Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 26 Kevin dan Kiara.


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya Mitra Winata membuat langkah Kiara dan Arya terhenti dan Kiara langsung menundukkan kepalanya memberi hormat yang tau Mitra Winata adalah pemilik group Lexus dan juga rumah yang sekarang di injaknya itu.


"Maaf tuan saya membawa nona Kiara kemari karena untuk mengobati tuan Kevin yang terluka," ucap Arya.


"Berani sekali kau melakukannya, siapa yang menyuruhmu!" teriak Mitra Winata dengan sentakan yang membuat Kiara kaget mendengarnya.


Tidak tau apa yang salah. Tiba-tiba pria paruh baya itu sudah membentaknya saja jadi jelas Kiara kaget.


"Aku yang menyuruhnya!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat perhatian orang-orang langsung melihat ke arah suara tersebut yang ternyata adalah Saras dengan santainya yang melangkah menuruni anak tangga.


"Saras," geram Mitra Winata dengan wajah Mitra Winata penuh dengan amarah yang semakin membara.


"Dokter Kiara adalah Dokter pribadi Kevin dan sangat wajib Kiara sekarang mengatasi Kevin yang terluka parah," ucap Saras dengan santai dan Mitra Winata sudah mengepal tangannya yang menahan emosinya.


"Ayo Kiara ikut dengan saya. Kevin sedang menunggu!" ajak Saras.


"Baik Dokter Saras," jawab Kiara yang tidak tau harus bagaimana. Ya dia di panggil karena dia seorang Dokter dan Dokter dari Kevin yang memang sedang butuh bantuan.


Tidak tau apa yang rencanakan Saras yang sangat berani memanggil Kiara masuk kerumah itu dan padahal Saras tau akibat yang terjadi pada Kevin karena masalah Kiara.


"Saras," ucap Mitra Winata dengan memukul meja dengan kuat yang mengejutkan Janika dan Mariana sampai membuat mereka tersentak kaget dan Kiara yang sudah di ujung anak tangga mendengar suara dubrakan tersebut dan ingin melihat kebawah. Namun Saras mencegahnya dan membawa Kiara masuk kekamar Kevin.


Posisi Kiara pasti penuh dengan kebingungan dan pasti dia bertanya-tanya ada apa sebenarnya yang terjadi di rumah itu. Seperti banyak emosi.


"Menantu kurang ajar beraninya dia main-main kepadaku," teriak Mitra Winata yang emosinya kembali meledak-ledak.


"Mas tenanglah," ucap Janika berusaha menenangkannya suaminya.


"Bagaimana aku bisa tenang melihat ulah menantumu itu. Kau bisa melihat dia berani menantangku sama saja dengan Kevin. Anak tidak tau diri," sentak Mitra Winata yang menyembur Janika dan membuat Janika kaget dan Mariana lebih baik diam dari pada di sembur juga seperti madunya.


"Dia pikir siapa dirinya yang berani menantangku dan kau lihat seberapa kuat dirimu Saras. Mau kau punya rencana apapun. Kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Aku ini mertuamu yang tidak akan bisa kau lawan," umpat Mitra Winata yang meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Mariana menghela napas dengan mengusap dadanya, "apa yang terjadi sebenarnya mbak?" tanya Mariana.


"Aku tidak tau," jawab Janika.


"Dan bukannya itu Kiara anak dari Danu Bramana. Kenapa dia ada di sini?" tanya Mariana yang juga mengingat siapa Kiara.


"Jangan tanya aku Mariana. Aku juga tidak tau apa yang terjadi dan bagaimana asal usulnya. Kamu tanya Saras dan memang sepertinya terjadi masalah besar," ucap Janika yang juga jadi pusing. Karena memang dia juga tidak tau apa yang terjadi. Tetapi sangat yakin ini ada hubungannya dengan Saras.


************


Kevin yang begitu lemah dengan luka di wajahnya dan pasti ada di tubuhnya juga hanya duduk di sofa dengan bersandar dengan kepalanya yang melihat ke langit kamar. Namun matanya terpejam dengan napasnya yang kembang kempis.


Ceklek. Suara pintu kamar yang di buka membuat Kevin melihat kearah pintu dan kaget melihat Kiara dan Saras.


"Tuan Kevin!" Kiara juga kaget melihat Kevin yang penuh dengan luka yang begitu kasihan dengan Kevin.


