
Rangga pun meninggalkan rumah sakit tersebut dan memasuki mobilnya.
"Sial!" umpat Rangga memukul stri mobil dengan tangannya.
Namun tiba-tiba sebuah pisau berada di leher Rangga membuat Rangga kaget dengan Rangga melotot dan melihat dari kaca spion. Rangga melihat seorang pria yang bertopeng yang membuatnya kaget.
"Siapa kau?" tanya Rangga dengan takut-takut.
"Cepat jalan!" titah Pria itu.
"Siapa kau?" Rangga kembali bertanya.
"Aku katakan cepat jalan!" titah Pria itu semakin menekankan pisau pada leher Rangga.
"Cepat jalan sebelum aku memutuskan lehermu!" ancam Pria dengan suara menyeramkan itu.
Rangga yang tampak takut langsung mengangguk dan langsung menjalankan mobilnya. Pasti dia sudah tau jika dirinya dalam bahaya. Menjalankan mobil atau tidak dia akan tetap dalam bahaya. Namun itu pilihannya dan menjalankan mobil tersebut dengan ancaman senjata tajam.
Ternyata kepergian mobil yang tiba-tiba melewat dari Kevin membuat Kevin melihat terus mobil yang melaju kencang itu.
"Bukannya itu Rangga!" batin yang hafal dengan mobil Rangga.
"Kevin!" Kiara tiba-tiba memanggil Kevin membuat Kevin melihat ke arah Kiara.
"Kamu sedang apa? Aku dari tadi mencarimu?" tanya Kiara melihat suaminya itu tampak bengong.
"Itu mobil Rangga," jawab Kevin.
"Iya itu memang mobilnya. Dia barusan saja menemuiku dan mempertanyakan masalah pernikahan kita. Dan aku tidak tau apa kejadian rumah sakit ini ada hubungannya dengan kak Rangga," ucap Kiara yang mencurigai Rangga.
"Kamu jangan berpikira seperti itu dulu. Aku tau Rangga sangat dendam kepadaku. Tetapi hal sebesar ini tidak mungkin di lakukannya dan aku percaya itu," ucap Kevin yang berpikira positif.
"Kenapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu?" tanya Kiara.
"Aku nanya berpikiran itu saja dan bagaimana dengan kamu apa dia menyakitimu?" tanya Kevin.
"Tidak aku baik-baik saja kok," jawab Kiara.
"Bagaimana kak Saras kamu sudah menemukannya?" tanya Kiara.
"Aku tidak menemukannya dan dia juga tidak ada di dalam salah satu korban," jawan Kevin.
"Ya ampun semoga kak Kiara baik-baik saja," ucap Kiara dengan harapannya. Kevin juga pasti sangat mengharapkan hal yang sama.
__ADS_1
"Tuan Kevin!" tiba-tiba Arya menghampiri Kevin.
"Ada apa?" tanya Kevin.
Arga langsung berbisik pada Kevin. Kiara tidak termasuk kepo. Tetapi terlihat penasaran. Apalagi melihat wajah Kevin yang tampak kaget membuat Kiara semakin penasaran.
"Kapan kejadiannya?" tanya Kevin.
"1 jam yang lalu," jawab Arya.
"Ada apa Kevin?" tanya Kiara yang penasaran.
"Kamu tau Kiara. Jika Perusahaan Rd kebakaran dan dalam sekejap menjadi lautan api," jawab Kevin membuat Kiara kaget.
Perusahaan RD adalah Perusahaan Rangga. Kiara tidak percaya dengan apa yang didengarnya membuat mulutnya menganga dengan menutup dengan tangannya.
"Apah!" pekik Kiara dengan wajah kagetnya.
"Aku juga tidak tau apa yang terjadi Kiara," ucap Kevin yang juga panik.
"Kak Rangga baru saja dari sini," ucap Kiara yang masih tidak percaya mendengar berita itu.
"Aku tau itu Kiara," sahut Kevin.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt.
"Mama yang menelpon," ucap Kevin langsung mengangkatnya.
"Kevin tolong mama Kevin. Mama tidak tau harus bagaimana. Mama sudah lari dari rumah!" suara Mariana tampak penuh ketakutan yang membuat Kevin heran.
"Mah tenang dulu. Mama kenapa?" tanya Kevin.
