
Kiara yang sudah selesai mandi langsung keluar dari kamar mandi yang sudah memakai piyama silver selututnya. Kiara yang mengeringkan rambutnya tiba-tiba kepikiran sesuatu. Kiara mengambil tasnya dan menumpahkan isinya.
Isi tas Kiara yang keluar. Namun hanya matanya fokus pada kunci yang tadi di temukannya dan apa lagi kalau bukan kunci rumahnya.
"Seperti aku harus kerumah itu. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu di rumah itu. Jika aku tidak mencoba untuk kesana maka aku tidak akan tau," batin Kiara memegang kartu dan kunci itu.
"Iya aku sebaiknya harus bergerak cepat, sebelum kak Rachel menyadari aku mengambilnya kunci ini," ucapnya.
Kiara buru-buru mengambil bleajer nya dan juga handphonnya. Lalu Kiara keluar dari kamarnya dengan buru-buru yang pasti langsung menjalankan aksinya untuk pergi ke rumah itu buru-buru.
Rachel yang berada di kasir melihat Kiara yang pergi buru-buru dengan Kiara yang menyetopkan Taxi. Namun Rachel tidak menyetop atau bertanya pada Kiara dan membiarkan Kiara pergi begitu saja.
"Aku yakin kamu memang pasti akan pergi," batin Rachel. Sebenarnya semua yang di lakukan Rachel adalah rencana untuk Kiara yang bertindak sendiri untuk mencari jati dirinya.
**********
Taxi yang di tumpangi Kiara berhenti di depan perumahan Lexus. Setelah memberikan ongkos Taxinya. Kiara langsungnya turun dan Taxi tersebut pergi.
Seperti biasa di gerbang utama pasti banyak penjaga dan tidak sembarangan orang bisa masuk. Dan masuk juga ada syaratnya. Karena memang tidak mudah untuk masuk kedalam rumah itu.
Kiara menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Dia sangat dek-dekan. Terlihat dari wajahnya.
"Kiara kau sudah mantap dan jangan berhenti. Kau harus mengetahui apa yang ingin kau ketahui," batin Kiara dengan yakin dan melangkah maju menghampiri para satpam tersebut.
Ada petunjuk untuk memasukkan kartu dan Kiara pun langsung mengikuti petunjuk itu. Para penjaga jelas memperhatikan Kiara. Karena Kiara terlihat gugup dan mencurigakan. Namun dia tetap berusaha tenang dan pasti terus berdoa. Dia juga tidak ingin di curigai dan terlihat sudah seperti orang biasa. Apa lagi saat Kiara mencocokan kartu itu semoga masih bisa dan tidak ada masalah.
Berhasil.
Suara yang terdengar dari monitor yang membuat Kiara lega. Namun ternyata tidak sampai di situ saja ada juga pencocokan dari tubuh dengan pilihan, menggunakan sisik jari dan bola mata.
"Bagaimana ini. Bagaimana kalau tidak cocok," batin Kiara panik. Karena jika tidak cocok. Dia akan bermasalah dengan penjaga tersebut.
__ADS_1
"Tidak Kiara. Kau harus mencobanya,"
"Tapi bagaimana kalau tidak cocok. Mereka bisa mencurigaiku dan mungkin menganggapku sebagai penyusup," batinnya lagi yang kebingungan.
"Ada yang bisa di bantu Nona?" tanya seorang penjaga yang membuat Kiara kaget.
"Oh tidak! tidak ada kok," jawab Kiara yang berusaha untuk tenang.
"Kalau begitu cepatlah Nona!" ucap Pria tersebut.
"Iya pak," sahut Kiara.
Kiara kembali menghela napasnya dan kali ini Kiara memilih untuk menggunakan bola mata sebagai pencocok dengan dek-dekan Kiara pun membulatkan matanya ke monitor. Agar kornea matanya bisa cocok dan ternyata.
Berhasil
Hhhhhhhh.
"Permisi pak," ucap Kiara dengan menundukkan kepalanya dan melanjutkan langkahnya memasuki kompleks tersebut.
Untung pencocokan kornea mata itu cocok dan Kiara bisa masuk tanpa di curigai sama sekali. Memang kompleks Lexus sangat ketat. Kiara juga ingat dulu juga seperti itu ketatnya.
Ojol, taxi dan pengantar paket atau apapun tidak di perkenankan masuk dan hanya boleh di titip di pos penjagaan.
Ternyata di sebrang jalan. Ada mobil yang berhenti yang tak lain adalah Rachel sang pengemudi model tersebut. Di mana Rachel yang sepertinya memperhatikan Nabila. Dia mengikuti Nabila dan dugaannya benar. Nabila memang pergi ke kerumah itu.
