
Jakarta.
Akhirnya Kiara dan Kevin sampai Jakarta dengan selamat dan sekarang mereka sudah sampai Apartemen mereka. Keduanya terlihat lega yang bisa sampai Jakarta dengan selamat.
"Kamu lelah?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kamu langsung istirahat saja," ucap Kevin.
"Di mana?" tanya Kiara
"Di kamar kami biasa!" jawab Kevin dengan tersenyum.
"Kamu sendiri memang mau kemana lagi?" tanya Kiara.
"Tidak mau kemana-mana," jawab Kiara.
"Kalau tidak mau kemana-mana. Lalu kenapa menyuruhku istirahat sendirian?" tanya Kiara.
"Siapa yang menyuruhmu istirahat sendirian," sahut Kevin.
"Tadi," jawab Kiara.
"Memang kenapa kamu takut. Jika kita tidak satu kamar?" tanya Kevin dengan menaikkan 1 alisnya.
"Tidak! Aku tidak takut," sahut Kiara mengelak. Kevin tersenyum dengan mengelus lembut pipi Kiara.
"Aku tidak mau kemana-mana dan kita akan satu kamar berdua," ucap Kevin.
"Mau?" tanya Kevin.
Kiara menganggukkan kepalanya yang pasti mau membuat Risya tersenyum
"Ya sudah sekarang kita sekarang istirahat!" ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.
Dratt-dratt-dratttt-dratt
Tiba-tiba ponsel Kevin berdering membuat Kevin langsung melihat panggilan itu yang tidak jadi beristirahat.
"Siapa?" tanya Kiara melihat reaksi Kevin hanya diam saja.
"Papa," jawab Kevin. Kevin menghela napasnya dan langsung mengangkatnya.
"Pulang sekarang ke rumah. Jika masih menganggapku ayah," ucap Mitra Winata dengan suara berat dalam panggilan itu membuat Kevin menelan salivanya yang terdiam dengan kata-kata itu.
"Jika kau masih tidak kembali. Maka bersiaplah kau akan mendapatkan masalahnya besar. Dan jangan salahkan aku kali ini," lanjut Mitra Winata. Kevin hanya diam tanpa menjawab apa-apa dari ancaman orang tuanya itu.
Tut Tut Tut Tut Tut Tut
__ADS_1
Akhirnya panggilan itu tertutup membuat Kevin menghela napasnya. Kiara mendekati Kevin dan langsung memegang tangan Kevin.
"Ada apa?" tanya Kiara dengan lembut.
"Tidak apa-apa," jawab Kevin.
"Mana mungkin tidak apa-apa. Kamu sudah seperti ini. Mengangkat telpon dari papa dan sekarang membuat kamu seperti ini. Jadi mana mungkin tidak ada apa-apa," ucap Kiara yang bisa melihat ke sedihan Kevin.
"Papa menyuruhku pulang," ucap Kevin yang akhirnya jujur pada Kiara.
"Aku harus menemui papa Kiara," ucap Kevin.
"Aku ikut!" sahut Kiara.
"Tidak mungkin," sahut Kevin tidak yakin.
"Kita sudah menikah dan bukannya kita sama-sama berjanji menghadapi semuanya sama-sama," ucap Kiara.
"Tetapi aku khawatir padamu," ucap Kevin.
"Justru jika aku tinggal sendirian di sini. Kamu baru khawatir padaku. Ini aku ikut bersamamu dan kamu tidak perlu khawatir," ucap Kiara.
Ada benarnya juga dengan apa yang di katakan Kiara yang pasti memang Kevin tidak boleh meninggalkan Kiara sendirian.
"Aku ikut ya," ucap Kiara lagi yang berusa meyakinkan Kevin. Jika Kiara harus berada di sisi Kevin.
***********
Kiara dan Kevin akhirnya pergi bersama dan sampai di kediaman Kevin. Mereka masih berada di dalam mobil dengan saling melihat. Namun tangan mereka saling bergenggaman yang sama-sama menguatkan.
"Kita masuk?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya dengan yakin dan mereka berdua akhirnya keluar dari mobil tersebut.
Keduanya masih bergenggaman tangan untuk memasuki rumah. Pasti dek-dekan dengan sebenarnya apa tujuan Mitra Winata ingin memanggil Kevin dan kenekatan Kevin yang membawa Kiara. Memang itu seharusnya yang mereka lakukan. Mereka berdua harus melawan apapun yang terjadi dan seberat apapun tantangan yang di berikan kepada mereka.
