Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Bab 112 Detik-detik terakhir.


__ADS_3

"Wau mereka semua sangat taat padamu sehingga mereka lupa jika siapa aku dan sepertinya mereka ingin pertumpahan darah di tempat ini," ucap Mitra Winata dengan menyunggingkan senyumnya.


"Ada apa pah? Aku tidak punya waktu untuk ribut dengan papa," ucap Kevin yang tidak ingin bertele-tele.


"Kau buru-buru sekali. Apa kau ingin menyelamatkan musuh terbesarmu itu yang sudah menghancurkan Perusahaan kita?" tanya Mitra Winata dengan sinis.


"Cukup pah. Aku sudah mengatakan tidak mau ribut dengan papa. Hentikan semua ini pah. Kiara dan keluarganya tidak salah. Cukup papa membuat rumah sakit hancur. Banyak orang yang menjadi korban. Orang-orang yang tidak bersalah, mereka harus kehilangan keluarga mereka," ucap Kevin.


"Itu hadiah untuk orang-orang yang sudah menantangku," sahut Mitra Winata.


"Apa gunanya semua itu pah? Papa membangun keluarga, istri dan anak. Papa miliki kekuasaan. Apa papa pikir semua keturunan papa bahagia. Papa bisa-bisanya meledakkan rumah sakit yang anak papa ada di dalamnya. Hanya karena menantu papa yang melawan papa. Papa melakukan hal itu. Tanpa peduli dengan kak Alan darah daging papa,"


"Apa belum cukup papa membuat adik kandung papa di rumah sakit jiwa. Kak Clarissa. Membuat istri papa takut dan juga Alana. Apa ini keluarga yang papa impikan di mana keluarga papa. Anak dan istri papa yang menderita. Apa ini tujuan papa?" ucap Kevin yang memberikannya pencerahan pada Mitra Winata.


"Aku seorang pemimpin Kevin. Aku tau apa yang harus aku lakukan dan yang menurutku tidak bisa di terima maka akan ku hentikan dan jika tidak bisa di hentikan maka aku harus mengakhirinya," sahut Mitra Winata dengan suara dinginnya.


"Kalau begitu untuk apa membangun keluarganya. Hiduplah dengan damai pah. Papa seharusnya menjadi panutan untuk kami. Papa tidak kekurangan apa-apa dan seharusnya papa tidak melakukan semua ini. Tolong izinkan kami anak-anak papa masih bisa menghormati papa. Jangan jadikan kami anak-anak yang membenci papa," ucap Kevin yang membuat Mitra Winata terdiam.


Tidak ada yang di keluarkan Mitra Winata dan mungkin penyampaian Kevin yang dengan tenang mampu membuat hati Mitra Winata sedikit terbuka.


Tiba-tiba pandangan Kevin tertuju pada suatu arah.


"Awas pah!" teriak Kevin dengan wajah kagetnya.


Dorrr,


Suara tembakan tiba-tiba terdengar dan Kevin langsung memeluk Mitra Winata yang melindungi Mitra Winata.


Dorr Dorr Dorr Dorr.


Tembakan itu kembali terdengar. Semua anak buah langsung bersiaga dan mencari asal usul tembakau itu dari mana. Baik anak buah Kevin dan juga Mitra Winata.


"Zavier buka pintu mobil!" titah Kevin pada Zavier.


Zavier mengangguk dan langsung membukanya. Kevin terus melindungi Mitra Winata tanpa Kevin sadar. Jika tangganya terkena tembakan. Mitra Winata yang di lindungi itu hanya melihat bagaimana Kevin begitu panik dan masih melindunginya.


"Di sana!" teriak Arya yang akhirnya menemukan pelaku yaitu beberapa orang yang menggunakan senjata.


Terjadi keributan di depan rumah sakit yang saling baku hantam. Mengelakkan senjata tajam. Kali ini anak buah Kevin dan Mitra Winata saling bertarung.

__ADS_1


"Zavier kamu jaga papa di sini. Jangan kemana-mana!" titah Kevin. Zavier menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil. Sementara Kevin langsung memasuki rumah sakit.


Mitranya Winata melihat Kevin yang lari kedalam dengan tangan Kevin mengeluarkan darah dan sepertinya Kevin tidak peduli dengan rasa sakit itu. Karena masih ada yang harus di lakukannya.


