Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Episode 41


__ADS_3

Tatapan mata yang masih saling melihat dengan begitu dalam dengan hati yang semakin bergetar.


"Tuan Kevin!" tiba-tiba Arya menegur yang masuk kedalam tenda Kevin yang membuat Kevin dan Kiara sama-sama terkejut dan sama-sama salah tingkah dengan melihat ke arah lain untuk mengalihkan rasa canggung yang mereka alami.


"Ada apa?" tanya Kevin.


"Ada yang ingin saya bicarakan," ucap Arya.


"Baiklah," sahut Kevin.


"Hmmm, kalau begitu saya pamit dulu," ucap Kiara yang sadar diri harus keluar dari tempat itu.


"Tenda kamu terbakar. Kamu tidurlah di sini," ucap Kevin yang tidak menginginkan Kiara kemana-mana.


"Tetapi tuan," sahut Kiara.


"Jangan membantah. Aku tinggal dulu. Kamu istirahatlah," ucap Kevin yang langsung keluar dari tendang dan Kiara sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa.


"Apa tidak apa-apa aku tidur di sini! Apa dia bercanda," batin Kiara yang kebingungan. Karena sangat tidak mungkin Kiara akan tertidur di tempat seperti itu. Apa lagi itu tempat atasannya.


Namun Kiara yang sejak tadi duduk sofa singgel menyandarkan tubuhnya yang mana dia juga merasa sangat lelah dan ini juga sudah larut malam.


Dia hanya berniat untuk beristirahat dan tidak tidur sama sekali. Hanya menunggu Kevin datang dan akan keluar dari tempat itu. Namun karena Kiara begitu mengantuk dengan matanya yang berat. Lama-lama dia malah memejamkan matanya dengan perlahan dan benar-benar tertidur dengan posisi setengah terbaring. Alias hanya bersandar saja.


********


Sementara Arya mengajak Kevin untuk berbicara yang kau dari tenda dan suasana kaki gunung tinggi sudah adem ayem dan mereka juga yang lelah akhirnya tertidur.


"Ada apa kamu memanggilku?" tanya Kevin.


"Tuan mengenai apa yang barusan terjadi. Setelah saya selidiki mereka itu bukan orang yang berasal dari gunung 5 atau gunung tinggi," ucap Arya.


"Maksud kamu apa?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Saya sudah bicara dengan kepala suku di kaki gunung ini dan dia mengatakan kejadian ini baru pertama kali terjadi dan biasa tidak ada penyusup atau penyerangan seperti ini," jelas Arya.


"Lalu?" tanya Kevin ingin kelanjutannya.


"Tuan saya merasa ini ada hubungannya dengan racun minuman yang terjadi 2 hari lalu di kaki gunung 5 dan saya menduga jika ini bersangkutan dengan pesaing tuan untuk menjadi presiden bisnis," ucap Arya yang menarik kesimpulan setelah banyak berpikir dan menyelidiki semua kecurigaan yang janggal.


Hal itu membuat Kevin terkejut dan sangat masuk akal apa yang di katakan Arya.


"Jadi termasuk isu politik bisnis," tebak Kevin.


"Benar tuan. Ada yang ingin menjatuhkan tuan dan semua ini demi nama tuan yang semakin buruk dan tidak akan ada yang percaya kepada tuan. Termasuk masyarakat," ucap Arya.


"Kurang ajar," umpat Kevin dengan mengepal tangannya.


"Ini tuan," Arya memberikan ponsel kepada Kevin yang berupa artikel di mana apa yang baru terjadi baru beberapa jam lalu sudah masuk ke media dan sudah menjadi topik pembicaraan.


"Sial!" umpat Kevin yang bisa-bisanya lengah dengan kejadian itu.


Kevin mengusap wajahnya dengan kasar dengan mengatur napasnya yang naik turun yang mencoba untuk menenangkan dirinya. Karena hanya tenang Kevin bisa berpikir jernih.


"Baik tuan," sahut Arya dengan menundukkan kepalanya. Sebagai tangan kanan Kevin. Tanpa banyak perintah dari Kevin Arya memang sudah tau apa yang harus di lakukannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan," ucap Arya pamit.


