
Mendengar jawaban Monica membuat Rangga panas dan mencengkram tangan Monica.
"Kau jangan bohong Monica. Jawaban mu itu tidak masuk akal. Jangan bermain-main denganku!" ucap Rangga menekan suaranya.
"Kenapa aku harus bermain-main denganmu. Kita tidak ada urusan selama ini. Aku dan kau sudah tidak ada hubungan apa-apa. Jadi jangan menggangguku," tegas Monica dengan melepaskan kasar tangannya dari Rangga dengan tatapan tajam mereka berdua.
"Kau dengar aku. Kau yang sudah mempermainkan ku. Jadi jangan menggangguku lagi. Kau urus saja dirimu dengan semua rencanamu, dengan semua dendammu itu dan aku rasa sudah cukup kau selama ini mempermainkan ku," ucap Monica yang langsung pergi dari hadapan Rangga. Namun Rangga masih menahannya membuat Monica menepis tangan itu.
Plakkkk.
Tamparan itu langsung melayang ke pipi Rangga membuat wajah Rangga miring kesamping dengan pipinya yang merah.
" Seharusnya aku melakukan ini kepadamu sejak awal bajingan," hina Monica dengan penuh penekanan.
"Aku peringatkan kepadamu untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Kau jangan pernah lagi menggangguku. Aku akan menikah dengan Kevin dan aku harap kau bisa melanjutkan dendammu itu," tegas Monica yang langsung pergi kembali menaiki Taxi dan Rangga tidak sempat mengatakannya apa-apa.
"Argghhh sial!" umpat Rangga ketika melihat taxi yang di naiki Monica sudah pergi.
"Tidak mungkin. Tidak mungkin Monica hamil anak Kevin. Dia pasti berbohong," Rangga seakan tidak menerima apa yang di katakan Monica.
**********
Kiara dan Kevin berada di Apartemen mereka. Mereka memasuki kamar. Namun kelihatan tidak ada semangat-semangatnya di antara ke-2nya. Baik dari Kevin maupun Kiara. Bahkan Kiara yang duduk sendu di pinggir ranjang dengan menghela napasnya.
"Kamu memikirkan apa?" tanya Kevin dengan memegang pundak istrinya.
"Aku takut gara-gara Tante Mariana, kak Saras dan Alana yang datang ke pernikahan kita, merestui pernikahan kita membuat mereka mendapat masalah besar," ucap Kiara.
"Jangan khawatir. Mama, kak Saras dan Alana pasti sudah tau resikonya dan pasti mereka sudah mempersiapkan semuanya. Kamu jangan takut," ucap Kevin.
"Lalu kamu bagaimana? tanya Kiara.
"Bagaimana apanya?" tanya Kevin balik.
"Masalah ini. Jika kamu tidak klarifikasi. Masalah ini akan semakin besar dan Perusahaan Lexus bisa benar-benar hancur," ucap Kiara yang sangat mengkhawatirkan Lexus.
__ADS_1
"Itu menjadi jatahku untuk mengatasinya," sahut Kevin.
"Sudahlah sekarang istirahat saja dan jangan memikirkan apa-apa," ucap Kevin. Kiara menganggukkan kepalanya yang menurut saja apa yang di katakan suaminya. Walau pikirannya sebenarnya tidak tenang. Bagaimana mau tenang jika dia tadi melihat ke marahan Mitra Winata dan sekarang hatinya pasti tidak akan bisa tenang dengan masalah yang semakin banyak.
*********
Perusahaan Lexus.
Semenjak tersebarnya berita, akibat ulah Monica. Perusahaan Lexus tidak pernah sepi dengan para wartawan. Banyak wartawan yang berada di depan gerbang Perusahaan Lexus yang pasti tujuannya apa lagi jika bukan untuk meminta klarifikasi.
Tetapi memang hari ini Kevin membuat konferensi pers di Perusahaan. Namun tidak semua wartawan di perbolehkan masuk. Hanya wartawan-wartawan yang jelas yang tidak semakin menggiring opini dan makanya di depan Perusahaan masih banyak wartawan yang menunggu Kevin.
Tetapi tetap di depan Perusahaan di berikan pengamanan yang ketat. Arga sebagai orang kepercayaannya Kevin yang mengatur semuanya untuk ketentraman di Perusahaan.
Wartawan yang menunggu di luar tampak jenuh yang menunggu sejak pagi. Namun kedatangan Kevin tak juga sampai. Sampai akhirnya tiba. Mobil Kevin sampai di Perusahaan dan langsung di serbu wartawan.
