Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 66 Curiga.


__ADS_3

Kiara dan Kevin melanjutkan langkah mereka dengan mereka bergenggaman tangan sampai menuju ruangan Kevin. Ketika sampai di depan ruangan itu Kevin langsung membuka pintu tersebut. Namun ke-2nya tampak di kejutkan dengan kehadiran Monica yang ada di dalam ruangan Kevin.


Kiara langsung melepas tangannya dari Kevin. Ketika melihat ada Monica. Tidak tau juga apa Monica melihat mereka saling menggenggam atau tidak. Tetapi sepertinya Monica melihatnya. Karena mata Monica masih fokus ke arah tangan Kiara dan Kevin yang sudah berpisah.


"Kamu baru datang Kevin. Aku menunggumu sejak tadi," sahut Monica yang terlihat biasa saja dengan kehadiran Kevin dan Kiara. Namun Kiara yang terlihat gugup dan sedikit menjauh dari Kevin dan Kevin juga kelihatannya masih kaget dengan Monica yang ada di kantornya.


"Oh iya memang ada apa sampai menungguku?" tanya Kevin yang berusaha tenang.


" Kamu ada pemeriksaan hari ini?" tanya Monica yang belum menjawab pertanyaan Kevin.


"Iya," jawab Kevin datar.


"Ya sudah periksa lah. Setelah itu kita bicara," ucap Monica.


"Baiklah kalau begitu mari saya periksa," ucap Kiara yang menundukkan kepalanya.


Kevin bergantian melihat Monica dan Kiara. Kiara tampak tidak nyaman. Mungkin karena ada Monica.


"Monica katakan saja apa yang ingin kamu katakan. Karena setelah pemeriksaan aku sibuk," ucap Kevin.


"Kalau begitu kita bicara sambil kamu di periksa," sahut Monica.


"Jangan bertele-tele Monica katakan saja apa yang ingin kamu katakan!" tegas Kevin sekali lagi, " Jika kamu tidak ingin mengatakan apa-apa. Maka kamu bisa pergi," ucap Kevin.


"Aku menunggumu sejak tadi Kevin dan kamu malah mengusirku. Baiklah aku katakan saja langsung apa yang ingin aku katakan. Aku hanya ingin mengatakan. Jika nanti malam ada undangan makan malam," ucap Monica.


Kevin langsung melihat ke arah Kiara. Dan Kiara masih terlihat tenang. Dia seperti orang gelisah yang merasa salah.


"Aku tidak bisa datang," sahut Kevin yang langsung menolak permintaan Monica.


"Jangan bercanda Kevin. Karena ini makan malam serius. Orang tuaku juga datang dan aku harap kamu datang. Aku tidak mau mendapatkan masalah dari keluargaku atau keluargamu dan ini juga perintah dari Om Mitra Winata bukan aku yang menginginkannya," ucap Monica dengan wajah seriusnya.


"Jadi pikirkan diriku jangan hanya dirimu saja, aku tidak ingin mendapatkan masalah karena kamu," ucap Monica dengan suara dinginnya yang serius melihat kearah Kevin. Bahkan juga bergantian melihat ke arah Kiara dan sementara Kiara yang hanya menunduk dengan kegelisahan.

__ADS_1


Kevin terdiam yang hanya memperhatikan Kiara yang kelihatan memang kurang nyaman dengan adanya Monica.


"Baiklah hanya itu saja yang ingin aku sampaikan dan aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan. Jadi mohon untuk kamu lebih bijak. Aku permisi dulu, aku tidak ingin mengganggu kalian dan silahkan lakukanlah pemeriksaannya. Jika itu memang pemeriksaan," ucap Monica dengan sindiran .


Hal itu membuat Kiara semakin panik. Kata-kata Monica seakan mengetahui sesuatu.


"Aku pergi,"ucap Monica langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi pada Kevin dan juga tidak bicara pada Kiara.


Tidak tau juga ada apa dengan Monica yang sepertinya merasa ada sesuatu. Mungkin saja Monica merasa Kevin dan Kiara memang ada sesuatu yang aneh dan pasti karena Kevin tertangkap Monica bergenggaman tangan dengan Kiara.


