
Mentari pagi kembali tiba. Setelah memberi obat untuk suaminya. Kiara keluar dari dalam kamar dan ternyata ada Monica di depan pintu kamar yang membuat Kiara kaget.
"Monica apa yang kamu lakukan?" tanya Kiara sedikit kaget.
"Maaf aku mengagetkanmu. Aku hanya mengatakan jika Rangga tadi malam sempat bangun," ucap Monica.
"Benarkah! Lalu bagaimana? Apa sekarang kak Rangga masih bangun?" tanya Kiara.
Monica menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah aku coba mengeceknya sebentar," ucap Kiara yang berlalu ingin pergi dari hadapan Monica. Namun Monica mencegahnya dengan memegang tangan Kiara.
"Ada apa?" tanya Kiara.
"Aku bertemu dengan Kevin?" tanya Monica.
Kiara jelas langsung diam mendengar pertanyaan itu. Dia istri Kevin dan wanita yang ingin menemui suaminya punya hubungan dengan Kevin.
"Maaf Kiara aku tidak bermaksud apa-apa. Saat Rangga tadi malam bangun dia menyampaikan sesuatu dan aku hanya ingin menyampaikan pada Kevin dan masalah ini sangat penting!" jelas Monica agar Kiara tidak salah paham. Namun Kiara rasanya aneh. Harus mengijinkan wanita lain masuk kedalam kamar mereka dan berbicara berduaan.
"Kamu ikut saja. Karena ini bukan rahasia antara aku dan Kevin," sahut Monica yang tau apa yang di pikirkan Kiara.
"Ya sudah ayo!" ajak Kiara yang membuka pintu kamar. Memang paling benar dia harus ikut. Mana cocok jika suaminya hanya bicara berdua saja hal itu sangat tidak abdol. Monica pun mengikut masuk kedalam kamar Kevin.
************
Kiara dan Monica sudah berada di kamar dan Kevin bersandar di kepala ranjang.
"Apa yang ingin kamu katakan Monica?" tanya Kevin.
"Pertama aku ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah membantuku sab juga menyelamatkan ku dari Daniel. Aku mengakui ini semua salahku. Aku sangat marah sampai mengambil langkah bekerja sama dengan Daniel dan aku juga minta maaf dengan berita fitnah yang aku sebarkan. Aku pasti membuat kamu rugi," ucap Monica mengakui kesalahannya.
"Aku memaklumi hal itu dan aku rasa itu tidak perlu di bahas lagi," ucap Kevin.
"Terima kasih Kevin untuk apa yang kamu lakukan," sahut Monica.
"Kalau begitu katakan apa yang ingin kamu katakan?" tanya Kevin yang menunggu inti dari Monica menemuinya.
"Aku hanya ingin menyampaikan apa yang di katakan Rangga," jawab Monica.
__ADS_1
"Kalau begitu katakanlah," sahut Kevin.
"Rangga sempat siuman dan Rangga mengatakan dengan kesulitan bicara. Dia hanya mengatakan menyimpan rahasia Daniel di dalam satu file. Semua kejahatan Daniel kepada orang-orang penyebaran data-data palsu dan juga banyak kejahatan yang lainnya yang di lakukannya dan Rangga mempunyai bukti itu," jelas Monica.
"Untuk apa dia mengatakannya?" tanya Kevin.
"Pemilihan akan sebentar lagi. Dan aku tau kamu tidak peduli mau menang atau tidak. Tetapi jika Daniel menang. Maka semuanya akan berantakan dan aku tidak tau bagaimana orang-orang yang semakin banyak yang akan di rugikan," ucap Monica.
Kevin berpikir sejenak dengan apa yang di sampaikan Monica. Pasti ada benarnya dan sama saja Daniel akan melakukan hal-hal yang licik.
"Kevin mungkin maksud Rangga. Kamu yang harus bergerak untuk semua ini. Kamu jangan membiarkan semua ini terjadi. Dan mungkin hanya kamu yang harus bergerak," ucap Monica.
"Lalu di mana file itu?" tanya Kevin
"Di rumah Rangga," jawab Monica yang memang sudah mengetahui semuanya.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan mengambil file itu dan membongkar kejahatan Daniel," ucap Kevin.
"Kamu masih terluka. Baru saja tadi malam berjanji dan jangan mengingkari dengan hal itu lagi," ucap Kiara yang tidak ingin suaminya itu kemana-mana.