Kevin berada di dalam mobil bersama Kiara. Melihat banyak wartawan di mengerumuni mobilnya membuat Kiara takut.
Kevin menoleh ke arah Kiara dan Kevin memegang tangan Kiara.
"Kamu sudah siap untuk keluar?" tanya Kevin.
"Iya aku siap," sahut Kiara. Kevin menghela napasnya.
Kevin tersenyum dan tidak lama pintu langsung di buka oleh Bodyguard yang di himpit wartawan. Kevin keluar dari mobil dan Kiara menyusul dengan tangan Kevin yang menggenggamnya sangat erat. Dia sangat takut Kiara sampai kenapa-kenapa.
"Tuan Kevin tolong jelaskan berita yang menyebar?"
"Apa benar tuan Kevin dan Nona Monica akan menikah?"
"Anak yang di kandung Nona Monica adalah anak tuan?"
"Tuan Kevin beri komentarnya sedikit?"
Kevin di cecar pertanyaan begitu banyak dengan wartawan yang saling himpit dan para Bodyguard yang berusaha melindungi Kevin dan Kiara. Semua pertanyaan itu tidak ada yang di jawab Kevin.
__ADS_1
"Tuan tolong berikan komentarnya?"
"Tuan Wanita ini siapa?"
Kevin dan Kiara tidak memberikan konfirmasi apa-apa. Mereka langsung memasuki Perusahaan untuk mengadakan konferensi pera.
Hanya sia-sia saja wartawan menunggu Kevin. Karena Kevin tidak memberikan jawaban apa-apa.
Kevin dan Kiara berada di depan ruangan konferensi pers. Sebelum mereka berdua masuk mereka saling melihat dulu. Kevin menganggukkan kepalanya kepada Kiara yang meyakinkan Kiara. Kiara juga mengangguk yang menyerahkan semuanya kepada Kevin dan akhirnya mereka berdua memasuki ruangan itu.
Wartawan yang menunggu langsung menyalakan kamera dan mengambil gambar Kevin. Mereka juga pasti bingung dengan Kiara yang sejak tadi di gandeng Kevin dan sama-sama berdiri di depan semua wartawan.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Kevin yang berdiri tegak.
"Pagi," jawab semuanya dengan serentak.
"Baiklah untuk semuanya terima kasih atas waktu kalian berada di sini. Saya mengadakan konferensi pera bukan untuk menanggapi berita yang ada. Saya tidak perlu mengklarifikasi berita itu benar atau tidak. Karena pada kenyataannya berita itu tidak benar dan saya tidak harus membuktikannya atau meyakinkan semua orang. Karena sangat murahan jika saya harus repot-repot untuk menanggapi hal seperti itu,"
"Saya mengadakan konferensi pers. Hanya ingin mengatakan jika saya dan Monica tidak ada hubungan apa-apa dan wanita yang berdiri di samping saya adalah istri saya," tegas Kevin yang membuat semua warga kaget dan saling melihat dengan berbicara-bicara.
"Kapan kalian menikah? Bukankah Monica adalah kekasih Tuan?" tanya salah satu wartawan.
"Kami menikah beberapa hari yang lalu dan Monica bukan kekasih saya?" tegas Kevin.
"Apa istri tuan merupakan orang ketiga dalam hubungan tuan dan Monica," tanya wartawan.
"Kiara Ofelius Aletta Bramana adalah istri sah saya dan bukan orang ke-3 dalam hubungan naya. Karena saya dan Kiara sudah menjalin hubungan sejak 4 tahun lalu," jelas Kevin dengan penuh penegasan.
"Wanita di samping saya adalah wanita yang saya cintai dan untuk terakhir kalinya saya tegaskan. Jika Kiara adalah istri saya secara sah di mata hukum dan Agama dan berita tentang saya dan Monica tidak berpengaruh bagi saya," tegas Kevin yang membuat wartawan mengangguk-angguk.
Pasti sangat shock dengan pengakuan Kevin. Namun itu yang terjadi dan kebenarannya. Kevin merasa lega dengan memberi tahu semua orang tentang pernikahannya. Dia saling melihat dengan Kiara dan sama-sama tersenyum dengan rasa haru di mata mereka berdua.
Para wartawan mengambil foto sebanyak-banyaknya dari pasangan suami istri itu.
Bersambung
__ADS_1