
"Argghhh," Teriak Mitra Winata yang ruangan Saras menjadi korban amukan Mitra Winata di mana ruangan sekejap langsung berantakan karena kemarahan Mitra Winata.
Saras yang memasukinya ruangannya yang kaget melihat hal Mitra Winata yang kesetanan yang membuat Saras melotot dengan mulutnya yang menganga.
"Ada apa ini pah?" tanya Saras dengan wajah schock nya.
Melihat Saras membuat Mitra Winata semakin kesetanan. Mitra Winata mengambil pas bunga dan melempar ke atas Saras.
Pranggg.
Pas bunga itu terlempar ke dingding dan untuk saja Saras yang mengelak jika tidak kepalanya akan menjadi sasaran. Saras sampai terkejut melihat hal itu.
"Semuanya gara-gara kau menantu pembangkang yang kurang ajar," teriak Mitra Winata yang membuat Saras kaget dan jujur sangat takut melihat amukan Mitra Winata yang ini yang paling parah di lihatnya.
"Kalian semua tidak akan bisa melawanku. Termasuk dirimu dan lihat tindakan apa yang akan aku lakukan. Kau atau siapapun akan menyesal karena sudah melawanku," Sentak Mitra Winata dengan penuh amarah.
Dan Mitra Winata tidak banyak bicara lagi yang langsung pergi meninggalkan Saras dengan ruangan Saras yang berantakan.
"Ada apa sih. Kenapa papa sampai marah-marah seperti itu heran melihatnya. Apa lagi maksudnya mengatakan hal itu. Memang apa yang membuatnya sampai kesetanan seperti itu," ucap Saras dengan memegang dadanya dan mengatur napasnya yang naik turun.
Saras geleng-geleng melihat ruangannya yang berantakan seperti kapal pecah dan tidak tau juga kenapa Tiba-tiba Mitra Winata mengamuk di ruangannya.
"Sudah seperti monster saja dan kenapa ruanganku yang harus menjadi korbannya. Dasar aneh," cicitnya yang mencoba untuk tenang yang menggerutuki mertuanya itu. Memang lebih dari seorang monster yang tubuhnya di penuhi dengan iblis.
Dan sekarang Saras yang akan membereskan ruangannya itu karena mertuanya yang mengamuk dan merusak ruangannya.
__ADS_1
*********
Kiara dan Kevin yang berada di balkon rumah sakit dengan Kevin yang memeluk Kiara begitu erat. Keduanya seakan saling menguatkan satu sama lain.
Kevin tau Kiara pasti sangat shock dengan apa yang terjadi tadi. Bukan pertama kali Kiara melihat Kevin bertengkar dengan papanya sebelumnya juga pernah. Namun ini yang lebih parah.
Kata-kata Mitra Winata sebelum Kevin datang juga penuh dengan tanya dan membuat Kiara kepikir. Namun Kiara tidak bertanya pada Kevin karena tau Kevin tidak akan menjawabnya dan lebih baik Kiara diam saja.
Kevin melepas pelukan itu dari Kiara dengan memegang kedua pipi Kiara dan mencium lembut dahi Kiara dan menempelkan dahinya dengan dahi Kiara dengan mereka yang saling melihat tanpa jarak sehingga suara napas mereka yang saling menerpa.
"Jangan pernah punya pikiran untuk menghentikan semua ini Kiara. Aku tidak menginginkan hal itu. Apapun yang terjadi kamu akan tetap berada di sisiku dan aku tidak akan pergi dari kehidupanmu dan aku tidak peduli harus menentang siapapun," ucap Kevin dengan suaranya beratnya yang sangat serius pada Kiara dengan tatapannya yang sangat dalam.
"Tapi semua ini tidak mudah Kevin. Aku bisa melihat bagaimana kebencian papa kamu kepadaku dan kita tidak bisa membiarkan semuanya seperti ini," ucap Kiara dengan wajah sedihnya dan masih penuh dengan kecemasan.
"Aku tidak peduli dengan apapun. Masalah papa aku yang akan bertanggung jawab. Kiara berjanjilah padaku. Kamu tidak akan pernah pergi dan mengubah pikiranmu," ucap Kevin yang ingin kepastian dari Kiara akan tetap berada di sisinya.