Bahkan Rachel menghela napasnya ketikan Kiara berhasil masuk. Sepertinya itu yang di inginkan Rachel. Adiknya itu berusaha untuk mencari tau apa yang terjadi dan Rachel sangat berharap Kiara benar-benar bisa mengetahui semuanya. Karena dia juga tidak bisa menceritakannya begitu saja.
"Jika kamu ingin sembuh. Semoga kamu benar-benar sembuh Kiara. Mungkin ini akan sakit untukmu. Tetapi ini juga pilihan dan kamu yang menginginkan semua ini. Kakak tidak bisa melakukan banyak hal untuk kamu dan hanya ini yang bisa kakak lakukan. Jika Kevin masih menjadi takdirmu kakak yakin. Kali ini kamu dan Kevin bisa melewatinya dan semoga kalian masih mencintai seperti dulu," batin Rachel dengan matanya yang bergenang.
Mana mungkin seorang kakak tega melihat adiknya menderita. Bagaimana Rachel tidak tau Kiara menderita. Setelah membaca tulisan Kiara. Dan dia berusaha membuat Kiara sebisanya. Karena dia menyayangi Kiara.
__ADS_1
Sayangnya Rangga mungkin berbeda caranya. Dia mengingat penderitaan Kiara dan semua karena keluarga Lexus membuat Rangga dendam dan ingin membalas orang-orang tersebut.
Namun Rangga lupa. Jika adiknya sebenarnya semakin tersiksa. Mungkin ambisi juga sudah menutup mata hati Rangga.
*********
Kiara berjalan di sekitaran komplek menuju rumahnya yang sebenarnya jaraknya lumayan sangat jauh. Namun Kiara tidak masalah dan terus berjalan.
Mata Kiara menoleh ke tah kirinya yang terdapat taman di sana. Langkahnya tetap lurus dengan langkah yang pelan-pelan. Namun matanya tetap ke arah taman itu.
Tiba-tiba saja Kiara melihat ada seorang Pria dan wanita yang sedang berada di ayunan yang keduanya senyum-senyum yang begitu bahagia.
Tidak tau kenapa Kiara merasakan ada sesuatu di hatinya dan bahkan memegang dadanya yang tiba-tiba bergetar yang membuat Kiara tidak mengerti dengan perasaannya dan bahkan sekilas dia melihat wanita itu adalah dirinya yang membuat Kiara schok. Namun Kiara langsung membuyarkan lamunan nya dan langsung pergi dengan jalan cepat-cepat.
Kiara merasa dia hanya berhalusinasi. Tetapi kenapa sangat persis seolah dia pernah merasakannya dan pria itu entah siapa yang tidak dapat di kenalinnya yang membuat Kiara merasa kepalanya kembali sakit.
Namun dia tetap melanjutkan langkahnya karena tujuannya untuk datang kerumahnya untuk mencari sesuatu yang ingin di ketahuinya.
**************
Akhirnya Kiara berdiri di depan pagar rumahnya yang berhadapan dengan Kevin. Walau Kiara dan keluarganya sudah tidak bekerja di Perusahaan Lexus. Namun rumah itu tetap hak milik keluarga Kiara. Karena itu memang bonus dan lengkap dengan surat kepemilikannya dan bisa saja Danu menjualnya pada orang-orang yang bekerja di Lexus. Ya harus tetap orang-orang Lexus. Namun Danu tidak mau.
Dan tidak mungkin juga Danu dan keluarganya tetap tinggal di sana setelah terjadi masalah besar. Jadi rumah itu tetap terbengkalai.
Kiara melihat ke arah rumah Kevin sebentar. Sepi dan mungkin penjaga ada di dalam pagar. Kiara yang tidak ingin membuang-buang waktu langsung membuka gembok pagar tersebut.
Karena banyaknya kunci kesabaran Kiara di uji dengan mencoba satu persatu kunci sampai akhirnya beberapa kunci di coba dan akhirnya gembok tersebut terbuka membuat Kiara menghela napasnya.
"Syukurlah, akhirnya terbuka juga," batinnya yang merasa lega dan langsung masuk begitu saja tanpa mengkunci kembali pagar itu. Hanya menutupnya saja dan tidak menggemboknya.
Kiara juga langsung membuka pintu rumah dan pasti mencari kunci lagi. Namun kesabarannya membuahkan hasil dan pintunya juga akhirnya terbuka yang membuat Kiara lega.
__ADS_1
Bersambung