Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 60


__ADS_3

Sementara Kiara dan Kevin sudah berada di dalam speed boat dan Kiara duduk di salah satu bangku dan Kevin yang berjongkok di depan Kiara dengan memegang pipi Kiara.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Kevin dengan panik yang melihat kegelisahan di wajah Kiara bahkan rasa takut itu sudah pasti.


"Bagaimana aku bisa baik-baik saja. Aku tidak tau siapa mereka dan aku sangat takut dan apa yang mereka pegang bahkan senjata dan tadi....."


Kiara tidak melanjutkan bicaranya ketika Kevin meletakkan jarinya di bibir Kiara untuk menyuruh Kiara diam.


"Jangan di lanjutkan. Kamu tidak perlu mengingat kejadian itu yang penting sekarang kamu aman bersamaku dan tidak akan terjadi apa-apa," ucap Kevin yang berusaha meyakinkan Kiara.


Padahal belum tentu juga aman. Karena orang-orang itu masih tetap mengejar Kiara.


"Sekarang kamu istirahat dulu, tenangkan diri kamu semuanya akan baik-baik aja," ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya yang tidak mau bandal.


Kevin berdiri dan hendak pergi. Namun Kiara menghentikannya dengan memegang tangan Kevin.


"Jangan pergi!" ucap Kiara yang sangat takut di tinggalkan sendirian.


"Aku tidak berani sendirian," ucap Kiara yang memang masih sangat takut.


"Aku tidak akan pergi," ucap Kevin dan Kevin memilih duduk di samping Kiara dan merangkul Kiara membuat kepala Kiara bersandar di bahu Kevin dan Kiara jauh lebih tenang.


**********


Setelah aman sedikit dan Kiara juga sudah tidur yang kebetulan speadboad tersebut sangat mewah. Speadboad mewah ala hotel yang memiliki kamar khusus lengkap dengan tempat tidur dan Fasilitas yang lainnya.


Kevin yang terus menemani Kiara sampai Kiara tertidur dan Kevin menyelimuti Kiara dan setelah semuanya baik-baik saja. Kevin langsung keluar dari kamar tersebut.


Kevin menghampiri Arya yang berbicara dengan beberapa bodyguard yang sepertinya mengawasi tempat itu.


"Arya!" tegur Kevin.


"Tuan Kevin," sahut Arya yang langsung menghampiri Kevin dengan menundukkan kepalanya.


"Ada apa ini?" tanya Kevin yang kelihatan tidak tau apa-apa.


"Dan kamu kenapa tiba-tiba ada di sini? Apa kamu tau hal ini?" tanya Kevin.


"Iya tuan. Saya tidak sengaja mendengar beberapa orang-orang Mitra Winata yang sedang berbicara dan membawa-bawa nama nona Kiara dan mereka membicarakan lokasi pantai yang ternyata pantai ini. Pantai di mana ada tuan Kevin dan Nona Kiara," jelas Arya.


"Apa kamu bilang. Orang-orang papa. Jadi maksud kamu orang-orang itu adalah orang-orang suruhan papa!" tebak Kevin.


"Benar tuan!" jawab Arya.

__ADS_1


Kevin mengepal tangannya yang sangat tidak percaya jika Mitra Winata adalah dalang di balik apa yang terjadi barusan.


"Nona Kiara sepertinya dalam bahaya," ucap Arya.


"Papa benar-benar sudah melewati batasnya. Jadi dia benar ingin menyinggirkan Kiara. Bahkan kecelakaan Kiara juga berhubungan dengannya dan tabrakan di depan Restaurant itu juga papa yang melakukannya dan sekarang dia benar-benar ingin mencelakakai Kiara," batin Kevin yang sangat tidak menduga Mitra Winata melakukan hal sejauh itu.


Ya memang dia memang seharunya Kevin tidak heran. Karena Mitra Winata sudah mengancamnya terang-terangan.


"Tuan Kevin jangan khawatir kita juga sudah menyiapkan banyak orang untuk melindungi tuan Kevin dan Nona Kiara," ucap Arya.


"Dia tidak akan membunuhku. Jadi jangan melindungiku. Tetapi lindungi Kiara," ucap Kevin yang memang target papanya itu hanya Kiara.


"Baik tuan," sahut Arya.