Kiara sejak tadi hanya diam saja seperti wanita yang melakukan kesalahan yang tidak bisa tenang dan sangat gelisah.


"Kiara!" tegur Kevin menghadap Kiara.


"Kamu harus makan malam bersama Monica dan juga keluarganya," sahut Kiara yang langsung membicarakan hal tersebut.


"Tetapi aku sudah janji padamu sebelum Monica mengajakku. Kita akan makan malam bersama Kiara," jawab Kevin.


"Tapi dia tunanganmu dan kamu harus pergi bersamanya," sahut Kiara dengan tegas.


"Baiklah. Tapi kamu harus tetap pergi bersamanya," ucap Kiara dengan menghela napasnya.


"Aku akan pergi bersamanya dan itu hanya karena perintah orang tua. Dan tetapi juga kita akan makan bersamamu dan aku minta kamu tetap menungguku," ucap Kevin dengan memegang tangan Kiara sembari mengelus-elus punggung tangan Kiara dengan jarinya.


"Kamu mau menungguku kan?" tanya Kevin yang butuh kepastian.


"Baiklah. Jika kita memang harus tetap makan juga," sahut Kiara.


"Ya sudah sekarang ayo kamu harus di periksa. Ini juga sudah sore hari," ucap Kiara.


Kevin menganggukkan kepalanya dan menurut saja. Dia tau perasaan Kiara pasti tidak enak dan pasti serba salah. Jadi Kevin harus menenangkan Kiara dan memberikan Kiara ketenangan.


************

__ADS_1


Malam hari tiba Kiara berada di kamarnya yang terlihat siap-siap. Kiara memakai dress putih di bawah lututnya dengan lengan pendek.


Kiara memberi polesan make up pada wajahnya. Tidak terlalu tebal. Karena dia sudah sangat cantik tanpa make-up. Rambutnya di biarkan di gerai dengan Kiara yang tampil feminim.


Tidak tau juga Kiara sebenarnya ingin kemana. Namun dia sudah siap-siap begitu rapi yang sepertinya memang ingin pergi. Setelah merasa cukup dengan penampilannya Kiara menyemprotkan parfum dan mengambil tasnya. Lalu Kiara langsung keluar dari kamarnya yang secepatnya ingin pergi.


Kiara keluar dari kamarnya dan di ruang tamu ada Rangga dan Rachel.


"Mau kemama kamu?" tanya Rangga yang sangat posesif.


"Mau keluar sebentar," jawab Kiara.


"Keluar itu kemana?" tanya Rangga yang ingin tau.


"Kak Rangga apa sih," tegur Rachel.


"Aku mau makan malam dengan teman satu kerja," jawab Kiara.


"Teman siapa?" tanya Rangga tidak puas dengan satu pertanyaan saja dan harus tau dengan detail.


"Kak Rangga apa harus aku menjawab semuanya?" tanya Kiara.


"Makanya kamu jawab saja. Kamu pergi dengan siapa teman yang kamu maksud," tegas Rangga yang harus tau.


"Dengan Shela," jawab Kiara.


"Jangan bohong kamu," sahut Rangga.


"Terserah kak Rangga dan lagian untuk apa juga aku harus bohong. Terserah kak Rangga mau percaya apa tidak dan aku juga tidak harus membuat kak Rangga untuk percaya. Sudahlah aku mau pergi dulu aku malas berdebat dengan kak Rangga," ucap Kiara yang langsung pergi.


Rangga mengepal tangannya yang melihat Kiara yang semakin lama semakin berani menantangnya dan membuat Rangga semakin marah. Namun Rachel lebih baik pergi dari pada menjadi sasaran kemarahan Rangga.


"Aku tidak bisa tinggal diam Kiara dengan kamu semakin lama semakin banyak tingkah. Mungkin ingatan kamu belum pulih tetapi aku juga tidak akan membiarkan kamu dan Kevin dekat walau kamu tidak mengingat siapa dirinya," batin Rangga dengan matanya yang terbuka lebar yang benar-benar tidak akan diam saja dengan Kiara yang seperti itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2