"Aku memanggil Dokter Kiara untuk mengobatimu dan aku rasa tidak ada yang salah. Karena Kiara adalah Dokter mu," ucap Saras yang mengatakan sebelum di tanya.


"Kak Saras kenapa harus membawanya," batin Kevin yang takut terjadi sesuatu.


"Tuan Kevin apa yang terjadi?" tanya Kiara yang panik yang sudah duduk di samping Kevin dengan membuka tas Dokter nya dan mengeluarkan banyak alat-alat dari sana


"Syyyyyy," suara lirihan Kevin terdengar saat pipinya di pegang Kiara.


"Maaf tuan," ucap Kiara yang lebih hati-hati lagi.


"Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Kiara yang begitu lembut dengan wajahnya yang sangat dekat dengan Kevin. Bahkan Kevin sampai bisa melihat dengan jelas wajah Kiara yang tidak ada bedanya seperti dulu.


Pasti jantungnya berdebar dengan kedekatan itu dan bahkan bisa merasakan tiupan napas Kiara yang mana Kiara begitu cemas akan dirinya yang sudah mulai mengobati luka Kevin dengan kapas yang di berikan cairan alkohol.


Sangat perih sebenarnya. Namun Kevin tidak mengeluh. Karena sakit itu bisa saja hilang dengan sekarang Kiara yang sangat dekat kepadanya, sentuhan tangan lembut yang kembali di rasakannya membuka masa lalu yang dulu sangat indah di mana dia berani jatuh cinta pada gadis biasa yang berada di hadapannya ini.

__ADS_1


"Ini seperti pukulan. Apa tuan Kevin sedang berkelahi?" tanya Kiara yang sejak tadi tidak mendapatkan jawaban apa-apa.


"Tidak. Tetapi aku sedang di hajar," jawab Kevin yang terus melihat wajah Kiara dan baru menjawab dengan suara seraknya.


"Tanpa perlawanan?" tebak Kiara yang sembari mengobati Kevin tanpa melihat wajah Kevin.


"Iya," jawab Kevin.


"Kenapa?" tanya Kiara melihat Kevin dengan mata mereka yang saling bertemu.


"Dia mengganggu wanita ku dan aku tidak bisa tinggal diam dan juga tidak bisa melawan," jawab Kevin dan Kiara terdiam saat mendengar jawaban itu. Namun kembali mengobati Kevin dan mengalihkan pandangannya yang fokus pada luka tersebut.


"Karena wanita. Apa sangat special sampai rela seperti ini?" tanya Kiara yang kepo. Namun seperti ada rasa keberatan di hatinya melihat Kevin rela terluka demi wanita.


"Lebih dari apapun bagiku," jawab Kevin.


"Sangat beruntung dirinya kalau begitu. Yang seorang pria rela wajahnya sampai seperti ini hanya karena dirinya," sahut Kiara yang kembali melanjutkan mengobati Kevin.


"Maaf tuan saya harus membuka baju anda untuk melihat luka di tubuh anda," ucap kiara yang harus permisi.


Kevin mengangguk dan membiarkan Kiara melakukannya. Sebagai Dokter Kiara sangat profesional dan kalau di tanya dek-dekan ya jantungnya memang mendadak tidak aman. Padahal dia sering menangani pasien. Namun kali ini dia sangat gugup dan bahkan tidak bisa menyembunyikan dari wajahnya yang memerah dengan beberapa kali menghela napas.


Kevin sekarang telanjang dada dan Kiara mengobati banyak luka di tubuh Kevin dengan sangat lembut dan hanya terdengar suara lirihan yang terkadang perih bagi Kevin.


"Apa dalam kondisi seperti ini tuan besok akan ikut perjalanan bisnis?" tanya Kiara tanpa melihat Kevin.


"Luka ini tidak seberapa di bandingkan luka yang di dapatkannya sebelumnya," jawab Kevin yang di tanya apa dan yang di jawab apa. Bagaimana Kiara tidak bingung.


"Begitu rupanya," sahut Kiara yang bingung menangapi apa lagi.


"Apa wanita yang di maksudnya adalah wanita itu. Jika iya berarti tuan Kevin salah. Karena wanita itu juga memiliki orang lain di dalam hatinya. Tetapi dia sudah sampai seperti ini karena wanita yang belum tentu setia," batin Kiara yang menduga-duga dari pembicaraan Kevin merasa karena Monika yang menurut Kiara Monica juga punya hubungan dengan kakaknya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2