
Semua pasien sudah tertangani dengan baik dan pasti melelahkan untuk tim medis yang berusaha menyelamatkan pasien tanpa adanya korban sama sekali. Kiara juga sudah bangun dan ikut membantu pemulihan pasien kondisinya juga sudah lumayan dan pasti setelah semua terjadi Kiara pasti bingung. Namun berusaha untuk fokus dan profesional dalam pekerjaannya
Sementara Kevin berbicara serius dengan Arya yang tidak jauh dari Kiara dan keramaian orang-orang yang lainnya.
"Dari mana minuman itu berasal? Kenapa bisa semua orang keracunan?" tanya Kevin.
"Tuan! minuman itu berasal dari serbuk rasa yang di kirim dari Jakarta dan kita sendiri yang mbawanya," jawab Arya.
"Apa katamu. Kenapa bisa kalian membawa minuman yang tidak bagus dan bahkan mengandung racun," ucap Kevin marah-marah.
"Tuan saya sudah memeriksa pemasukan bahan ketempat ini dan sama sekali tidak tertulis serbuk minuman itu," jelas Arya.
"Apah," sahut Kevin yang terkejut
"Ini di luar kendali tuan dan saya sudah mengecek berkali-kali," jawab Arya.
"Kau selidiki ulang dan pastikan asal usul dari minuman itu," ucap Kevin menegaskan.
"Baik tuan," jawab Arya yang menundukkan kepalanya dan Arya langsung pergi.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt
Ponsel Kevin tiba-tiba berdering dan Kevin langsung mengangkatnya.
"Apa yang terjadi Kevin?" tanya Saras yang menelpon Kevin.
"Warga keracunan minuman," jawab Kevin.
"Kenapa bisa dan bagaimana? apa ada yang kehilangan nyawa?" tanya Saras dengan panik yang pasti juga sangat terkejut.
"Tidak ada korban jiwa kak. Hanya keracunan dan butuh istirahat," jawab Kevin.
__ADS_1
"Lalu bagaimana apa kamu tau kenapa bisa keracunan?" tanya Saras.
"Mungkin ada keteledoran di dalamnya Arya akan menyelidiki lagi dan semuanya akan baik-baik aja," ucap Kevin mencoba meyakinkan.
"Syukurlah kalau begitu. Kakak benar-benar terkejut melihat berita di TV dan makanya langsung bertanya pada kamu," ucap Saras yang merasa lega.
"Apa beritanya sudah naik ke media?" tanya Kevin dengan wajah terkejutnya.
"Benar Kevin dan kakak sangat khawatir dengan berita yang ada. Karena medis Lexus dan group Lexus sedang proyek di sana dan berita ini sudah naik," ucap Saras menjelaskan sedikit.
"Kevin ini bisa menjadi buruk untuk kamu dalam pemilihan nanti," ucap Saras mengingatkan Kevin.
"Sial apa semua ini adalah rencana yang sudah di atur," batin Kevin yang baru menyadari hal itu.
Dalam bisnis akan banyak persaingan dan Kevin juga sedang fokus dengan pemilihan kepala bisnis dan saingannya tidak main-main yang pasti orang yang sangat hebat dan mungkin apa yang terjadi sudah menjadi urusan dalam politik bisnis.
"Kakak minta kamu lebih hati-hati lagi dan fokus pada satu hal. Jangan sampai semuanya berantakan. Walau kamu tidak menginginkan menjadi presiden bisnis Tetapi kamu juga harus jaga nama baik kamu dan juga keluarga," ucap Saras mengingatkan.
"Iya kak," jawab Kevin yang menutup telponnya.
********
..." Pemirsa terjadi keracunan masal di kaki gunung 5. Warga mengalami keracunan masal, baik dari dewasa sampai anak-anak. Hal ini di akibatkan dari serbuk minuman yang di berikan dari pihak group Lexus," ucap presenter berita yang menyampaikan berita yang menjadi topik utama....
Dan Rachel yang sedang menonton berita itu dengan serius dan melihat dokter-dokter yang sedang kucar kacir mengobati orang lain.