"Papa kamu Kevin. Dia benar-benar melancarkan aksinya dan mama tidak tau apa yang akan di lakukannya kepada mama setelah mama ikut menantangnya. Selain menghancurkan rumah sakit dan membuat Saras menerima pelajarannya dan menghancurkan Perusahaan RD dan menyinggirkan Rangga dan sekarang pasti giliran mama," jelas Marian dengan ketakutan yang berbicara dari telpon.
"Apa maksud mama jika rumah sakit semua karena perbuatan papa?" tanya Kevin yang benar-benar terkejut.
"Mama mendengar semuanya. Papa kamu awalnya menghancurkan Perusahaan Keluarga Monica dan Monica membalasnya dengan berita palsu itu dan Papa kamu juga tau selama ini Rangga bekerja sama dengan pesaing kamu dan sekarang dia juga ingin melenyapkan Rangga setelah perusahannya terbakar. Sama dengan Saras. Mama yakin setelah ini giliran mama. Mama tidak tau harus apa," Mariana menjelaskan panjang lebar mengejutkan Kevin.
"Mama tenang dulu ya. Mama sekarang share lokasi mama di mana. Aku akan mengirim orang-orang ku. Mama jangan takut," ucap Kevin yang mencoba menenangkan ibu tirinya itu.
"Iya Kevin," sahut Mariana yang harus percaya pada Kevin.
Kevin langsung mematikan telpon itu.
__ADS_1
"Ada apa Kevin?" tanya Kiara semakin takut.
"Mama dalam bahaya dan semua yang terjadi perbuatan papa," jawab Kevin membuat Kiara kaget.
"Arya kamu kirim orang-orang untuk membawa mama ketempat yang aman!" titah Kevin.
"Baik tuan," sahut Arya.
"Dan Mobil Rangga kamu cepat cari!" tegas Kevin lagi.
"Ada apa dengan kak Rangga Kevin?" tanya Kiara panik.
"Rangga dalam bahaya Kiara. Aku tadi merasa ada sesuatu di mobil kak Rangga," ucap Kevin yang membuat Kiara semakin panik.
"Cepat kamu laksanakan!" titah Kevin. Arga mengangguk dan langsung bergerak sesuai dengan apa yang di perintahkan Kevin.
"Ya ampun kak Rangga! aku sudah mengatakan semua ini hanya akan membuat kakak celaka," gumam Kiara dengan wajah paniknya.
"Kamu tenang ya. Kamu jangan khawatir. Rangga tidak akan apa-apa. Aku pasti membantunya," ucap Kevin yang berusaha untuk menengakan istrinya itu.
**********
Mariana akhirnya lolos dari Mitra Winata yang pasti ingin memberikan pelajaran padanyanya. Mariana sudah aman bersama Kiara dan Kevin yang mereka berada di apartemen Kevin.
"Mama juga tidak percaya jika papa kamu seperti itu?" ucap Maharani.
"Aku jadi takut terjadi sesuatu pada kak Rangga," ucap Kiara yang jadi khawatir.
"Kamu jangan khawatir Kiara Rangga pasti baik-baik saja. Anak buah ku sedang mencarinya," sahut Kevin yang meyakinkan Kiara.
"Semua ini benar-benar di luar dugaan. Tetapi mama tidak akan pernah menyesal telah melawan Mitra Winata. Karena apa yang mama lakukan masih benar," sahut Mariana.
Dia merasa aman. Karena sekarang bersama Kevin. Apartemen itu sudah sangat aman dan lagian Apartemen itu salah satu tempat yang tidak di ketahui Mitranya Winata dan aksesnya juga sangat sulit. Selain itu ada juga beberapa Bodyguard Kevin yang mengawas di depan Apartemen tersebut.
"Mama jangan takut lagi. Mama sekarang sudah aman dan aku akan mencari Rangga dan juga kak Saras yang pasti masih terjebak di rumah sakit itu," ucap Kevin.
"Kamu akan pergi Kevin?" tanya Kiara yang tidak menginginkan hal itu.
"Tidak apa-apa Kiara. Aku akan baik-baik saja," ucap Kevin yang tau jika istrinya itu khawatir.
"Tapi aku tidak jamin. Papa kamu itu orang yang terkuat Kevin," ucap Kiara.
"Jika aku tidak bergerak. Nyawa Rangga dan kak Saras dalam bahaya. Bukankah aku harus menyelamatkan Rangga," ucap Kevin. Kiara hanya menghela napasnya saja mendengar apa yang di katakan Kevin.
__ADS_1
"Kamu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja. Aku pasti akan kembali," ucap Kevin meyakinkan Kiara.
Bersambung.