
Mitra Winata mengambil tempat untuk sendiri yang duduk di teras dan semua orang mengerumuni Zavier ya bertanya pada Zavier.
"Zavier kenapa kamu diam saja sejak tadi. Katakan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa dia bisa bersama kamu. Apa kamu di ancam?" tanya Rachel mendesak Zavier.
"Benar Zavier dan di mana Kevin. Kamu jawab dong!" Kiara juga mendesak Zavier yang bicara pelan-pelan. Karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada Kevin.
"Zavier jangan diam aja!" Ziva menyenggol Zavier.
"Percuma kalian bertanya. Aku hanya di perintahkan kak Kevin," jawab Zavier penuh penegasan.
"Apa maksudnya. Bukannya kita bersembunyi dari papa dan itu artinya kita tertangkap," sahut Alana dengan lemas.
"Aku tidak tau. Sudahlah pasrah saja dengan semua ini," sahut Zavier pusing sendiri. Yang lain benar-benar bingung yang tidak mendapatkan informasi apa-apa dari Zavier.
"Ayo cepat bawa masuk!" suara itu tiba-tiba terdengar kuat dan membuat semua orang beralih ke arah suara tersebut. Ternyata Kevin, Rangga, Arya dan Monica.
"Kevin!" pekik Kiara.
"Kak Rangga!" pekik Rachel, Ziva dan Zavier.
"Rangga!" lirih Danu dan Sahila.
"Ya ampun kak Rangga," Kiara kaget melihat kondisi Rangga yang di bawa anak buah Kevin.
"Kiara cepat kamu bantu. Ayo berikan tempat!" titah Kevin dengan berbicara buru-buru karena begitu panik.
"Tangan kamu kenapa?" Kiara langsung fokus pada tangan suaminya yang terluka.
"Aku tidak apa-apa. Bantulah Rangga!" titah Kevin.
"Dan kamu Arya cepat kamu awasi Daniel dan anak buahnya!" titah Kevin. Arya langsung mengangguk dan melaksanakan perintah Kevin dengan cepat.
Sementara Sahila dan juga yang lainnya sangat panik dengan kondisi Rangga yang wajahnya penuh dengan perban dan Kiara yang khawatir pada suaminya. Namun harus mendahulukan kakaknya dulu.
Orang-orang dengan wajah panik dan takut itu di saksikan Mitra Winata yang dari teras. Tidak tau apa yang di pikirkannya dia hanya melihat dengan ekspresi tidak terbaca.
***********
__ADS_1
Setelah membantu Rangga. Akhirnya Kiara langsung buru-buru memasuki kamar dan kebetulan Kevin membuka jasnya dan kemeja putih Kevin sudah penuh dengan darah.
"Kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Kiara panik dan langsung menghampiri Kevin.
"Aku tidak apa-apa Kiara," sahut Kevin.
"Cukup mengatakan tidak apa-apa. Lihat kamu terluka dan wajah kamu pucat," sentak Kiara yang marah-marah pada Kevin. Kali ini benar-benar serius. Karena sangat panik dengan Kevin.
"Ayo duduk cepat!" titah Kiara dengan tegas. Kevin mengangguk dan menurut istrinya itu. Dengan wajah panik Kiara. Kiara membuka kemeja Kevin dan melihat luka itu.
"Kamu terkena peluru!" ucap Kiara melihat ke arah Kevin. Kevin hanya mengangguk saja. Dia jika bicara lagi. Kiara akan marah kepadanya. Karena Kevin juga tau Kiara hanya mengkhawatirkan dirinya saja.
"Selalu mengatakan tidak apa. Sudah hampir mati juga masih saja berbohong!" umpat Kiara dengan kesal.
"Aku minta maaf," ucap Kevin. Kiara diam saja dan langsung mengobati suaminya yang terus merasa baik-baik saja.
Kiara wajar marah dan panik ketika luka di lengan Kevin tidak main-main dan luka itu ada karena menyelamatkan Mitra Winata. Walau sempat adu mulut dengan Mitra Winata. Tetapi Kevin tetap melindungi orang tuanya itu.
************
Yang mengobatinya adalah istrinya. Jadi bagaimana dia tidak cepat sembuh dan pasti rasa sakitnya akan sangat cepat hilang. Sepanjang di obati istrinya. Kevin hanya terus memperhatikan kiara. Tidak berhenti mata Kevin terus menatap wajah Kiara yang penuh dengan kekhwatiran.
Kevin juga tidak mengeluh sepanjang di obati. Mungkin tidak sakit bagi Kevin. Rasa sakit itu hilang ketika melihat istrinya.