..."Benarkah ini akan menjadi penurunan pemilihan dari masyarakat untuk Kevin Alex Vino Winata. Penyuluhan yang di lakukan group Lexus untuk mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat terpencil akan menjadi pertimbangan karena terjadinya masalah yang besar ini. Tuan Kevin Alex Vino Winata yang bersaing dengan tuan Malvin Tutomo akan semakin ketat di mana ke-2nya sama-sama kuat. Apa kah benar dalam pemilihan kali ini group Lexus akan di kalahkan dengan grup skala," berita itu sudah merembet kemana-mana dan mengaitkan dengan situasi politik yang memang akan memburukkan nama Kevin....
"Ada-ada saja. Orang-orang kaya memang seperti itu. Apa-apa hanya memikirkan ego untuk kepentingan mereka yang satu berbuat semena-mena dan yang satu bersimpatik yang ujung-ujungnya hanya untuk kepentingan mereka," ucap Rachel yang menanggapi berita yang naik itu.
Tanpa Rachel sadari ternyata Rangga sedang berdiri di belakang Rachel dengan Rangga yang menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Akhirnya beritanya naik juga. Penilaian untukmu akan turun dan mungkin tahun ini akan menjadi tahunku dengan melihat kehancuran grup Lexus sampai di benci masyarakat dan sangat hina," batin Rangga yang tersenyum miring melihat berita itu yang menjadi orang yang paling bahagia dalam berita itu.
"Kak Rangga!" tegur Rachel yang melihat Rangga ada di belakanggnya dan Rangga sedikit kaget.
"Iya kenapa?" tanya Rangga heran.
"Kakak kapan pulangnya?" tanya Rachel.
"Oh barusan aja. Kamu serius sekali melihat beritanya sampai tidak sadar kalau aku pulang," ucap Rangga yang duduk di samping Rachel.
"Iya nih, biasalah ada musibah dan pasti berurusan dengan apa yang terjadi sekarang ini," ucap Rachel.
"Ya orang-orang yang punya kuasa memang bisa melakukan semua dengan semaunya," sahut Rangga dengan mengangkat ke-2 bahunya.
"Oh iya. Itu kan tim medis Lexus dan ada di di kaki gunung 5. Kiara bagaimana ya. Apa sama dengan mereka?" tanya Rachel tiba-tiba kepikiran adiknya.
"Apa maksud kamu. Lexus dan Kiara. Apa hubungannya?" tanya Rangga heran.
"Ya adalah hubungannya. Kiara kan Dokter di rumah sakit Lexus dan sekarang lagi pergi tugas," jawab Rachel membuat Rangga terkejut dan sepertinya memang dia tidak tau hal itu.
"Aku coba hubungi Kiara dulu, semoga bukan bagian dari mereka," ucap Rachel,
"Ponselku mana lagi,"
"Mungkin di kamar, aku ke atas dulu mau lihat hubungi Kiara," Rachel langsung berdiri dan pergi ke kamarnya untuk menghubungi adiknya. Sementara Rangga masih dengan wajah terkejutnya.
"Kiara Dokter di rumah sakit Lexus? kenapa aku tidak tau hal sebesar ini dan sejak kapan?" batin Rangga yang benar-benar shock mendengarnya.
"Bagaimana ini. Bagaimana jika jika benar Kiara ada di sana. Bagaimana keadaannya setelah itu," batin Rangga yang masih sangat mengkhawatirkan adiknya itu dan juga sangat mencemaskan adiknya itu.
Apa lagi jika tidak pemikiran Rangga. Rumah sakit dan seluruh Lexus apapun itu mau orang-orangnya dan bahkan pemiliknya berhubungan dengan Kiara dan adiknya itu masa dalam ingatan tidak pulih. Jadi pasti banyak yang di khawatirkan Rangga dan takut bertemu dengan Kevin.
__ADS_1
Rachel juga mengkhawatirkan itu. Namun tetap berpikir positif dan Rachel juga tidak tau kalau Kiara adalah Dokter pribadi Kevin dan tidak tau apa yang akan terjadi nanti.
Bersambung