Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 67 Penitipan membuat bingung


__ADS_3

Ternyata memang benar apa adanya Kiara makan bersama dengan Shela di salah satu Restaurant.


"Kiara tumben sekali kamu mengajakku makan malam ini sangat tidak biasa," ucap Shela.


"Aku lagi banyak uang. Jadi aku ingin makan meneraktirmu," jawan Kiara yang tersenyum yang sembari mengunyah makanannya yang pasti dengan candaan.


"Iya-iya deh yang lagi banyak uang. Tetapi kamu tenang saja. Next aku yang akan teraktir kamu," ucap Shela.


"Aku menunggu teraktiran itu. Awas saja jika tidak ada," seloroh Kiara.


"Issss takut amat," sahut Shela.


Kiara tersenyum dan melihat ke arah pintu Restauran ada seseorang yang tampak mengawasinya yang berada di dalam mobil dan sangat jelas Pria itu adalah Rangga yang benar-benar mengikuti Kiara.


"Sudah ku duga kak Rangga akan mengikutiku. Dia benar-benar takut. Jika aku pergi bersama Kevin. Sebenarnya ada apa. Kak Rangga melarangku berhubungan dengan Kevin dan bukan hanya Kevin. Bahkan Lexus dan juga semua orang yang berhubungan dengan Lexus," batin Kiara yang tau jika dia di ikuti Rangga.


Kiara semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Jika sebelumnya dia sudah lelah dan tidak ingin mengetahui apa-apa lagi. Namun tetap saja dia sangat penasaran dan ingin tau.


"Oh iya Shela. Memang aku se benci itu ya dulu dengan Group Lexus?" tanya Kiara yang mencoba mengorek-ngorek.


"Pake nanya lagi. Justru sekarang aku heran sama kamu. Bisa-bisanya kamu itu jadi Dokter di rumah sakit Lexus. Dulu aja sengaja merendahkan nilai kamu supaya di Do dari kampus yang ada di Paris. Supaya kamu hilang dari bayang-bayang Lexus. Kamu juga bukannya sering mengatakan ya. Kamu itu sering debat dengan keluarga kamu lalai sudah masalah Lexus,"


"Keluarga kamu yang sangat mengabdi pada Lexus, membela Lexus dan terus memaksa kamu untuk lanjut kuliah di Lexus dan keluarga kamu sangat membela Lexus. Karena memang pengabdian keluarga kamu selama bertahun-tahun," jelas Shela yang mana Kiara hanya menyimak saja apa yang di katakan Shela.


"Jika memang seperti itu. Kenapa semuanya berubah. Kenapa aku yang tidak menyukainya jadi biasa saja dan kenapa mereka dan termasuk kak Rangga jadi membenci Lexus. Aku juga mengingat. Jika Ziva sering mengalihkan sesuatu kalau tiba-tiba ada berita di televisi mengenai Lexus. Bukan hanya Ziva bahkan mama, papa dan Zavier juga sering terlihat tidak ingin ada pembahasan dengan Group itu dan seolah menghindari pembahasan itu,"

__ADS_1


"Kak Rangga yang tiba-tiba membenci Group Lexus. Kenapa semuanya berbanding terbalik yang seolah keluarga ku musuh terbesarnya adalah Group Lexus," batin Kiara yang penuh tanya yang mencoba memahami sedikit demi sedikit.


"Kiara kamu baik-baik aja?" tanya Shela.


"Oh iya aku baik-baik aja," sahut Kiara dengan tersenyum.


"Oh iya Kiara barang-barang yang pernah kamu kirim kepadaku 4 tahun lalu masih ada di Paris di Apartemen aku yang lama. Kamu mau aku kirim balik tidak?" tanya Shela yang membuat Kiara bingung.


"Barang-barang! Barang-barang apa maksudnya?" tanya Kiara dengan wajah bingungnya yang memang tidak tau


"Ya ampun kamu ini ya benar-benar cepat sekali pikunnya. Kamu masa tidak ingat waktu kamu itu mengatakan pindah dari Jakarta. Kamu itu menitipkan beberapa barang kepadaku dengan mengirimnya ke Paris dan sampai sekarang aku tidak tau apa itu. Karena memang tidak pernah membukanya. Takut itu pusaka," ucap Shela dengan candaan.


"Barang-barang. Jadi sebelum pindah ke Surabaya aku pernah menitipkan barang-barang pada Shela dan kenapa aku harus mengirimnya pada Shela. Kenapa aku tidak menyimpan sendiri," batin Kiara yang semakin bingung.