Proses pengobatan yang di lakukan Kiara berakhir dan Kiara memasang perban pada lengan berotot Kevin untuk membalut luka itu.
"Dengarkan aku. Jangan banyak bergerak dan pergi-pergi lagi. Jika lukanya mau sembuh," ucap Kiara mengingatkan suaminya itu. Kevin tidak merespon hanya terus melihat luka wajah sang istri.
"Kamu membuatku kesal!" ucap Kiara dengan wajahnya yang memang bercampur aduk, kesal dan juga khawatir.
Kevin menghela napasnya dan memegang tangan Kiara. Lalu membawa Kiara kedalam pelukannya.
"Maafkan aku Kiara. Aku membuatmu khawatir dan juga mencemaskanku," ucap Kevin yang merasa bersalah pada Kiara.
"Aku menginjinkan mu pergi. Tetapi peduli kepada dirimu. Bagaimana jika tadi peluru itu mengenai dadamu," ucap Kiara dengan pemikirannya yang tidak tenang.
"Maafkan aku," sahut Kevin lagi yang hanya bisa meminta maaf kembali.
__ADS_1
"Tapi berjanjilah. Ini yang terakhir," ucap Kiara. Kevin melonggarkan pelukan itu dan melihat wajah istrinya dengan memegang pipi istrinya.
"Aku tidak pernah menepati janjiku dan pasti setiap janjiku membuatmu khawatir. Aku minta maaf untuk hal itu," ucap Kevin.
"Kamu bertanggung jawab untuk semua orang. Kak Saras ada di sini dan bahkan menyelamatkan kak Rangga. Aku mana mungkin tidak memaafkanmu. Walau aku sangat takut. Tapi aku mengucapkan terima kasih untuk semua perjuangan mu," ucap Kiara. Kevin menganggukkan kepalanya.
"Iya," sahut Kevin mencium lembut kening Kiara.
"Katakan kepadaku apa yang ternyata?" tanya Kiara dengan penasaran.
"Ceritanya panjang. Mau cerita dari mana?" tanya Kevin.
"Dari awal," jawab Kiara.
"Pak Mitra Winata kenapa bisa ada di sini dan kak Rangga apa yang terjadi dan luka kamu bagaimana?" tanya Kiara yang ingin tau dengan detail.
"Bukan dan orang-orangnya yang menghajar Rangga. Tetapi Daniel. Pria yang membantunya selama ini dan Pria itu juga lawanku dalam pemilihan. Dia yang ingin menghabisi Rangga. Karena Rangga mengetahui semua rahasia Daniel. Setelah Rangga di hajar. Rangga di buang ke jurang dan Monica yang menyelamatkannya. Sebelumnya Monica juga meminta bantuan Daniel untuk membantu dirinya. Karena papa yang menghancurkan Bisnis keluarga Monica,"
"Namun Monica sadar dan sangat tulus kepada Rangga sampai Monica menolong Rangga dan Monica mendapat ancaman dari Daniel. Daniel mengetahui tindakan Monica dan merasa Monica menghiyanatinya dan dari situ Monica menghubungiku dan menceritakan apa yang terjadi,"
"Saat aku sampai kerumah sakit bersama Zavier, Arya dan orang-orang ku. Aku bertemu papa yang mungkin tujuan papa kerumah sakit untuk Rangga. Kami sempat debat. Namun tiba-tiba ada penyerangan mendadak dan aku terkena tembakan karena sasaran itu untuk papa dan orang-orang yang menyerang itu adalah Daniel," jelas Kevin panjang lebar menceritakan kronologi yang terjadi sebenarnya.
"Dan maka dari itu kamu membawa papa kerumah?" tanya Monica.
"Iya Kiara, aku membawa papa kerumah untuk mendapatkan perlindungan dan aku tidak memikirkan apa-apa yang aku anggap papa pasti baik-baik saja dan ternyata benar. Selama di sini papa tidak melakukan apa-apa kan?" tanya Kevin.
Kiara menganggukkan kepalanya yang memang Mitra Winata tidak aneh-aneh.
"Lalu apa rencana kamu selanjutnya?" tahta Kiara.
"Tidak ada rencana Kiara. Aku hanya menjalankan apa yang sudah mengalir," jawab Kevin.
"Semoga saja masalahnya cepat selesai dan tidak ada yang terluka lagi," ucap Kiara.
"Itu pasti Kiara," sahut Kevin yang kembali memeluk istrinya itu yang menenangkan istrinya tersebut. Kiara bisa sedikit lega dengan semua masalah yang pelan-pelan akan selesai.
Bersambung
__ADS_1