
"Kamu semakin pintar mengarang cerita Kiara," ucap Rangga tidak percaya pada Kiara.
"Aku tidak mengarang cerita dan kalau kakak tidak percaya. Bisa tanyakan saja dengan mama. Jika aku menghubunginya sebelumnya. Lagian kenapa juga Kakak menanyakan aku pada Ziva. Kenapa tidak langsung menanyakan pada mama yang jelas mama lebih tau aku di mana," ucap Kiara yang gantian menyudutkan Rangga.
"Ada apa kak Rangga. Apa kakak takut sesuatu. Jika aku yang memang ke Surabaya. Lalu tiba-tiba kakak bertanya pada mama dan papa. Kak Rangga takut. Jika di tanyai balik," ucap Kiara dan Rangga terdiam mendengar hal itu.
"Kak Rangga aku sudah mengatakan kepada kakak. Untuk berhenti mengusik kehidupanku. Aku sangat risih dengan semua pertanyaan kak Rangga yang membuat kepalaku sakit. Jadi berhentilah mengusik kehidupanku," tegas Kiara yang langsung pergi meninggalkan Rangga.
"Sial. Kamu sangat pintar Kiara membalikkan keadaan," umpat Rangga dengan kesal terhadap adiknya itu.
Kiara memang pasti tidak akan jujur mengatakan dia pergi ke Paris dan Kiara juga akhirnya tau apa yang di takutkan Rangga selama ini. Kenapa Rangga melarangnya berhubungan dengan rumah sakit dan alasannya adalah karena Rangga takut dia dan Kevin berhubungan.
Ketakutan Rangga sudah menjadi kenyataan dan memang Kiara berhubungan dengan Kevin dan tanpa sepengetahuan Rangga Kiara juga sudah mengingat semuanya.
***********
Rumah sakit Lexus.
Kiara kembali bekerja seperti biasanya. Karena sudah cuti selama 3 hari.
"Amanda!" panggil Kiara yang melihat Amanda dan Amanda yang berjalan dengan Dokter Reja langsung membalikkan tubuh mereka dan Kiara menghampiri Amanda.
"Ya ampun Kiara. Kamu sudah pulang?" tanya Amanda dengan bahagia yang memeluk sahabatnya itu.
"Hmmm, baru tadi malam," jawab Kiara yang sudah melepas pelukan itu.
"Syukurlah kalau begitu aku senang melihat kamu kembali ada di rumah sakit," ucap Amanda.
"Iya aku juga," sahut Kiara.
"Kiara!" sapa Dokter Reja
"Iya Dokter Reja," sahut Kiara dengan tersenyum.
"Kiara nanti kita ngobrol-ngobrol ya. Oh iya kamu mau ikut kita sarapan tidak. Soalnya kita mau sarapan?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Aku udah sarapan dari rumah. Kalian sarapan aja," jawab Amanda.
"Hmmmm, ya sudah kalau begitu. Kita sarapan duluan ya," ucap Amanda.
"Iya santai," sahut Kiara.
"Mari Kiara," sahut Dokter Reja.
Kiara mengangguk dengan tersenyum. Amanda dan Reja pun pergi sarapan untuk keluar. Kiara menghela napasnya dan langsung melanjutkan langkahnya untuk memasuki lift. Kiara menunggu pintu lift terbuka.
Saat pintu lif terbuka Kiara di kejutkan dengan Mitra Winata membuat Kiara berdiri mematung. Antara ingin masuk dan tidak. Namun kelihatannya Kiara tidak peduli dan Kiara nekat masuk. Walau ada Mitra Winata di dalamnya dan pintu lif itu tertipu.
Hanya Kiara dan Mitra Winata yang ada di dalam lif itu dengan Kiara yang pasti berusaha untuk tenang berdiri di samping pria yang pasti dia tau Pria itu tidak menyukainya.
"Berapa yang kamu minta?" tanya tiba-tiba Mitra Winata dengan suara beratnya membuat Kiara menoleh kearah sebelahnya dengan mendongakkan kepalanya. Karena Mitra Winata jauh lebih tinggi dari dirinya.
"Maksud tuan apa?" tanya Kiara
Mitra Winata menghadap Kiara dan melihat Kiara dengan jelas.
"Jangan pikir saya tidak tau. Jika kamu dan Kevin sama-sama ada di Paris. Kamu benar-benar mencuci otak Kevin dan menggunakannya. Apa kamu ingi menjadi kaya raya. Sehingga kamu tidak bisa lepas dari Putra saya," ucap Mitra Winata.
