Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 37


__ADS_3

"Kamu kenapa tidak pernah bilang. Kiara bekerja di rumah sakit Lexus?" tanya Rangga yang membahas masalah serius itu. Dia baru bisa membahas masalah itu dengan Rachel sekarang.


"Karena kakak tidak pernah tanya dan aku pikir kakak tau selama ini," jawab Rachel dengan apa adanya.


"Aku tidak tau Rachel. Aku justru kaget dengan Kiara yang bekerja di rumah sakit Lexus," ucap Rangga dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Tapi kak Rangga sepertinya tidak terjadi apa-apa. Karena Kiara aku lihat belakangan tidak seperti terjadi sesuatu. Dia terlihat biasa saja dan memang seperti tidak terjadi apa-apa," ucap Rachel.


"Sama saja yang jelas Kiara berada di rumah sakit itu dan pasti dia bertemu dengan orang-orang di sana dan Kevin sangat tidak mungkin mereka tidak bertemu," ucap Rangga dengan wajah khawatirnya.


"Kak Rangga jika hal itu terjadi. Keadaan Kiara pasti tidak seperti ini. Dia sangat sehat dan seperti tidak terjadi apa-apa dengannya," ucap Rachel dengan yakin.


Rangga mengatur napasnya yang coba tenang dulu. Dia memang sangat berharap tidak terjadi apa-apa dengan Kiara.


"Lalu bagaimana dengan apa yang terjadi di kaki gunung. Kiara bagaimana apa dia ikut keracunan minuman itu?" tanya Rangga yang memikirkan adiknya.


"Aku masih menghubungi Kiara dan sepertinya sinyal susah," jawab Rachel.


"Bagaimana jika hal buruk terjadi padanyanya. Minuman itu sangat berbahaya. Bagaimana jika dia keracunan dengan minuman yang berbahan kimia itu," ucap Rangga panik.


"Kak Rangga tau dari mana minuman itu berbahan kimia?" tanya Rachel dengan wajah bingungnya.


Karena sepengetahuannya berita yang menjadi tranding topik tidak membahas masalah bahan minuman. Karena masih dalam proses penyelidikan dan keterangan Polisi juga belum ada. Mendengar pertanyaan Rachel membuat Rangga kaget dan panik.


"Ya, ya," Rangga terlihat bingung dan gugup.


"Ya jelas aku tau, kan minuman yang sudah ada racunnya ya pasti dari bahan kimia," jawab Rangga dengan gugup yang seperti menyembunyikan sesuatu yang sangat terlihat mencurigakan.


"Argh, sudahlah, aku sendiri yang nanti menghubungkan Kiara bikin pusing saja," sahut Rangga yang langsung pergi begitu saja.


"Kenapa malah pergi, belum selesai bicara juga dan kak Rangga kenapa aneh sekali apa lagi membahas masalah minuman itu dia seakan tau minuman itu dan padahal tidak semua racun itu berasal dari kimia," gumam Rachel dengan wajahnya yang penuh dengan kebingungan.


************


Kiara yang berdiri yang jauh sedikit dari pemukiman warga yang sembari memegang ponselnya yang mencari sinyal dengan meninggi-ninggikan sampai ke atas supaya dapat sinyal.

__ADS_1


"Sedang apa kamu!" Kiara tersentak mendengar suara itu yang langsung membuat Kiara langsung melihat ke belakangnya.


"Tuan," sahut Kiara dengan wajah kagetnya yang ternyata Kevin yang menegurnya.


"Apa yang kamu lakukan, malam-malam dan sendirian di sini?" tanya Kevin.


"Oh ini, saya lagi mencari sinyal. Di sini sangat kesulitan sinyal. Jadi saya mencarinya supaya bisa menelpon," jawab Kiara.


"Tidak ada sinyal di sini. Percuma kamu mencarinya," ucap Kevin.


"Oh begitu kah! pantesan aja dari tadi saya di sini nggak dapat sinyal," ucap Kiara yang memang sejak tadi mencari tidak juga menemukan sinyal.


"Kamu mau menelpon?" tanya Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya.


"Ikut denganku," sahut Kevin yang berjalan terlebih dahulu. Kiara masih diam di tempatnya yang bingung kemana Kevin mengajaknya sampai akhirnya Kiara mengikut saja.


Tidak lama akhirnya Kiara sampai ke tempat yang di tunjukkan yang ternyata Kevin memasuki tempat tinggalnya yang berupa tenda berdiri kokoh dan yang tidak tau apa yang di lakukan Kevin dan Kiara yang kelihatan ragu mengikut saja.


