
"Kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa yang terjadi?" Saras juga bingung dan ikut panik sama seperti yang lainnya yang juga kepanikan.
"Tolong semuanya tenang!" teriak Saras. Bagaimana orang-orang bisa tenang dengan kondisi seperti itu. Semuanya kucar-kacir yang seperti mencari-cari sesuatu.
"Ada ledakan bom. Kebakaran hebat terjadi. Ayo cepat turun dari tangga darurat selamatkan pasien yang lainnya," teriak seorang pria yang mengejutkan semua orang dan semua orang kembali berlari dengan berteriak-teriak yang menyelamatkan diri mereka masing-masing.
"Kebakaran?"
"Ledakan Bom!" gumam Saras yang ikutan panik.
"Mas Alan!" Saras mengingat suaminya yang masih ada di dalam salah satu ruang perawatan. Saras tidak membuang waktu dan langsung menuju tempat suaminya di rawat. Baginya itu yang paling terpenting yang pasti sangat takut terjadi sesuatu pada suaminya itu.
Tidak tau apa yang terjadi rumah sakit itu tiba-tiba kebakaran dahsyat dengan ledakan bom yang membuat api menyebar dengan cepat.
Amanda dan Reja sudah berada di luar. Mereka berhasil menyelamatkan diri dan juga ada beberapa pasien yang ikut mereka selamatkan. Orang-orang berhamburan keluar. Dari keluarga pasien, Dokter dan ada juga pasien yang mungkin tidak terlalu parah jadi bisa di selamatkan.
"Apa yang terjadi!" ucap Amanda yang melihat ke atas gedung dan asap yang tebal yang menyelimuti awan.
Dan pemadam kebakaran beserta tim penyelamat juga sudah di kerahkan untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam rumah sakit besar itu yang pasti jumlahnya tidak sedikit.
"Aku tidak tau apa yang terjadi. Kamu lihat saja semuanya seperti ini dan ini tiba-tiba," ucap Reja.
"Apa ada ******* yang meledakkan bom?" tanya Amanda.
"Entahlah Amanda," sahut Reja yang tidak bisa berpendapat apa-apa.
"Ayo kita bantu yang lainnya'!" ajak Reja. Amanda menganggukkan kepalanya dan membantu yang lainnya.
Di depan rumah sakit tersebut. Di dalam mobil. Mitra Winata yang duduk di bangku belakang melihat rumah sakit terbesar di Indonesia itu terbakar membuatnya tersenyum.
"Bagaimana saras. Masih ingin bermain-main denganku. Kau tidak akan bisa melakukan apa-apa Saras. Kau sangat berkuasa dengan kesombonganmu hanya karena aku memberikan rumah sakit itu kepadamu. Jika kau benar-benar ingin bersama rumah sakit itu. Maka hancurlah bersama rumah sakit yang kau sombongkan itu,"
"Akan ada berita baru yang muncul. Direksi rumah sakit mati bersama rumah sakitnya," ucap Mitra Winata dengan sinis.
__ADS_1
"Jalan!" titah Mitra Winata kepada supirnya. Supirnya menganggukan kepalanya.
Ternyata ledakan dan kebakaran yang terjadi di rumah sakit itu adalah ulah Mitra Winata. Ya bagaimana tidak. Rumah sakit yang di bangun dari nol itu rela di jadikan Mitra Winata abu hanya untuk memberi pelajaran Saras. Bukan hanya memberi pelajaran Saras. Tetapi juga membuat Saras menjadi abu sama seperti rumah sakit itu. Mitra Winata benar-benar tidak bisa di lawan.
***********
Tidak tau apa yang terjadi Saras tiba-tiba terkunci di salah satu ruangan yang penuh dengan asap dan juga percikan api yang mulai menyala dan mungkin akan melahap ruangan tersebut.
"Tolong buka pintunya!" Saras menggedor-gedor pintu tersebut untuk menyelamatkan diri.
uhuk-uhuk-uhuk-uhuk
"Buka pintunya!"
