
Kediaman Kiara.
"Kamu tidak tau di mana Kiara?" tanya Rangga dengan menekan suaranya.
Rangga memang tidak menemui adiknya itu sejak 3 hari terakhir dan Rachel tidak mengatakan apa-apa yang sebenarnya Kiara memberitahu jika dia berada di rumah temannya dan jelas Rangga mempertanyakan hal sebesar itu karena pasti khawatir dengan Kiara.
"Rachel kenapa kamu diam? Jawab pertanyaan kakak?" Tanya Rangga yang tidak menemukan jawaban apa-apa.
"Aku sudah mengatakan kepada kak Rangga jika Kiara sedang ada tugas dari rumah sakit. Jadi dia menginap di rumah temannya," ucap Rachel.
"Jangan bohong kamu. Jika dia menginap di rumah temannya. Tidak mungkin anak buahku melihatnya berada di Apartemen Kevin," tegas Rangga.
"Kiara di Apartemen Kevin?" pekik Rachel dengan wajah terkejutnya.
"Iya. Anak buahku sendiri melihatnya berada di sana," tegas Rangga.
"Kak Rangga mengawasi Kiara?" tanya Rachel dengan dahinya yang mengkerut.
"Bagaimana aku tidak mengawasi anak itu. Jika diam-diam kamu juga banyak membantunya dan kamu jangan pura-pura tidak tau jika Kiara ada di sana," tegas Rangga yang mencurigai Rachel.
"Apa maksud kakak. Aku tidak mengerti," ucap Rachel yang penuh kebingungan.
"Jangan bersandiwara. Sekarang kamu katakan apa maksudnya kamu menyuruh Kiara kerumah lama?" tanya Rangga yang sepertinya banyak mengetahui sesuatu. Mendengar hal itu membuat Rachel terdiam dengan kesulitan menelan salivanya.
"Kakak jangan salah paham. Aku tidak pernah menyuruh Kiara untuk kerumah lama," sahut Rachel membantah tuduhan Rangga.
"Kamu masih berbohong. Di mana Kiara mendapatkan kunci. Jika bukan dari kamu! Jadi jangan mengelabui kakak Rachel aku," sentak Rangga.
"Aku mana tau," sahut Rachel yang terus mengelak.
"Tidak tau kamu bilang," sahut Rangga.
"Kak Rangga sudahlah. Kenapa kak Rangga terus menghalangi Kiara untuk sembuh. Kakak pikir dengan semua yang terjadi belakang ini tidak membuat Kiara bingung dia sangat bingung dan dia pasti berusaha untuk mengetahui banyak hal dan percuma saja kakak berusaha untuk mencegah, menghentikan dan menyembunyikan semuanya. Karena lama kelamaan Kiara akan mengingat semuanya," tegas Rachel yang capek mengikuti permainan Rangga yang mengorbankan perasaan Kiara.
"Tapi aku punya cara sendiri Rachel dan semua aku lakukan hanya untuk Kiara," sentak Rangga.
__ADS_1
"Tetapi tanpa kakak sadari cara kakak bisa menyakiti Kiara dan Kiara yang akan menderita," sentak Rachel yang tidak kalah menguatkan suaranya.
"Argghhh!" teriak Rangga dengan memukul meja dengan kedua tangannya yang menghadap jendela yang mengarah keluar.
"Kamu tidak akan mengerti Rachel," ucap Rangga menekan suaranya.
"Aku justru mengerti dan mencoba untuk memahami semuanya tetapi kakak yang justru tidak mengerti," sahut Rachel dengan suara rendah.
Rangga diam dengan pandangan matanya yang melihat ke arah luar. Ke arah bawah di mana mobil berhenti di depan mereka. Mata Rangga membulat sempurna ketika melihat sosok Pria yang keluar dari mobil itu yang tak lain adalah Kevin dan kemudian Kevin membuka pintu mobil di sebelahnya dan ternyata Kiara yang keluar yang membuat Rangga benar-benar shock.
"Ini yang kamu inginkan Rachel?" tanya Rangga dengan menekan suaranya membuat Rachel bingung.
"Apa maksud kak Rangga?" tanya Rachel.
