Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 109 Detik-detik terakhir.


__ADS_3

Kondisi Saras masih selamat. Walau keadaannya tidak baik-baik saja. Tidak tau tempat apa itu. Alan suaminya berhasil membawanya keluar dari rumah sakit yang penuh dengan kobaran api itu. Ketempat yang lebih baik.


Tempat itu seperti kamar yang berukuran kecil dan Saras berada di atas tempat tidur itu yang belum sadarkan diri. Walau sempat sadarkan diri. Namun Saras kembali pingsan.


Alan suaminya setia menjaganya, duduk di sampingnya yang menunggu istrinya itu siuman kembali. Dengan memegang tangan Saras dan menatap mata yang terpejam itu dengan penuh kesedihan.


"Maafkan aku Saras. Aku tidak berguna menjadi seorang suami. Seharusnya aku melindungimu," ucap Alan yang merasa bersalah kepada istrinya itu.


Tiba-tiba kelopak mata Saras bergerak dan akan yang masih berada di dekatnya melihat pergerakan itu.


"Saras!" lirih Alan yang mencoba bangunkan Saras.


"Saras kamu mendengarku? Ini aku Saras!" Alan terus bangunkan Saras sampai akhirnya mata Saras terbuka sempurna.


"Mas Alan!" lirih Saras dengan kesulitan berbicara.


"Iya Saras ini aku. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Alan. Saras menganggukkan kepalanya dengan pelan. Mana mungkin dia baik-baik saja dan jelas sangat tidak mungkin.


"Mas Alan!" lirih Saras.


"Syukurlah kamu sudah siuman aku merasa lega Saras," ucap Alan yang langsung memeluk Saras.


Saras menggerakkan tangannya memeluk punggung suaminya itu. Kondisinya masih sangat lemah. Namun dia tetap sadar. Jika Alan sedang bersamanya dan sekarang memeluknya dengan erat. Dan pasti banyak hal yang ingin di ketahui Saras.


Setela saling berpelukan. Mereka melepas pelukan itu dan saling melihat. Mata Saras yang masih berair memegang pipi suaminya itu.


"Ini sungguh kamu mas?" tanya Saras yang tidak percaya dengan Alan yang telah selamat.


"Iya ini adalah aku. Aku suami kamu Saras," jawab Alan.


"Apa yang terjadi mas. Kenapa kamu tiba-tiba ada di sini dan kamu sudah siuman?" tanya Saras.


"Aku tidak tau apa yang terjadi dan bagaimana cara menceritakannya. Aku hanya kaget dengan suara ledakan yang sangat kencang. Tiba-tiba saja aku terduduk dan sadar pada saat itu. Aku merasa diriku aneh dan hanya bingung. Namun aku mendengar teriakan orang-orang dan suara langkah kaki yang berlari kesana kamari yang membuatku tidak tau apa yang terjadi,"


"Sampai akhirnya aku mencoba untuk menggerakkan tubuhku dan aku perlahan turun dari ranjang rumah sakit. Menginjakkan dan untuk pertama kalinya telapak kakiku menginjakkan lantai itu dan ternyata aku bisa bergerak. Perlahan aku keluar dengan masih sangat lemas. Sampai akhirnya aku bisa keluar dan melihat orang-orang berlari kesana kemari,"

__ADS_1


"Aku juga melihat mu yang di tarik 2 orang Pria dan saat itu aku langsung mengejarmu. Aku sempat kehilangan jejakmu. Tapi akhirnya aku menemukanmu," jelas Alan dengan mengingat semua kejadian itu.


"Jadi kamu mendadak bangun dari koma karena kejadian di rumah sakit?" tahta Saras.


Alan mengangguk-angguk kepalanya.


"Aku membawamu kemari. Setelah aku tau orang-orang yang mengurungnya di ruangan itu adalah orang suruhan papa!" ucap Alan yang mengejutkan Saras.


"Apah!" pekik Saras.


"Saat aku berhasil menyelamatkanmu. Aku mencari tempat untukmu dan aku mendengar sendiri orang-orang itu berbicara melalui telpon dengan papa!" jelas Alan.


"Saras aku tidak tau apa yang terjadi dan kenapa papa bisa melakukan semua itu kepada kamu," ucap Alan.


"Ceritanya panjang! dan papa melakukan semua ini pasti karena aku menantangnya," jawab Saras.


"Apapun itu yang penting sekarang kamu ada di sini dan itu sudah membuatku jauh lebih tenang dan semoga tempat ini aman untuk kamu," ucap Alan.


"Terima kasih mas. Kamu sudah menolongku," ucap Saras.


