
Rangga berdiri di pinggir danau yang menghadap danau dengan kedua tangannya berada di saku celananya. Wajahnya yang sangat datar terlihat berdiri sendirian di malam hari.
"Bukan Kiara ternyata!" tiba-tiba terdengar suara berat membuat bola mata Rangga melirik dengan suara pria yang terdengar itu.
"Kau sudah tau jika itu bukan aku dan kenapa kau masih datang?" tanya Rangga tanpa menoleh kebelakang.
"Jika aku tidak datang. Aku tidak akan pernah tau. Apa tujuanmu ingin bertemu denganku dan menggunakan nama Kiara," jawab Kevin.
Rangga menyunggingkan senyumnya dan berbalik badan menghadap Kevin. Jarak mereka tidak terlalu jauh dan ke-2 pria yang sama-sama gagah itu saling melihat.
"Kau sangat pemberani. Sudah tau bukan Kiara. Tetapi kau juga masih menemuiku dan kau juga sangat memberanikan membebaskan Kiara dari tahanan ku," ucap Rangga.
"Jika kita berdua punya masalah jangan libatkan Kiara dalam hal itu. Dia sudah banyak menderita," sahut Kevin.
Rangga mendengus kasar mendengar ucapan Kevin, "apa kau ingin mengingatkan ku. Jika penderitaan adikku bermula dari dirimu!" tegas Rangga dengan sinis.
"Aku mengakuinya. Penderitaan Kiara karena diriku yang membawanya masuk kedalam kehidupanku. Aku jatuh cinta padanya dan dia harus menderita karena semua itu dan aku menyesal telah berpisah darinya dan bukan berarti penyesalanku akan mengakhiri segalanya. Karena aku hanya ingin mempertahankan cinta ku pada Kiara!" tegas Kevin.
"Ck, apa kau katakan? cinta! cuihhh!" Rangga berdesis mendengarnya.
"Kau mengatakan cinta," ucapnya lagi yang melangkah mendekati Kevin yang sekarang berdiri di hadapan Kevin dengan jarak yang dekat.
"Katakan kepadaku. Jika kau mencintai adikku," ucap Rangga.
"Aku mencintainya," jawab Kevin.
"Katakan sekali lagi!"
"Aku mencintainya,"
Bukkkk.
Rangga langsung melayangkan satu pukulan ke wajah Kevin membuat wajah Kevin miring kesamping. Namun pukulan itu tidak terasa bagi Kevin dan kembali menegakkan kepalanya.
__ADS_1
"Katakan lagi. Jika kau mencintainya," ucap Rangga.
"Aku mencintainya?" jawab Kevin lagi.
Bukkk
Kevin kembali mendapatkan pukulan yang lebih keras lagi di pipi yang sama dan membuat ujung bibir Kevin berdarah.
"Bajingan!" umpat Rangga dengan berludah.
"Kau berani mengatakan cinta kepada Kiara. Setelah kau memberinya banyak penderitaan. Keluargaku yang punya kehebatan itu yang sudah menghancurkan keluarga kami," teriak Rangga.
"Aku akan menebus semuanya. Aku tidak akan membiarkan Kiara menderita lagi," tegas Kevin.
"Hentikan omong kosong mu!" bentak Rangga.
"Kau pikir aku akan membiarkan mu bersama Kiara. Kau tidak pantas dengan adikku. Aku tidak akan membiarkan kau bersama Kiara. Meski kau mengatakan mencintainya. Persetan dengan cintamu. Orang sepertimu tidak pantas mencintai Kiara. Orang sepertimu tidak pantas bersama Kiara. Karena kau itu sudah menyakiti Kiara, memberikan luka kepadanya dan juga menjebaknya dengan cintamu itu!" tegas Rangga dengan menunjuk tepat di wajah Kevin.
"Lalu bagaimana dengan dirimu. Apa kau juga tidak menyakiti Kiara?" sahut Kevin.
"Kau memanfaatkan ingatan Kiara dengan menyiksaku dirinya. Apa kau merasa perbuatan mu itu tidak menyakitinya dan membuatnya tersiksa. Jadi mengataiku saja. Tapi lihatlah dirimu yang hanya demi dendamu kepadaku. Kau menyakiti Kiara, menyiksaku batinnya dan terlebih lagi kau juga menipu seorang wanita yang kau juga jebak dengan kata cinta," tegas Kevin membuat Rangga melotot.
"Apa maksud mu!" tanya Rangga lagi.
