Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 68 Janji


__ADS_3

Kiara masih tetap berada di pantai dengan wajah senduhnya yang sembari mengusap-usap lengannya yang terasa begitu kedinginan sama sekali. Karena cuaca memang sangat dingin. Kiara juga melihat kesekitarnya dan sama sekali tidak ada orang di sekitarnya. Karena sudah malam juga.


Tidak lama mobil Kevin yang berhenti di dekat pantai dan Kevin yang buru-buru keluar dari mobilnya dan berlari menuju pantai dengan lari yang sangat cepat sembari kepalanya berkeliling yang mencari-cari.


Sampai akhirnya lari itu terhenti dengan berada di belakang Kiara dengan napas Kevin yang naik turun yang melihat wanita yang sejak tadi di pikirkannya masih setia menunggunya dengan cuaca yang sangat dingin.


"Kiara!" Lirih Kevin dengan suaranya yang berat membuat Kiara menoleh ke belakang. Kiara dan Kevin saling melihat dengan Kiara yang tersenyum. Namun Kevin napasnya yang masih naik turun dengan dada yang kembang kempis.


Meski sangat lama menunggu. Namun dia sangat bahagia jika Kevin tetap datang. Kevin menghela napasnya dan berjalan menghampiri Kiara sembari membuka jasnya dan begitu sampai pada Kiara Kevin langsung memakaikan jas itu kepada Kiara. Agar Kiara tidak kedinginan. Kiara tersenyum dengan mata Kiara yang berkaca-kaca.


"Seharusnya kamu tidak menunggu di sini," ucap Kevin yang khawatir dengan Kiara. Dia juga meraih tangan Kiara dan menumpuknya dengan tangannya, mengusap-usap tangan yang dingin itu, meniupnya yang berusaha untuk menghangatkan tangan itu.


"Bukannya kita berjanji bertemu di sini. Jadi aku menunggu di sini dan aku tidak apa-apa sama sekali. Aku baik-baik saja kok dan aku sangat senang kamu akhirnya datang," ucap Kiara.


"Mana mungkin aku tidak datang. Aku sudah berjanji padamu," ucap Kevin. Kiara mengangguk tersenyum.


"Aku tau itu," Ayo duduk di sini!" ucap Kiara menepuk di sebelahnya.


"Aku membawa makanan. Aku tau kamu sudah makan. Tapi kita tetap makan ya. Karena kalau makan di Restaurant. Sekarang sudah banyak yang tutup," ucap Kiara.


Kevin mengangguk dan duduk di samping Kiara. Mungkin sudah sangat malam. Jadi pasti tidak ada Restaurant yang buka.


Kiara membuka makanan yang tadi di belinya dan memberikan satu kepada Kevin.


"Maafkan aku Kiara. Aku sudah membuat kamu menunggu lama," ucap Kevin merasa bersalah.


"Tidak apa-apa. Aku tau kamu lagi sedang apa. Jadi jangan membahas hal itu lagi. Kita sekarang makan malam," ucap Kiara yang terlihat tampak santai.


Kevin mengelus-elus lembut rambut Kiara dan mengusap lembut pipi merah Kiara yang pasti Kiara sekarang masih terasa kedinginan.

__ADS_1


"Kita makan," ucap Kiara. Kevin mengangguk.


Mereka makan bersama di dekat pantai. Makanan itu juga habis dan malam semakin larut. Namun Kiara dan Kevin masih berada di pantai. Dengan Kiara yang sudah tertidur dan Kevin merangkul Kiara dengan mengelus-elus bahu Kiara.


Kiara tampak sangat nyaman berada di dada bidang Kevin dengan pelukan tangannya di pinggang Kevin. Kevin juga memeluk begitu erat yang memberikan kehangatan pada Kiara. Bahkan sekali-kali Kevin mencium pucuk kepala Kiara yang tepat berada di bawah lehernya.


Di dalam tidur Kiara. Semua kenangan manis bersama dengan Kevin muncul. Wajah Kevin yang sangat jelas. Kiara tidur dalam mimpi yang kembali bersama kenangan indah. Kata cinta yang sering di dengarnya, ciuman yang beberapa kali bersama Kevin, pelukan hangat dari Kevin dan tangisan dalam perpisahan yang menjadikan mimpi Kiara begitu panjang.


