
Kevin dan Kiara berada di dalam mobil yang berhenti di pinggir pantai yang membuat Kiara bingung. Tidak tau apa tujuan Kevin yang tiba-tiba saja mengajaknya untuk kepantai.
"Kenapa kita ada di sini?" tanya Kiara yang melihat di sekitarnya yang pasti pantai.
"Ayo turun!" ucap Kevin yang tanpa menjawab pertanyaan Kiara yang membuat Kiara bingung dan mau tidak mau Kiara pun akhirnya turun menyusul Kevin.
Kiara mengikuti Kevin yang berjalan di pinggir pantai dan Kiara mensejajarkankan langkah mereka berdua.
"Untuk apa kita ke pantai?" tanya Kiara lagi.
"Bukannya kamu pernah mengatakan sangat menyukai suara ombak yang bisa membuat kamu tenang," ucap Kevin.
"Jadi kamu mengajakku ke pantai. Supaya aku tenang gitu!" tebak Kiara.
"Iya," jawab Kevin yang membuat Kiara tersenyum tipis.
"Kenapa?" tanya Kiara.
"Kenapa apanya?" tanya Kevin.
"Ya kenapa harus ingin membuatku tenang?" tanya Kiara.
Kevin melihat sebentar ke arah Kiara dengan Kevin yang tersenyum tipis membuat Kiara heran dan bahkan senyum Kevin baru pertama kali di lihatnya.
"Malah senyum," gumam Kiara dengan menarik ujung bibirnya yang terlihat kesal dengan Kevin yang memang membuatnya bingung.
Akhirnya Kiara dan Kevin menghabiskan waktu pagi hari mereka di pantai dengan mereka berdua yang duduk bersebelahan dan menghadap pantai yang melihat gelombang yang menyapu bibir pantai dan bahkan terkadang mengenai kaki mereka.
"Apa kamu sudah merasa tenang?" tanya Kevin melihat ke arah Kiara.
"Iya. Aku merasa sedikit damai, hatiku sedikit tenang," jawab Kiara yang juga melihat ke arah Kevin.
"Terima kasih sudah mengajakku kepantai dan aku yakin ini sebenarnya sangat membuang waktu mu," ucap Kiara.
"Waktuku tidak merasa terbuang dan berada di pantai membuatku juga sama merasa sangat tenang," ucap Kevin.
"Kenapa?" tanya Kiara bingung.
__ADS_1
"Karena aku justru merasa kembali hidup setelah merasa sudah mati lama," ucap Kevin.
Kata-kata Kevin membuat Kiara menghela napasnya dengan berat.
"Teori lagi. Kenapa sih suka banget menimbulkan teori. Kalau mau mengatakan sesuatu langsung saja. Jangan teori mulu," ucap Kiara kesal.
Ya Kevin kebanyakan membuatnya berpikir dan lama-lama Kiara malah santai dan tidak memikirkan teori Kevin. Kevin hanya tersenyum dengan Kiara yang sekarang jauh lebih tenang santai dan tidak serius-serius amat.
"Sudahlah kita pulang yuk!" Ajak Kiara.
"Baiklah," sahut Kevin yang mereka sama-sama berdiri dan Kiara menepuk-nepuk tangannya sembari memberes- bereskan bajunya yang terdapat pasir.
"Kiara tunggu!" ucap Kevin memegang pergelangan tangan Kiara. Saat Kiara hendak pergi.
"Ada apa?" tanya Kiara.
Kevin mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menunjukkan kalung yang sebelumnya di temukan Kiara di kamarnya di rumahnya yang lama.
"Ini bukannya kalung," ucap Kiara yang mengingat kalung itu. Kalung yang di temui di rumahnya dan kalung itu yang membuatnya pening dan merasakan sakit yang berlebihan di bagian kepalanya.
Kevin membuka kancing kalung itu dan langsung memakaikannya pada Kiara yang membuat Kiara kaget.
Kalung itu Kevin yang memberikannya saat mereka liburan di Amerika dan sekarang Kevin memakaikan kalung itu untuk yang ke suda kalinya.
"Kamu tau dari mana jika ini milikku?" tanya Kiara.
"Karena apa yang menjadi milikmu itu sudah terlihat dan jangan tanya kenapa? Bagaimana dan kenapa bisa? Semuanya tidak harus di jawab," jawab Kevin.