Mitra Winata duduk diruang tamu dengan anak buahnya yang berada di sekitar ruang tamu. Sangat banyak kurang lebih 10 orang.
Kevin dan Kiara yang memasuki rumah itu semakin gugup. Apalagi melihat banyaknya anak buah tersebut.
"Aku datang," sahut Kevin yang berada di belakang Mitra Winata. Mendengar suara itu membuat Mitra Winata berdiri dan berbalik badan.
Sorot mata Mitra Winata yang tajam langsung melihati ke arah Kiara. Sangat berani selalu Kevin membawa Kiara dan pasti tidak di duga Mitra Winata. Jika Kevin membawa Kiara seolah menantang dirinya.
"Kau membawanya?" tanya Mitra Winata menekan suaranya.
"Aku tidak bisa meninggalkannya sendiri. Jadi harus membawanya," jawab Kevin.
"Aku hanya memanggilmu dan kau sangat berani Kevin membawanya kerumah ini!" bentak Mitra Winata.
__ADS_1
"Dia istriku dan sudah kewajibanku harus ada di sampingnya," sahut Kevin yang masih sangat tenang bicara.
Mendengar kata istri membuat Mitra Winata mengkerutkan dahinya.
"Apa katamu?" tanya Mitra Winata.
"Istri," lirih Mitra Winata.
"Iya benar, Kiara adalah istriku dan aku membawanya kemari untuk mengenalkan dirinya sebagai menantu," tegas Kevin yang mengejutkan Mitra Winata.
"Jangan main-main denganku Kevin!" bentak Mitra Winata.
"Aku sudah mengirim vidionya pada ponsel papa," ucap Kevin dengan santai.
Mitra Winata langsung melihat ponselnya yang memang ada masuk notif. Mitra Winata langsung membukanya yang ternyata video ijab kabul Kevin dan Kiara. Mata Mitra Winata melotot melihat ijab kabul tersebut yang pasti tidak pernah di duganya.
"Brengsek!" umpat Mitra Winata yang langsung membanting ponselnya dengan penuh kemarahan. Kiara memejamkan matanya saat tersentak dengan tingkah Mitra Winata.
Janika dan Mariana langsung datang dan langsung menghampiri suaminya yang tiba-tiba mengamuk.
"Mas ada apa ini?" tanya Janika.
Mariana yang melihat situasi itu menelan salivanya yang sepertinya sudah tau apa yang terjadi. Apalagi melihat Kevin dan Kiara yang datang dengan tangan yang saling bergenggaman.
"Berani sekali kau menikahi wanita itu!" teriak Mitra Winata menunjuk Kiara.
"Menikah!" pekik Janika yang juga keget dengan pernyataan suaminya.
"Iya maaf, aku tidak memberitahu mama. Jika aku sudah menikah dengan Kiara," sahut Kevin membenarkan pernyataan itu.
"Tutup mulutmu. Kau pikir pernikahan ini saja!" bentak Mitra Winata.
"Pernikahan ini saja dan papa lihat sendiri vidionya. Aku dan Kiara menikah secara sah," tegas Kevin.
"Dan di sana juga ada orang tua Kiara. Wali nikahnya dan sudah sah pernikahan itu," tegas Kiara.
"Tutup mulutmu!" bentak Mitra Winata yang emosinya semakin menggebu-gebu. Sementara Kiara hanya diam saja.
"Kau benar-benar sudah menantangku Kevin. Kau sangat berani Kevin melakukan semua ini. Kau pikir ini kebanggaan untuk mu. Kau berani menikah diam-diam dengan wanita itu. Setelah masalah yang kau ciptakan. Kau mengambil keputusan untuk menikahinya. Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan!" umpat Mitra Winata dengan penuh emosi.
"Dan kau berani sekali kau menyuruh orang tuamu untuk menikahkanmu. Apa kau juga ingin menantangku!" tunjuk Mitra Winata pada Kiara.
"Pernikahan ini atas kesepakatan kami bersama dan tidak ada yang salah dan papa jangan menyalahkan siapa-siapa," tegas Kevin.
"Kau terus saja membelanya bajingan! Mitra Winata yang ingin maju untuk memukul Kevin. Namun tangannya di tarik Mariana membuat langkah Mitra Winata terhenti. Keberanian Mariana menghentikan suaminya. Membuat Janika kaget.
Bersambung
__ADS_1