Dokter Itu Masa Laluku.

Dokter Itu Masa Laluku.
Draft


__ADS_3

Sementara Kevin yang berada di kantornya yang sibuk dengan pekerjaannya.


toko-tok-tok-tok


"Masuk!" titah Kevin.


Arya yang masuk kedalam ruangan Arya dengan membawa dokumen.


"Tuan ini data-data yang tuan minta semuanya sudah saya siapkan," ucap Arya memberikan pada Kevin.


Kevin langsung mengambilnya dengan melihat data-data tersebut.


"Tuan saya membawa informasi yang sedikit mengejutkan," ucap Arya dengan tiba-tiba membuat Kevin mengangkat kepalanya dan melihat Arya.


"Apa itu?" tanya Kevin dengan sedikit penasaran.


"Perusahaan RD," ucap Arya.


"Perusahaan RD. Bukannya Perusahaan itu. Perusahaan baru berkembang yang selalu berusaha untuk menyalip proyek yang akan kita tangani," ucap Kevin yang mengingat Perusahaan itu beberapa kali menang. Jika ada persaingan Proyek dan semua itu karena Shela sekretaris Kevin yang menganggap lemah lawan sehingga tidak serius. Dan lagian itu juga proyek kecil.


"Benar tuan," jawab Arya.


"Lalu ada apa dengan Perusahaan itu?" tanya Kevin.


"Tuan Daniel saingan tuan dalam pemilihan adalah investor dana terbesar di Perusahaan itu dan bahkan setelah saya selidiki tuan Daniel banyak membantu Perusahaan itu," jelas Arya.


"Begitu rupanya. Apa maksud kamu. Perusahaan itu bekerja sama dengan beliau untuk bersaing dengan kita?" tebak Kevin.


"Iya tuan," jawab Arya.


"Pantas saja Perusahaan itu terlihat sangat terobsesi dengan kemenangan. Ternyata di belakangnya ada orang hebat yang mendukung yang juga sama-sama punya obsesi yang sangat tinggi," ucap Kevin yang sangat santai dengan pesaingnya yang semakin banyak.


Walau Kevin tau adanya kecurangan dalam hal ini. Karena Perusahaan yang berusaha mengambil Proyek Kevin selalu bermain licik. Dan Kevin seolah paham ini semua ada hubungannya dengan pemilihan yang akan di lakukannya bulan depan dan pasti pesaingnya sengaja melakukan semua itu untuk membuat nama perusahaannya jelek yang berpengaruh pada pemilihan.


"Dan yang lebih mengejutkannya. CEO dari Perusahaan RD adalah tuan Rangga!" lanjut Arya yang membuat Kevin kembali melihatnya dengan serius.


"Rangga! Rangga siapa maksud kamu?" tanya Kevin.


"Kakak pertamanya Nona Kiara," jawab Arya yang membuat Kevin terkejut dengan matanya yang melotot.

__ADS_1


"Rangga!" lirih Kevin.


"Benar tuan. Tuan pasti mengingatnya. Dia juga pernah bekerja di Perusahaan kita dan selama ini dia adalah CEO dari Perusahaan RD dan dia juga punya hubungan dekat dengan tuan Daniel," jelas Arya dengan semua yang di ketahuinya.


"Ini tuan!" Arya mengeluarkan amplop putih dan Kevin langsung mengambil dari tangan Arya. Kevin membukanya yang ternyata foto-foto pertemuan Rangga dan Daniel yang memang terlihat dua orang yang sangat dekat dan seperti adanya kerja sama yang panjang.


"Jadi maksud kamu. Kakak Kiara bekerja sama dengan Daniel untuk bersaing denganku?" tebak Kevin.


"Mungkin itu salah satunya tuan. Tetapi saya rasa ini juga berkaitan dengan kejadian 4 tahun lalu," jawab Arya.


"Maksud kamu apa?" tanya Kevin.


"Kerjasama sama yang mereka lakukan. Bukan hal yang biasa dan sama-sama memiliki keuntungan yang sama. Tuan Rangga banyak kemungkinan menginginkan kerja sama ini. Karena berhubungan dengan Lexus yang saya duga. Lexus pernah menghancurkan karir dan juga keluarga tuan Rangga," jelas Arya dengan apa yang di duganya.


"Kenapa kamu bisa mengatakan seperti itu?" tanya Kevin.


"Keracunan di desa kaki gunung. Kami sudah menyelidikinya dan yang melakukan itu adalah tuan Rangga. Penyerangan di gunung atas dan juga di pantai adalah dari tuan Daniel!" jelas Arya yang membuat Kevin terkejut.