"Lalu bagaimana orang-orang itu apa masih mengejar kita?" tanya Kevin.


"Ada beberapa pengawal yang melihat dari teropong dan sejauh ini kamu belum melihat mereka," jawab Arya.


"Kalau begitu kamu awasi terus," ucap Kevin.


"Itu pasti tuan," sahut Arya dengan menundukkan kepalanya.


**********


Dan mungkin kalau ombak tinggi baru akan parah.


Kiara duduk di salah satu kursi yang menghadap jendela yang bisa melihat air laut. Wajahnya tampak sendu dengan penuh dengan pemikiran.


"Kamu belum makan malam," tiba-tiba terdengar suara Kevin membuat Kiara menoleh kebelakang dan melihat Kevin yang membawakan dia piring yang mungkin berisi makanan.


"Aku tidak lapar," jawab Kiara dengan datar. Kevin menghampiri Kiara dan duduk di samping Kiara dan meletakkan makanan itu di atas meja.


"Makanlah!" ucap Kevin.


"Aku sudah mengatakan tidak lapar," jawab Kiara.


"Bukannya kamu seorang Dokter dan sering menyuruh pasien untuk memperhatikan makan. Jadi bagaimana jika Dokternya saja tidak melakukan hal itu," ucap Kevin.


"Aku tidak selera makan," ucap Kiara.


"Karena apa?


"Bagaimana aku bisa selera makan dengan semua yang terjadi. Aku bahkan tidak bisa berpikir," ucap Kiara.

__ADS_1


"Bukannya aku sudah mengatakan. Jika semuanya akan baik-baik saja?" ucap Kevin.


"Tapi ini tidak mungkin baik-baik saja," sahut Kiara dengan cemas.


"Semuanya tidak akan menjadi baik. Jika kamu tidak kunjung makan juga. Maka sekarang kamu harus makan," ucap Kevin. Kiara diam saja.


"Kiara, makanlah dan jangan menambah masalah," ucap Kevin.


"Aku yang menambah masalah. Apa aku tidak salah dengar," ucap Kiara.


"Kiara jangan membuka pembicaraan yang tidak harus di lakukan. Jadi sekarang makanlah. Jika kau tidak makan. Kau bisa mati," ucap Kevin.bz


Kiara diam yang memang kelihatan kesal dan tidak mau makan.


"Buka mulutmu!" Kevin langsung menyodorkan sendok kemulut Kiara yang membuat Kiara mengkerutkan dahinya.


"Ayo makan! Apa aku harus memaksamu," ucap Kevin.


"Isssss," sahut Kiara yang dengan terpaksa akhirnya makan membuat Kevin tersenyum. Kiara memang maunya di paksa.


"Makan jangan cemberut," ucap Kevin. Kiara tidak menanggapinya.


"Atau jangan-jangan kamu sengaja lagi ya tidak mau makan. Supaya aku menyuapimu," goda Kevin.


"Issss apa sih," sahut Kiara dengan wajahnya yang memerah dan Kevin menyunggingkan senyumnya.


"Jangan mikir aneh-aneh. Aku bisa suap sendiri," sahut Kiara yang langsung mengambil sendok dan piring dari tangan Kevin dan memilih makan sendiri. Karena Kevin yang sebelumnya sudah menggodanya.


Kevin kembali tersenyum dan Kevin yang juga membawa makanan untuknya sebelumnya juga ikut makan. Mereka berdua yang makan dengan melihat ke arah pantai.


"Maafkan aku," ucap Kevin tiba-tiba membuat Kiara melihat ke arah Kevin.


"Maaf karena apa?" tanya Kiara heran.


"Apa yang telah terjadi. Seharusnya kamu tidak berada di dalam situasi seperti ini," ucap Kevin.


"Kalau begitu katakan kepadaku. Mereka itu siapa dan apa mereka mengincarmu?" tanya Kiara.


"Iya mereka mengincarku," jawab Kevin. Karena tidak mungkin dia mengatakan bahwa Kiara yang di incar.


"Apa jangan-jangan karena ada hubungannya dengan...." Kiara menghentikan kalimatnya dan Kevin sangat menunggu lanjutan kalimat itu yang takut jika Kiara mengetahui sesuatu dan apa lagi tau penyerangan itu karena papanya dan Kiara pasti banyak tanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2