
Flashback.
Setelah dari perpustakaan. Kiara langsung kerumah Shela yang ada di Jakarta. Shela pasti kaget dengan kedatangan Kiara malam-malam.
"Ini Kiara kamu minum dulu!" ucap Shela yang mempersilahkan Kiara untuk minum saat Kiara duduk di ruang tamu Shela.
"Makasih Shela," sahut Kiara.
"Oh iya kamu ngapain malam-malam seperti ini datang kemari?" tanya Shela.
"Aku ingin berangkat ke Paris. Jadi aku ingin mengambil barang-barang yang aku titipkan padamu yang kemarin kita bicarakan," jawab Kiara.
"Oh iya. Apa ini mendadak?" tanya Shela yang cukup kaget.
"Sebenarnya tidak mendadak. Aku memang ingin ke Paris dan makanya sekalian aku mengambil barang-barang ku," jelas Kiara dengan singkat.
"Hmmm, begitu rupanya. Kalau begitu aku ambil kartu Apartemen ku dulu," ucap Shela. Kiara menganggukkan kepalanya dan Shela langsung pergi.
"Aku berharap semuanya benar-benar baik-baik saja. Aku harus bergerak sendiri," batin Kiara dengan yakin. Kiara mencoba untuk mengatur napasnya kembali.
Setelah lama menunggu akhirnya Shela kembali datang.
"Ini Kiara," ucap Shela yang langsung memberikan pada Kiara.
"Kata sandinya ada di buku ini dan alamatnya juga. Dan kamu bisa menemukan barang kamu di kamar bawah di sudut. Masih sama seperti kamu kirim padaku. Masih dalam dus besar dengan banyak isolatif dan yang seperti aku bilang aku tidak pernah membukanya," jelas Shela.
"Baiklah kalau begitu. Makasih ya Shela," ucap Kiara. Shela menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
"Hmmm, dan iya Shela kalau bisa kamu jangan bilang ya sama tuan Kevin tentang keberangkatan ku," ucap Kiara.
"Kenapa?" tanya Shela heran.
"Kamu tidak izin dari tuan Kevin atau dari rumah sakit?" tanya Shela.
"Aku 2 hari ini ada jadwal pemeriksaan padanya dan jika aku minta izin pasti tidak akan di berikan. Jadi aku hanya pergi beberapa hari saja dan aku akan memberikan alasan sendiri nanti. Pokoknya anggap saja kamu tidak tau apa-apa," ucap Kiara.
"Hmmm, begitu rupanya. Tapi ini tidak akan menjadi masalah besar kan?" tanya Shela yang pasti harus hati-hati.
"Tidak kok, semuanya baik-baik aja," sahut Kiara meyakinkan Shela.
"Ya sudah kalau memang baik-baik saja," sahut Shela yang tidak masalah.
Kiara tersenyum dan merasa lega. Dia hanya berharap semua rencananya benar-benar lancar dan bisa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
********
Seharian Kevin di kantor yang begitu gelisah apa lagi jika bukan karena dia tidak mendapatkan kabar dari Kiara. Bahkan Kiara tidak datang pemeriksaan.
"Ada apa dengannya. Kenapa dia tidak datang dan handphone nya juga mati. Apa ada sesuatu," batin Kevin yang bertambah gelisah dengan Kevin yang menghela napasnya dan memijat kepalanya yang terasa berat.
__ADS_1
Toko-tok-tok-tok
"Masuk!" sahut Kevin dari dalam.
Arya yang ternyata mengetuk pintu dan langsung masuk kedalam ruangan Kevin.
"Ada apa?" tanya Kevin.
"Tuan untuk keberangkatan ke Eropa di jadwalkan sore ini," ucap Arga yang memberi informasi.
"Kenapa mendadak?" tanya Kevin.
"Tidak mendadak tuan. Karena tuan Luis ingin melakukan rapat besar di eropa dan sebelumnya saya juga sudah menyampaikan ini Minggu kemarin pada tuan," ucap Arga.
Kevin menghela napas beratnya dengan memijat kepalanya.
"Aku sampai melupakan hal itu. Baiklah di mana rapatnya?" tanya Kevin.
"Saya belum mendapat informasi tuan kemungkinan di Prancis," jawab Arya.
"Ya sudah kamu urus semuanya saya serahkan semuanya kepada kamu," ucap Kevin.
"Baik tuan saya akan informasikan selanjutnya pada tuan dan akan menyiapkan penerbangan jika semuanya sudah di pastikan," ucap Arya.
"Iya," sahut Kevin.
"Tidak tuan," jawab Arya yang memang tidak tau.
"Dia tidak datang hari ini. Kamu cari tau keberadaannya dan kabari aku secepatnya," ucap Kevin.