Dia bahkan sampai menuduh ayahnya saat penyerangan di pantai dan tidak di sangka ternyata penyerangan itu dari pesaingnya.


Kevin menghela napasnya dengan perlahan kedepan dan mencoba untuk mengatur napasnya yang terasa sangat sesak.


"Saya punya buktinya," jawab Arya yang langsung menunjukkan bukti pada Kevin dan Kevin melihat semua berkas-berkas yang di kumpulkan Arya.


Betapa terkejutnya Kevin saat benar ternyata apa adanya. Rangga bekerja sama dengan Daniel untuk menghancurkan Lexus dan pasti untuk memenangkan pemilihan nanti.


"Sial!" umpat Kevin yang tidak pernah kepikiran jika ternyata Rangga ingin menghancurkannya.


"Lalu bagaimana dengan Kiara?" tanya Kevin.


"Nona Kiara lupa ingatan dan sepertinya dia tidak tau apa dengan kejadian ini dan mungkin jika dia tau juga dia juga akan bingung karena ingatannya yang tidak pulih," jawab Arya.


Kevin memijat kepalanya yang terasa berat dengan berita yang memang sangat mengejutkan yang di dengarnya.


"Aku tidak menyangka jika Rangga ada di balik semua ini. Apa dia tidak sadar. Jika adiknya hampir menjadi korban," batin Kevin.


**********


Setelah mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan itu. Kevin jadi gelisah yang pasti sangat kepikiran pada Kiara.

__ADS_1


"Aku harus bertemu Kiara. Aku takut terjadi sesuatu kepadanya. Apa lagi ingatannya belum kembali sama sekali," gumam Kevin yang penuh dengan kecemasan.


"Seharusnya pagi ini Kiara datang memeriksa ku. Lalu kenapa sampai sekarang dia belum datang," Kevin semakin panik. Karena Kiara belum menemuinya.


Kevin langsung mengambil ponselnya yang langsung menghubungi Kiara yang ingin memastikan jika Kiara baik-baik saja. Jika Kiara berada di sisinya Kevin merasa jauh lebih tenang.


Ternyata handphone Kiara yang berdering berada di tangan Rangga dan Rangga melihat panggilan itu yang ternyata dari Kevin.


"Sudah ku duga mereka memang sangat dekat dan pasti ada hubungan yang dekat," batin Rangga yang memegang kuat ponsel itu yang pasti penuh amarah dengan Kevin yang menelpon adiknya.


Rangga tidak mungkin mengangkat panggilan dan Kevin yang diruangannya berusaha terus menelpon Kiara.


"Kiara kenapa kamu tidak mengangkatnya ada apa Kiara. Angkatlah," batin Kevin yang terus menelpon Kiara.


Bagaimana mau di angkat Rangga yang menguasai panggilan itu. Dan tiba-tiba Rangga mendapatkan pesan


..."Kiara kamu di mana?" tanya Kevin....


..."Bukannya kamu harus datang kekantor. Aku menunggumu Kiara, aku sangat mengkhawatirkan mu Kiara," ...


"Kau benar-benar masih mencintai adikku Kevin. Aku harus memberimu pelajaran Kevin," umpat Rangga dengan berdesis yang membaca pesan itu.


"Kevin aku tidak bisa menemuimu sekarang. Aku sangat sibuk. Kita akan bertemu nanti malam di taman mekar sari. Kau menunggumu di sana," tulis Rangga yang membalas pesan Kevin.


Tidak tau apa yang di rencanakannya. Dia membalas pesan itu dengan singkat.


"Aku tidak pernah memberimu pelajaran dan ini waktunya untuk memberimu pelajaran," batin Rangga dengan menyunggingkan senyumnya.


Kevin yang mendapat pesan itu terlihat penuh dengan pemikiran.


"Tumben sekali Kiara hanya mengirim pesan. Jika ingin bicara. Kenapa tidak datang saja ke kantor. Karena hari ini ada pemeriksaan. Kenapa harus bertemu nanti malam. Seperti ada sesuatu," batin Kevin yang merasa ada yang aneh.


"Sudahlah apa yang aku pikirkan. Yang penting Kiara sudah baik-baik aja sekarang," batin Kevin yang tidak mau berpikiran buruk.


Bersambung.


...Jangan lupa mampir ya kenovel terbaru aku. Terima kasih. Di tunggu like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya....


__ADS_1


__ADS_2