membuatnya bengong dan terus melihat Kevin.


Namun tiba-tiba mereka yang saling melihat ada cepetan kamera yang membuat keduanya sadar dan sama-sama melihat kearah cepetan tersebut.


"Siapa kau?" sentak Kevin yang langsung mengejar orang tersebut dan Kiara bingung dengan kejadian itu dan malah ikut berlari mengejar Kevin.


Orang tersebut berlari yang ingin keluar perpustakaan. Namun tidak bisa karena Arya menghalanginginya dan menangkap Pria yang bertopi tersebut dengan Arya mencengkram ke-2 tangan Pria itu di belakangan.

__ADS_1


Kevin yang mengejar pria itu sudah berada di hadapan pria itu dan melepas kasar topi Pria itu dan merampas kamera yang di lehernya.


"Jangan di ambil!" ucap Pria itu yang ingin mengambil dari tangan Kevin. Namun harus sadar dia sedang di pegang kuat dan tidak bisa apa-apa.


Kevin langsung melihat hasil foto-foto yang di ambil secara diam-diam tersebut dan ternyata banyak foto-foto dia dan juga Kiara yang termasuk foto saat dia dengan Kiara pernah berpelukan.


"Kau suruhan papa?" tebak Kevin yang sudah bisa menduga hal itu


"Sial benar kata kak Saras papa selama ini mengawasi Kiara dan juga aku," batin Kevin.


"Kenapa kau diam. Jawab!" Bentak Kevin yang sudah begitu marah.


"Maaf tuan saya hanya di perintahkan saja," jawan Pria itu menunduk.


Kiara pun datang dengan lari-larian yang cukup ngos-ngosan dengan apa yang terjadi.


"Ada apa ini?" tanya Kiara bingung dan tidak tau apa yang terjadi kenapa tiba-tiba ada yang memotonya.


"Tidak ada apa-apa. Kamu boleh kembali pulang," jawab Kevin yang tidak ingin Kiara tau apa yang terjadi. Namun Kiara masih penasaran dan masih tetap berdiri di tempatnya.


"Pulanglah!"titah Kevin


"Baik tuan," sahut Kiara yang mau tidak mau harus pulang. Padahal dia sangat penasaran dan apalagi melihat Kevin yang begitu marah.


"Dan kau aku tidak akan mengampuni mu. Jika aku melihatmu mengawasiku lagi. Kau mengerti," tegas Kevin pada Pria tersebut.


"Dan bawa foto-foto ini kepadanya. Kau tunjukkan semaumu dan katakan kepadanya jika aku menangkap mu dan mengancammu," tegas Kevin yang tidak takut dengan Pria itu di pastikan akan mengadu pada papanya. Kevin juga kelihatannya tidak panik saat dirinya di ciduk.


"Lepaskan dia dan biarkan dia pergi!" titah Kevin. Arya melepaskannya dan memberikannya kamera itu dengan kasar pada Pria itu dan memang membiarkan pria pergi yang berlari keluar dari perpustakaan.

__ADS_1


"Tuan yakin dengan semua ini?" tanya Arya dengan keputusan Kevin melepaskan pria yang pasti akan membuat Kevin bermasalah dengan sang ayah.


Bersambung


__ADS_2