"Baiklah tuan," sahut Arya. "Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Arya pamit. Kevin hanya menganggukkan kepalanya saja dan Arya langsung keluar dari ruangan Kevin.
"Aku tidak tau Kiara kamu di mana? Kamu tidak memberi kabar dan saat aku ingin tau kabar kamu. Kamu malah mematikan ponselmu. Apa kamu sangat sibuk," batin Kevin yang galau karena hanya tidak bertemu Kiara. Padahal baru sehari Kevin tidak menemuinya.
**********
Pesawat.
Kevin sudah berada di pesawat pribadi Lexus yang mana hari ini dia akan melakukan perjalanan bisnis ke Eropa dan Kevin begitu murung. Mungkin saja karena belum ada kabar dari Kiara yang membuatnya gelisah.
"Tuan!" sapa Arya yang berdiri di depan Kevin dengan Arya menundukkan kepalanya.
"Bagaimana?" tanya Kevin.
"Nona Kiara tidak masuk hari ini," jawab Arya.
"Maksudmu dia tidak kerumah sakit?" tanya Kevin.
"Benar tuan. Nona Kiara izin karena sedang kurang enak badan. Jadi ingin istirahat," ucap Arya yang mendapat laporan dari rumah sakit.
__ADS_1
"Jadi dia sedang sakit. Lalu kenapa tidak memberitahu ku," batin Kevin yang jadi gelisah dan khawatir pada Kiara.
"Tuan ada lagi yang tuan ingin saya lakukan?" tanya Arya.
"Tidak ada. Aku hanya meminta mu untuk tetap mengirim beberapa orang untuk mengawasi pergerakan Kiara. Aku tidak ingin papa sampai bertindak dan mencelakainya. Jadi suruh anak buahmu untuk mengawasinya terus!" titah Kevin.
"Pasti tuan," sahut Arya yang memang sudah melakukan hal itu.
"Ya sudah kamu kembalilah ke tempat duduk kamu," ucap Kevin.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi dan kalau tuan butuh sesuatu panggil saya," ucap Arya.
"Iya," jawab Kevin. Arya menundukkan kepalanya dan langsung pergi.
Kevin menghela napasnya dan mengambil ponselnya. Ternyata ponsel Kiara masih di matikannya.
"Kiara aku tau dari Arya jika kamu sakit. Kamu istirahat ya dan jangan memikirkan apa-apa. Aku ada perjalanan bisnis ke Eropa. Jika kamu ada waktu kamu kabari aku ya," tulis Kevin dan mengirim pesan WA itu pada Kiara.
"Semoga kamu baik-baik saja dan kamu sakit bukan karena kamu memikirkan hal lain," batin Kevin yang hanya berharap Kiara baik-baik saja.
**********
Kediaman Kiara.
Rachel yang keluar dari kamarnya yang melihat Rangga berada di ruang tamu.
"Aku tidak melihat Kiara seharian ini di mana dia?" tanya Rangga.
"Kiara pulang ke Surabaya," jawab Rachel.
"Apah?" pekik Rangga yang begitu terkejut.
"Iya dia ke Surabaya," jawab Rachel dengan santai dan malah heran dengan Rangga yang terkejut.
"Untuk apa?" tanya Rangga.
"Kangen sama mama dan keluarga. Dia hanya mengatakan itu saja dan akan kembali lagi paling juga di sana hanya dua hari saja," jawab Rachel apa adanya. Karena Kiara pergi dengan minta izin alasan ingin ke Surabaya.
"Kiara ke Surabaya. Jangan-jangan dia ada ingin mempertanyakan masalah yang terjadi pada keluarga," batin Rangga jadi gelisah dengan pemikirannya.
"Tidak mungkin Kiara tidak mungkin melakukan itu. Mungkin saja memang dia ingin pulang karena rindu dengan mama dan papa," batin Rangga yang nerusaha berpikiran positif.
Rangga pun langsung pergi meninggalkan Rachel.
"Kenapa kak Rangga wajahnya langsung panik gitu. Lagian Kiara kenapa tiba-tiba pulang ke Surabaya. Apa jangan-jangan dia ingin membicarakan apa yang terjadi. Argghhh sudahlah aku pusing memikirkannya dan jika iya ya sudah mau bagaimana lagi. Lagian memang mama dan papa yang harus menjelaskan pada Kiara dan dengan begitu kak Rangga juga bisa menghentikan semua ambisinya," batin Rachel dengan memijat kepalanya. Rachel juga terlihat capek dengan situasi sulit yang di hadapinya.
Melihat Rangga penuh ambisi dan semakin hari semakin menjadi-jadi. Belum lagi Kiara yang sangat menderita yang tidak tau siapa dirinya dan mungkin memang orang tuanya yang bisa mengatasi hal tersebut.
Bersambung
__ADS_1