
Kevin dan Kiara jalan-jalan sampai malam hari dan tidak terasa memang sudah malam yang kelihatannya pasangan itu ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi.
Mobil yang di kendarai Kevin tiba-tiba berhenti di depan sebuah tempat yang membuat Kiara bingung yang melihat di sekitarnya.
"Kita untuk apa ke mari?" tanya Kiara bingung.
"Aku ingin mengajakmu ke tempat sesuatu," ucap Kevin.
"Kemana?" tanya Kiara dengan dahinya yang mengkerut.
"Kamu pasti akan tau secepatnya sekarang kita turun," ucap Kevin yang membuka sabuk pengamannya. Lalu langsung turun dari mobil. Sementara Kiara masih kebingungan yang tidak tau Kevin akan mengajaknya kemana.
Kiara yang belum turun dari mobil membuat Kevin membuka pintu untuk Kiara dan Kevin mengulurkan tangannya agar di sambut Kiara. Kiara mengangguk dengan wajah ragu yang langsung membuka sabuk pengamannya dan menyambut uluran tangan Kevin lalu keluar dari mobil.
"Kita mau kemana?" tanya Kiara yang masih penasaran.
"Kamu akan tau secepatnya," jawab Kevin tersenyum dan Kiara pun mengikut saja entah mau kemana Kevin mengajaknya.
**********
Akhirnya tidak lama berjalan Kevin dan Kiara pun sampai di tempat yang sangat indah. Penuh dengan lilin yang menerangi tempat itu. Lampu-lampu warna-warni dan juga bunga-bunga yang indah membuat Kiara kaget dengan kepalanya yang berkeliling melihat keindahan tempat itu dengan matanya yang berbinar.
Kevin juga tersenyum dengan melihat wajah Kiara yang sangat bahagia.
"Kenapa kita kemari?" tanya Kiara.
"Aku ingin mengajakmu Dinner," jawab Kevin.
"Dinner," sahut Kiara. Kevin menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita ke sana," sahut Kevin dengan arah matanya yang menunjukkan di ujung sana ada tempat yang jauh lebih indah. Kiara menganggukkan kepalanya dan kembali melangkahkan kakinya menuju tempat yang lain.
Tepat di tempat mereka Dinner ada 2 kursi yang saling berhadapan dengan meja bulat yang ada di tengahnya. Mata Kiara jauh lebih takjub lagi melihat hal itu.
Di atas meja itu terdapat 2 piring makanan lengkap dengan minuman dan di tengahnya ada lilin yang indah dan di sekeliling tempat itu juga sangat indah dengan bunga-bunga dan juga dengan lilin yang membuat mata Kiara berbinar.
__ADS_1
Kevin mengambil Boucket mawar yang sebelumnya ada di atas meja itu dan langsung memberikannya pada Kiara.
"Untukku?" tanya Kiara.
"Iya. Kamu sangat menyukai bunga," ucap Kevin yang pasti tida lupa akan hal itu. Kiara tersenyum mendengarnya dengan Kiara yang langsung menghirup aroma bunga tersebut.
"Makasih," ucap Kiara.
"Sama-sama. Sekarang kita makan ya," ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya. Kevin langsung menarik kursi dan Kiara langsung duduk. Lalu kemudian Kevin menyusul untuk duduk di depan Kiara.
Kevin dan Kiara mengadakan Dinner romantis di tempat yang special yang di siapkan Kevin dan di iringi dengan musik romantis.
"Kapan kamu merencanakan semua ini?" tanya Kiara.
"Aku merencanakannya tiba-tiba. Karena tiba-tiba aku kepikiran ingin makan bersama kamu," jawab Kevin.
"Bagaimana apa kamu suka?" tanya Kevin.
"Hmmm, tempatnya sangat indah makanannya juga sangat enak. Jadi aku sangat menyukai tempat ini," jawab Kiara.
"Kalau begitu usahaku tidak sia-sia menyiapkan semua ini dengan tiba-tiba," ucap Kevin.
"Kalau begitu kita lanjutkan makannya," ucap Kevin yang menyodorkan garfu dengan steak yang baru di potongnya dan Kiara langsung membuka mulutnya menerima suapan itu membuat Kevin tersenyum.