Pasti tidak heran jika Mitra Winata tau Kevin dan Kiara ada di Paris. Karena pergerakan Kiara dan Kevin memang pasti di ikuti Mitra Winata.
Ting pintu lif terbuka dan Kiara langsung keluar yang menghindari Mitra Winata.
"Kamu belum menjawab pernyataan saya?" tanya Mitra Winata yang langsung keluar dari dalam lift.
"Kiara kamu apa tidak sadar siapa diri kamu. Kamu tidak pantas bersama dengan Kevin dan saya sudah mengingatkan kamu sebelumnya. Jangan mentang-mentang Kevin membela kamu di hadapan saya. Membuat Kevin melawan kepada saya karena kamu. Jadi jangan kamu merasa besar kepala," ucap Mitra Winata.
Kiara hanya diam mendengarkan apa yang di katakan Mitra Winata.
"Jadi ini peringatan untuk kamu. Kamu jauhi Kevin. Kami tidak pantas bersanding dengan Kevin," tegas Mitra Winata memberi peringatan kepada Kiara.
Mitra Winata tidak banyak bicara lagi dan langsung pergi.
__ADS_1
"Saya mencintai Kevin," ucap Kiara yang membuat langsung Mitra Winata terhenti dalam langkahnya.
Kiara menghela napasnya dengan mengepal tangannya yang berusaha untuk berani melawan Mitra Winata. Mitra Winata membalikkan tubuhnya dan kembali melihat Kiara, menghadap Kiara.
"Apa katamu?" tanya Mitra Winata dengan suara beratnya.
"Saya Kiara sangat mencintai putra anda dan saya tidak akan meninggalkannya atau menjauhkannya seperti yang anda inginkan," ucap Kiara dengan penuh penekanan pada setiap perkataannya.
Mendengar hal itu membuat Mitra Winata membulatkan matanya yang mengepal tangannya. Pasti Mitra Winata tidak percaya. Jika kata-kata itu keluar dari mulut Kiara yang sekarang berani kepadanya. Padahal Kiara juga dek-dekan dengan debaran jantungnya saat mengumpulkan keberanian untuk mengatakan hal itu.
"Kau ulangi sekali lagi perkataan mu," ucap Mitra Winata menekan suaranya.
"Saya mencintai Kevin," jawab Kiara yang semakin di tantang semakin menantang kembali Mitra Winata.
"Berani sekali kau mengatakannya di depanku! Apa kau pikir kau sudah memiliki kekuasaan untuk mengatakan hal itu. Kau pikir kau pantas dengan Kevin!" teriak Mitra Winata.
"Untuk mencintai tidak perlu kekuasaan dan masalah pantas. Cinta tidak memandang hal itu. Jadi aku mencintainya tanpa ada kata pantas dan pasti tuan tidak mengerti. Karena bagi tuan cinta itu tidak ada. Karena jika anda mencintai seseorang. Tidak akan ada wanita ke-2, ke-3 setelah wanita pertama," ucap Kiara dengan keberaniannya membuat mata Mitra Winata membulat ingin keluar.
"Tutup mulutmu!" Bentak Mitra Winata dengan suaranya yang semakin keras.
Ada beberapa orang yang lewat dan melihat ke arah Kiara.
"Tolong jangan berteriak di rumah sakit tuan. Orang-orang bisa salah paham dan ini bisa mencemarkan nama baik tuan," ucap Kiara dengan sindiran.
Mitra Winata sesak napas dengan kata-kata Kiara yang sangat berani dan memang benar apa kata Kiara di sekitarnya sedang melihatnya dan sama saja itu akan membuat imagenya buruk.
"Sial!" umpat Mitra Winata
"Kiara kau terlalu berani bicara kepadaku. Kau pikir kau siapa yang berani kepadaku. Kiara aku punya banyak kekuasaan dan bocah sepertimu bukan lah lawanku. Aku peringatkan kepadamu untuk terakhir kalinya jauhi Kevin jika tidak aku akan membuatmu berhenti bernapas," ancam Mitra Winata.
"Jika aku sudah waktunya mati. Maka akan mati. Tetapi jika tidak usaha anda hanya akan sia-sia. Sama dengan yang anda lakukan 4 tahun lalu mencoba melenyapkan ku dan sama dengan beberapa Minggu lalu anda juga ingin melenyapkanku. Tapi aku belum waktunya untuk mati dan apa yang anda lakukan hanya sia-sia," jawab Kiara dengan santai.
Mitra Winata sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Kiara seolah tau semuanya dan itu artinya Kiara memang mengingat semuanya.
Bersambung.
__ADS_1