Ketika sampai di dalam ruangan itu terlihat tempat peristirahatan. Karena ada komputer dan alat-alat lainnya, ada juga sofa dan tempat tidur. Mungkin saja tempat itu tempat khusus untuk Kevin. Kepala Kiara hanya berkeliling yang melihat isi ruangan itu.


"Hah! Pakai apa?" tanya Kiara yang malah bingung.


"Ya pakai handphone kamu lah, memang mau pakai handphone saya?" jawab Kevin.


"Tapi kan tidak ada siny...." Kiara tidak melanjutkan kalimatnya ketika melihat layar hanphonnya yang sinyalnya sudah penuh. Hal itu membuat Kiara kaget.


"Kok tiba-tiba sudah penuh?" tanyanya kebingungan melihat ke arah Kevin yang mana Kevin sudah duduk di Sofa yang bersandar di kepala Sofa dengan membuat handphonenya.


"Katanya mau menelpon!" sahut Kevin yang melihat Kiara.


"Iya. Sekarang menelpon," jawab Kiara yang langsung menghubungi orang rumahnya yang menelpon.


Kiara mengabari kakaknya jika dia baik-baik saja. Sebenarnya sangat canggung saat menelpon dengan kakaknya yang ada Kevin di sana. Dia juga harus bicara pelan-pelan. Karena takut mengganggu Kevin.


Padahal Kevin sama sekali tidak peduli dengan apa yang di lakukan Kiara. Ya terserah Kiara saja dia mau berbicara sekuat apapun dan itu tidak di perkirakan Kiara sama sekali.

__ADS_1


Walau Kiara menelpon di ruangan itu. Tetapi Kiara tetap menelpon sangat lama. Mungkin pertanyaan kakaknya sangat banyak sampai-sampai membuat Kiara terus menelpon yang membelakangi Kevin bahkan seperti tidak menganggap ada Kevin di belakangnya.


"Ya sudah kak kalau begitu Kiara tutup dulu ya telponnya ya," ucap Kiara yang menurunkan telponnya.


"Akhirnya aku bisa memberi kabar pada kak Rachel," gumam Kiara yang merasa lega.


Kiara membalikkan tubuhnya dan melihat ke belakang yang ternyata Kevin yang tadi di sofa yang sibuk dengan hpnya yang ternyata Kevin sudah tertidur.


"Apa aku terlalu lama menelpon ya," gumam Kiara yang penuh dengan kebingungan. Dia merasa terlalu lama menelpon sampai-sampai Kevin ketiduran.


"Lalu bagaimana ini apa aku mengatakan sudah selesai menelpon. Apa aku pergi saja. Tidak mungkin juga kan aku membangunkannya, mengucapkan terima kasih," Kiara bertanya-tanya sendiri dengan penuh kebingungan.


"Arggh sudahlah aku pergi saja," ucapnya memutuskan untuk pergi karena tidak mungkin juga dia membangunkan Kevin.


Namun ketika Kiara mau ke luar dia kembali melihat Kevin dan seperti ada yang di pikirkannya, Kiara lipatan selimut dan tidak tau apa yang di pikirkannya yang tiba-tiba saja Kiara menghampiri Kevin dan mengambil selimut tersebut dan menyelimuti Kevin.


Tidak tau kenapa Kiara tiba-tiba saja melakukan hal itu dia mungkin kasihan pada Kevin yang kedinginan makanya punya inisiatif untuk menyelimuti Kevin.


Baru selesai menyelimuti Kevin tiba-tiba matanya terbuka dan membuat Kiara kaget melihat Kevin yang bangun.


"Maaf tuan," sahut Kiara yang berdiri tegak melepas tangannya dari selimut yang sudah tertutup ke tubuh Kevin.


"Maaf tuan, saya hanya spontan saja dan tidak bermaksud mengganggu tuan," ucap Kiara dengan terbata-bata.


"Kamu sudah selesai menelpon?" tanya Kevin.


Kiara mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iya tuan, sudah selesai," jawab Kiara


"Ya sudah kalau begitu, saya permisi dulu," ucap Kiara pamit yang langsung meninggalkan tempat itu dengan menundukkan kepalanya sebelumnya. Kiara bahkan langsung lari.


Kevin hanya gelang-gelang dengan Kiara yang begitu aneh. Selalu salah tingkah di depan Kevin.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2