
Setelah mendapat persetujuan dan arahan dari Dokter. Kevin kembali membawa Kiara dan mereka tiba di depan salah satu pintu kamar dan Kevin membuka pintu itu. Kiara yang masih penuh dengan kebingungan melihat ke arah dalam.
Ada seorang wanita yang sekitar berusia 40 tahunan yang berada di atas ranjang dengan tangannya yang di borgol dan kakinya yang terpasung membuat Kiara kaget dan melihat kearah Kevin dengan penuh tanya.
"Dia Tante Ratih. Adik bungsu papa yang mengalami gangguan jiwa sudah hampir 7 tahun," ucap Kevin menceritakan siapa wanita itu yang membuat Kiara kaget.
"Dia melakukan kesalahan besar dengan mengejar laki-laki yang tidak di sukai papah. Dia melawan dan keras kepala dan menentang papa dan papa mengambil tindakan yang besar sampai membuatnya seperti ini," jelas Kevin membuat Kiara benar-benar shcok mendengarnya.
"Maksud kamu. Tante kamu mengalami gangguan jiwa. Karena hubungannya yang tidak mendapatkan restu dari papa kamu?" tanya Kiara dengan menduga-duga.
"Iya. Tetapi dia bukan mengalami gangguan jiwa karena pikirannya atau tidak bersama Pria itu. Dia sempat bahagia bersama Pria itu. Namun papa bertindak kejam menyinggirkan orang yang di cintainya selama-lamanya dan membuat Tante Ratih tidak mengingat apapun dan sampai obat yang di konsumsinya membuatnya kehilangan kesadarannya dan sampai saat ini," jelas Kevin.
Kiara mendengarnya semakin terkejut dengan napasnya yang terasa sesak yang mendadak kesulitan untuk bernapas.
"Apa itu artinya tuan Mitra Winata juga yang akhirnya membuat Tante Ratih sakit jiwa?" tanya Kiara menebak.
"Kamu benar hanya dengan 1 suntikan Tante Ratih kehilangan kesadarannya dan kenormalan hidupnya," jawab Kevin dengan menatap sendu pada wanita yang menyedihkan itu.
Kiara benar-benar tidak habis pikir dengan tindakannya Mitra Winata yang sangat kejam dan sampai tega membuat adik bungsunya seperti itu. Ya Kiara tidak heran seharusnya karena dia saja 2 kali ingin di bunuh.
"Hari ini aku akan bertemu dia," tiba-tiba terdengar suara nyanyian sembari tertawa-tawa membuat Kiara kaget dan pandangan Kevin melihat ke kamar di sebelah kamar Tante Ratih.
Kevin menutup pintu kamar itu dan membawa Kiara ke kamar yang satunya. Kevin membuka pintu kamar itu dan terlihat wanita muda dengan rambut panjangnya yang menari-nari. Kiara pun heran dengan wanita yang dia tidak tau siapa lagi itu.
__ADS_1
Sampai akhirnya wajah wanita itu terlihat yang membuat Kiara terkejut dengan mata Kiara yang terbelalak kaget.
"Kak Clarissa!" batin Kiara yang begitu terkejut.
Baru beberapa hari yang lalu dia mengingat wanita itu. Clarissa anak ke-2 Mitra Winata berusia 34 tahun anak dari istri ke-3 Mariana sangat di ingat Kiara. Wanita itu yang sering mengurus pendidikan Kiara karena memiliki kedudukan sebagai pimpinan yayasan Pendidikan milik Lexus.
"Dia kakakku," ucap Kevin.
"Dia mengalami gangguan jiwa setelah dia berpisah dengan Sandy. Dosen di salah satu universitas yang ada di Jakarta. Mereka punya hubungan istimewa dan tidak di ketahui orang lain sampai akhirnya papa tau dan menentang hubungan itu," jelas Kevin.
"Kak Clarissa dan iya aku ingat pak Sandy. Dia dosen saat aku ujian," batin Kiara yang juga tau dengan mantan kekasih Clarissa. Bahkan dulu Sandy juga sempat suka dengan Kiara. Kalau ingin tau baca session pertamanya.