"Lihat ulahmu. Lihat apa yang sudah kau lakukan dan membuat semuanya benar-benar berantakan. Kau mengingatkan dua orang itu untuk kembali bersama," ucap Rangga yang semakin penuh dengan amarah yang terus melihat ke arah Kevin dan Kiara.
Rachel yang bingung langsung menghampiri Rangga dan melihat ke arah mana Rangga melihat. Rachel betapa kagetnya melihat Kiara dan Kevin yang begitu dekat dan tatapan mata itu sama seperti dulu. Rachel tidak percaya melihat hal itu sampai Rachel menutup mulutnya dengan satu tangannya.
Kevin yang berdiri berhadapan dengan Kiara yang sudah sampai di depan rumah Kiara dan Kevin benar-benar nekat mengantarkan Kiara sampai rumah Kiara bahkan turun dari mobil.
"Kamu juga langsung pulang ya dan jangan kekantor. Kamu juga harus istirahat," ucap Kiara. Kevin menganggukkan kepalanya.
"Kamu mengkhawatirkan ku?" tanya Kevin. Kiara mengangguk apa adanya yang pasti sangat khawatir dengan Kevin.
"Ya sudah sana masuk! aku pasti tidak apa-apa," ucap Kevin meyakinkan Kiara.
"Hmmm, sebentar," ucap Kiara tiba-tiba.
"Ada apa?" tanya Kevin.
"Kamu jangan kemana-mana dulu ya. Aku masuk sebentar," ucap Kiara yang langsung masuk buru-buru membuat Kevin bingung dengan apa yang akan di lakukan Kiara.
Kiara ternyata memasuki toko kuenya dan membuat minuman dengan cepat dan mengambil beberapa roti dengan random dan langsung buru-buru keluar kembali menghampiri Kevin kembali yang memang masih menunggunya dan wajah Kevin pasti bingung dengan apa yang di lakukan Kiara.
"Bawa ini," ucap Kiara memberikan paper bag itu pada Kevin.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Kevin heran.
"Aku tidak tau apa yang kamu suka. Tetapi kamu harus sarapan dan bawa itu untuk sarapan kamu," ucap Kiara yang membuat Kevin melihat isi paper bag itu.
Kevin mendengus dengan tersenyum saat melihat isi paper bag tersebut. Di mana Kevin yang mengingat Kiara dulu sering memberinya makanan dengan random dan semua makanan itu menjadi kesukaannya dan termasuk roti lapis yang di ambil Kiara asal yang dulu Kevin juga menyukainya karena Kiara yang memberikannya.
"Semoga saja kamu menyukainya, maaf jika makanannya tidak enak karena aku tidak tau apa yang kamu suka," ucap Kiara yang takut Kevin tidak akan memakannya.
Kevin tersenyum dan mengusap-usap pucuk kepala Kiara.
"Aku menyukainya. Ini seperti kamu yang dulu. Kebiasaan kamu yang sangat aneh," ucap Kevin membuat Kiara bingung dengan dahinya yang mengkerut.
"Baiklah aku akan memakannya. Kamu masuklah," ucap Kevin tersenyum.
"Makasih kalau begitu dan makasih juga kamu sudah mengantarku, terima kasih sudah melindungiku," ucap Kiara.
"Itu hal yang harus aku lakukan dan wajib aku lakukan," ucap Kevin yang membuat Kiara tersenyum dengan tatapan mata mereka yang sangat dalam.
"Ya sudah kamu masuklah dan langsung istirahat," ucap Kevin lagi.
"Kami juga," sahut Kiara.
"Itu pasti. Ya sudah aku pamit dulu!" ucap Kevin pamit.
"Hmmm, hati-hati," sahut Kiara.
"Kamu juga hati-hati," sahut Kevin.
Kiara menganggukan kepalanya dan langsung masuk setelah memberikan Kevin makanan tersebut dan setelah mereka berbicara dengan sangat manis.
Kevin juga tersenyum dan juga langsung masuk kedalam mobilnya setelah memastikan Kiara masuk ke rumahnya.
Keromantisan simpel Kiara dan Kevin di lihat oleh Rangga dan Rachel dan pasti Rangga sangat murka dengan kenyataan yang di lihatnya. Ini seperti kisah dulu antara adiknya dan Kevin dah ketakutan Rangga yaitu sangat takut jika adiknya itu kembali bersama Kevin.
Bersambung
__ADS_1