"Saras apa yang kamu lakukan kepadaku selama ini tidak ada apa-apanya di bandingkan apa yang aku lakukan hari ini. Kamu sudah menungguku begitu lama dan setia terus bersamaku," ucap Alan yang membuat Saras mengangguk dengan air matanya yang kembali keluar dan mereka berdua kembali saling memeluk dengan erat.


Mobil yang membawa Rangga berhenti di rumah tua. Pria yang membawa Rangga sudah menikah tangan Rangga di belakangnya dan mendorong Rangga untuk berjalan menuju gedung tua tersebut.


"Jalan cepat! Jangan menye-menye!" tegas Pria itu membuat Rangga hanya mengikut. Walau dia kelihatan panik.


Sampai akhirnya Pria itu membawa Rangga masuk ke dalam gedung itu dan langsung didorong sehingga Rangga berlutut. Rangga masih menunduk dan melihat sepasang kaki yang berdiri di hadapannya. Perlahan kepala Rangga terangkat dan melihat orang tersebut adalah Daniel.


Ternyata orang yang menculik Rangga bukan Mitra Winata melainkan Daniel. Di mana Daniel menyunggingkan senyumnya kepada Rangga.


"Lama tidak bertemu Rangga!" sapa Daniel.


"Tuan! Apa yang tuan lakukan? Kenapa membawa saya dengan cara seperti ini kehadapan tuan. Jika tuan ingin bertemu dengan saya. Kita bisa bertemu dan tidak dengan cara seperti ini," ucap Rangga dengan wajah paniknya.


"Tapi saya ingin bertemu dengan kamu dengan cara seperti ini bagaimana dong?" tanya Daniel dengan menyinggung senyumnya.

__ADS_1


"Ada apa tuan apa yang ingin tuan katakan?" tanya Rangga.


"Tenang Rangga. Kamu jangan tegang seperti itu," sahut Daniel yang berjalan mengelilingi Rangga.


"Rangga ternyata kamu itu Pria yang tidak bisa di andalkan. Banyak masalah yang kamu ciptakan dan membuat saya harus rugi banyak dan saya tidak bisa diam saja dengan kamu," ucap Daniel.


"Apa maksud tuan?" tanya Rangga heran.


Plakkk. Tiba-tiba belakang leher Rangga di pukul kuat dengan lengan Daniel.


"Arggggh!" teriak Rangga kesakitan dengan menunduk.


"Kamu banyak memegang rahasia saya Rangga dan Kevin namanya sudah bersih. Adik kamu menikah dengannya sangat tidak memungkinkan kamu akan membongkar semua rahasia saya dan saya harus menyinggirkan parasit yang menghalangi saya yang bisa menghancurkan karir saya," ucap Daniel.


Mendengar hal itu membuat Rangga kaget. Itu artinya nyawanya dalam bahaya saat ini.


"Tuan pernikahan adik saya tidak ada hubungan dengan kerja sama kita. Karena apapun yang terjadi. Kita berdua akan tetap bekerja sama untuk menghancurkan Kevin dan juga Lexus. Saya tidak pernah setuju dengan pernikahan mereka!" jelas Rangga dengan penuh penegasan yang berusaha untuk meyakinkan Rangga.


"Tapi kamu sudah banyak membuat saya rugi Rangga dan pekerjaan kamu juga tidak becus Dari pada saya buang-buang waktu untuk kamu. Jadi sebaiknya saya harus menyingkirkan kamu!" tegas Daniel.


"Tuan saya akan melakukan apa saja untuk tuan dan selama ini saya juga menguntungkan tuan. Tolong tuan urungkan niat tuan untuk melakukan semua ini," Rangga berusaha meluluhkan hati Daniel.


Mendengarnya saja Daniel hanya tertawa yang menikmati ke takutan Rangga.


Prok-prok-prok-prok.


Tiba-tiba Daniel bertepuk tangan dan tidak lama datang beberapa anak buah Daniel yang lebih dari 10 orang membuat Rangga kaget. Saat Pria itu mengelilinginya.


Daniel menyunggingkan senyumnya dan melepas ikatan Rangga.


"Aku memberimu kesempatan untuk melawan mereka semuanya. Anggap saja ini bonus dariku sebelum kau mendapatkan ajalmu," ucap Daniel menyunggingkan senyum.


"Sial! Bangsat!" umpat Rangga yang langsung berdiri dengan cepat dan menendang Daniel yang tidak siap sama sekali sampai membuat Daniel terjatuh.


"Bos!" Anak buah Daniel kaget dan langsung menolong Daniel dan saat itu Rangga mengambil kesempatan untuk melarikan diri.

__ADS_1


"Apa yang yang kalian lakukan cepat kejar dia bodoh!" teriak Daniel yang membuat semua anak buah itu baru bergerak mengejar Rangga.


Bersambung.


__ADS_2