"Iya," sahut Kevin dengan suara beratnya.


"Aku tidak membiarkan hal ini terjadi dan apalagi sampai memakan korban. Aku pasti akan mendapatkan mu yang berani mencampuri urusanku," ucap Kevin di dalam hatinya.


Dengan adanya kesimpulan-kesimpulan dalam dugaan itu membuat Kevin harus lebih hati-hati dan tau apa yang harus di lakukannya.


**********


Setelah berbicara dengan Arya. Kevin kembali ke dalam tenda peristirahatannya. Kevin melihat Kiara yang sudah tertidur. Kevin mendekati sofa yang di mana ada Kiara di sana.

__ADS_1


Berdiri di samping Kiara dan melihat cantiknya Kiara yang sejak dulu tidak pernah berubah, menatap wanita yang dicintainya itu dengan tatapan penuh kerinduan, melihat luka yang barusan di obatinya. Justru membuat Kevin merasa bersalah.


Kevin menghela napasnya dan langsung menggendong Kiara dengan hati-hati ala bridal style. Kevin membawa Kiara menuju tempat tidur kecil yang hanya untuk satu orang itu dengan sangat hati-hati tanpa ingin Kiara bangun Kevin membaringkan tubuh kecil itu di sana.


Setelah Kiara berbaring dengan masih tertidur. Kevin menarik selimut dan menyelimuti Kiara sampai ke dadanya. Lalu Kevin duduk di samping Kiara yang masih menatap wajah Kiara.


Tangan Kevin mendekati wajah Kiara yang menyinggirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu. Mengusap lembut pipi itu dengan tatapan yang sangat dalam.


"Maafkan aku seharusnya hal tidak terjadi. Semua ini salahku. Aku benar-benar minta maaf," ucap Kevin yang merasa bersalah pada luka yang di alami Kiara.


Tidak pergi sama sekali dari tempatnya dan sangat betah menatap wajah yang tertidur itu dan mungkin Kevin tidak ingin menghilangkan kesempatan untuk melepas kerinduan hanya dengan melihat dengan jelas wajah Kiara. Hal yang membuat Kevin bisa teduh dan seakan semua pikiran yang di takutkannya hilang seketika.


Hidupnya terasa kembali dan tidak kaku. Seperti dulu saat dia bertemu dengan Kiara. Di mana Kehidupan Kevin penuh dengan warna.


************


Di Jakarta.


Di resto kue Rachel terlihat Rangga yang sedang berbicara dengan seorang Pria yang sekitaran seusia dengan Rangga. Pagi-pagi seperti ini yang mana toko keu itu baru buka dan Rangga sudah ada tamu saja dan sangat tidak biasa rangga ada tamu.


"Seharusnya tuan Daniel tidak perlu datang kemari. Kita bisa bertemu di tempat lain atau saya yang datang ke apartemen tuan," ucap Rangga yang tampak gelisah dengan bahkan sejak tadi terus melihat ke lain arah yang seperti takut ada yang melihatnya.


"Tidak apa-apa Rangga. Sekali-kali saya juga ingin mengunjungi kamu dan ini juga ucapan terima kasih saya atas kerja keras kamu. Kamu kan berita apa yang sekarang naik?" tanya Daniel yang sembari mengusap rokoknya.


"Masalah racun di kaki gunung lima dan nama Kevin saingan tuan jadi menurun," jawab Rangga.


"Itu salah satunya dan semua itu karena kamu yang membuat dubrakan besar pada lawanku dan hasilnya sangat memuaskan. Namun ada satu lagi yang lebih memuaskan," ucap Daniel dengan tersenyum miring.


"Apa itu tuan. Saya belum membuka berita hari ini?" tanya Rangga.


Daniel menyunggingkan senyumnya dan menunjukkan tabletnya yang memperlihatkan artikel baru.


"Penyerangan di kaki gunung ," ucap Rangga membaca judul tersebut dengan wajah Rangga yang cukup kaget.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2