Pasangan itu melanjutkan Dinner mereka dengan makan romantis dan pasti saling suap-suapan dengan saling bicara juga. Ya kapan lagi bisa berkencan di Paris sekalian meluapkan semua kerinduan mereka selama ini.
Setelah menghabiskan makan malam mereka. Kevin dan Kiara sama-sama berdansa dengan tangan Kevin berada di pinggang Kiara dan lengan Kiara di leher Kevin. Alunan musik yang romantis membuat keduanya sama-sama begitu bahagia.
Kevin memegang ke-2 pipi Kiara dengan menatap Kiara begitu dalam dan mencium lembut kening Kiara membuat Kiara memejamkan matanya. Lalu kemudian Kevin menempelkan bibirnya pada bibir Kiara.
Tidak ada penolakan di Anatar keduanya yang saling berciuman romantis. Tidak ada yang di rencanakan untuk pertemuan mereka. Namun keduanya yang memang tidak akan menghilangkan kesempatan yang ada dengan melepas kerinduan bersama.
**********
Paris menjadi saksi untuk pasangan itu yang kembali menjalani hubungan dan cinta yang semakin kuat. Ingatan Kiara yang telah kembali dan tidak perlu bagi Kiara harus memberitahu Kevin. Karena Kiara juga tau alasannya kenapa Kevin selama ini selalu menyembunyikan hal itu dari nya. Karena pasti tidak ingin terjadi apa-apa pada Kiara.
__ADS_1
Waktu yang singkat di gunakan dengan sebaiknya dengan cara mereka dan akhirnya mereka kembali ke Jakarta. Kevin dan Kiara bahkan pulang bersama dengan satu pesawat berasa dan bukan pesawat Lexus. Mereka menaiki pesawat lain dan pasti ada alasannya.
Banyak cerita dan kebersamaan mereka di Paris yang membuat semuanya penuh dengan kebahagiaan dan sudah kembali ke Jakarta dan Kiara juga kembali pulang kerumahnya dengan menyeret kopernya.
Dan ternyata di ruang tamu ada Rangga yang membuat Kiara terkejut. Apa lagi melihat wajah Rangga yang bisa di katakan sangat sangat membuat Kiara menelan salivanya.
"Kak Rangga," lirih Kiara.
"Dari mana kamu?" tanya Rangga menatap Kiara dengan tajam dengan penuh kecurigaan kepada Kiara.
"Aku sudah pamit pada kak Rachel," jawab Kiara dengan berusaha untuk tenang.
"Di tanya. Kamu itu dari mana. Bukan pamit pada siapa?" tegas Rangga.
Kiara menelan salivanya, "aku dai Surabaya," jawab Kiara yang pasti bohong.
Mendengar hal itu membuat Rangga menyunggingkan senyumnya dengan membuang kasar napasnya. Lalu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Kiara. Kiara kelihatan sedikit takut dengan tangannya yang memegang kuat kopernya.
"Jangan bohong," ucap Rangga dengan suara beratnya yang tepat bicara di depan adiknya itu.
"Aku tidak bohong. Aku memang habis dari Surabaya," jawab Kiara dengan gugup yang konsisten dengan jawabannya.
"Kiara aku bukan orang bodoh yang bisa kami bohongi. Jadi kamu jujur. Kamu dari mana," ucap Rangga.
"Kak Rangga kenapa sih. Di tanya dan aku sudah menjawab dan kak Rangga bilang aku bohong. Kak Rangga maunya apa sih," ucap Kiara dengan kesal.
"Karena memang kenyataannya. Kamu itu berbohong," ucap Rangga menekan suaranya.
"Aku tidak bohong. Itu kenyataan kalau aku dari Surabaya," tegas Kiara.
"Ziva tidak mengatakan kamu pulang kerumah," ucap Rangga.
Kiara terdiam mendengarnya yang memang Kiara tidak ke Surabaya. Melainkan ke Paris.
"Kenapa diam? Kamu masih mau mengelak," ucap Rangga.
__ADS_1
"Aku ke Surabaya. Bukan berarti pulang kerumah. Aku ada urusan di rumah sakit di Surabaya dan aku memang tidak sempat untuk pulang kerumah," ucap Kiara yang memberikan alasannya dan Rangga mendengarnya hanya tersenyum yang pasti tidak percaya.
Bersambung