"Jangan berpikiran. Jika aku bodoh. Aku tau hubunganmu selama ini dengan Monica," ucap Kevin.
Hal itu jelas-jelas membuat Rangga kaget. Karena Kevin mengetahui hubungan gelapnya dengan Monica.
"Kau memanfaatkan Monica untuk menyerangku dari belakang," lanjut Kevin.
Rangga menyunggingkan senyumnya, "Monica apa Monica yang kau maksud adalah tunanganmu yang diam-diam menjalin hubungan bersama ku," sahut Rangga dengan santai.
"Dia bukan tunangan ku," sahut Kevin.
__ADS_1
"Kasihan sekali dia sangat tidak di akui," sahut Rangga. Tetapi baiklah Kevin. Jika kau memang tidak mengakuinya. Maka tidak masalah dan iya memang aku dekat dengannya, aku menjadi selingkuhannya, aku menjebaknya dalam cinta ku agar lebih patuh padaku untuk mencari tau kelemahan mu dan kau Kevin hasilnya sangat banyak. Aku mendapatkan banyak hal semenjak bertemu dengannya dan aku sangat memanfaatkan Monica," jelas Rangga yang tanpa dosa mengatakan hal itu.
"Ya aku tau Kevin. Kau itu orang yang sangat pintar dan pasti kau juga sadar. Beberapa proyek mu yang telah aku rebut dan semua itu karena kerja keras Monica yang membantuku dan aku memang berhasil memanfaatkannya," jelas Rangga.
"Kau mengatakan aku bajingan karena mencintai adikmu. Lalu bagaimana dengan dirimu. Apa kau tidak merasa jika kau lebih bajingan dan sangat pengecut menggunakan Monica dalam urusan ini," sahut Kevin dengan sinis.
"Lalu kenapa jika aku menggunakan wanita bodoh itu. Apa itu salah? Apa kau marah? Bukannya kau mengatakan tidak mencintainya dan hanya mencintai adikku. Lalu kenapa kau terlihat kesal sekali. Karena aku hanya memanfaatkan wanita bodoh itu," tegas Rangga.
"Dia sangat bodoh yang melakukan banyak hal kepadaku. Hanya karena mencintaiku dia sangat patuh kepadaku dan sampai detik ini aku berhasil menggunakannya untuk menghancurkan mu dan akan terus menghancurkanmu bersama keluargamu itu!" tegas Rangga.
"Jadi aku di anggap hanya sebagai wanita bodoh!" tiba-tiba terdengar suara lirihan yang terasa sesak itu membuat Rangga kaget.
Rangga membalikkan tubuhnya dan kaget melihat Monica yang berdiri tubuh bergetar yang air matanya sudah keluar.
"Monica!" lirih Rangga.
"Kau memanfaatkan ku untuk dendammu itu?" sahut Monica yang terasa sesak di dadanya yang pada akhirnya sadar. Jika selama ini Rangga juga tidak mencintainya dan hanya memanfaatkan dirinya saja.
"Monica!" sahut Rangga yang masih terkejut dan langsung menghampiri Monica dan Monica mengangkat tangannya.
"Stop!" tegas Monica membuat langkah Rangga terhenti.
Kevin mengusap darah yang ada di ujung bibirnya dengan jempolnya. Lalu pergi meninggalkan tempat itu yang selanjutnya tinggal Rangga yang akan menghadapi Monica.
"Monica aku bisa jelaskan!" lirih Rangga yang cukup panik karena melihat kedatangan Monica.
"Jadi selama ini kamu mendekatiku dan membuatku jatuh cinta padamu. Itu karena kamu yang hanya menggunakan ku yang hanya memanfaatkanku. Hanya karena ambisi kamu untuk menghancurkan Kevin yang ternyata adik kamu. Dokter pribadi Kevin adalah masa lalu," ucap Monica yang bagi mimpi buruk mendengar kenyataan.
"Aku bisa menjelaskannya Monica. Tidak seperti apa yang kamu pikirkan," ucap Rangga.
"Cukup! Apa lagi yang mau kamu jelaskan. Sudah cukup semuanya. Ternyata ketulusanku di balas dengan dengan seperti ini. Kamu itu laki-laki oengejut, bajingan Rangga. Aku benar-benar sangat membencimu Rangga!" umpat Monica yang langsung pergi dari hadapan Rangga.
"Monica tunggu dengarkan aku dulu! Monica!" panggil Rangga yang sama sekali tidak di pedulikan Monica yang pergi dengan membawa kesedihan yang mendalam.
__ADS_1
Bersambung