"Kiara kenapa kamu diam? Apa kamu tidak mempercayaiku?" tanya Kevin yang berusaha untuk meyakinkan Kiara.
"Kiara!"
"Aku percaya Kevin," ucap Kiara.
"Lalu!" sahut Kevin.
"Aku hanya, aku hanya," Kiara yang tampak ragu penuh dengan kebingungan.
__ADS_1
"Apapun itu Kiara kamu harus berjanji. Aku yang akan bertanggung jawab untuk semua ini," ucap Kevin yang terus meyakinkan Kiara.
"Baiklah aku berjanji," sahut Kiara yang akhirnya yakin. Mereka kembali saling memeluk dengan begitu erat yang saling menguatkan satu sama lain.
"Jangan pernah khawatir. Tetap ada di sisiku. Maka semua akan baik-baik saja," ucap Kevin. Kiara tidak menjawab hanya diam dengan memejamkan matanya.
Ternyata pelukan hangat dan sangat dalam itu di saksikan oleh Monica yang berdiri jauh dari Kiara dan Kevin. Tidak tau sejak kapan Monica ada di sana. Dia hanya melihat Kevin dan Kiara berpelukan dengan ekspresinya yang tidak percaya.
"Aku sudah menduga. Ada sesuatu di antara mereka. Kevin bertengkar dengan Om Mitra Winata karena Kiara dan waktu di rumah Kevin. Kevin juga membawanya pergi yang sangat jelas aku melihat Om Mitra Winata ada sesuatu dan saat itu juga Kevin pulang Om Mitra Winata langsung menyuruh kami untuk mempercepat pernikahan. Ada apa sebenarnya. Apa hubungan mereka berdua sudah sangat jauh tanpa sepengetahuan ku," batin Monica bertanya-tanya.
"Lalu kenapa sewaktu Kiara menangkap aku dan Rangga di Apartemen. Kiara malah menyuruhku untuk putus dari Rangga. Jika dia memang ada hubungan dengan Kevin bukannya itu bagus untuknya,"
"Sepertinya banyak hal yang tidak aku ketahui dan aku juga tidak tau bagaimana cara mengetahuinya. Aku memang punya hubungan dengan orang lain selain Kevin. Namun sangat tidak adil jika aku tidak tau hal besar yang terjadi dan hubungan Kiara dan Kevin," Monica bergerutu sendiri dengan penuh kebingungan dengan melihat Kiara dan Kevin yang membuatnya penuh dengan tanya.
Dia tidak bisa menyimpulkan apa-apa. Monica ternyata mendengar pertengkarana Kevin dan Mitra Winata karena Kiara dan pasti membuat Monica kaget. Lalu dia mengikuti Kevin yang membawa Kiara dan ternyata ini yang di lihat Monica. Ada sesuatu antar Kevin Ndan Kiara yang membuatnya bingung dengan penuh tanya.
Monica pun langsung pergi meninggalkan tempat itu. Karena memang tidak ada gunanya dia di sana yang melihat pelukan yang tidak biasa itu.
*******
Banyak masalah yang di hadapi Kiara hari dan lagi-lagi masalah yang berhubungan dengan Mitra Winata dan Kevin yang membelanya membuat Kiara lelah dan rasa ingin tau yang sampai detik ini tidak dapat di pecahkannya yang membuatnya bertambah bingung.
Kiara memasuki rumahnya dengan langkah yang tidak bersemangat. Bahkan saat memasuki kamarnya. Rachel yang melihat adiknya itu terlihat tidak baik-baik saja.
Rachel hanya menghela napas dengan menatap senduh yang pasti sangat kasihan pada Kiara. Yang tidak tau juga apa yang terjadi pada Kiara.
__ADS_1
"Kaka hanya berharap kamu akan baik-baik saja menghadapi semuanya Kiara. Semuanya akan kembali seperti dulu. Jika kamu terus berjuang Kiara dan semoga kamu bertahan ," batin Rachel yang hanya bisa berdoa yang terbaik untuk adiknya itu.
Bersambung