
Monica yang kembali memakai pakaian lengkap duduk di sofa dengan wajah gelisahnya yang beberapa kali membuang napas beratnya. Monica juga memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa berat.
Suara pintu terdengar membuat Monica melihat ke arah pintu dan Rangga yang telah datang yang sejak tadi di tunggunya.
"Monica," sahut Rangga.
"Siapa dia? Kenapa bisa datang ke Apartemen kamu? Apa hubungan kamu dengan dia. Kamu sedang tidak aneh-aneh di belakangku kan?" tanya Monica dengan panik dan gelisah.
"Monica tananglah. Kamu jangan panik seperti itu. Tidak ada yang di permasalahkan. Dia bukan siapa-siapa. Dia Kiara adikku," ucap Rangga yang mencoba untuk menenagkan Monica.
"Apa kamu bilang! Dia adikmu!" pekik Monica yang lebih terkejut lagi.
"Iya itu Kiara. Adikku. Aku tau kamu kaget dengan dia yang datang tiba-tiba. Tetapi jangan khawatir hal itu tidak akan apa-apa. Kamu tidak perlu memikirkan apa-apa. Dan Kiara juga sudah dewasa," ucap Rangga.
"Bagaimana aku tidak panik Rangga. Adik kamu baru saja memergoki kita dan kamu bilang tidak apa-apa," ucap Monica yang tampak semakin gelisah.
"Monica Kiara juga orang dewasa dan hal tadi tidak perlu di perbesar dan mungkin kita hanya menjadi canggung. Tetapi selebihnya bukan hal yang harus di persulit atau di permasalahkan," ucap Rangga.
"Bukan masalah Kiara dewasa apa tidak, mengerti apa tidak. Masalahnya Kiara adalah Dokter pribadi Kevin," tegas Monica yang membuat Rangga kaget sampai mata Rangga membulat sempurna mendengar pernyataan dari Monica.
"Dan tadi dia melihat kita berdua seperti itu. Lalu menurut kamu itu tidak masalah hah! Dan bagaimana jika dia mengatakan kepada Kevin dengan apa yang terjadi tadi," ucap Monica yang semakin panik.
"Apa kamu bilang. Kiara Dokter pribadi Kevin!" tanya Rangga yang masih ingin memastikan dengan wajah schocknya.
"Iya dia Dokter pribadi Kevin aku dan dia saling mengetahui dan ini bukan pertemuanmu pertama kali dan aku sudah tidak tau harus bagaimana setelah ini," jawab Monica benar-benar frustasi.
"Jadi salama ini Kiara Dokter pribadi Kevin dan sudah jelas mereka sering bertemu dan jangan-jangan...." batin Rangga yang benar-benar shock.
"Rangga!" tegur Monica yang melihat Rangga bengong.
__ADS_1
"Kamu kenapa malah diam Rangga. Bagaimana ini?" tanya Monica yang tidak mendapatkan solusi apa-apa.
Rangga menghela napasnya dengan mengusap wajahnya kasar.
"Kamu tenang dulu Monica. Kamu jangan khawatir Kevin tidak akan tau hal ini dan Kiara juga tidak mungkin memberitahu pada Kevin," ucap Rangga yang harus menengakan Monica yang kepanikan.
"Bagaimana mungkin. Bagaimana jika Kiara memberitahu Kevin?" tanya Monica.
"Aku akan bicara pada Kiara dan masalah ini akan aku selesaikan. Kamu percayakan semua kepadaku," ucap Rangga yang meyakinkan Monica. Monica langsung memeluk Rangga.
"Aku takut Rangga," ucap Monica.
"Jangan takut. Kamu tenang saja aku yang akan menyelesaikan semuanya," ucap Rangga terus meyakinkan Monica. Dia juga berharap masalah ini bisa di selesaikan Rangga dan jangan sampai Kevin tau hal tersebut
"Aku lengah selama ini, seharusnya aku mengawasi Kiara semenjak datang ke Jakarta. Tapi aku tidak mengawasinya sampai-sampai aku tidak tau jika Kiara dan Kevin sering bertemu, seharusnya aku sudah ke pikiran sejak Kiara berkerja di rumah sakit Lexus. Aissss sial semuanya benar-benar di luar dugaanku," batin Rangga yang merasa bodoh karena kurang mengawasi adiknya.
