Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 42 Terjebak.


__ADS_3

"Iya kamu benar Informa yang sangat menarik bukan" sahut Daniel dengan menyungging senyumnya.


"Tuan mengirim orang ke sana?" tebak Rangga dengan wajahnya yang mendadak gelisah.


"Iya aku mengirim beberapa orang dan membuat kekacauan di sana dan anak buahku juga sempat menyandra beberapa wanita di sana. Namun Bisa lolos. Tetapi tidak apa-apa dengan adanya berita ini nama Kevin akan semakin jatuh dan aku bisa menjadi pemenang dalam pemilihan Presiden bisnis," ucap Daniel dengan menyunggingkan senyumnya yang kembali mengisap rokoknya dan membuang asapnya dengan menyeluruh yang bahkan sampai mengenai wajah Rangga.


Rangga pun melihat video yang sudah masuk ke media dan melihat kericuhan dengan kebakaran di mana-mana.


"Kiara bukannya ada di sana. Bagaimana keadaannya, jangan-jangan dia menjadi korban lagi," batin Rangga yang tiba-tiba kepikiran dengan adiknya.


"Bagaimana Rangga sangat Supraise bukan kedatanganku. Apa yang kamu kerjakan sangat berhasil dan sama dengan apa yang aku kerjakan juga sangat berhasil kolaborasi yang sangat efektif bukan," ucap Daniel dengan bangganya.


"Iya tuan," jawab Rangga dengan singkat saja.


"Aku akan memberimu hadiah untuk keberhasilan kita dan pasti jika aku menjadi pemenang dalam pemilihan kepala bisnis hadiahnya akan lebih besar. Selain group Lexus yang akan hancur di tangan kita berdua," ucap Daniel dengan menyunggingkan senyumnya dan Rangga hanya tersenyum datar.


Dia tidak senang dan seharusnya sangat senang. Namun dia kepikiran dengan Kiara yang ada di tempat lokasi tersebut.


Rachel yang tiba-tiba yang berada di kasir untuk mengecek beberapa hal melihat kakaknya yang duduk dengan seseorang.


"Kak Rangga! Dengan siapa dia?" tanya Rachel yang penasaran yang hanya melihat punggung pria yang tidak dapat di kenalinnya itu.


"Siapa pria itu?


"Kak Rangga tidak biasanya membawa rekan bisnisnya untuk meeting di sini?"


"Dan ini masih pagi lagi. Tapi mereka sudah meeting saja,"


Rachel yang bertanya-tanya di hatinya penuh dengan penasaran melihat Daniel yang sekarang berdiri bersamaan dengan Rangga. Saling berjabat tangan dengan Rangga dan Rangga mengantarkan Daniel sampai keluar dari tempat itu menuju mobil Daniel dan Rachel masih tetap memperhatikan siapa pria yang sampai detik ini wajahnya tidak bisa di lihat Rachel.


Setelah mengantarkan Daniel sampai mobilnya dan Daniel pun pergi. Rangga kembali masuk kedalam toko kuenya dan kaget dengan Rachel yang sudah berdiri di sana.


"Rachel," gumam Rangga yang kaget dengan mengelus dadanya.


"Siapa yang tadi kak?" tanya Rachel.


"Oh itu. Bukan siapa-siapa. Hanya teman saja," jawab rangga yang terlihat gugup.

__ADS_1


"Tumben sekali bertamu dan kenapa tidak di ajak masuk?" tanya Rachel dengan kepo.


"Tidak hal yang besar. Jadi tidak perlu masuk. Dia hanya mampir saja," ucap Rangga yang begitu gelisah sampai wajahnya penuh dengan kebingungan.


"Oh begitu rupanya," sahut Rachel yang mengangguk-angguk saja.


"Oh iya bagaimana keadaan Kiara? Kapan dia pulang?" tanya Rangga.


"Aku belum menelponnya. Biasanya dia yang menelpon. Karena sinyal sangat sulit di sana. Jadi Kiara yang bisa mengatur waktu kapan harus menelpon," ucap Rachel.


"Ya sudah kalau nanti Kiara menelpon kamu tanya keadaannya dan suruh dia pulang cepat," ucap Rangga.


"Untuk?" tanya Rachel.


"Rachel tidak semua apa yang disuruh ada alasannya," ucap Rangga langsung masuk.