"Ya Allah jadi sekarang seperti ini keadaan kak Clarissa. Dia mengalami gangguan jiwa dan karena ulah Mitra Winata," batin Kiara yang tidak habis pikir.
"Kiara!" ucap Clarissa mengenali Kiara.
Kevin menoleh ke arah Kiara. Melihat reaksi Kiara seperti apa saat Clarissa menyebutkan namanya. Namun ternyata reaksinya Kiara hanya biasa saja dan tanpa ada rasa heran atau bertanya-tanya. Kenapa dirinya di kenali.
Clarissa yang mengenali Kiara terlihat tampak sangat heboh dan sampai berlari menghampiri Kiara dengan memegang bahu Kiara. Namun Kiara bukannya takut. Malah terlihat biasa saja dengan matanya yang bergenang.
"Kamu Kiara kan. Ya ampun kita bertemu di sini. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kamu baik-baik saja kan. Kamu tambah cantik Kiara," ucap Clarissa dengan heboh sendiri.
"Kiara mumpung kamu ada di sini. Bagaimana Kiara kamu mau kan untuk kembali ke universitas Paris, kamu itu murid kebanggaan Lexus. Kamu itu aset Yayasan Lexus. Jadi kamu mau ya. Kamu tenang saja aku akan menyiapkan semuanya untuk mu," ucap Clarissa dengan menggoyang-goyangkan bahu Kiara dengan ke-2 tangannya.
__ADS_1
Ingatan Clarissa mungkin mengenai Kiara dengan dia yang dulu membujuk Kiara mati-matian untuk yayasan yang di tanggung jawabi nya dan Clarissa juga tau hubungan adiknya itu dengan Kiara.
"Kak sudah! Kak!" cegah Kevin yang takut Kiara di sakit oleh kakaknya yang kurang waras.
"Kalian ngapain berduaan. Kalau papa tau. Kalian bisa di hukum. Dia bisa marah seperti iblis. Kiara kamu harus hati-hati. Dia itu sangat jahat dia membunuh Sandy dia membuat Sandy mati," ucap Clarissa dengan wajahnya penuh kesedihan.
Tanpa Kiara sadari air matanya jatuh melihat Clarissa dulu wanita yang di kenalnya sangat tangguh bisa menjadi sehancur ini dan pasti karena cinta.
Tiba-tiba Clarissa memeluk Kiara dan Kevin tidak bisa menghentikannya.
"Kamu bisa mati. Kamu harus pergi. Kevin tidak mungkin bisa mencegah papa. Dia sangat jahat Kiara dia ingin membunuh kamu. Kamu bisa mati seperti Sandy. Kamu bisa lenyap. Jadi pergi lah Kiara," ucap Clarissa dengan menangis memeluk Kiara. Tadinya Clarissa tertawa-tawa dan sekarang malah menangis dengan penuh kesedihan.
"Ya Allah. Kenapa kehidupan kak Clarissa sehancur ini. Kenapa dia sangat jahat yang membuat putrinya sendiri seperti ini. Apa dia lebih mementingkan harta dan tahta di bandung kebahagiaan putrinya," batin Kiara dengan air matanya yang terus mengalir dengan penuh kesedihan.
Mata Kevin berkaca-kaca melihat kakaknya yang memeluk Kiara dalam tangisannya kesedihan Clarissa.
"Seandainya ingatan kamu kembali Kiara. Kamu akan mengingat siapa kak Clarissa. Dia salah satu orang yang mempunyai memory banyak dengan kamu," batin Kevin.
Kevin sengaja membawa Kiara ke tempat itu. Karena Kevin juga ingin Kiara ingat perlahan-lahan. Tanpa Kevin ketahui Kiara memang sudah mengingat semuanya dan makanya dia reflek menangis dengan melihat kondisi Clarissa yang seperti itu yang sama sekali tidak pernah di duganya.
Pertemuan itu membuat Kiara kaget pastinya dan tidak di sangkanya Mitra Winata memang sejahat itu ternyata.
Bersambung
__ADS_1