Bahkan tangisan itu mampu membuat air mata Kiara jatuh di dada bidang Kevin. Tetapi Kevin mungkin tidak menyadari hal itu.


"Aku mencintai mu Kiara. Aku tidak akan pernah memberi kesempatan pada siapapun untuk memisahkan kita. Aku tidak akan mengulangi apa yang terjadi Kiara. Kita akan tetap bersama apapun yang terjadi," ucap Kevin dengan matanya yang berkaca-kaca.


Perasaan keduanya sebenarnya pasti sama-sama sakit. Cinta yang kembali pasti semakin membuat ke-2nya sakit. Namun tidak tau juga sampai kapan semuanya akan bertahan dan apakah akan ada akhirnya.


********


Mentari pagi kembali tiba. Aktivitas Kiara kembali di lakukan Kiara di rumah sakit Lexus. Dia tidak akan mengikuti apa kata Rangga untuk menyuruhnya keluar dari rumah sakit itu.


"Hey Amanda. Ada apa?" tanya Kiara.


"Aku mau keluar nih. Boleh minta tolong tidak antar ini ketempat Dokter Saras. Soalnya aku lagi buru-buru," ucap Amanda memberikan Kiara map kuning.


"Oke tidak masalah. Sekalian aku juga mau laporan pada Dokter Saras, jadi bisa aku anterin," sahut Kiara.


"Baik kalau begitu, aku titip ya dan maaf merepotkan kamu," ucap Amanda yang merasa tidak enak pada temannya itu.


"Apa sih pake nggak enak segala, sudah entah seperti siapa saja," sahut Kiara geleng-geleng.


"Iya-iya ya udah aku titip. Oh iya kamu mau nitip makanan tidak biar sekalian?" tanya Amanda.

__ADS_1


"Apa yang kamu beli itu aja deh," jawab Kiara.


"Ok Siap," sahut Amanda yang tersenyum dan Amanda langsung pergi setelah menitipkan map itu pada Kiara.


Kiara menghela napasnya dan langsung pergi menuju ruangan Dokter Saras. Begitu sampai di depan ruangan Dokter Saras. Kiara mengetuk pintu dan tidak ada yang menyahut.


"Apa Dokter Saras tidak ada di dalam," batinnya yang kembali mengetuk pintu dan tetap saja tidak ada jawaban.


"Aku letakkan saja di mejanya," gumam Kiara yang memilih masuk. Karena memang biasanya seperti itu jika tidak ada Saras di ruangannya.


Kalau Dokter lain yang sedang ada hal penting tinggal di letakkan saja di atas meja Saras dan hal itu pun di lakukan Kiara.


Kiara pun memasuki ruangan itu dan kaget dengan seseorang yang duduk di kursi Saras yang siapa lagi jika bukan Mitra Winata.


"Tuan Mitra Winata!" sapa Kiara dengan gugup dan menundukkan kepalanya begitu melihat Mitra Winata berada di tempat duduk Saras.


"Kamu mencari Dokter Saras?" tanya Mitra Winata dengan suara lembut.


"Benar tuan," jawab Kiara.


Mitra Winata menghela napasnya dan melangkah menghampiri Kiara.


"Kelihatannya Saras sedang pergi. Karena Saras tidak ada di ruangan ini," ucap Mitra Winata.


"Oh begitu. Ya sudah tuan kalau begitu saya hanya ingin mengantarkan ini saja. Nanti juga akan di lihat Dokter Saras," ucap Kiara yang berusaha untuk tenang. Walau sebentar dia tidak tenang karena menurutnya Mitra Winata itu sangat menyeramkan. Apalagi pernah ribut dengan Kevin di depannya.


"Maaf tuan!" Kiara dengan gugupnya meletakkan berkas-berkas tersebut di atas meja Saras.


"Permisi tuan," ucap Kiara yang selesai meletakkan dokument tersebut.

__ADS_1


"Apa tujuan kamu sebenarnya?" tanya Mitra Winata membuat langkah Kiara terhenti mendengar perkataan Mitra Winata dan Kiara langsung melihat ke arah Mitra Winata yang menatapnya sangat serius.


Bersambung


__ADS_2