"Tolong aku!"
"Ada orang di dalam!" Saras berteriak-teriak berusaha meminta pertolongan. Tenaganya sudah habis sejak tadi terus berteriak-teriak. Saras juga semakin melemas yang tidak tau harus meminta pertolongan kepada siapa. Batuknya semakin parah membuatnya kehabisan tenaga dan asap yang terhirup membuat napasnya menjadi sesak. Pandangan mulai rabun dan dengan lemas Saras jatuh kelantai.
"Tolong aku!" lirih Saras dengan air matanya keluar dan matanya yang terpejam.
Bruk.
Tiba-tiba pintu itu di dobrak. Seorang Pria yang batuk-batuk membuka pintu itu.
"Saras!" Pria yang mengipas-ngipas wajahnya agar tidak terkena asap itu langsung berjongkok dan menghampiri Saras.
"Saras bangun!" panggil Pria itu meletakkan kepala Saras di pahanya.
"Saras!"
"Saras!"
"Bangun Saras, ini aku Saras!" pria yang sejak tadi menepuk-nepuk pipi Saras membangunkan Saras. Tetapi Saras tidak terbangun juga.
__ADS_1
Pria yang memakai pakaian pasien tersebut langsung menggendong Saras ala bridal style dan membawa Saras keluar dari ruangan itu sebelum dia juga ikut terbakar.
"Saras dengarkan aku! Bangun Saras!" Pria itu memanggil-manggil Saras saat mereka sudah berada di luar meletakkan Saras di lantai dan masih terus berusaha membangunkan Saras.
Banyak hal yang di lakukannya. Dari memompa dada Saras. Sampai memberi Saras napas buatan dan tidak hanya sekali sampai berkali-kali.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
Akhirnya Saras terbangun dengan Saras yang batuk-batuk.
"Saras!" lirih pria itu dengan deru napasnya yang naik turun. Saras membuka matanya perlahan melihat siapa Pria yang memanggil namanya itu.
"Mas Alan!" lirih Saras yang meneteskan air matanya. Alan mengangguk-angguk yang juga berkaca-kaca. Suaminya yang selama ini koma dan sekarang sudah sadar dan berada di hadapannya.
"Saras!" lirih Alan yang langsung memeluk istrinya itu dengan erat.
"Syukurlah jika kamu tidak apa-apa. Aku benar-benar takut," ucap Alan. Saras tidak merespon apa-apa di pelukan suaminya itu. Dia begitu takut dan juga shock dengan apa yang terjadi. Dia juga tidak percaya jika dia masih selamat dan yang menyelamatkannya adalah suaminya.
***********
Rumah sakit Lexus yang terbakar hebat membuat beritahu ada di mana-mana. Kevin dan Kiara yang juga berada di Apartemen mereka melihat berita tersebut dan pasti sangat tidak di duga mereka hal itu akan terjadi.
"Kenapa bisa sampai seperti itu. Tiba-tiba terjadi kebakaran?" tanya Kiara heran.
"Aku juga tidak tau apa yang terjadi," jawab Kevin. Apalagi melihat orang-orang berhamburan yang keluar dari rumah sakit itu
"Aku harus ke sana sekarang," ucap Kevin yang tidak ingin hanya duduk manis saja.
"Aku ikut," sahut Kiara yang tidak mungkin tinggal diam saja.
"Kamu menunggu di sini saja. Aku tidak akan lama," ucap Kevin.
"Aku tidak mau. Aku harus ikut pokoknya. Aku juga ingin tau apa yang terjadi," sahut Kiara yang bersih keras untuk ikut.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu. Ayo kita pergi," sahut Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya dan mereka langsung buru-buru keluar dari rumah Apartemen mereka. Mereka sangat shock dengan berita yang terdengar dan membuat mereka harus langsung melihat ke lokasi tersebut.
Bersambung