"Apa yang akan terjadi selanjutnya. Kevin dan Dokter itu tampak dekat. Bagaimana jika dia memberitahu Kevin," batin Monica yang terlihat sangat cemas.
Hujan deras yang membasahi bumi. Sedari tadi cuaca memang sangat tidak mendukung, langit yang mendung dan barulah sekarang hujan di tumpakan ke bumi.
Kiara yang baru selesai dari Apartemen Rangga menunggu di halte bus yang duduk sembari berteduh. Wajahnya yang murung dan masih shock melihat kedekatan kakaknya dan Monica. Mungkin apa yang di pikirkannya sudah terjawab. Jika kekasih Kevin telah menghiyanati Kevin dan itu bersama kakaknya.
Apa yang terjadi membuat Kiara penuh dengan pemikiran. Penuh kebingungan dan merasa sangat sedih seolah dia mengalami semuanya.
Di tengah-tengah mobil yang melintas. Tiba-tiba Kevin yang menyetir melihat Kiara yang duduk sendirian di tengah hujan deras. Yakin itu adalah kiat membuat Kevin langsung memberhentikan mobilnya dan melihat dari kaca spion melihat Kiara yang melamun sendirian.
Tanpa berpikir panjang Kevin mengambil payung dan langsung keluar dari mobil yang menghampiri Kiara menggunakan payung.
"Kiara!" ucap Kevin yang berdiri di depan Kiara dengan menggunakan payung.
__ADS_1
Kiara mengangkat kepalanya dan melihat Kevin yang berada di depannya. Sangat lama wajah Kiara terus melihat Kevin. Ada rasa kasihan di hati Kiara melihat Pria yang berdiri di hadapannya.
Melihat Kevin sama saja melihat apa yang terjadi barusan. Kiara merasa kekasih Kevin telah menghiyanati Kevin yang menurutnya sangat baik dan Kiara juga bingung apa harus memberitahunya dan sementara Pria itu adalah kakak kandungnya.
"Dia orang yang sangat baik. Lalu kenapa harus kekasihnya menghiyanatinya. Dan kak Rangga apa tidak tau. Jika Monica itu adalah calon istri orang lain," batin Kiara dengan menatap Kevin begitu dalam dan bahkan matanya berkaca-kaca.
"Apa yang kamu lakukan di sini Kiara?" tanya Kevin dengan suara beratnya.
Kiara memejamkan matanya dan menggoyangkan kepalanya yang sadar dari lamunannya.
"Kamu baik-baik aja Kiara?" tanya Kevin lagi yang melihat ada ke anehan pada Kiara.
"Oh iya aku baik-baik saja tuan," jawab Kiara dengan menghela napasnya dan terus berusaha untuk tenang.
"Lalu kenapa berada di sini? Apa kamu tidak bisa melihat ini hujan deras dan ini sudah malam," tanya Kevin yang heran dengan Kiara. Wajah Kiara juga kelihatan begitu memikirkan sesuatu.
"Aku menunggu bus," jawab Kiara singkat. Karena itu memang berada di halte bus.
"Ayo masuk mobilku. Aku akan antar kamu," ucap Kevin.
"Tapi tuan!" tolak Kiara.
Kevin langsung menggenggam tangan Kiara membuat Kiara melihat kearah tangan itu yang sangat hangat menggenggamnya.
"Ayo!" ajak Kevin dengan lembut dan Kiara tidak bisa menolak yang mengikut saja.
Kevin melindunginya dari air hujan dan Kiara masih saja tidak bisa melepas pandangannya dari Kevin dengan hatinya yang berdebar begitu kencang.
"Masuklah!" ucap Kevin yang sudah membuka pintu mobil dan Kiara sampai kaget karena kebanyakan melamun Yann tidak sadar sudah berada di depan mobil dan Kiara pun langsung masuk mobil yang kemudian di susul oleh Kevin yang duduk di kursi pengemudi.
__ADS_1
"Apa yang terjadi jika dia tau hubungan kekasihnya dengan pria lain. Apa dia akan marah. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya," batin Kiara yang sangat simpatik dengan Kevin seolah sangat kasihan pada Kevin sampai terus melihat wajah Kevin tanpa berkedip sama sekali dengan perasaannya yang lain.
Bersambung