"Aku hanya melaksanakan apa yang di inginkan Rangga Kiara," ucap Kevin.
"Tapi kamu harus menunggu sembuh dulu," ucap Kiara.
"Lalu siapa?" tanya Kiara heran.
"Zavier yang akan mengambilnya," jawab Kevin.
"Zavier!" pekik Kiara dengan wajahnya yang tidak yakin.
"Iya. Aku akan tetap di sini dan Zavier yang akan bergerak untuk mengambil file tersebut," tegas Kevin.
"Kamu yakin?" tanya Kiara dengan tidak yakin adiknya bisa melakukan hal seperti itu.
"Aku percaya pada Zavier dia bisa melakukannya," sahut Kevin.
"Bagaimana kalau Zavier malah membuat ulah?" tanya Kiara yang memang tidak percaya dengan Zavier.
"Tidak akan. Dia akan menyelesaikan masalah hal ini," sahut Kevin dengan yakin.
__ADS_1
"Aku lega bisa mengatakan hal ini kepada kamu Kevin dan aku percaya. Kamu bisa menyelesaikan masalah ini. Sekali lagi aku minta maaf atas apa yang aku lakukan dan aku benar-benar menyesal dan terima kasih Kiara kamu sudah mengijinkanku bertemu dengan Kevin dan membicarakan hal ini," ucap Monica.
"Sama-sama," sahut Kiara.
**********
Daniel memang lagi takut-takutnya jika Rangga akan membongkar rahasianya. Namun Rangga memang akan melakukan hal itu. Karena mungkin itu yang bisa di lakukannya atas bentuk pengampunan atas semua kesalahan yang di lakukan. Kondisinya yang lemah pasti penuh dengan penyesalan atas apa yang dilakukannya.
Dan Zavier benar-benar melaksanakan perintah Kevin. Dia melaksanakan apa yang di perintahkan kakak iparnya itu dan pergi mengambil file yang di katakan Monica.
Awalnya Zavier kesulitan. Karena pasti tidak tau letaknya di mana. Udah itu Zavier juga baru pertama kali kerumah Rangga. Dia juga mengalami kesulitan untuk menemukan file tersebut.
Namun akhirnya dia mendapatkan file tersebut dan sudah di berikan kepada Kevin. Dalam kondisi Kevin yang masih penyembuhan luka. Kevin tetep sibuk di depan laptopnya yang menyelesaikan beberapa pekerjaan mengenai Daniel.
Kiara memasuki kamar dengan membawa makanan yang berada di atas nampan. Kiara menghela napasnya dan melangkah mendekati suaminya itu.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Kiara meletakkan makanan itu di atas nakas. Lalu duduk di samping Kevin.
"Untuk saat tidak ada. Ini hanya pekerjaan ringan saja," jawab Kevin melihat sebentar istrinya itu.
"Walau pekerjaan ringan. Kamu harus tetap memikirkan kesehatan kamu. Jangan bekerja terlalu fokus," ucap Kiara mengingatkan.
"Iya Kiara. Hanya tinggal sedikit lagi," sahut Kevin.
"Kalau sedikit lagi. Boleh tidak kamu makan dulu?" tanya Kiara. Kevin tersenyum dengan menghela napasnya dan menutup laptop tersebut.
"Baiklah, aku makan dulu dan setelah itu baru melanjutkan pekerjaanku," ucap Kevin yang menurut saja apa yang di inginkan Kiara. Kiara tersenyum dan langsung mengambil makanan itu yang mulai menguapi suaminya.
"Kamu harus makan! Supaya cepat sembuh," ucap Kiara.
"Iya," jawab Kevin dengan mengunyah makanan itu.
"Aku sekarang lega. Masalah sedikit demi sedikit dapat di selesaikan," ucap Kiara.
"Aku juga lega dan iya Kiara bagaimana dengan papa. Apa papa melakukan sesuatu di tempat ini?" tanya Kevin.
"Papa tidak melakukan apa-apa. Di juga hanya diam dan tidak ada juga yang mengganggunya dan aku rasa papa hanya butuh waktu," jawab Kiara.
"Kamu benar! Biarkan aja semuanya mengalir seperti itu," sahut Kevin.
__ADS_1
Kiara menganggukkan kepalanya dengan tersenyum dan kembali menyuapi suaminya itu.
Bersambung