Jangan tanya wajah Kiara sangat bingung. Kevin menyinggirkan anak rambut Kiara dan membuatnya di belakang telinga Kiara. Angin memang membuat rambut Kiara menari-nari.
Kevin bahkan mengelus pipi Kiara dengan lembut dan Kiara hanya diam dengan menatap Kevin dalam-dalam. Namun tiba-tiba wajah Kevin tampak datar ketika melihat ada laser merah di jidat Kiara membuat Kevin kaget.
Dan dengan cepat memeluk Kiara sampai mereka terjatuh.
Dorrrr.
Suara tembakan terdengar kuat dan Kiara dan Kevin yang berpelukan dia atas pasir membuat Kiara kaget dengan suara tembakan itu.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Kevin pada Kiara yang sudah melepas pelukannya itu dan sangat meneliti wajah Kiara yang memeriksa apa Kiara baik-baik saja atau tidak.
"Tidak apa-apa. Apa yang terjadi?" tanya Kiara yang panik dan pasti takut
Kevin langsung menarik tangan Kiara dan membawanya pergi dengan mereka yang berlari. Namun Kiara belum tau apa yang terjadi membuat Kiara bingung. Namun dia sangat takut karena tadi sangat jelas suatu tembakan.
"Siapa mereka?" tanya Kiara di tengah larinya yang melihat kebelakang dan orang-orang tersebut terus mengejar dengan suara tembakan yang kembali terdengar.
"Jangan lihat kebelakang," ucap Kevin yang mencegah Kiara.
"Tapi mereka mengejar kita," ucap Kiara dengan panik.
Orang-orang tersebut memang terlihat mengejar Kiara dan Kevin. Bahkan ada beberapa orang yang berbadan besar. Malah di sekitaran pantai tidak ada orang bagaimana Kiara tidak panik.
"Jangan takut, aku akan ada di sisimu. Kita hanya perlu lari dan kamu jangan memikirkan apa-apa dan jangan melepaskan tanganku," ucap Kevin berusaha meyakinkan Kiara.
"Lalu kita mau kemana?" tanya Kiara dengan panik. Kevin juga tidak mau kemana. Mereka hanya berlari di pinggiran pantai yang berusaha untuk meloloskan diri.
"Tuan Kevin!" tiba-tiba terdengar suara teriakan membuat Kevin melihat ke arah pantai dan ada boat yang menuju ke arah mereka.
"Arya!" ucap Kevin melihat Arya dan bahkan bukan hanya ada Arya ada juga beberapa orang Pria yang sepertinya orang-orang Arya.
"Ayo Kiara!" Kevin membawa Kiara langsung menuju speadboad tersebut dan mereka harus berjalan di air yang membuat dan basah-basahan.
Suara tembakan terdengar kembali orang yang tidak di kenal itu melayangkan tembakan yang membuat Kevin berusaha untuk melindungi Kiara. Namun serangan balik di terima orang-orang Arya juga tidak kalah menyerang dengan tembakan.
Suasana itu sangat mengerikan bagi Kiara dan membuat Kiara begitu takut.
"Ayo tuan Kevin cepat!" Arya mengulurkan tangannya dan Kevin memberikan Kiara kesempatan terlebih dahulu untuk naik dan Kiara pun akhirnya naik.
Lalu Arya menarik tangan Kevin saat Kiara berdiri di atas speadboad tersebut Kiara melihat jelas orang-orang yang menembakkan peluru itu dan juga balasan dari orang-orang yang ada di speadboad tersebut. Di mana semuanya saling serang seperti perang.
Sampai Kiara melihat salah seorang yang menyerang mereka terkena tembakan dan Kevin yang sudah ada di atas seketika menutup mata Kiara dengan cepat. Dia tidak ingin Kiara melihat hal yang sangat menyeramkan itu
"Masuklah tuan Kevin!" titah Arya dan Kevin cepat-cepat membawa Kiara masuk.
"Cepat jalan!" tegas Arya dan boad itu melaju.
__ADS_1
Orang-orang yang menyerang mereka tidak kehilangan akal dan langsung mengejar menggunakan speedboat yang lain dan mengejar speadboad Kevin.
Bersambung