"Kenapa sih kak Rangga. Memang aku mengatakan apa? Dia kenapa sih kayak sensitif gitu, aneh deh," gumam Rachel yang merasa ada yang salah dengan Rangga. Ya selain Rangga seperti orang gelisah dan juga seperti mau marah dan kesal.


*********


Perjalanan itu semakin lama semakin jauh dari kaki gunung ketempat mereka semula. Namun di tengah perjalanan itu tiba-tiba ada angin yang kencang yang membuat beberapa orang-orang itu menghentikan langkah mereka dan melihat di sekitar mereka.


"Tuan Kevin sepertinya akan turun hujan," ucap Arya yang menduga-duga. Karena melihat ke atas langit yang mendung dengan tanda-tanda mau turun hujan.


"Ya sudah kalau begitu kita cepatkan saja langkah kita. Kita harus secepatnya tiba sebelum hujan turun," ucap Kevin.


"Baik tuan," sahut Arya.


Langkah mereka di percepat dengan tergesa-gesa saat menuju desa mereka terlebih dahulu. Namun tiba-tiba di tengah langkah Kiara yang berjalan paling belakang Kiara merasakan pusing sampai langkahnya terhenti dan malah berjongkok yang terlihat lemas dan bahkan suara napasnya sangat tidak teratur sama sekali dengan menunduk yang memijat kepalanya.


Kevin yang menyadari sesuatu menoleh kebelakang dan ternyata melihat Kiara yang sudah tertinggal jauh.


"Kiara!" Lirih Kevin yang langsung menghampiri Kiara.


"Apa yang terjadi?" tangan Kevin yang berjongkok di depan Kiara.


"Aku tiba-tiba pusing dan terasa lemas," jawan Kiara dengan suara lemasnya.

__ADS_1


Melihat Kevin yang masih berhenti bersama Kiara membuat Arya menyusul Kevin.


"Ada apa tuan?" tanya Arya yang melihat tuannya itu bersama Kiara.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Arya.


"Kalian pergi duluan dan pastikan semuanya sampai pada tujuan," ucap Kevin.


"Lalu tuan?" tanya Arya.


"Saya akan menyusul nanti," ucap Kevin yang tidak mungkin meninggalkan Kiara.


"Tapi apa ini tidak bahaya tua ?" tanya Arya yang melihat cuaca semakin buruk.


"Kita berjarak hanya beberapa menit saja. Kamu cepat susul yang lain!" perintah Kevin.


"Baiklah tuan kalau begitu," sahut Arya yang tidak bisa protes lagi dan langsung pergi menyusul yang lain dan Kevin tetap pada posisinya yang melihat ke adaan Kiara. Dan dia membiarkan Kiara untuk istirahat karena mungkin Kiara sangat lelah.


*********


Desa kaki gunung yang sekarang di landa hujan deras dan petir yang terdengar begitu kuat. Untuk Arya dan beberapa orang lainnya sudah sampai ke rumah ke desa tersebut. Namun tidak dengan Kevin dan Kiara yang terjebak hujan dan sekarang mengungsi di pondok untuk berteduh dari air hujan. Walau apa yang mereka kenakan juga ikut basah.


Di mana Kiara yang duduk dengan memeluk tubuhnya yang terlihat sangat kedinginan. Bagian pondok tersebut hanya berbahan Nipa dan belum lagi angin yang kencang. Jadi tubuhnya benar-benar sangat kedinginan.


"Pakai ini!" tiba-tiba Kevin memberinya sweater milik Kevin yang mana Kevin berdiri di sampingnya.


Kiara mengangkat kepalanya dan melihat Kevin yang terlihat hanya menggunakan kaos putih lengan pendek yang memperlihatkan tubuh Kevin yang terbentuk kotak-kotak yang begitu keluar


"Ayo ambil kenapa bengong!" ucap Kevin.


"Tidak perlu tuan," ucap Kiara yang menolak pemberian itu.


Kevin menghela napasnya dan berjongkok di depan Kiara. Kiara kaget dengan Kevin yang memakaikan jaket itu kepadanya dengan jarak mereka yang sangat berdekatan yang membuat Kiara kesulitan menelan salivanya dan sampai tidak bisa berkata apa-apa yang sekarang menjadi sangat canggung.


"Jika membutuhkannya tidak usah menolak," ucap Kevin yang selesai memakaikan jaket itu pada Kiara. Lalu Kevin duduk di samping Kiara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2