"Hmmm, tapi kayaknya aku kirim balik juga percuma. Karena tidak ada orang juga yang mengirimnya. Next aja kali ya kalau aku ke Paris aku akan kirim sama kamu," ucap Shela.


"Ya masih dong. Masih aku simpan juga dan seperti yang aku bilang masih utuh," jawab Shela.


"Di mana?" tanya Kiara.


"Di Apartemen aku dong Kiara," jawab Shela.


"Hmmm, kebetulan aku dalam Minggu ini ada rencana mau ke Paris. Jadi biar aku saja yang membawa barang-barang itu kembali dan kamu berikan alamatnya saja," ucap Kiara yang tiba-tiba punya ide mau ke Paris. Padahal dia belum ada rencana sama sekali dan tiba-tiba aja random itu.


"Kamu nggak ingat Apartemen aku di mana masih di tempat yang lama Kiara," ucap Shela.

__ADS_1


"Namanya sudah lama. Aku pasti lupa," sahut Kiara yang tersenyum.


"Iya-iya deh yang sangat mudah untuk lupa," sahut Shela geleng-geleng. Kiara hanya tersenyum datar saja.


"Ini bukan masalah yang sangat mudah lagi ini pasti ada yang tidak beres. Aku harus melihat barang-barang itu. Kenapa juga aku harus menitipkan pada Shela. Kenapa tidak membawanya ikut bersamaku saat aku pindah dan pasti ada sesuatu. Aku tidak bisa diam saja. Aku bisa benar-benar gila kalau hanya menebak, menduga bertanya dan tidak pernah ada jawabannya,"


"Aku juga merasa ini ada hubungannya dengan Kevin. Dia jelas tau sesuatu. Tetapi tidak ingin memberitahu ku dan percuma bertanya lagi pada Kevin. Aku merasa bukan orang baru untuk Kevin tetapi orang yang sudah sangat lama," batin Kiara yang bergerutu sendiri dengan pemikirannya yang semakin banyak dan satupun tidak ada yang dapat di pecahkannya.


*********


Setelah makan malam bersama Shela Kiara pergi ke pantai. Rangga sudah tidak mengikuti Kiara lagi. Karena Rangga sudah memastikan jika adiknya itu benar-benar makan malam dengan temannya dan tadi juga Rangga mengikuti Kiara sampai ke rumah Shela dan setelah memastikan Rangga pun berhenti mengikuti Kiara.


Kiara yang merasa dirinya sudah aman pun akhirnya pergi. Dia tau jika dia akan di ikuti makanya dia benar-benar mengadakan makan malam mendadak dengan Shela untuk mengelabui kakaknya itu dan berhasil.


Kiara yang sekarang duduk di sekitar pantai yang ada bangku di sana. Kiara memeluk tubuhnya yang mungkin sangat dingin. Karena memang udara begitu dingin dan belum lagi tiupan angin yang membuat rambut Kiara menari-nari dan semakin merasa dingin.


Kiara kelihatanya menunggu seseorang makanya betah menunggu. Apa mungkin Kevin yang ditunggu Kiara.


Karena sekarang Kevin yang makan malam bersama Monica, kedua orang tua Monica dan juga dengan Mitra Winata dan ke-2 ibu tiri Kevin. Namun Kevin tampak gelisah yang sebentar-sebentar melihat arloji tangannya yang sepertinya dia memang ingin buru-buru pergi.


Orang-orang di meja makan itu berbicara sembari tertawa jika ada yang lucu. Tetapi pasti di jamin. Jika Kevin tidak mendengarkan obrolan itu karena pikirannya fokus pada Kiara.


"Dia mau kemana sih sebenarnya. Kenapa sejak tadi jam tangan mulu yang di lihatin," batin Monica yang memperhatikan Kevin sejak tadi.


"Ini juga pembicaraan sejak tadi tidak ada selesainya. Aku juga harus menemui Rangga," batin Monica yang ternyata juga ingin buru-buru berakhir makan malam itu. Karena Monica juga ingin pergi menemui kekasihnya.

__ADS_1


Ya sama dengan Kevin yang sama-sama tidak nyaman dan dia juga merasa semakin tidak di hargai Kevin. Lalu apa ada alasan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rangga dan setia pada Kevin. Bagi Monica itu hanya akan membuang-buang waktu saja dan dia juga tidak ingin menyia-nyiakan hidupnya.


Bersambung


__ADS_2