Sementara Zavier yang berada di dalam mobil cukup dek-dekan dengan Mitra Winata yang berada di dalamnya.


"Aduh bagaimana kalau dia membunuhku tiba-tiba," batin Zavier dengan pemikirannya yang tidak-tidak.


Dia sudah mendengar semua yang di lakukan Mitra Winata dan sekarang dia di mobil bersama Mitra Winata jadi wajar dia begitu ketakutan.


Dratt-dratt-dratttt-dratt.


Ponsel Zavier tiba-tiba berbunyi dan Zavier langsung mengangkatnya yang ternyata Kevin.


"Iya kak Kevin?" tanya Zavier.


"Aku pasti lama Zavier. Situasi di luar tidak aman. Kamu bawa papa ke Apartemen!" titah Kevin.


"Tapi kak!" Zavier pasti ragu melakukan hal itu. Mereka semua menghindari Mitra Winata dan sekarang malah di bawa ke dalam mangsa. Hal itu sangat tidak masuk akal.


"Zavier kamu jangan tawar menawar. Cepat kamu laksanakan. Kita tidak punya banyak waktu kamu dan papa bisa dalam bahaya," ucap Kevin mengingatkan.


Zavier yang sudah mematikan telpon itu melihat ke arah Mitra Winata dari kaca spion.


"Saya disuruh membawa tuan ketempat yang aman," ucap Zavier. Tidak adat tanggapan apa-apa dari Mitra Winata dan Zavier tidak bicara lagi yang langsung melajukan mobil tersebut.


***********


Apartemen


Kiara memberikan penangan untuk Saras. Saras di beri alat pernapasan dan juga infus. Jangan tanya semua itu dari mana ada anak buah Kevin yang pasti bisa mendapatkannya.


Dengan alat yang ada kondisi Saras jauh lebih membaik.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Alan yang sejak tadi menemani istrinya itu.


"Kak Saras sudah lumayan membaik. Dia hanya butuh istirahat," jawab Kiara.


"Terima kasih Kiara. Kamu sudah membantu Saras," ucap Alan.

__ADS_1


"Jangan berterima kasih kak. Saya seorang Dokter dan itu sudah menjadi tugas seorang Dokter," ucap Kiara.


"Apapun itu Saya mengucapkan terima kasih kepada kamu," ucap Alan.


"Baiklah kalau begitu. Kak Alan jaga kak Saras saja. Aku ambil pakaian Kevin untuk kakak dan kakak juga bisa bersih-bersih agar kakak juga fresh," ucap Kiara.


"Iya terima kasih," sahut Alan.


"Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu!" ucap Kiara pamit dan langsung keluar dari kamar itu.


Alan merasa lega dengan kondisi istrinya yang akhirnya membaik.


**********


Kiara langsung keluar dari kamar dan yang lainnya menunggu-nunggu Kiara yang memberikan informasi.


"Kiara bagaimana keadaan Saras?" tanya Mariana.


"Sudah baik-baik aja kok Tante," jawab Kiara.


"Alhamdulillah kalau begitu," sahut Sahila yang juga lega.


"Akhirnya Saras selamat dan sekarang kita semua sudah aman dan tinggal Kevin yang tidak pulang juga," ucap Mariana yang bisa bernapas lega.


"Dan semoga saat Kevin pulang membawa kak Rangga," sahut Rachel yang pasti mengharapkan hal itu terjadi.


"Argggghhh!" teriak Mariana yang tiba-tiba terkejut membuat semua orang kaget. Marian dengan matanya yang melotot melihat ke suatu arah seperti melihat setan.


"Mama kenapa?" tanya Alana heran.


"Itu!" Mariana menunjuk sesuatu yang membuat semua orang melihat arah tunjuk Mariana.


Semua orang juga kaget melihat Mitra Winata bersama dengan Zavier.


"Papa!" lirih Alana yang menelan salivanya dan bersembunyi di belakang Mariana. Dia memegang tangan Mariana saking takutnya dirinya.


Rachel, Kiara, Ziva, Sahila dan Danu saling melihat. Wajah mereka sangat panik dengan kedatangan Mitra Winata.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2